you're reading...
Just a Thinking, Penting Ga Penting...

Sleep Like a Baby…

Keke, keponakanku, saat masih umur sehari...

Keke, keponakanku, saat masih umur sehari...

Keke, keponakanku, saat masih umur sehari…

Entah bagaimana awalnya, tapi pagi tadi, saya terlibat dalam sebuah percakapan dengan seorang rekan kerja satu ruangan yang membahas tentang kebiasaan tidur anak sulungnya yang kini sedang hendak masuk sekolah dasar.

“Niel itu, La, kalau tidur selalu harus dikelilingi dengan bantal dan guling, samping kiri dan kanannya. Dan kalau ada orang yang ada di sebelahnya, entah aku atau Papanya, dia selalu minta dipeluk.”

“Oh, ya?”
“Iya. Dia malah sering ngeluh nggak bisa tidur kalau nggak dipeluk.”
“Setelah dipeluk?”
“Tidurnya langsung nyenyak!”

Saya pun ikut nyerocos dengan posisi saya saat menjelang tidur (okay, saya bilang menjelang, karena biasanya dalam beberapa menit berikutnya, posisinya udah kacau balau lagi! haha). Kebiasaan Lala Purwono sebelum tidur adalah memastikan bahwa bagian, sisi kanan kiri, dan kaki harus di’ganjal’ dengan bantal dan guling. Yup, mirip seorang bayi mungil yang dikelilingi bantal guling untuk menghindari bayi itu terantuk sesuatu.

Oh, ya. Tentu bukan karena alasan saya takut terantuk atau apa sehingga saya memilih untuk tidur ala bayi begitu, tapi entahlah, saya selalu merasa lebih nyaman jika tidur dikelilingi bantal guling seperti itu. Feel so safe and warm; perasaan yang selalu diinginkan setiap orang kala memilih untuk memejamkan mata dan berpasrah pada maut yang mungkin menjemput.

Mungkin saya terlihat sangat konyol dan kekanak-kanakan. Bayangkan saja. Untuk satu orang gembul di atas tempat tidur king size seperti ini, saya musti menyediakan bantal sekurangnya tiga pasang dan guling tiga biji! Kebayang betapa ramainya tempat tidur saya, kan? Very crowded!

Tapi, hell.. bodo amat.

Selama saya bisa merasa sangat nyaman dan bisa tidur dengan tenang, saya tidak peduli kalau banyak yang bilang, “Idih, La… emang lu takut apaan, sih? Lagian, umur udah mo kepala tiga tapi tidurnya masih kayak bayi!”

Hayah. Terserah saya, kan? Daripada saya meminta temen saya itu untuk meminjamkan suaminya buat nemenin saya tidur, masih jauh lebih baik kalau saya memfungsikan bantal dan guling milik saya sendiri dengan sebaik-baiknya, kan? ^_*

Jadi, ya, ya, ya. Saya tidak akan berbohong sama kamu soal betapa ‘culun’nya gaya saya menjelang tidur. I sleep like a baby, dengan bantal guling di sekeliling saya. Just to feel safe. Just to feel warm. Just to have the same kind of feelings that I used to have… years and years ago..

***

Saya ingat, dulu sekali ketika masih sering tidur berdua dengan Alm. Mami, saya selalu menyisipkan kedua kaki saya di kaki Mami. Ada perasaan hangat yang membuat tidur saya nyenyak seketika.

Saya juga ingat, dulu sekali, ketika Mami masih belum berpulang ke pangkuan Tuhan, saya selalu meminta Mami untuk memeluk saya saat tidur. Hanya sebelah tangan yang menumpang di atas bahu saya, tapi sungguh sensasi yang saya rasakan adalah sangat luar biasa! I slept like a baby!

Saya tidak tahu, apakah karena kenangan-kenangan di masa kecil itu yang membuat saya selalu ingin tertidur dalam ‘sentuhan’ bantal dan guling, membuat saya selalu ingin merasa dilindungi oleh semacam barikade empuk berbahan bulu angsa itu. Sungguh, saya tidak tahu apa yang membuat saya selalu tak bisa berhenti untuk tidur dalam kondisi yang sama setiap harinya (okay, kecuali saya menginap di rumah teman di mana saya tak mungkin meminta dia menyediakan guling tiga biji dan bantal tiga set, kan?).

Tapi yang saya tahu, sebuah pemandangan yang saya lihat sore tadi, dalam perjalanan pulang dari kantor, di dalam sebuah angkot yang mengantarkan saya ke pemberhetian paling dekat dari rumah, telah menjawab rasa penasaran saya kenapa sampai hari ini masih tidur seperti Baby Huey yang menggembol botol susunya kemana-mana… ^_^

***

Seorang ibu. Seorang anak. Mereka berdua duduk persis di depan saya. Wajah gadis kecil itu nampak kuyu sekali. Saya tidak tahu apa yang membuatnya lelah, tapi dari kantong belanja yang terisi penuh, saya menduga, Ibu dan gadis kecilnya itu telah belanja seharian di sebuah mal paling hip di Surabaya.

Saking lelahnya, tidak sampai lima menit duduk di dalam angkot, si kecil mengeluh, “Maaa… ngantuk…”

Lalu dengan sayangnya, si Ibu segera menyuruh buah hatinya yang berusia kira-kira tujuh tahun itu untuk tidur dengan membaringkan kepalanya di atas pangkuan Ibunya. Gadis kecil itu menurut, lalu ia mulai tidur di pangkuan ibunya lalu tertidur pulas sampai setengah jam kemudian.

Kamu tahu apa yang membuat saya terkesan?

The mother’s hand.

Iya. Tangan Ibunya yang tak berhenti mengelus sayang rambut anaknya sambil terus menjaga agar si Anak tidak terjatuh dari duduknya. Tidak berhenti sama sekali! Dan percayalah, I saw it! Pemandangan itu terlalu indah untuk dilewatkan, sehingga sambil mencuri-curi pandang, saya mencoba untuk menikmati pemandangan yang indah itu persis di depan kepala saya.

Hm.

And then I began to think.

Apakah saya merindukan sentuhan itu di kala saya tidur? Perasaan aman bahwa ada seorang Ibu yang menjaga saya? Atau perasaan nyaman karena saya tahu ada seseorang yang ada di samping saya? Yang akan membangunkan saya ketika saya sedang bermimpi buruk?

Apakah dengan adanya tumpukan bantal, guling, dan selimut tebal yang membungkus tubuh saya adalah substitusi dari sentuhan Mami yang dulu selalu berhasil meninabobokkan saya?

Oh my.

Saya merasa sangat kekanak-kanakan saat ini. Benar-benar merasa seperti seorang Baby Huey dengan peniti segedhe gambrengnya!

Tapi kemudian saya menyadari bahwa saya memang merindukan sentuhan-sentuhan Mami. Saya merindukan sentuhan yang dulu selalu menjaga saya, setiap saat saya ingin memejamkan mata saya. Oh, ya. Asal kamu tahu saja, saya baru benar-benar tidur sendiri setelah Mami pergi. Biasanya, saya tidur dengan Mbak Pit dan setelah Mbak menikah, saya memilih untuk tidur bersama Mami di kamarnya… Gangguin orang tua pacaran? BIARIN! 🙂

Ketika saya bicara soal kebiasaan ini, seorang teman, lagi-lagi tertawa. Dia malah bilang, “Kenapa nggak kawin aja, La? Cari temen tidur, gih…”

Hm. Kalau suami cuman berfungsi sebagai bantal dan guling, kenapa saya musti menikah, dong? Saya bisa beli bantal guling di carrefour! Kadang pake acara diskon pulak! 🙂

Lalu coba tebak, apa kata teman saya?

Dia, dengan bawelnya, hanya bilang, “Ya, paling nggak, pas elu susah tidur, elu bisa memanfaatkan waktu elu buat ngelakuin hal yang lain!”

HAHA! Kurang ajar bener dia..

Apapun itu, saya menyadari kalau saya memang mirip dengan seorang bayi yang tidurnya harus selalu dijaga bagian bawah, atas, kiri dan kanannya. Dan ya. Saya tidak akan marah disebut bayi gedhe atau semacamnya.

Karena tentu saja, it really doesn’t matter for me.

As long as I can sleep like a baby every nite, saya akan memanfaatkan segala macam ‘alat tempur’ yang saya punya di atas ranjang saya.

Kalau akhirnya saya menikah juga… oh, tentu saja… suami tercinta saya itu akan menggantikan semua fungsi alat tempur yang saya miliki tadi…. Yang ini sih, wajib sifatnya… hehe…

***

Depan televisi, ruang keluarga
30 Juni 2009. 11.56 Malam
Tulisan ngasal karena tangan gatel udah lama ga nulis..

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

16 thoughts on “Sleep Like a Baby…

  1. hahaha…minjem suami orang buat nemenin tidur hahahaha…

    berarti kalo punya suami musti paling nggak dua lah ya…buat ganjel di sisi kiri dan satu lagi di sisi kanan 😀

    minjem suami…hahaha (masih lucu aja….hahahaha)
    .-= geRrilyawan´s last blog ..CREATIVE THEME DAY #2: CAPRES DEEEH…!!! =-.

    Posted by geRrilyawan | July 1, 2009, 7:47 pm
  2. jadi inget sama ponakan yg baru lahir kemaren,,,
    .-= Myryani´s last blog ..Diusia Senja,,, =-.

    Posted by Myryani | July 1, 2009, 8:31 pm
  3. met bobo….
    .-= bro neo´s last blog ..Cape Deh.. =-.

    Posted by bro neo | July 1, 2009, 11:05 pm
  4. Masih menerima kado bantal-guling nggak La? Ntar deh, saya kirimin segerobak … 😀
    .-= Tuti Nonka´s last blog ..KDRT =-.

    Posted by Tuti Nonka | July 2, 2009, 7:15 am
  5. this makes u feel miss her ya la?
    sentuhan mama emang tak ada duanya
    hangat dan memberi rasa aman dan nyaman
    jadi kangen itu semua
    sayang beliau jauh
    hu hu hu….
    .-= depz´s last blog ..My First Online experience =-.

    Posted by depz | July 2, 2009, 7:49 am
  6. Tidur kebanyakan bantal la?.. Nah lo.. nanti bisa2 suami tercinta lo bingung lagi.. yang mana bantal yang mana lala.. hehehe..
    Peace, la! 😀
    .-= p u a k™´s last blog ..Jadi, diet itu adalah.. =-.

    Posted by p u a k™ | July 2, 2009, 10:22 am
  7. Cuma meng-amin-i apa kata Puak …
    Ah puak … dikau jujur sangat … !!!
    .-= nh18´s last blog ..SATE =-.

    Posted by nh18 | July 2, 2009, 10:50 am
  8. ada kebiasaan anak2ku yang cukup unik. mereka kalau sehabis shalat berjamaah di rumah, akan rebutan tidur di paha mamanya sambil menutup wajah mereka dengan mukena mamanya. kata mereka, adem banget rasanya…

    La… menjadi bayi adalah suatu masa terindah dalam hidup kita, tapi tidak bisa selamanya bukan? 😀
    .-= vizon´s last blog ..alif kecil =-.

    Posted by vizon | July 2, 2009, 12:47 pm
  9. Koq ampir sama ma aq??Cuma aq ga bisa tidur kalo ga melukin guling kecil.

    Posted by natalie | July 2, 2009, 4:21 pm
  10. I like baby 🙂
    .-= ATM TUKANG™´s last blog ..KADO BUAT AYAH BUNDA =-.

    Posted by ATM TUKANG™ | July 3, 2009, 8:33 am
  11. ya sleep like a baby tapi ngak ada ngompol lagi kan Mbak 😀
    .-= orange float´s last blog ..Can’t Take That Away =-.

    Posted by orange float | July 3, 2009, 10:27 am
  12. ahahahaha.. posisi tidur? hmm.. kalo gue sih, yang penting ada yang buat dipeluk. entah itu guling, bantal besar, atau justru selimut..

    kalo ga ada, berasa ga nyaman ajah.. 😛
    .-= Billy Koesoemadinata´s last blog ..ga semua orang jahat itu salah =-.

    Posted by Billy Koesoemadinata | July 3, 2009, 5:30 pm
  13. salam, boleh kenalan, jeng?
    jeng…nikmatin sepuasnya waktu dan posisi tidur sekarang.
    sebab nanti kalau sudah punya suami pasti akan jauh berbeda. saya berkali2 ditendabg. bantal saya jg pernah direbut suami saat tidur…
    hehehe…

    salam,
    nana
    .-= nanaharmanto´s last blog ..Hexe =-.

    Posted by nanaharmanto | July 4, 2009, 7:42 am
  14. hahahaa…aQ jg dulu pnya kebiasaan aneh klo lg mo bo2, untungnya skrg mah normal2 aja, tinggal tlpnan dulu br tiduurr… -_- ZzzzzZ
    .-= Sarah´s last blog ..Jack’O’ =-.

    Posted by Sarah | July 4, 2009, 2:27 pm
  15. Semoga mbak cepat mendapat seseorang yang akan menggantikan posisi bantal di samping mbak, yang tentunya lebih hangat dari 3 pasang bantal yang mbak miliki saat ini 🙂 Nice Posting mbak. Salam kenal ya mbak… 😀
    .-= M1R4´s last blog ..Selamat Buat Sahabatku… =-.

    Posted by M1R4 | July 5, 2009, 4:34 pm
  16. wew…aku punya bantal besar dan bisa kupeluk2 la…namanya bubu 😀

    aku suka tidur seperti bayi, soalnya klo dah kena bantal pasti langsung bobo apalgi kalo dah deket2 sama bubu ditambah ac kamarku…huaaaaaaaaaaa….jadi kangen sama kamar :d
    .-= Ria´s last blog ..Perempuan Hebat =-.

    Posted by Ria | July 6, 2009, 9:25 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

July 2009
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: