you're reading...
Just a Thinking

Every Hero Needs a Break…

Saya sedang dekat dengan seorang lelaki, seseorang yang saya kenal lewat sebuah blog lalu berlanjut ke jendela Yahoo!Messenger dan kemudian makin akrab via telepon dan sms-sms yang hampir tak pernah putus.

He is one kind of a guy that every body wants to be with.

Bagaimana tidak?

Dia adalah lelaki yang cerdas. Pekerja yang ringan tangan. Never say “No” to his boss, sekalipun dia tahu persis, dia hanya memiliki sepasang tangan dan kaki serta otak yang mumet nggak karuan karena musti mengerjakan double job di kantornya yang sekarang. Dia adalah lelaki yang workaholic dan menempatkan pekerjaan di atas segala-galanya (sekalipun ini seringkali membuat kekasihnya ngambek setengah mati! Haha).

Lelaki ini juga sangat baik. Humoris. Menyenangkan siapapun. He’s the kind of guy that you can lean on. Setahu saya, kawan baik saya ini memang menghargai jalinan pertemanan yang sudah ia miliki, jadi apapun itu, when it comes to his friends, dia akan mencoba untuk menuruti whatever it takes.

Oh ya. Not to mention, dia juga tipe kekasih yang sangat diinginkan setiap perempuan *oh yeah, Darlene, termasuk dirikyu! hihi*. Wajah yang tampan, tubuh yang selalu tersemprot parfum wangi, potongan rambut yang rapi berikut dengan penampilannya yang jauh dari kusut masai… oh boy, bagaimana saya tidak iri dengan kekasihnya yang sekarang? Apalagi, masih sepanjang yang saya tahu, kapanpun kekasihnya membutuhkan pelukannya, dia akan mencari tiket pesawat lalu terbang ke kota, tempat kekasihnya bermukim, hanya untuk menenangkan hati kekasihnya! Iya. Dia merelakan waktu, tenaga (juga uangnya) demi merangkul kekasih yang membutuhkannya.

So, come on… Isn’t he something or what?

Jujur saja, melihatnya seperti itu membuat saya terpikir untuk berkata, “He’s perfect.

Dengan pekerjaannya yang mapan, dengan wajahnya yang tampan, dan sifatnya yang menyenangkan, dia adalah lelaki yang saya cari selama ini *but screw… he already has a girlfriend right now… ugh!* 🙂

Anyways,

Dia tetap seorang kawan baik saya. Sekalipun saya musti berjuang mati-matian untuk tidak jatuh cinta dengannya, dia tetap seorang lelaki yang sangat baik pada saya.

Teman curhat yang menyenangkan. Partner bercanda yang sempurna. He’s a perfect guy friend, at this very moment. Sangat, sangat sempurna.

Saya pikir, tidak ada yang lebih sempurna dari lelaki seperti dia. Okay, hiperbolis is my middle name, tapi sejauh yang kamu baca tadi, adakah sedikit cela yang bisa kamu ketahui dari kawan baik saya ini? I’ve told you that he’s so perfect, you guys…

Sampai kemudian, saya menyadari. Adakah lelaki yang sempurna?

Oh, sorry, I repeat.

Adakah MANUSIA yang sempurna? Melebihi kesempurnaan manusia-manusia pilihan Tuhan yang Maha Segalanya itu?

Then I began to wonder: Is he that perfect?

***

Dia memang tidak sempurna.

Ini saya ketahui dari mulutnya sendiri. Dia mengatakan kalau dia tidaklah sesempurna yang saya bayangkan. Okay, dia memang menjaga penampilan, dia memang pekerja keras, dia memang menomorsatukan pekerjaan, dan ya.. he’s a romantic boyfriend, tapi dia bukanlah lelaki yang sempurna.

“Aku nggak bisa me-manage pikiranku dengan baik, Beib,” katanya.

“Maksud?”

“Sering sekali aku susah menempatkan prioritas. Mana yang harus duluan, mana yang nanti saja. Atau malah, sering sekali aku menunda-nunda sesuatu dan berharap kalau kelak bakal ada waktu yang lebih tepat untuk melakukannya… tapi aku malah lupa sama sekali!”

“Oh ya?”

“Iya! Kata pacarku, ini memang kebiasaan buruk yang musti aku ubah… and I’m trying…

“Contohnya apa, sih, Sayang?”

OK. Sebelum kalian tersesat, saya dan kawan baik saya itu memang sering memanggil masing-masing dengan kata Sayang, Beib, Say, dan segala panggilan centil lainnya. For fun only, Darlene! 🙂

Lalu dia menceritakan soal pacarnya yang ngambek karena dia keliwat sibuk dengan pekerjaan dan training yang menyita waktunya. Lelaki memang tak bisa multi-tasking, kata sebuah majalah wanita terkenal, jadi tentu saja, ketika kawan saya itu sibuk dengan pekerjaannya, dia melupakan kalau kekasihnya sedang malarindu dengannya!

Dan yang menyebalkan adalah, she doesn’t seem to understand! D’oh! Padahal, dia tidak hanya melupakan pacarnya, tapi juga melewatkan beberapa email penting di email kantornya, dia sempat ketar-ketir karena takut ketinggalan deadline, dan pekerjaannya sempat terbengkalai karena dia musti bertugas ke luar kota!

Tapi seperti biasa, sekalipun dia punya banyak alasan untuk itu semua dan badannya yang lelah seharusnya lebih enak buat dipakai untuk tiduran saja daripada berceloteh panjang lebar via telepon dengan kekasihnya, toh dia musti menenangkan hati pacarnya juga. Mengelus lembut perasaannya. Mungkin menjanjikan sesuatu agar si pacar berhenti ngambek. Dan seperti biasa… he made it! Hati kekasihnya luluh setelah berkali-kali mendengarkan rayuannya. Haha, what a pattern, Beib!

Saya hanya tertawa mendengarnya, sekalipun banyak sekali pemikiran yang bergayut di otak saya sepanjang dia berceloteh panjang lebar soal ini itu. Kamu tahu apa yang ada di dalam pikiran saya ketika dia menelepon saya, pukul sepuluh malam tadi?

Hm..

Hanya satu yang terpikirkan dalam otak saya:

Dia seperti Superman, tapi tak pernah melepas kostumnya untuk menjadi seorang jurnalis bernama Clark Kent…

***

Kisah lelaki ini segera mengingatkan saya pada kisah sahabat saya, Yun. Perempuan yang sama workaholicnya, yang mengabdikan hampir seluruh waktunya untuk kerja, kerja, dan kerja. Hm, saya tidak terganggu dengan sulitnya membuat janji dengan sahabat saya ini di weekdays, tapi saya sangat terganggu dengan kebiasaannya yang ingin menjadi penyelamat di kantor manapun ia singgahi.

Saya sebut Yun sebagai penyelamat karena dia selalu menjadi sosok yang menyelamatkan perusahaannya dari kejanggalan-kejanggalan data laporan keuangan yang terjadi di perusahaan tempatnya mendapatkan gaji bulanan. Sebagai seorang yang ahli masalah akuntansi dan perpajakan, Yun tahu persis data mana yang fiktif dan mana yang tidak. Ia cukup teliti untuk menoleh ke belakang, menelusuri data-data ke beberapa tahun yang lalu sehingga tahu kecurangan-kecurangan yang terjadi.

Okay, saya tidak mempermasalahkan hal itu, karena ya… itu adalah sesuatu yang harus dilakukannya, since she’s paid for doing that stuff, anyway.

Hanya saja, saya (juga sahabat-sahabat yang lain) sempat merasa sangat khawatir karena suatu saat, Yun pernah berkata, “Ini soal hidup mati, La!”

Dengan kata lain, kondisi di perusahaannya sudah mengkhawatirkan karena ia berhasil menemukan satu kasus korupsi yang hampir tidak terjamah setelah bertahun-tahun! Dan… ya, ya, ya. Sahabat saya mempertaruhkan nyawanya!

Gimana saya nggak ketar-ketir dan kuatir sampai mampus karena mendengar cerita ini?

***

Both of my friends, the perfect guy and Yun, are heroes.

Lelaki baik itu adalah pahlawan buat lingkungannya. Boss barunya, rekan-rekan kerjanya, kawan-kawannya, keluarganya, juga pacarnya. Dia harus bisa menolong mereka, with his own specific ways.

Caranya?

Being available, anytime, anywhere! Sekalipun lelah, stress dengan pekerjaannya yang seolah tak pernah selesai, dan pikiran ruwet karena musti memilah-milah mana yang masuk ke skala prioritasnya, dia tetap bersikap menjadi seorang pahlawan bagi orang yang ada di sekitarnya.

Lalu ada sahabat saya, Yun.

Dia adalah pahlawan buat perusahaan manapun yang ia tumpangi. Dia rela bekerja over night, rela menjadi gunjingan di kantor, dan juga rela untuk deg-degan karena pekerjaannya mulai menyinggung banyak orang, tapi ya… Yun tetaplah menjadi seorang pahlawan yang ingin menyelamatkan sebuah perusahaan yang sedang dibodohi oleh karyawan-karyawannya sendiri.

She always risks her life for her jobs, sekalipun seringkali, perusahaan tidak menuntutnya untuk melakukannya, tapi hati kecilnya menuntut Yun untuk menjadi seorang pahlawan.

Oh, well…

Saya tahu, saya tidak bisa berbuat banyak untuk kedua teman baik saya ini, because I really think, ini sudah menjadi semacam pattern, kebiasaan, atau auto pilot mereka setiap hari. That’s just who they are; so called heroes for their surroundings..

Saya tidak bisa menyuruh mereka, “Stop being a hero, for God’s sake! Capek tauk ngeliatnya!” Karena saya tidak pernah merasakan bagaimana rasanya totally fit in their shoes…

There’s nothing else that I can do but this. Mengucapkan kalimat-kalimat sederhana ini; kalimat yang muncul keluar dari ingatan setiap saat saya membaca status-status lelaki itu di wall Facebooknya belakangan ini dan mengingat Yun yang sampai kini masih terus-menerus berperang melawan musuh-musuhnya di kantor.

Ya.

Hanya kalimat-kalimat ini dan semoga mereka membacanya:

“You’re not a hero. In fact, you’re a human, a flesh blood, who cannot always make anyone anywhere anytime happy. Stop being a hero for a while. Kamu seperti Superman dengan celana dalam warna merah yang nggak pernah kamu lepas, padahal Superman-pun sempat menjadi Clark Kent dan mencuci celana dalamnya…

Every hero needs a break, Dear.
Dan kami tidak akan mengolok-olok seandainya kamu beristirahat sejenak dan merasakan bagaimana nikmatnya menjadi manusia biasa…

Ya.

Hanya ini saja yang bisa saya lakukan, just because I love them too much to be hurt… that’s all.

***

Ditulis karena nggak bisa tidur
Senin, 22 Juni 2009, 3.57 Pagi
Hadiah khusus buat seorang super hero,
ribuan kilometer dari sini…

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

18 thoughts on “Every Hero Needs a Break…

  1. Adakah MANUSIA yang sempurna?

    => Hmm.. itu seeh tergantung ama definisi elo tentang sempurna itu seperti apa, Laa?

    Ahahaha.. karena gua pikir manusia itu “sempurna” karena mereka punya sisi kelemahan sekaligus kekuatan yang bisa mem-balance-kan hidup mereka 😀

    Btw, Laa.. udah ampir jam 4 pagi masih belon juga tidur? Cckk..
    .-= Indah´s last blog ..Kasihan Keledai Sama Udang =-.

    Iya, Ndah…
    He’s perfect enough for me, though.
    ^_^

    Posted by Indah | June 22, 2009, 6:01 am
  2. Si Spiderman kui sist superhero paling menderita hehehe…, always saving the day but never saving his own day…, salut banget ama orang2 yang kayak gini…

    Lama nggak main kesini kok jadi biru sekarang (feeling in Blue nih ya…) where all the pinky stuff go…

    Yang paling menyenangkan tuh jadi Batman, ya… Di dunia nyata pun dia adalah orang super tajir… hehehe…
    Hey, gara2 kamu, I’m bringin’ back the pinky stuffs, Darlene! 🙂

    Posted by Jazili | June 22, 2009, 7:08 am
  3. sahabat-sahabat yang penuh arti

    They are… They really are….

    Posted by sunarno | June 22, 2009, 8:09 am
  4. emang superman sempat cuci celana dalamnya?
    buat apa? kan dipake diluar bukan di dalam, jadi ngga kotor.

    hmmm aku baru bisa bilang orang itu a hero, kalau dia sudah pernah tolong aku pada waktu yang tepat. Selama dia masih hanya menolong orang lain (apalagi si superman, nolongnya di komik doang) , aku tidak akan memanggil dia Hero. (Carrefour aja deh)

    EM
    .-= Ikkyu_san´s last blog ..Goro-goro =-.

    Kalo gitu aku Hypermart aja, Sis… eh, Giant aja, deng. Lebih murah, katanya… hihihi…

    Posted by Ikkyu_san | June 22, 2009, 10:50 am
  5. Saya kenal perempuan ini, di suatu tempat ketika masih di Surabaya. Dengan segala talenta yang ia miliki 🙂

    Dan masih saja, ketika ia tak bisa tidur, ia akan mencurahkan dalam rangkaian kata-kata yang akhirnya bisa dinikmati oleh banyak orang 🙂

    *Sedang menunggu kiriman bukunya yang kedua*

    Hehehe…
    Apa kabar Bebekku sayang?
    Bukunya bakal diterima minggu depan, ya, Say… Something’s came up.. 😦

    Posted by cemplux | June 22, 2009, 11:16 am
  6. U are a hero too La 😉
    with ur stories entertaining a lot of people 🙂
    .-= Eka Situmorang – Sir´s last blog ..EKA narsis dan Olympus Alnect =-.

    Well, then I guess, you are a hero too, Dear.
    Tulisanmu memesona! 🙂

    Posted by Eka Situmorang - Sir | June 22, 2009, 12:10 pm
  7. yes…agree…
    every heroes including superman 😀

    and you need to break too dear 🙂

    bagaimana launching bukunya? cerita2 dunk

    I do need a break, Bungsu yang Cantik…
    Udah kok… sekarang udah jauh lebih ‘longgar’… Makasih ya, Say…

    Launching bukunya?
    Cerita ada di edisi khusus! 🙂

    Posted by Ria | June 22, 2009, 1:11 pm
  8. setuju La… every hero needs a break… (at least a breakfast lah… he..he…)

    btw aku juga setuju sama mariah carey ada hero dalam diri masing-masing orang:

    ” ….And then a hero comes along
    With the strength to carry on
    And you cast your fears aside
    And you know you can survive
    So when you feel like hope is gone
    Look inside you and be strong
    And you’ll finally see the truth
    That a hero lies in you…. “

    There’s a hero lies in you…
    Ya, ya, ya. Couldn’t agree more. Yang menganggap seseorang adalah hero, pastinya bukan diri orang itu sendiri, melainkan orang yang ada di sekitarnya..
    Just like you.. yourself… for your surrounding… 🙂

    Nyanyi yuk! 🙂

    Posted by bro neo | June 22, 2009, 4:30 pm
  9. kadang orang lain di luar, melihat para hero itu seperti merana hidupnya. karena hidupnya sendiri mungkin malah nggak terlalu diperhatikan. tapi mungkin lagi, mereka malah nggak merasa seperti itu.
    malah mungkin mereka lebih merana kalau menerima kenyataan bahwa mereka nggak bisa melakukan apa-apa untuk membantu menyelesaikan sebuah masalah.
    .-= geRrilyawan´s last blog ..AKU CINTA J.A.K.A.R.T.A…DIRGAHAYU JAKARTA! =-.

    Wow! Pemikiran yang sangat jitu!
    Memang, terkadang orang yang biasa ‘menyelamatkan’ orang lain justru merasa lumpuh kalau nggak bisa membantu… Hmm….

    Posted by geRrilyawan | June 22, 2009, 6:15 pm
  10. seperti kata peter cetera
    even lovers need a holiday
    far away from each other….
    begitu juga para heroes dan heroine kita 🙂

    Iin… aku jadi pingin nyanyi nih…
    It’s my favorite song… okay, one of my favorite songs… Nyanyi yuk, In… 🙂

    Posted by 1nd1r4 | June 22, 2009, 7:04 pm
  11. Sangat setuju dengan Kamu La… makanya baru baru ini saya melarikan diri dari semua kejenuhan di Pekerjaan dan ber weekend di Macau… ***alesan.com he.. he.. he…
    BTW saya yakin koq suatu saat kamu akan menemukan Mr.Perfect seperti yang Kamu tuliskan diatas… atau yang sekarang udah ya…?! he.. he.. he…
    .-= Panglatu´s last blog ..Apa yang kamu pikirkan Rini…?! =-.

    Iyeee… jalan2 dan nggak ngajak akuuu… *hayah, karepmu kuwi opo tho, Nduk? hehe*
    Gimana bisa nemuin the Mr Perfect kalau orangnya masih sibuk kerja di Hong Kong? hahaha…

    Posted by Panglatu | June 22, 2009, 10:55 pm
  12. emang pahlawan harus perfect ya, la?
    berarti gue ga bisa jadi pahlawan dong..

    Posted by Billy K. | June 23, 2009, 4:26 pm
  13. thanks god-or-satan-that-moves-my-fingers-to-type i am a bitch and not a hero. even a bitch has her hard times, you know.
    oh, hi! jez passing by

    (=

    Posted by The Bitch | June 24, 2009, 4:03 am
  14. tuh orang merasa HERO gak ya??
    hmmmm
    .-= AFDHAL´s last blog ..Ronda =-.

    Posted by AFDHAL | June 24, 2009, 4:34 pm
  15. hmmmmmmmmm…
    pas bgt nech critanya,,,,
    sama kyk yg my alami,,

    ada di bbuku yg kedua gk mbak?
    .-= Myryani´s last blog ..Setelah Setahun Berlalu,,, =-.

    Posted by Myryani | June 25, 2009, 7:53 pm
  16. ngambek karena ditinggal sibuk?? upsss…
    hehehe…
    *jleb jleb jleb..*
    .-= narpen´s last blog ..Ketika harus membuang masa lalu =-.

    Posted by narpen | June 27, 2009, 4:28 pm
  17. Sapa sih, Mbak, temannya?
    Bilangin dong tolong, chargernya mau aku pinjam sebentar, coz aku udah setengah drop ini, butuh batere dewa..
    Hehhee …
    .-= Muzda´s last blog ..Mimpi Buruk =-.

    Posted by Muzda | June 28, 2009, 9:38 pm
  18. Untung….. celana dalam gue warnanya gak merah… Jiakakakak.. 😀

    Long time not visiting you. (pasang gaya sok workoholic gitu..)How are you La..? 🙂
    .-= Nug´s last blog ..Suatu Senja di Shanghai =-.

    Posted by Nug | June 30, 2009, 11:32 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

June 2009
M T W T F S S
« May   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: