you're reading...
It's About Me, Just a Thinking

Tebengers, Angkoters

Sudah dua bulan belakangan ini saya resmi menjadi the tebengers alias orang-orang yang hobi nebeng mobil atau motor temen sekantor yang kebetulan rumahnya searah dengan saya. Dan sudah resmi dua bulan pula, saya menjadi angkoters yang artinya perempuan cantik manis memesona yang memilih berkendara dengan angkutan umum setiap harinya (heh, terserah saya dong mau kasih definisi kayak apa? Hehe!).

Dalam dua bulan itu, saya telah memperoleh dua predikat.

Pertama, saya dituduh bakal jadi perusak rumah tangga orang.

Dan kedua, saya sering diajakin kawin sama supir angkotnya yang kebetulan menduda semua. Haha! Payah, nih.. Kenapa bukan sopir pesawat terbang, cobaaa, yang ngajakin saya nikah… Saya nggak bakal menolak, deh! Dijamin!

Anyways,

Sekalipun saya pernah mengalami peristiwa-peristiwa ajaib yang mengiringi perjalanan dua bulan menjadi tebengers dan angkoters (selain di-PDKT-in sama supir angkot dan bete surete semelekete karena dituduh sebagai perempuan yang nggak bener, saya juga pernah mengalami trauma berat gara-gara musti mendengar cerita kebrutalan seorang supir angkot di masa lalu yang sampai menewaskan puluhan penumpang bisnya — dulu supir bis malam — dan membuatnya dipenjara sampai bertahun-tahun. Kenapa saya trauma? Karena saat itu saya sedang duduk di depan dan supir itu mengemudikan angkotnya dengan ugal-ugalan! ASTAGHFIRULLAH! Tobat, tobat!), tapi tetap saja, saya menikmati sekali waktu yang saya habiskan saat di dalam angkot.

Apa nikmatnya?

Oh well, saya jadi punya waktu untuk membaca buku-buku kesukaan saya. Membaca ulang novel-novel Fira Basuki, Okke ‘Sepatu Merah’, atau membaca buku-buku yang pernah saya beli tapi belum pernah tersentuh dan masih tergeletak pasrah di dalam lemari buku. Kebiasaan buruk seorang Lala Purwono adalah kalap saat berada di toko buku (apalagi kalau ada tanda diskon di mana-mana), menganggap bahwa setiap buku adalah layak dibeli, dan voila! Yang ada, buku-buku itu terbeli saja tanpa sempat terbaca!

Nah, perjalanan di atas angkot yang hampir sejam itu akan menjadi waktu yang tepat untuk membaca, sambil mendengarkan musik via ponsel Sony Ericsson seri Walkman, dan larut dalam jalinan kalimat-kalimat yang ditulis oleh penulis-penulis kesayangan saya.

Lalu apa lagi? Ketemu jodoh?

D’oh! Kesempatan untuk bertemu dengan cowok-cowok wangi tentu sangat jarang terjadi. Ya maklum saja. Surabaya tidak seperti Jakarta, di mana saya bisa dengan mudah menemukan cowok-cowok wangi, berpakaian rapih, dan bergayutan mirip Tarzan yang seksi di dalam Trans-Jakarta.  Kalau di Surabaya? Hm, mereka lebih memilih at least motor. Dan chance untuk bertemu cowok wangi, ganteng, dan potensial hanya ada kalau angkot saya berhenti di lampu merah dengan cowok itu di sisi jendela! Oh percayalah, Kawan. That’s a slim chance! One in a million deh kayaknya…

Jadi, bukan soal lelaki-lelaki ganteng yang potensial menjadi suami yang menjadi hikmah saya musti naik angkot setiap hari.

Lantas apa?

Hm… Kamu tahu apa yang membuat perjalanan di atas angkot ini terasa menyenangkan dan memperkaya hati? Membuat saya merasa tenang karena di belahan bumi yang tidak terlampau jauh, ada manusia-manusia yang menjadi tutor saya untuk lebih pintar?

Let me tell you something.

Yang membuat saya merasa sangat beruntung sekalipun harus berbaur dengan parfum dan aroma sabun yang berbeda setiap pagi, berdesakan dengan pria-pria yang mulutnya bau nikotin dan membuat saya sebal setengah mati karena asyik menghembuskannya di rambut saya yang baru tersentuh shampoo… because I always know…. that every day is one new exciting experience.

Bertemu dengan manusia-manusia tidak sama… setiap hari.

Melihat perilaku yang tidak sama… setiap hari.

Dan menemukan kisah-kisah menarik yang dilakonkan oleh mereka… setiap hari.

Sebuah pengalaman yang tidak pernah saya peroleh ketika dulu harus duduk manis di samping pak Kusir… eh, di samping Bro tercinta, lalu turun persis di depan kantor dan demikian pula saat jam pulang kantor. Tidak perlu repot-repot menunggu angkot, tidak usah bingung mencari tebengan, dan selalu merasa aman karena saya pulang dengan Abang tercinta saya.

I know, I was in my comfort zone. Tapi demi Tuhan, I didn’t learn that much… Maksud saya, not as much saat saya memutuskan untuk menjadi tebengers dan angkoters…

Ketika di angkot, saya dekat sekali dengan penjaja koran.

Ketika di angkot, saya juga dekat sekali dengan manusia-manusia lain yang mungkin mengalami masalah yang lebih pelik daripada saya.

Dan ketika di angkot, saya malah berbagi oksigen yang sama dengan manusia-manusia yang sama sekali tidak saya kenal, bahkan duduk bersentuhan lengah dengan mereka… Menghirup bau tubuhnya… Menghisap tak sengaja asap rokoknya…

In a way, memang menyebalkan karena parfum saya campur aduk dan seringkali rambut saya berantakan *untung pendek!* karena hembusan angin, tapi ada banyak kejadian-kejadian kecil yang bisa saya kunyah dan resapi inti sarinya perlahan-perlahan di dalam jalinan syaraf otak saya.

Ya.

Seperti kejadian tadi, yang membuat saya hampir kehilangan seluruh kata-kata saya hanya karena menyaksikan sebuah pemandangan yang mungkin biasa saja, tapi menurut saya it was something truly awesome.

Pemandangan manis dari seorang ibu muda dengan dua orang anak lelakinya. Si sulung berusia (kira-kira) tujuh tahun, memakai pakaian seragam Sekolah Dasar yang kusut dan berwarna kecoklatan. Lalu si kecil yang ada di dalam gendongan ibunya mungkin masih belum lagi genap setahun. Bayi. Ya, masih bayi.

Mereka duduk di sebelah saya. Persisnya, si sulung ada di samping kanan saya, lalu berikutnya adalah si Ibu dengan bayi dalam gendongan. Kamu tahu apa yang membuat saya kehilangan kata-kata? Hm, karena tadi saya melihat, si Sulung begitu sayang dan perhatian dengan adik kecilnya. Berkali-kali dia mengelus kepala adiknya, menciuminya dengan lembut, dan menjaganya dari timpaan sinar matahari yang menerobos dari balik jendela angkot.

Hati saya berdesir melihat itu semua. Sederhana. Sederhana memang. Tapi pemandangan itu, mau tidak mau, membuat saya teringat dengan hubungan kakak beradik antara saya dan Bro. Do I have that kind of relationship? Does my brother care about me that much? And have I done the same thing for him?

Apapun itu, pastinya, pemandangan itu benar-benar tak bisa terlupakan dalam ingatan saya sampai saat ini; saat kantuk benar-benar menyerang dan kedua kelopak mata saya seolah ditimpa oleh bandul besi seberat sepuluh kilogram.

Sebuah pemandangan, yang mungkin tidak akan pernah terekam oleh kedua indera penglihatan saya kalau saja saya masih menjadi anak manis yang duduk di mobil sedan hijau seorang kakak, seperti beberapa bulan yang lalu..

Ah.

Memang ini terkesan membela diri, tapi yang jelas, saya bahagia karena telah menjadi tebengers dan angkoters…

Ya.

Sekalipun musti berlari-lari kecil dengan stiletto kesayangan saya karena takut terlambat, gara-gara ulah supir angkot yang kadang suka ngetem sembarangan dan not only God knows how long!🙂 Dan ya, mengutuk dengan asap truk kontainer sialan yang selalu menyambut saya setiap turun dari angkot!

tapi masih mending ini deh, daripada disambut sama copet… AMIT-AMIT JABANG BRITNEY!!!!

***

Ditulis di Food Court TP, diselesaikan di depan tv kamar
Sambil nonton Koes Plus dan The Dance Company yang KEREN BANGET!!
Senin, 22 Juni 2009, 10.58 Malam

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

33 thoughts on “Tebengers, Angkoters

  1. ternyata asik jg kykny jadi tebengers ato angkoters,, hehehe,,
    .-= Myryani´s last blog ..Setelah Setahun Berlalu,,, =-.

    Asiiikkkkk banget…. Apalagi kalau ga pake bayar.. lebih asyik lagi, Dek… hihihi

    Posted by Myryani | June 22, 2009, 11:13 pm
  2. kebiasaan buruk seorang Lala Purwono adalah kalap saat berada di toko buku (apalagi kalau ada tanda diskon di mana-mana), menganggap bahwa setiap buku adalah layak dibeli, dan voila! Yang ada, buku-buku itu terbeli saja tanpa sempat terbaca!

    ==> Wakakakakak.. sama bangets, Laa😀 Pas lagi diskon tuh semua buku terlihat menarik and bagus jalan ceritanya, tapi begitu udah nyampe rumah mah boro2 dibaca, palingan menambah tinggi tumpukan buku yang belon dibaca :p
    .-= Indah´s last blog ..Kasihan Keledai Sama Udang =-.

    Nah, kaaannn…
    satu lagi kesamaan kita, Neeeennngggg… tos dulu yuuukkssss..🙂

    Posted by Indah | June 22, 2009, 11:35 pm
  3. Kalau saya nebeng, naik angkot atau naik taksi lebih sering melihat-lihat sekitar yg selama ini luput dari pandangan karena harus konsentrasi nyupir. Banyak hal yg saya baru ketahui saat itu … So enjoy the ride …
    .-= Oemar Bakrie´s last blog ..Indonesia sudah punya PLTN ? =-.

    He eh, Pak… Memang paling enak kalau bisa sambil liat kiri kanan… Kalau nyetir sendiri, bawaannya fokus melulu, kan… Jadi emang.. enjoy the ride!🙂

    Posted by Oemar Bakrie | June 23, 2009, 8:42 am
  4. buku ya?
    Banyak yang masih di plastik tuh, kapan bisa baca kalo sibuk sama dua unyil dan PTA. Dan waktu baca aku yang paling nyaman adalah di kereta, sedangkan itupun skr cuma seminggu sekali, dan skr dipakai tidur.

    EM
    .-= Ikkyu_san´s last blog ..Sssttt rahasia ya, aku pelit! =-.

    Kalau dirimu sih, bukan cuman buku ya, Sis… tapi DVD n CD juga… hihihi…
    Kok sekarang dipake buat tidur? Capek, yaah….

    Posted by Ikkyu_san | June 23, 2009, 8:44 am
  5. sebagai komuter justru enjoynya karena bisa melihat berbagai sisi kehidupan manusia. Wong kalo bisa si supir (terutama taxi) aku wawancarai malah hehehe.
    .-= Ikkyu_san´s last blog ..Sssttt rahasia ya, aku pelit! =-.

    Bener, sih. Akhirnya kita jadi reporter dadakan yaa… Kalau bisa ngegali cerita, seru banget deh… Tapi ya gara2 sok iseng itu pula, akhirnya banyak ditanya juga sama mereka… haha…

    Posted by Ikkyu_san | June 23, 2009, 8:46 am
  6. Kenapa bukan sopir pesawat terbang, cobaaa, yang ngajakin saya nikah… Saya nggak bakal menolak, deh! Dijamin! =====> serius La? ntar klo tiap ari diajak terbang gmn? ;P

    Terbang ke awang2, maksudnya??? hihihi.. MAU! *tapi, tapi… gue kan aviophobia yaa… jangan2 bakal suruh suami untuk jadi kapten kapal ajah.. hihihi*

    Posted by AureL | June 23, 2009, 10:50 am
  7. perjalanan memang selalu memberikan pembelajaran buat kita. apa yg kita lihat, dengar dan rasakan akan menjadi pengetahuan yg luar biasa… saya juga menyukai hal yg seperti itu. makanya, dari zaman kuliah sampai sekarang ini, saya selalu mencari rumah yg berjarak agak jauh dari kampus. pertama, agar saya bisa siap lebih cepat dan tidak berleha2, kedua agar banyak hal yg saya bisa saksikan selama perjalanan itu…

    btw… serius nih mau kalau ditaksir sama supir pesawat?😉
    .-= vizon´s last blog ..padusi =-.

    Baca kalimat-kalimat awalnya, terasa teduh banget…
    begitu baca kalimat terakhir, langsung girang bukan kepalang! haha.. emang ada yang bisa dikenalin?😀

    Posted by vizon | June 23, 2009, 11:16 am
  8. kapan ya ? jeunglala bs nebeng sama mikekono ?
    hehehe 🙂

    Kalo Lala main ke Medan atau Abang Agus yang maen ke Surabaya…🙂

    Posted by mikekono | June 23, 2009, 11:34 am
  9. Daku setuju sama ‘bisa ketemu dengan orang yang berbeda setiap hari’. Setiap hari berganti pemandangan, terutama wajah, body dan fashionnya.
    Naik angkot asyik juga sih..
    .-= p u a k™´s last blog ..Berubah? =-.

    He eh, Chris. Mendadak jadi pengamat gituh, yah… Eh, kebayang ga sih lu kalo kita seangkot? Pada turun semua kali yaaa… hehehehe

    Posted by p u a k™ | June 23, 2009, 11:56 am
  10. iya…kadang2 kalo beruntung ketemu cowok cakep…
    tapi itu klo lu naik pesawat la😛
    kalo naik angkot???? kadang2 sih tapi JARANG😀
    .-= Ria´s last blog ..Duri Berasap…Lagi!!! =-.

    Naik pesawat, Ya? Hayah.. ndak beraniii…🙂

    Posted by Ria | June 23, 2009, 12:05 pm
  11. bener mbak..jadi agkoters itu bisa memperkaya wawasan qt tentang hidup ini…🙂

    Bangett… asal mau pasang mata baik2 aja… (bukan buat ngeceng doang.. hihihi)

    Posted by joicehelena | June 23, 2009, 4:15 pm
  12. mau pilot pesawat terbang yang masih single, la? kenalan gue banyak tuh.. pada sibuk nerbangin pesawat sih sampe lupa buat nyari pasangan..😀

    Yailah, Bills… Mereka juga mending milih Pramugari ketimbang gue, kaleeee…🙂
    Tapi anyways, sejak kapan elu buka biro jodoh?🙂

    Posted by Billy K. | June 23, 2009, 4:31 pm
  13. Koq hampir sama ya La… saya juga semenjak sampai di Hong Kong sini selalu menggunakan MTR (kereta bawah tanah) demi penghematan, soalnya kalau pakai mobil rental biayanya HKD 12.000/bln ditambah Parkir HKD 3.800/bln lumayan hemat kan..?!
    Ternyata asyik juga naik kendaraan umum … tiap hari bisa lirik kiri kanan ….. he.. he.. he… ***namanya juga usaha…..
    .-= Panglatu´s last blog ..Apa yang kamu pikirkan Rini…?! =-.

    Mau dong naik MTR sama Abang… hihihi..
    Eh, tapi emang bener… asyik banget naik kendaraan umum.. tapi bukan buat lirik kiri kanan ya Baaannggg…… *usaha ape??? ga boleh usahe-usahe! haha.. kok ngamuk sih jeung Lala inih… *

    Posted by Panglatu | June 23, 2009, 4:57 pm
  14. Wah this time setuju 5000% wong juga pernah jadi Angkoter lumayan lama juga, gresik surabaya kurang lebih 1 jam-an juga, baca buku ‘n dengerin musik di angkot emang asik, everyday is a new experience ‘n new people, muka2 orang diangkot penuh dengan cerita, apalagi muka2 yang emoy hahaha…, pernah naksir juga ama cewe yang biasa seangkot bareng tapi nggak pernah sempat kenalan hahaha…, tapi yang paling berkesan semakin lama diangkot jadi punya sixth sense, sixth sense untuk mbedain antara penumpang biasa ama copet hahaha…, pokoknya pas ada copet naik aku langsung bisa tau klo itu copet, hebat kan…, hehehe…

    Wah.. mau dong se-angkot sama kamu, Jaz… Aman dari copet! hihihi….

    Posted by Jazili | June 23, 2009, 5:26 pm
  15. kalau boleh memilih, sebagai seorang komuter, saya lebih senang naik angkutan umum dalam mobilisasi diri. namun apa daya, kota Jakarta tercinta tidak memungkinkan saya untuk itu. terpaksalah berkendara pulang pergi, walau lelah kesehariannya terus kujalani.
    .-= komuter´s last blog ..IBSN : antusiasme komentator konsep sang pengendara =-.

    Hmm… dari blognya aja udah keliatan kalau dirimu suka naik angkutan umum…🙂 Gpp, lah… yang penting niatnya bukkaan?🙂

    Posted by komuter | June 24, 2009, 7:34 am
  16. nice story
    pengalaman yang dulu tiap hari gw nikmatin ketika masih di jakarta
    semua itu menu sehari-hari
    kadang kangen juga dengan itu semua
    skali lagi
    naizz…🙂
    .-= depz´s last blog ..milestone….. post #100 =-.

    Sekarang ngeliatnya laut doang, ya? Hehe.. gimana kalau ke Surabaya aja? Ga usah ke Jakarta… ke Surabaya aja, terus ntar aku anterin ke terminal angkot.. gimana?? hehehe….
    Makasih ya, Depz… Apa kabar?

    Posted by depz | June 24, 2009, 8:40 am
  17. kalo dihitung-hitung ekspektasi kemungkinan cowok cakep 0.5 kok jeng… gak usah kecil hati dulu…
    lha wong distribusinya poisson kok… he..he..he..

    Yap.
    Sebagai supir angkot yang biasa mengamati angkoters… Lala percaya banget dengan pendapatmu, Bro! hihihi….🙂

    Posted by bro neo | June 24, 2009, 11:27 am
  18. Setiap hari dengan pengalaman baru di angkot….Aku mengalaminya dulu. Sekarang juga sering kalau mobil lagi masuk bengkel. He he…Sekali2 naik angkot memang asyik. Tapi kalau tiap hari, apalagi di jalur yang mace dan banyak asap knalpotnya, wah bikin sesak nafas…
    .-= Hery Azwan´s last blog ..Penulis Pidato =-.

    Bener, Bang… Kalo udah macet, langsung deehhh.. pusiingggg…. langsung ngebandingin betapa nyamannya kalau naik kendaraan pribadi, disupirin pulak!🙂 Kayak kapan hari tuh… Aku kena macet sampai sejam lebih! Ga bergerak! Persis di belakang truk sampah! hahaha.. mampus mampus deeehh…

    Posted by Hery Azwan | June 24, 2009, 11:50 am
  19. judulnya blessing in disguise dari ngangkot. memang ngangkot jadi membuat kita nemu cerita lebih banyak. apalagi kalau peka ya jeung…
    .-= geRrilyawan´s last blog ..AKU CINTA J.A.K.A.R.T.A…DIRGAHAYU JAKARTA! =-.

    He eh, Mas… Asal peka aja, memang semuanya adalah blessing in disguise…🙂

    Posted by geRrilyawan | June 24, 2009, 1:39 pm
  20. Hahaha…. saya selalu merasa tersiksa kalau harus naik angkutan umum, namun kalau melihatnya seperti cara Jeung Lala melihat ditulisan ini, jadinya sebuah petualangan yg menarik. (^__^) Love it!

    Hehehe… jadi, jadi, kapan naik angkot, nih, Mbak? Angkot jurusan SUrabaya, gimana? Dijamin, tersiksa lahir batin… *aku aja ogaaahh… hihihi*
    Makasih, Mbaaakkk..
    Apa kabaarr??

    Posted by G | June 24, 2009, 3:21 pm
  21. hu uh…
    pasti klo naek angkot kita lebih banyak mendapatkan pengalaman n pelajaran…
    coz diangkot kita bisa lebih merasakan apa aja keadaan sekitar kita…

    eniwei, klo mw liat cwo yg wangi n ganteng, ya nek pesawat dunk…
    klo naek angkot peluangnya 15% wat ketemu cwo yg seperti idaman lala😛

    piss…lam kenal😀

    Bener banget…. beneerrrrrr banget.
    Tapi, tapi, tapi… aku takut naik pesawat, nih… Lagian, kalo tiap hari naik pesawat buat ngantor doang, nggak kebayang berapa gajinya… hihihi…

    Salam kenal juga yah….

    Posted by Cara Biat SItus | June 24, 2009, 3:40 pm
  22. jadi inget postingannya broneo tentang “nunggu bus”🙂
    .-= AFDHAL´s last blog ..Ronda =-.

    Aduh, Al…
    inget aku aja, deh.. plis.. inget aku ajah… *hehehehe*

    Posted by AFDHAL | June 24, 2009, 4:47 pm
  23. Kamu …
    Dilamar Sopir Angkot …??
    hehehehe …
    .-= nh18´s last blog ..WAKTU DAN TEMPAT =-.

    Kenapeeeeee????? ketawanya menghina!!!😀

    Posted by nh18 | June 24, 2009, 5:45 pm
  24. Laaaa
    keknya soal kalap di toko buku bukan monopoli lu ajah🙂
    banyaaaak cewek ! hehehe

    anw salut ya buat jadi tebengers and angkoters
    (gue lm berani nek)
    SALUT !
    .-= Eka Situmorang – Sir´s last blog ..Hesti Ingin Menari =-.

    Alhamdulillah… berarti gue masih termasuk normaaalll…. :p
    Aduh, Say… elu mah udah deh, jadi Supir Medan aja! Ga usah jadi tebengers or angkoters! *tapi dijamin, nggak bakal ditaksir sama anggota DPR! hahaha*

    Posted by Eka Situmorang - Sir | June 24, 2009, 6:31 pm
  25. Nah, kaaannn…
    satu lagi kesamaan kita, Neeeennngggg… tos dulu yuuukkssss..🙂

    Toss.. ahahaha😀
    .-= Indah´s last blog ..Quality in A Man =-.

    Yuks, mariiii….🙂

    Posted by Indah | June 25, 2009, 1:13 am
  26. Hai, La.. gw jadi inget pengalaman beberapa tahun lalu, waktu masih naek angkot kemana-mana. emang bener lebih banyak hal yang kita dapat saat naek angkot.

    Hmm.. gw jadi pengen ke kantor naek angkot hari ini. jadi agak jauh n lebih lama siy, belum lagi jalannya :p tapi gpp sekalian gw olahraga, biar betis makin cihuy :p

    *thanks for inspiring me today, La ;-)*

    Hehe…. alangkah lebih nikmatnya kalo pake celana pendek plus sepatu olahraga sekalian, ya, Miss… hihihi… pis ah..🙂

    Posted by miss.cemplux | June 25, 2009, 7:41 am
  27. Benar ni mau ama supir pesawat terbang, soale ada ni tetangga sopir pesawat tapi uadh 70 thn umurnya..hahahaha

    Umur 70 masih nyupir pesawat???? 🙂

    Posted by Mr Bien | June 25, 2009, 2:39 pm
  28. Kalau aku menikmati perjalanan dari kos ke kantor sekitar 12km, dan melewati sawah. sejuk dan banyak bisa melihat warna warni kehidupan…

    Kantornya di mana, nih? Deket rumahku bukan, ya?🙂

    Posted by Nazar | June 26, 2009, 9:26 pm
  29. di dalam angkutan umum ataupun bis kampus banyak ditemukan berbagai macam manusia dengan berbagai wajah, sifat dan gaya berpakaian. yang namanya perempuan ngak jauh dari mengomentari penampilan orang lain ataupun pasangan yang disebelahnya *dasar tukang gosip*😀
    .-= orangefloat´s last blog ..My First Award =-.

    Posted by orangefloat | June 27, 2009, 12:02 pm
  30. klo lagi gak capek n buru2, naik angkot emang asik sih mbak.. sambil ngelamun2 atau sekalian aja tidur di bangku depan, di samping pak supir yang sedang bekerja (tempat paling aman dari copet).

    paling susah klo ada orang cerita yang lucu2 di angkot, mau nahan ketawa susah, tapi klo ikutan ketawa juga ga lucu.. ketahuan mencuri dengar, hehehe.. tersiksa jadinya
    .-= narpen´s last blog ..Ketika harus membuang masa lalu =-.

    Posted by narpen | June 27, 2009, 4:24 pm
  31. Banyak dapat ilham buat nulis juga kan ya..
    Hehee ..
    Kalo aku sih baca di angkot malah mual, Mbak .. Mending ngalamun, bengong, atau menyumpahi ngetem.
    .-= Muzda´s last blog ..Mimpi Buruk =-.

    Posted by Muzda | June 28, 2009, 9:14 pm
  32. hmmm… nyasar di sini dan melihat adanya 2 kesamaan…
    1. kecepatan beli buku > kecepatan membacanya
    2. menikmati gado2 kehidupan di angkot… (tp yg paling gw suka adalah ketika bersebelahan dengan mojang2 bandung yg geulis2)

    nice writing anyway…🙂
    .-= dzaia-bs´s last blog ..Jazz be There =-.

    Posted by dzaia-bs | June 29, 2009, 12:40 am
  33. Adoh, baca di mobil?
    Kalo saya pasti sukses ya mabok perjalanan kalo baca di mobil😀
    .-= okke´s last blog ..Segera Edar : ‘Lajang dan Nikah, Sama Enaknya, Sama Ribetnya’ =-.

    Posted by okke | July 4, 2009, 9:17 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

June 2009
M T W T F S S
« May   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: