you're reading...
It's me... today, Just a Thinking

Powerless….

Kamu pernah merasa powerless, tidak memiliki daya apapun atau tak mampu melakukan apa-apa, padahal kamu benar-benar ingin melakukan sesuatu yang kamu rasa patut dan sebaiknya kamu lakukan?

Kamu pernah berada di situasi di mana seseorang menaruh pengharapan banyak di pundakmu, tapi kamu tak bisa melakukan apa-apa lalu kamu merasa sangat sedih karena seseorang itu akhirnya berlalu dengan wajah yang tertekuk karena kecewa?

Saya sedang berada di situasi itu.
Saya sedang berdiri di sebuah posisi, di mana seseorang menggantungkan banyak harapan pada saya agar bisa membantunya melewati semua yang tengah ia hadapi sekarang, tapi saya tak punya daya untuk membantunyaNot at all.

Ya.

Seseorang itu datang pada saya melalui email-email, SMS yang tak putus-putus, dan telepon yang berkali-kali, sejak beberapa hari yang lalu. Dia datang dan terus datang sambil mengharapkan saya bisa menolongnya, mengharapkan saya bisa membantunya menyelesaikan masalahnya, karena menurut dia, at least, I could do  something about it.

Tahukah kamu betapa menyedihkannya mendengar suaranya yang lemah itu? Yang mencoba untuk tegar tapi saya tahu persis kalau dia sedang berpura-pura.

Tahukah kamu betapa perihnya hati saya membaca curhatnya via SMS dan email itu? Yang bercerita betapa ia mencintai istrinya dan bersedia melakukan apapun caranya untuk membuat istrinya mengerti betapa ia mencintainya, membutuhkannya, dan tidak peduli kalau sang Istri tak punya kepedulian sama sekali, from the very first beginning they got married…

Saya selalu merasa hati saya tercabik-cabik setiap membaca SMS dan emailnya. Saya selalu merasa ingin menangis setiap usai menutup telepon dari lelaki yang menikahi sahabat saya, tiga bulan yang lalu itu.

Karena saya tak berdaya melakukan apa-apa. Karena saya tak bisa lagi mengajak sahabat saya untuk berpikir dengan logikanya, bukan dengan perasaannya yang sedang kacau balau seperti ini.

Saya tak lagi bisa mengatakan padanya, “Mbak, Suami-mu cinta sama kamu…”

Kalau saya tahu bahwa jauh di dalam hatinya, sahabat saya memang tak pernah jatuh hati dengan lelaki yang kemudian dinikahinya hanya karena status dan rasa kecewa dengan mantan pacarnya… Mantan Pacar gebleg yang membuat hatinya berantakan karena sebentar lagi akan menikah dengan perempuan lain, padahal mengaku masih cinta..

Saya tak lagi bisa mengatakan padanya, “Mbak, please don’t do anything stupid…
Apalagi setelah sahabat saya itu malah marah, naik darah, dan mengusir saya pergi dalam kehidupannya, melupakan persahabatan 23 tahun kami… Oh my God! Sedahsyat itukah lelaki gebleg itu meracuni hati sahabat saya sehingga dia tak lagi mau peduli dengan siapapun, termasuk saya, suaminya, juga semua orang yang menyayanginya?

Saya tak berdaya melakukan apa-apa. Saya tak bisa melakukan apa-apa. In fact, saya tak lagi boleh melakukan apa.

She pushed me away. And I should respect her decision.

Dan ketika seseorang yang mencintai sahabat saya itu kemudian mengiba agar saya membantunya, agar saya bisa membujuk istrinya supaya dia mau menyuapkan nasi dalam perut kosongnya, atau mencari tahu bagaimana caranya untuk merebut hati sang Istri dari lelaki menyebalkan itu… diakhiri dengan kalimat: “Gue minta maaf udah ngeganggu elo, La… Tapi gue cuman pingin satu hal aja… I just want my Honey back…”

Don’t you just hate yourself for being powerless?
Don’t you? 

Kalau saya sih, iya.
Saya memang benci pada diri saya, hari ini.
Karena saya ingin melakukan sesuatu yang lebih dari sekedar menyuruhnya bersabar, pasrah, dan membantunya dengan doa setiap saat…

***

Kantor, 25 Mei 2009. 4.27 Sore
I’m sorry, Mas… But don’t worry, I’ll do my best to help you

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

11 thoughts on “Powerless….

  1. Yang Lala lakukan sudah benar. Jika ingin mengubah prilaku seseorang dalam aturan agama ada 3 tahapan.

    1. Ubah dengan tindakan, (sudah lala lakukan dengan cara ngomong dengan langsung dengan sahabat lala, bahkan sampai dia memutuskan persahabatan).
    2. Ubah dengan Omongan (jelas sudah lakukan, dengan cara baik-baik).
    3. Ubah dengan Doa (sudah juga lala lakukan).

    Dari 3 tahapan sudah lala lakukan, maka sebenarnya bukan “Powerless”, tapi “Powerfull”. dan itu menunjukkan lala orang yang baik…. Dah jangan nangis terus. Lala sudah melakukan yang terbaik

    Posted by Nazar | May 25, 2009, 5:42 pm
  2. she needs professional help and a great, big, restless love. it won’t be easy but it’s not impossible. ask your ‘mas’ to seek this kind of help, or find it for him. and for the sake of those 23 years of friendship.

    if you want something really hard, the universe will help you achieve it. Coelho said that in The Alchemist. and it helps me get going through my daily lives, to live in the masks i gladly live in.

    good luck!

    Posted by silent reader | May 25, 2009, 10:19 pm
  3. prayer is Power

    Posted by depz | May 26, 2009, 9:33 am
  4. gue pernah di posisi itu la. dan emang berasa jadi powerless, sampe akhirnya ngebenci diri sendiri. gila, pengen bantu tapi koq ya susah amat! satu sisi diperluin, tapi di sisi laen justru dibuang jauh2.

    dan, sampe sekarang pun gue masih nyesel kenapa gue ga bisa bantu banyak.

    and, do you know something la?
    in my case, those people ended up with a separation, a.k.a. divorce.
    and somehow, the person who’s asked me for help, now turned into hating me. oh, GOD! it’s killing me!

    Posted by Billy K. | May 26, 2009, 12:54 pm
  5. Doa la…sesuatu yang terakhir yang ampuh banget ketika sebuah powerless dateng sama gw. Katanya sih Doa itu hal terbaik untuk membantu orang dan tangan tuhan secara tidak langsung.

    Posted by Ria | May 26, 2009, 3:44 pm
  6. yg penting udah berusaha,,
    sekarang tinggal berdoa,,
    ya kan mbak??

    Posted by Myryani | May 26, 2009, 9:45 pm
  7. Memang sedih sekali jika sahabat yang sudah sekian lama dekat dengan kita, tiba-tiba pushed us away. Padahal kita hanya ingin membantunya, ingin meluruskan jalannya. Semoga semuanya akan berubah menjadi baik, somehow …

    Posted by Tuti Nonka | May 27, 2009, 10:33 am
  8. Bukan karena kita powerless kali yaa …
    Kadang tu ya, Mb’ .. aku juga suka serba salah sendiri kalo mo ngasih saran urusan pernikahan orang ..
    Lha wong belum pernah nikah … “lu belum pernah ngalamin, Muzda, rasanya jadi gue …”
    Eh, giliran udah kejadian, “bener juga yang lu bilang..”

    Eh, hehehh …

    Posted by Muzda | May 28, 2009, 1:22 am
  9. Yang penting sudah berusaha, dan berdoa, selanjutnya tuhan yang menentukan

    Posted by luxury watches | May 28, 2009, 6:01 am
  10. Having the emphaty is good La..
    bt don’t take it too personally..
    U arent GOD
    if she pushed u away and u can’t do anything
    Just PRAY
    so th different PUSH
    Pray
    Untill
    Something
    Happen

    Regards,
    EKA

    Posted by Eka Situmorang - Sir | May 29, 2009, 10:25 am
  11. Hmmm. ya gitu deh
    usulku pokoknya gitu ajah…

    (emang udah ngusul??)

    Posted by AFDHAL | May 29, 2009, 6:56 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

May 2009
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: