you're reading...
It's About Me, It's me... today

Sepasang Tangan…

lala-kecilSaya tersenyum sendiri memandang foto ini; sebuah foto yang diambil oleh Papi ketika saya hendak berenang di belakang rumah kami di Soroako, Sulawesi Selatan, ketika usia saya belum lagi genap satu setengah tahun.

Lihat betapa polosnya wajah saya!

Bibir mungil, rambut gelombang berantakan tertitup angin, tubuh mengkal (yang bertahan sampai sekarang! haha), dan pipi yang gembil menggemaskan… Juga pose yang gaya banget, sehingga saya semakin yakin kalau saya memang sudah sadar kamera sejak masih kanak-kanak dulu! Yayayayay! 🙂

Sebentuk senyum masih bertahan di mulut saya sampai sekarang, tepat ketika jemari saya bergerak lincah di atas keyboard laptop kesayangan saya saat ini. Melihat wajah dan tubuh polos seorang Lala Purwono ketika belum merasa malu saat tubuhnya tidak terbalut apapun! Kalau sekarang? Najiz tra-la-la, dah! Haha!

Ada yang membuat senyum saya tertahan saat melihat foto itu.

Bukan, bukan karena tiba-tiba muncul pertanyaan, “What have I done? I’ve ruined this little cute baby into me!” Sekalipun tentu saja, pertanyaan itu selalu terlintas setiap saat saya melihat foto-foto masa kecil saya yang masih polos dan lugu. Ya, karena saya memang telah merusak anak sepolos itu! 🙂

Tapi bukan itu yang terlintas di benak saya ketika saya melihat foto ini; sebuah foto masa kecil saya bersama Mami, di tepi danau, persis di belakang rumah panggung keluarga di Sulawesi Selatan.

Kamu tahu apa yang membuat senyum saya tertahan?

Well, coba kamu perhatikan lagi lebih dalam lagi. Lihat sosok Mami yang berada di belakang saya, memandang saya dengan sayang dari kejauhan, membiarkan saya berpose persis di pinggir dek kayu dengan bibir danau yang siap sewaktu-waktu membasahi tubuh kecil saya, dan lihatlah.. lihatlah kesepuluh jemari Mami yang memegangi perut gendut saya.

Iya.

Sentuhan lembut jari-jemari Mami tercinta yang memegangi perut saya itulah yang kini membuat saya menahan senyum dan memikirkan sesuatu. Jari-jemari Mami tercinta yang dengan lembutnya menjaga saya agar saya tidak terjatuh ke danau yang dalam atau terantuk di pinggiran dek kayu. Menjaga saya agar saya tidak kesakitan, tidak terluka, tidak menangis..

Satu bentuk perlindungan yang kini saya rindukan.

Then I began to think.

Masih adakah tangan yang menjaga saya?
Selain Tuhan yang Maha Segalanya, siapakah yang sudi menjaga saya agar saya tidak terjatuh, tidak kesakitan, tidak terluka, juga tidak menangis?

Masih adakah?

***

I remember my old days.

Ketika masih usia enam tahun dan pertama kali masuk Sekolah Dasar, Mbak Pit dan Bro yang kebetulan bersekolah di tempat yang sama selalu menjadi guardian angels saya. Tidak ada yang berani menggoda saya, karena kalau saya menangis, saya cukup mengadu ke kedua kakak saya, dan bereslah sudah. Tangis saya berhenti dan teman-teman lelaki yang menggoda saya itu kapok sudah menganggu saya karena kedua kakak saya selalu berhasil membuat mereka jera. Ya, salah satu caranya yaitu dengan menceburkan kaki-kaki mereka ke dalam ember! What a story… 🙂

Itu adalah salah satu contoh ketika usia saya masih enam tahun. Bagaimana dengan tahun-tahun berikutnya?

Hm, tahun berganti tahun, tentu teman-teman saya juga semakin besar, bukan? Tidak mungkin teman-teman SMP saya rela begitu saja kalau kaki-kaki mereka diceburkan ke dalam ember, kan? Saat itu, ‘tangan-tangan’ yang melindungi saya adalah tangan-tangan sahabat saya. Ya, Titi, Fanny, Fitri, Tanti, Eny, Ratih.. sahabat-sahabat masa SMP yang menjaga saya ketika saya terluka, kesakitan, atau menangis sedih. Dengan sentuhan lembut di punggung dan usapan sayang untuk menghapus air mata, mereka telah menjaga mereka dengan caranya.

Menginjak SMA, ada beberapa kawan yang selalu siap menjaga saya. Dewi, Amelia, Sulis, Endah, Mita, (masih) Titi, dan Lily adalah orang-orang terdekat yang selalu menjaga saya.

Dan tentu saja, tangan-tangan GangGila yang telah mengubah hidup saya menjadi warna-warni. Ada tangan Tatiek, Linda, Yuanitha, Elok, dan (masih) Lily yang tak pernah berhenti menjaga saya, menjauhkan saya dari kesedihan kalau bisa. Nggak terbayang apa yang bisa saya lakukan tanpa mereka. Mungkin, saya bakal mati bego saat putus cinta pertama kali back in 2002 dulu! 🙂

Ah, betapa menyenangkannya karena mengetahui ada banyak orang yang peduli dengan saya. Apalagi setelah saya aktif di dunia maya dengan rutin menulis blog dan bercoleteh ngaco via Facebook, saya mengetahui betapa banyak tangan-tangan yang menjaga saya, with their own ways. The Asunaros dan D’Girlz adalah beberapa nama blogger yang dekat di hati saya. Belum lagi beberapa teman yang akrab di Facebook yang selalu memberikan saya ketenangan lewat kalimat-kalimat jahil mereka. In some ways, mereka telah menjaga saya, mencegah rasa sedih itu terus menerus berkubang di hati saya.

Memang sangat menyenangkan karena mengetahui kalau somewhere out there, there are people who care…

Memang sangat menyenangkan karena mengetahui kalau setiap saat saya merasa sedih, saya tahu kemana saya harus berlari mengadu…

Sampai suatu kali saya sadar, kalau mereka tidak akan selalu ada untuk saya. Not twenty four-seven mereka memberikan waktunya buat saya. Mereka memiliki hidup mereka sendiri, mereka memiliki masalah mereka sendiri… They’re not my babysitters and in fact, I’m not a baby anymore…

***

Saya masih melihat foto ini. I mean, really watch it. Mencoba menjawab pertanyaan saya tadi tentang masih adakah tangan yang akan menjaga saya, persis seperti tangan seorang Mami yang menjaga anak bungsunya agar tidak kenapa-kenapa.

Sedikit menyebalkan memang karena kini semakin menyadari kalau usia saya sudah menjelang tiga puluh dan bukan lagi seorang bayi kecil yang harus dijaga dengan sepenuh hati.

Mengharapkan orang lain untuk selalu ada buat saya adalah keinginan yang tidak mungkin terpenuhi, mengingat I’m living in a world where people need each other, dunia dimana semua orang adalah guardian angels buat orang lain dan semua orang adalah ‘bayi’ untuk orang lain.

Hmm..

Now back to the question:

Masih adakah tangan yang menjaga saya?
Selain Tuhan yang Maha Segalanya, siapakah yang sudi menjaga saya agar saya tidak terjatuh, tidak kesakitan, tidak terluka, juga tidak menangis?

Masih adakah?

Ternyata, memang masih ada.
Masih akan selalu ada tangan-tangan yang menjaga saya agar tidak terjatuh, tidak kesakitan, tidak terluka, juga tidak menangis.

Masih ada, selain tangan Tuhan yang Maha Segalanya,  yang akan melakukan bagaimanapun caranya agar saya tidak kenapa-kenapa…

Tanpa saya merasa ketakutan mereka akan meninggalkan saya karena tak punya cukup waktu buat saya..

Karena tangan yang akan menjaga saya adalah kedua tangan saya sendiri…

Ya.

Saya sudah cukup sering merepotkan orang lain untuk urusan saya. Saya sudah cukup sering menjadi perempuan yang menyebalkan karena saya ingin diperhatikan dan disayang oleh semua orang-orang terdekat saya.

It’s about time that I use my own hands to look after myself…
It’s about time that I trust myself on dealing my own problems.

Kini, sudah waktunya saya menjadi guardian angel untuk this little baby inside my heart.

Karena satu-satunya orang yang tidak akan pernah pergi meninggalkan saya ketika kemalangan menimpa saya adalah… me…. myself. I’m not going anywhere. Dan kalaupun saya pergi, I’m sure that the rest of my body will come along with me…. 🙂

***

Depan televisi ruang keluarga
Rabu, 17 Juni 2009, 9.45 Malam
Iseng nulis gara-gara ngeliat koleksi foto di folder komputer

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

19 thoughts on “Sepasang Tangan…

  1. Foto nya lucuuu heuheu….

    Posted by diTha | June 18, 2009, 7:40 am
  2. weleh2 gantu lagi theme nya
    picture tells e’thing ya la?

    Karena satu-satunya orang yang tidak akan pernah pergi meninggalkan saya ketika kemalangan menimpa saya adalah… me…. myself. I’m not going anywhere. Dan kalaupun saya pergi, I’m sure that the rest of my body will come along with me… <–gw suka banget baca ini
    .-= depz´s last blog ..apa status mu hari ini? =-.

    Posted by depz | June 18, 2009, 8:26 am
  3. The next question should be …
    Adakah orang-orang yang bisa saya jaga … ???
    Seperti mereka, teman-teman saya … menjaga saya ???

    It should be take and give … by nature … Isn’t it ?
    .-= nh18´s last blog ..SI TENGAH MASUK TV =-.

    Posted by nh18 | June 18, 2009, 9:21 am
  4. Just prepare your hands for the juniors.. 😀
    .-= p u a k™´s last blog ..Usai =-.

    Posted by p u a k™ | June 18, 2009, 10:43 am
  5. hmm.. tangan yang ngejaga?
    yang pasti sih, Allah SWT yang pasti ngejaga gue..

    and, i do envy you, la..
    asik banget sih, punya foto masa kecil gitu… gue, boro2 la.. dikit banget kalo ga mau dibilang ga ada.. kalah banyak dibanding abang dan adik2 gue..

    kadang gue juga suka tanya2, kenapa koq foto gue pas masih kedil dikit.. tapi yah, semua jawabannya ga pernah muasin.. sampe akhirnya gue selalu iri sama orang2 yang masih punya foto2 mereka pas masih kecil dulu..

    *sigh*.. koq malah jadi curhat yak? 😛
    .-= Billy Koesoemadinata´s last blog ..Foto Pre-Wedding Dan Foto Wedding, Dengan Jou Endhy =-.

    Posted by Billy Koesoemadinata | June 18, 2009, 1:17 pm
  6. imut bgt mbak fotonya,,,
    .-= Myryani´s last blog ..Telkomsel “Pahlawan di Era Ku” =-.

    Posted by Myryani | June 18, 2009, 8:10 pm
  7. Lucu… itu kesan saya ngelihat photo ini… ternyata Lala kecil nggak pake baju kelihatan imut imut…. kalau Lala besar mungkin amit amit… *** eits… nggak boleh pake marah… he.. he.. he…
    Soal pengawalmu… lho bukannya udah ada Pangeran yang berseragam…?!
    .-= Panglatu´s last blog ..weekend di macau =-.

    Kan udah dibilang, Abanggg… Begitu gedhe, yang ada NAJIZ TRA-LA-LA! hihihi….
    Pengawal berseragam? Aiiihhh…. Pengawalku baru pulang dari asyik main judi di Macau.. hihihi… Apa kabar, Bang?

    Posted by Panglatu | June 18, 2009, 9:38 pm
  8. aku suka dg optimisme seperti ini…
    hidup memang berputar dan berkembang…
    kalau dulu dijaga, sekarang saatnya untuk menjaga; diri sendiri dan orang2 yg dimanahi untuk kita…
    .-= vizon´s last blog ..garuda di dadaku =-.

    Posted by vizon | June 19, 2009, 8:38 am
  9. ck ck ck ck… iseng?
    buset, iseng aja udah begini tulisannya.. te o pe.
    ck ck ck..

    optimis , La, selalu akan ada ‘tangan’ yang menjaga mu…
    .-= si-69´s last blog ..i am smart ! (really ?) =-.

    Posted by si-69 | June 19, 2009, 12:13 pm
  10. CAYO !!!!

    🙂
    .-= AFDHAL´s last blog ..Leaving 4 =-.

    Posted by AFDHAL | June 19, 2009, 1:05 pm
  11. pada akhirnya semua orang harus bertanggung jawab atas dirinya sendiri, atas hidupnya sendiri

    *btw, dulu tinggal di Soroako yach.. wah PR yg blm sempat kukerjakan tuh… VISIT soroako!!!*

    Posted by bro neo | June 19, 2009, 1:16 pm
  12. don’t worry, there are invisible hands that will protect you, always …
    .-= Oemar Bakrie´s last blog ..Kehidupan Baru =-.

    Posted by Oemar Bakrie | June 20, 2009, 8:24 am
  13. jd terinspirasi nich..iya aQ jg percaya hal terbaik yg Qta lakukan adalah sesuatu yg positif untuk diri sendiri….
    aduh2, akhirnya bs main lg kerumah jeung Lala yang cauantik ini.. 😀
    br skrg bs ngenet lg… kangen euy

    Posted by Sarah | June 21, 2009, 12:28 pm
  14. Keren bu…. ^_^
    .-= Agung Mojosari´s last blog ..SYT -1 =-.

    Posted by Agung Mojosari | June 21, 2009, 12:42 pm
  15. la…kalau sudah seperti sekarang….Mestinya cari penjaga yang berbeda dong…
    bunda tunggu…kapan mau mnegenalkan penjaganya…he.he..
    Foto2 seperti di posting Lala…selalu mengingatkan kita kepada orang orang yang kita cintai…kita sayangi

    Posted by dyahsuminar | June 21, 2009, 9:47 pm
  16. whaaaa… photonya…
    pose telanjang ? ck,ck,ck…

    *apa kabar, adik ? 😀 *

    Posted by goenoeng | June 21, 2009, 11:26 pm
  17. setuju dengan om tuh.

    jangan terlalu mikir diri sendiri aja, pikir juga apa yang ke dua tanganmu bisa bikin untuk orang lain. Tidak perlu kekasih atau anak sendiri kok. Selama kamu masih sibuk memikirkan diri sendiri, maka tidak ada “orang lain” dalam otak kamu.
    Padahal alangkah indahnya kalo bisa memikirkan orang lain sampai lupa diri? Meskipun capek, tapi PUAS.

    EM
    .-= Ikkyu_san´s last blog ..Goro-goro =-.

    Posted by Ikkyu_san | June 22, 2009, 10:58 am
  18. sepasang tangan? hmm.. mungkin sebetulnya ada beberapa pasang tangan, mbak 🙂 tapi sebagai balasannya kita juga harus rela menghadiahkan sepasang tangan kita untuk mengasihi mereka..

    Posted by narpen | June 27, 2009, 4:33 pm
  19. Aku jadi ngiri sama kamu Jeung Lala, kalau boleh tahu photo itu tahun berapa ya? soalnya kelihatan “kuno”, pikiranku melayang kembali di tahun 1976 ketika aku untuk pertama kalinya menapakkan kaki di Soroako, desa kecil yang begitu terpencil……….tetapi sampai saat ini kenanganku akan Soroako nggak pernah bisa dilupakan.

    Posted by agoes | October 30, 2010, 4:56 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

June 2009
M T W T F S S
« May   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: