you're reading...
Uncategorized

di balik tudung saji

Ikan dorang dimasak bumbu bali dengan racikan yang tepat untuk lidah; manis, pedasnya cukup, dan rasanya yang nikmat.

Sayur bayam, ditumis dengan bawang putih yang baru hangat-hangat keluar dari wajan penggorengan.

Tempe diiris tipis dan digoreng garing.

Ikan teri berlumur campuran tepung terigu dan sebutir telur lalu digoreng renyah.

Sambel pencit dengan tingkat kepedasan yang masih bisa ditolerir.

Serta nasi putih yang mengepulkan asap yang mengundang nafsu makan.

Semua itu adalah makanan-makanan lezat yang tersaji di bawah tudung saji di meja makan rumah Ly, sahabat saya, tempat saya mengunyah sarapan pukul tujuh pagi, beberapa saat setelah saya terbangun dari begadang sampai pukul tiga pagi. 

dsc05042

Makanan di balik tudung saji

Menu yang biasa, sebetulnya. Tidak seistimewa memesan makanan di restoran langganan keluarga, tempat saya biasa menghabiskan sop jagung kepiting, koloke, cah tauge, dan fuyunghai yang hampir selalu menjadi menu wajib setiap datang.

Tapi makanan-makanan di balik tudung saji itu terlihat sangat, sangat menggiurkan, serta tidak biasa, serta menimbulkan sensasi yang luar biasa dalam hati saya.

Hm. 

Kamu tahu kenapa?

Karena sepanjang saya mengunyah perlahan nasi putih berikut dengan lauk pauk hasil masakan Emak, ibunya Ly, itu… saya seolah terlempar ke masa lalu. Bertahun-tahun yang lalu. Tepatnya, ketika Mami masih ada dan makanan-makanan serupa selalu siap sedia menanti di bawah tudung saji meja makan rumah saya.

Suddenly, I missed my Mom.

Lalu merasa ngilu seketika hanya karena membayangkan, kalau kebiasaan makan bersama di meja makan dengan masakan yang baru diangkat di wajan itu, sudah tidak pernah ada lagi sejak Mami pergi…

***

Have a good rest in Heaven, Mami…
Love you

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

18 thoughts on “di balik tudung saji

  1. Dua week end ini berturut-turut saya menikmati sekali makan di rumah orangtua saya hasil masakan ibu saya, kebetulan saya tidak sempat beli dan bawa makanan seperti biasanya. Masakannya juga biasa saja sebenarnya tapi nikmat sekali …

    Posted by oemar bakrie | May 10, 2009, 8:05 pm
  2. Ayoo, Laa, jadi pelopor untuk memulai kembali kebiasaan makan bersama 😉

    Well.. kalo di tempat gua sih kayanya dari dulu emang ngga ada kebiasaan makan bersama juga seeh, hehehe 😀

    Posted by Indah | May 10, 2009, 9:03 pm
  3. Sejak kuliah ke Jogja Mb, masakan Mama adalah yang paling bikin aku homesick .. Tiap pulang atau Mama ke sini, kasihan Mama selalu gueminta masak …

    Untung buat gue, karena masih ada kesempatan
    🙂

    Posted by Muzda | May 11, 2009, 12:19 am
  4. waduh, jadi kangen sama ibu…

    Posted by suryaden | May 11, 2009, 12:57 am
  5. Saya jadi inget Ibu juga mbak 😦

    Posted by Sari | May 11, 2009, 2:02 am
  6. Upst, udah ngga boleh sedih ya 🙂 mami sekarang lagi rujakan ma ibuku tuch di sana 😀

    Posted by Retie | May 11, 2009, 2:36 am
  7. Mamimu pasti bangga denganmu yg mampu menuliskan indah tentang kenanganmu padanya.
    Terus maju bersama kenangan, dan biar yang di surga turut mendoakan setiap langkah kita…

    Posted by DV | May 11, 2009, 5:27 am
  8. duch, jangan ikutan sedih mbak… 🙂

    Posted by luvnufz | May 11, 2009, 9:20 am
  9. untungnya hingga kini
    saya masih sering
    menyantap makanan di balik
    tudung saji….
    ….semoga ibu bahagia
    di sana

    Posted by mikekono | May 11, 2009, 10:07 am
  10. La…
    kalo lu bisa masak… tradisi itu bisa dihidupin lagi.
    Kali ini elu yang masak 🙂
    Pasti mamamu juga seneng dech 🙂
    sotoy ya gue hehehe

    Posted by Eka Situmorang-Sir | May 11, 2009, 10:51 am
  11. Numpang komen ya, Lala. Aku jg kangen ma masakan mamaku. Beliau msh hidup sih, tp sekrg udah ga kuat masak2, suka cape. Jadinya catering deh… Tak ada yg bisa menyamai home cooking ya!

    Posted by Fanda | May 11, 2009, 11:03 am
  12. Ah …
    Ini kok aku jadi sedih ya …

    Eniwei …
    Bener kata Eka …
    Aku mengiyakan pendapat Eka …

    Salam saya

    Nah, kalo Lala yang masak, ya, Om…
    Pada nggak berani makan semua… hihihihi

    Posted by nh18 | May 11, 2009, 1:23 pm
  13. ..duh.. jadi laperrr…..
    🙂

    APalagi kalau elu tau rasanya, Boss…
    Sumprit.. uenaaaakkk buanget
    hihihi

    Posted by hawe69 | May 11, 2009, 4:21 pm
  14. ikutan om nh yang lagi sedih ahhh….
    jd kangen ayam goreng kecap’nya mama…kemarin belum dihabisin
    kalo udah bisa masak dan sebelum disuguhkan ke orang lain, aku bersedia jd volunteer utk tester kok 🙂

    Yang kreatif dung, Al… Salto kek, mumbul2 kek… *emang cuman kita berdua aja yang tahu ini ya, Al.. ihihi*
    Makanya, Al… ayam goreng kecapnya dibawa aja.. Apa dikirim ke Surabaya gitu… Aku kan chicken lover, Al.. 🙂
    Kamu mau jadi volunteer? Yuk, ke sini, yuk.. Aku masakin.. 😀

    Posted by AFDHAL | May 11, 2009, 5:20 pm
  15. yyuuukkk marriiii…
    tapi ojo sing marai mumbul2 yo

    Posted by AFDHAL | May 12, 2009, 12:57 am
  16. It’s not the food, it’s the love which makes it so delicious 🙂

    Posted by 1nd1r4 | May 12, 2009, 8:56 am
  17. waduh sarapan aja seberat gitu, gimana makan siang dan makan malamnya ya?

    Di keluargaku di jakarta jarang banget bisa makan bareng lengkap, dari dulu. Karena semua pergi/pulangnya ngga ada yang sama waktunya. We are not the 9 to 5 family. Malah bisa makan bareng tuh kalau di Tokyo ( minus gen tentu saja, lah pulang jam 10 malam). Berbahagialah kalau bisa merasakan makan bareng setiap hari. Sehingga yang lebih tertinggal sebagai kenangan adalah sepiring bertiga/berempat, seperti pernah aku posting dulu.

    EM

    Posted by Ikkyu_san | May 12, 2009, 1:43 pm
  18. inget mami sih inget mami cint…makanannya gak lu abizin kan? huhehehehehehehe…peace ah ^_^

    Posted by Ria | May 16, 2009, 11:00 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

May 2009
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: