you're reading...
It's me... today

Mengenang Mami

It’s been seven years already, Mom, and I’m getting tired of being sad all the time on your birthday celebrations.

Bukan berarti I love you less, kan, Mi? Bukan berarti, aku nggak lagi sedih dengan kenyataan kalau aku tak bisa berbisik di telingamu, mengucapkan selamat ulang tahun, mengecup kening dan kedua pipimu, dan menghadiahimu dengan barang-barang yang sedang Mami inginkan. Jujur, Mi, I will never stop missing you, missing our moments together, when you were still here with us. With me, Dad, Mbak Pit, dan Bro.

Tapi kali ini, aku ingin mengingat Mami dengan senyum. Dengan tawa. Mengingat kembali sejumput kenangan yang tak pernah hilang pergi dari ingatan. Mengingat kembali masa-masa ketika tawa dan canda adalah menu makanan yang selalu tersaji di dalam tudung saji rumah kita.

Mami,

Ini adalah cerita-cerita kita berdua. Janji, jangan marah kalau ini aku bocorin ke temen-temenku, ya? Tos dulu dong, ah! ^_*

***

Inget nggak, Mi, ritual kita setiap bulan puasa?

Berendam ala kuda nil di bath tub rumah, lengkap dengan potongan-potongan es batu yang membuat kita hampir membeku di dalam kamar mandi. Haha, Mami selalu punya cara untuk membuat putri bungsu-nya nggak mokel alias batal puasanya karena cuaca sedang terik-teriknya. Ya, termasuk mempersiapkan bath tub berisi es batu yang kalau dipikir-pikir sangat mirip dengan adegan pencurian organ tubuh itu, Mi! Hihi… ada-ada aja, deh, si Mami inih.

Tapi, as I always remember, cara itu selalu berhasil membuat anak bungsumu ini nggak membatalkan puasanya. Kita berdua akhirnya ketiduran mulai usai sholat Ashar sampai menjelang Maghrib tiba. Okay, okay. Iya, iya. Bukan Mami, tapi Lala kok yang ketiduran, nggak usah ngotot gitu dong, Mi! Hehe. Iya, iya. Saat itu Mami udah mentas dari bath tub dan mempersiapkan hidangan berbuka lalu ngebangunin aku di kamar mandi.

What a story, eh, Mi?

*

Oh, ya. Inget juga nggak sih, sama kebiasaan Mami yang suka matiin lampu teras setiap jam setengah sepuluh malam, cuman karena Mami nggak suka kalau anak perempuannya masih musti nemenin temen-temen cowok yang main ke rumah?

Pas lagi asyik-asyiknya ngobrol sama temen-temen, eh, ujug-ujug lampu teras dimatiin. Terus, terus, nongol deh Mami dari balik pintu sambil bilang, “Kalian nggak dicariin orang rumah, jam segini belum pulang?”

Astagah, Mami.

Pertama, mereka itu anak-anak lelaki. Jam setengah sepuluh sih, masih pagi banget.
Dan kedua, anakmu ini kan udah gedhe, Mami… Udah sembilas belas tahun. Masa sih, jam setengah sepuluh sudah harus tidur?

Kalau lampu mendadak mati dan kalimat-kalimat itu keluar dari mulut Mami, temen-temen udah mengkeret aja dan memilih untuk pulang. Iya, meninggalkan putri bungsumu yang akhirnya gondok dan sebel karena malu banget diperlakukan seperti anak kecil.

…ups, walaupun sekarang suka kangen aja sama perhatian Mami yang sok lebay itu… hehehe…

*

Mami pernah bilang, “Nanti, kalau sudah berkeluarga, kamu musti bisa ngentit (nyimpen diam-diam) uang yang dikasih suami. Supaya kamu bisa punya tabungan tambahan.”

Waktu itu, Mami menunjukkan hasil usaha Mami menyunat sedikit uang bulanan yang dikasih Papi. Ada tabungan yang kata Mami, “Buat jajanmu juga, kan, La? Nanti Mami nggak bisa beliin kalian apa-apa dan minta terus ke Papi.” Lalu ada panci-panci (yang saat itu) nggak penting banget buat dibeli dan menuh-menuhin gudang. Dan tak lupa, perhiasan-perhiasaan mulai dari anting, cincin, gelang, dan kalung (yang entah kenapa, kemudian hilang tak berbekas sejak Mami pergi. kemana hilangnya, ya, Mi?).

Mami selalu bilang kalau itu bukanlah ‘kriminal’. Perempuan musti pintar-pintar mengelola uang pemberian suami, apalagi yang memilih untuk menjadi ibu rumah tangga seperti Mami.

“Makanya, kamu musti sekolah yang tinggi, cari pekerjaan yang bagus, dan jangan tergantung sama laki-laki, seperti Mami ini. Biar kamu bisa berdiri di kaki kamu sendiri kalau ada apa-apa kalau nanti sudah bersuami dan punya anak,” kata Mami setiap saat, menjelang aku lulus kuliah.

Iya, Mami, iya. Lala sudah berhasil mendapatkan gelar Sarjana. Alhamdulillah, pekerjaanku nggak malu-maluin banget. Dan, insyaAllah, bisa menjadi perempuan yang berdiri di kedua kakinya sendiri.

Cuman masalahnya, belum kawin-kawin juga sampai hari ini! Kasian bener anak bungsumu ini, Mi.. Kebanyakan dosa kali, yah? Hehe…

*

Oh, ya. Satu cerita lagi.

Aku ingat gimana hebatnya Mami menyembunyikan fakta kalau sebetulnya Mami ngebeliin anak bungsunya (yang saat itu sedang gendut-gendutnya) satu helai pakaian terusan yang sebetulnya diperuntukkan buat Ibu-Ibu hamil. Mami tahu, aku selalu sedih banget dengan kenyataan kalau nggak ada satupun baju yang muat dengan ukuran tubuhku waktu itu, jadi waktu itu, Mami nggak bilang apa-apa soal baju terusan yang Mami berikan sebagai oleh-oleh dari jalan-jalan ke mal.

Aih! Senangnya aku waktu itu, Mi, karena akhirnya aku punya baju yang nggak perlu dibikin di Tukang Jahit!

Mami berhasil menyimpan rahasia itu sampai akhirnya, bertahun-tahun kemudian (pas udah mulai kurusan), aku sadar maksud tulisan yang ada di bagian belakang baju itu. Ya, ada tulisan something ‘Mom’ gitu deh. Yang artinya tentu saja, buat emak-emak hamil!

Duh! Inget nggak sih, Mi, waktu itu aku langsung ketawa ngakak dan meluk Mami? Dan Mami langsung bilang, “Soalnya Mami ingin ngeliat kamu seneng juga, La…”

Asli, Mi. Aku memang seneng banget! Seneng karena dapet baju yang cukup dan… um… seneng banget mengetahui cerita di balik rahasia itu kalau Mami melakukan itu karena Mami sayang banget sama Lala!

***

mami-copy

Sebetulnya, ada banyak kejadian-kejadian sederhana yang menggelikan yang selalu berhasil menerbitkan tawa dan senyum setiap mengingatnya. Cuman, sayang, Mi. Terlalu memalukan untuk ditulis di sini dan dibagi ke temen-temenku! Yang ada, ntar aku dimarahin sama Mbak dan Mas kalau cerita itu bocor kemana-mana. Bisa dipentung atau dikitik-kitik pake linggis sekalian! Hehe…

Jadi, jadi. Itu aja deh, kenangan-kenangan yang bisa aku jumput dari ribuan kenangan yang pernah terjadi sepanjang 22 tahun hidupku bersama Mami. Um, yang sayangnya cuman 22 tahun itu..

But still, I am blessed to have the opportunity to be your daughter for twenty two years. Sungguh, dua puluh dua tahun yang tidak akan aku tukar dengan apapun di dunia ini. Tidak akan pernah aku tukar, Mi, dengan apapun juga. George Clooney dua biji, intan berlian segunung, atau kesempatan operasi plastik jadi secakep Nicole Kidman sekalipun. Karena dua puluh dua tahun itu adalah pemberian terindah dari Allah buat aku…

And see, Mom?

Lihat nggak kalau sekarang anakmu ini sedang tersenyum saat menulis cerita ini? As I promised you earlier, aku ingin mengingat Mami dengan senyum dan tawa saja, karena aku lelah memberikan beban dalam perjalananmu menuju Surga. Aku lelah jadi anak perempuan yang hobi nangisin Ibu-nya yang lebih dulu datang memenuhi panggilan Allah yang jauh lebih mengasihinya.

Aku lebih memilih untuk menjadi seorang anak perempuan yang bangga dengan kenangan-kenangannya bersama seorang Ibu yang tak akan pernah terlupakan sepanjang sejarah kehidupannya.

Karena memang aku bangga sekali menjadi puteri seorang perempuan hebat yang kupanggil Mami.

Seorang perempuan hebat yang hari ini berulangtahun ke-60, seandainya Tuhan tidak memanggilnya pulang tujuh tahun yang lalu.

Ya, Mami.

Aku bangga sekali menjadi puterimu.

Aku bangga sekali menjadi anak bungsumu yang bandel dan bikin repot Mami selama 22 tahun lamanya.

Dan cerita ini, adalah salah satu dari kado-kado yang bisa aku berikan buat Mami. Selain doa yang tak putus, setiap harinya… Selain  harapan agar aku selalu menjadi anak perempuan yang bisa Mami banggakan, kelak…

I love you, Mom.

Selamat ulang tahun yang ke-60, ya…

***

kamar, Selasa, 21 Juli 2009, 00.35 AM
Untuk Almarhumah Mami Tercinta

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

12 thoughts on “Mengenang Mami

  1. happy anniversary (party)

    Posted by katakataku | July 21, 2009, 2:06 am
  2. selamat ulang tahun juga yah……jadi inget ibuku juga nih….

    Posted by nyegik | July 21, 2009, 3:29 am
  3. she’s still alive La… in your heart, in your memories
    she’s smiling right now!
    may she rest in peace
    Smoga Mami dapat diterima di sisi-NYA karena besarnya kasih-NYA
    .-= Bro Neo´s last blog ..Sitou Timou Tumou Tou =-.

    Posted by Bro Neo | July 21, 2009, 8:08 am
  4. Sosok ibu memang tak pernah bisa tergantikan, jeung…
    semoga alm bisa dengar kado doa dari kamu yah… 🙂
    .-= zee´s last blog ..Warung Kopi Alun-2 Indonesia =-.

    Posted by zee | July 21, 2009, 8:22 am
  5. Happy B’day buat Maminya Mba’ Lala…
    Jd terharu…Mami mba pasti banga punya anak kyk mba Lala..
    sering bc blognya mba’lala tp gak pernah ngasi comment,br kali ini,Salam kenal ya mba Lala…

    Posted by Rika | July 21, 2009, 8:33 am
  6. LA …
    Maaf kan saya …
    Saya terharu sekali membaca untaian kalimat kamu ini …

    Semoga Mami bahagia di alam sana

    Salam saya
    .-= nh18´s last blog ..ASRI, FARAH DAN RIYANNI =-.

    Posted by nh18 | July 21, 2009, 9:21 am
  7. La, sama kayak om trainer, terharu banget bacanya sampai mribis mili.. can’t help it..
    she definitely proud of you, La!
    .-= Ade´s last blog ..Indahnya persahabatan =-.

    Posted by Ade | July 21, 2009, 11:34 pm
  8. La… aku terharu… sungguh…
    Ya Allah, berikanlah kebahagiaan bagi saudariku ini. Semoga dia dapat menjadi wanita hebat seperti Maminya.

    Posted by vizon | July 22, 2009, 8:09 am
  9. OMG La,, gue koq jadi merasa banyak salah sama nyokap gue ya?
    (doh)
    .-= Billy Koesoemadinata´s last blog ..The Journey, vol.10: The Meatballs, The Noodle, and The Strawberry Juice =-.

    Posted by Billy Koesoemadinata | July 22, 2009, 11:59 am
  10. terharu banget……
    .-= Eka Situmorang – Sir´s last blog ..Candu Cinta =-.

    Posted by Eka Situmorang - Sir | July 22, 2009, 3:23 pm
  11. Tertunduk dan turut mendoakan. Semoga Mami mu bahagia dan tersenyum juga untukmu disana, La…
    .-= Nug´s last blog ..Pagi yang cerah.. =-.

    Posted by Nug | July 23, 2009, 5:52 pm
  12. hoe deep your love is to your Mami…
    .-= nanaharmanto´s last blog ..Telat Seminggu =-.

    Posted by nanaharmanto | July 27, 2009, 9:01 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

July 2009
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: