you're reading...
Thoughts to Share

in a blink of an eye

Beberapa jam yang lalu, saat makan siang di food court sebuah Mal bersama Mbak Pit, kakak perempuan saya, berikut dengan rombongan sirkus kecilnya, tiba-tiba kakak saya itu nyeletuk, “Kebayang nggak, sih, Mbhienk (oh ya, ‘Mbhienk’ adalah panggilan kesayangan Mbak Pit buat saya), kalau di suasana yang seramai ini, tiba-tiba ada bom yang meledak?”

Pertanyaan itu terlontar keluar dari mulutnya yang masih belepotan dengan menu makan siangnya tadi; bebek goreng dan nasi putih yang hangat.

Saya bengong sejenak.

Dia melanjutkan lagi, “Kamu tahu, kan, kalau bom yang di Jakarta itu dipasangin mur-mur yang punya efek melukai ketika bomnya meledak?”

Oh tentu. Tentu. Saya melihat beberapa tayangan televisi yang memuat cuplikan rekaman pita cameraman tentang sebuah laptop yang berisi bom berikut dengan mur-mur yang sudah ditata sedemikian rupa itu.

“Gimana, ya, Mbhienk, kalau seandainya itu kejadian di sini? Saat kita lagi makan siang enak-enak begini, becandaan begini, ketawa ketiwi begini.. tau, tau… bom meledak?”

Oh, my Dear Sister. Bisa nggak, sih, ngasih pertanyaan yang nggak mengerikan seperti itu? Karena, sumprit, Mbak… Adikmu ini langsung ngeri sendiri!

***

Do you know that every thing could happen in a blink of an eye?

Kejadian sedetik di depan saya, kamu, dan mereka semua, adalah misteri. Mama Lauren mungkin punya kapabilitas untuk mendapatkan vision atau apalah, tapi dia tidak pernah tahu apa yang benar-benar terjadi tepat satu detik di depannya, tepat usai ia mengedipkan matanya.

Jadi, tentu saja, ketika Mbak Pit bertanya, bagaimana kalau di tengah acara cengkerama yang hangat seperti ini, dengan tawa riang yang lepas seperti tadi, lalu tiba-tiba bom meledak, melukai, atau bahkan memisahkan kami dari satu sama lain, yang terbayang di dalam kepala saya adalah, “It could happen!” Dan pastinya, “Mengerikan!”

Rekaman dari kamera cctv yang kemudian sering ditayangkan di layar televisi, berupa potongan adegan lelaki yang diduga membawa bom di dalam tas koper dan ransel yang diletakkannya di dada, telah membuktikan bahwa semua bisa terjadi dalam sekedipan mata.

Suasana lobby hotel berbintang itu nampak berjalan normal. Pagi yang tenang. Karyawan bekerja seperti biasa. Doorman melakukan tugasnya seperti biasa. Pegawai-pegawai di dapur mempersiapkan makanan sesuai dengan rutinitas hariannya. Para tamu menikmati sarapannya dengan lahap, menyesap kopi susu mereka dengan tenang… Ya. They didn’t have plans to die that day, or being victims of a bomb blast. Di dalam pikiran mereka mungkin: it was just another regular day of their lives…

Tapi, apa yang terjadi?

Ledakan bom telah meluluhlantakkan semuanya. Lelaki yang melenggang santai menuju restauran, entah bagaimana nasibnya. Lalu para juru masak, waitress, doorman, receptionist, dan tamu-tamu yang menikmati sarapan mereka dengan santainya, berjatuhan menjadi korban.

Mereka tidak pernah tahu kalau di detik itu sebuah bom akan meledak dan menghancurkan tubuh mereka, membakar kulit tubuh mereka, merobek gendang telinga mereka, dan mungkin membuat mereka cacat seumur hidup. Yang mereka tahu, di hari itu, mereka melakukan aktivitasnya seperti biasa. Mereka sama sekali tidak tahu, bahwa ada seseorang yang lain, yang berada di antara mereka, tengah merencanakan sebuah pengeboman yang luar biasa dahsyatnya lalu merenggut kehidupan mereka…

In a blink of an eye, everything could happen…

Semuanya. Bisa. Terjadi.

Mengerikan, ya?

***

Usia, siapa yang tahu?

Kehidupan di detik berikutnya, siapa yang tahu?

Tuhan adalah pemilik segala jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang mustahil dijawab oleh manusia-manusia ciptaanNya.

Peristiwa pengeboman di dua hotel berbintang lima beberapa waktu lalu itu memang tidak bisa tidak telah membuat saya ketakutan luar biasa kalau-kalau itu terjadi, menyentuh saya, keluarga, dan orang-orang terdekat saya. Tapi kemudian, saya akhirnya menjadi semakin percaya bahwa tidak ada yang mustahil untuk terjadi dalam hidup ini.

Kalau keburukan seperti itu bisa terjadi dalam sekedip mata, tentu kebaikan bisa pula terjadi dalam waktu yang sama pula.

Karena yang saya dan kamu huni sekarang adalah dunia.
Dan dunia bukanlah Surga. Bukan pula Neraka. It’s some place in between. Itulah kenapa kebaikan dan keburukan akan terus terjadi, seiring sejalan sampai waktu tergerus habis dan kita tiba di sebuah tempat peristirahatan abadi yang disebut Surga atau Neraka.

Jadi, dalam sekedip mata… everything could happen.

Entah itu sebuah ledakan yang akan merenggut nyawa banyak orang,
Atau lotere ribuan dollar Amerika yang dimenangkan oleh gelandangan yang beruntung.

Semua bisa terjadi, Kawan, dalam sekedip mata.
Buruk?
Baik?
Ah… We will never know…

***

Kamar, Minggu, 19 Juli 2009
Duka cita mendalam untuk peristiwa pengeboman di Mega Kuningan, Jakarta, hari Jumat kemarin.
Tuhan tidak pernah tidur, begitupula seluruh Malaikat-MalaikatNya…

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

6 thoughts on “in a blink of an eye

  1. pertamax.. amankan posisi
    .-= bro neo´s last blog ..Sitou Timou Tumou Tou =-.

    Posted by bro neo | July 20, 2009, 11:12 am
  2. Yg ini indah banget La
    “Kalau keburukan seperti itu bisa terjadi dalam sekedip mata, tentu kebaikan bisa pula terjadi dalam waktu yang sama pula”

    smoga kebaikan saja yang terjadi… smoga bumi bisa smakin menyurga bukan meneraka
    .-= bro neo´s last blog ..Sitou Timou Tumou Tou =-.

    Posted by bro neo | July 20, 2009, 11:20 am
  3. hattrick kah?? yessss!!!
    .-= bro neo´s last blog ..Sitou Timou Tumou Tou =-.

    Posted by bro neo | July 20, 2009, 11:22 am
  4. Bad and good things can happened to anyone anywhere…long time no see sist..how’s life?
    .-= 1nd1r4´s last blog ..Tasmania…a beautiful coldness (1) =-.

    Posted by 1nd1r4 | July 20, 2009, 4:32 pm
  5. Hm.. Ada yang memang kita bisa ketahui dan ada (mungkin jauh lebih banyak) yang tidak kita ketahui.
    Bahkan dalam langkah2 yang telah kita rencanakan sendiripun kadang kita gak tau apa yang akan kita temui dihadapan kita sana..

    Jangan sampai pemikiran dan tindakan satu dua orang gila (yg gak rasional, gak pakai pikiran dan hati) meneror hidup kita. Karena jika itu terjadi, tercapailah apa yang mereka inginkan. So, keep on moving forward, do our best and leave the rest to the GOD.🙂

    Ayoo dimakan lagi bebek gorengnya..:mrgreen:
    .-= Nug´s last blog ..Pagi yang cerah.. =-.

    Posted by Nug | July 23, 2009, 5:49 pm
  6. membenci semua bentuk kekerasan dalam bentuk apapun!!!
    .-= stey´s last blog ..FORCE anyone?? =-.

    Posted by stey | July 30, 2009, 10:23 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

July 2009
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: