you're reading...
Just a Thinking

A Jealous Guy

Pagi hari.

Ponsel itu berdering. Tergopoh-gopoh seorang perempuan meraih ponselnya dan segera menyapa penelepon setelah sesaat melirik sejenak sebuah nama yang tertera di layar kecil ponselnya. Terlibat percakapan basa-basi, tanya ini itu, lalu ditutup kembali.

*

Menjelang jam makan siang.

Ponsel itu berdering kembali. Perempuan yang sedang sibuk memindahkan isi rantang ke piring makannya itu bergegas meletakkan rantang, berlari-lari kecil dari pantry menuju ruang kerjanya, dan segera mengangkat ponsel yang sudah berdering cukup lama. Agak terengah-engah dia menyapa, berbicara sebentar, lalu menutup telepon dan kembali ke pantry.

*

Pukul lima sore, setengah jam sebelum pulang kerja.

Ponsel itu berdering. Lagi dan lagi. Perempuan itu masih sibuk dengan laporan yang belum selesai juga padahal dia musti pulang tenggo (teng langsung ‘go’ alias on time). Nasib tebengers ya begini ini. Apa kata supir. Tapi dia tidak punya nyali untuk membiarkan ponsel itu berdering nyaring tanpa reaksi. Tidak bisa tidak. Sesibuk apapun, mengangkat ponsel, khususnya dengan satu nama itu yang tertera di layar ponselnya, adalah perintah yang (seolah) berkekuatan hukum!

Dia mengangkat telepon. Arguing sebentar. Ngobrol sebentar. Menutup telepon. Dan menghela nafas. LEGA!

*

Saya memperhatikannya setiap hari. S-E-T-I-A-P-H-A-R-I.

Ponsel yang berdering-dering seperti disetel secara otomatis setiap beberapa jam sekali. Yang jika tidak segera diangkat, akan meledak seperti bom dengan kekuatan maha dahsyat. Dan kalau tidak diangkat, bom itu akan meluluhlantakkan ketegarannya, lalu air mata itu meleleh di pipinya.

Akibatnya?

Saya jadi merasa ikut bertanggung jawab kalau ponselnya berdering tapi teman saya itu sedang tidak ada di tempat. Saya bisa ikut panik! Takut kalau teman saya berantem dengan si penelepon.

“Dikalungin aja, deh..” saran saya karena berkali-kali melihat adegan tarik urat syaraf pertelepon itu.
“Aduh, kayak anjing dong, Dek…”
“Atau digenggam aja, deh. Kan telepon genggam…”
“Yaaahhh…. ribet ah.”
“Lah, daripada berantem?”
“Biarin aja berantem.”
“Idih. Kalau udah berantem, yang ada malah nangis dan bilang nyesel pake acara kawin segala…”
“Hehehe…”
“Beneran, deh. Aku jadi mikir. Suamimu kok pencemburu gitu, sih?”

***

Suami kawan saya itu memang pencemburu. Sangat, sangat pencemburu. Posesif sekali. Dan curiga-an buanget. 

Kalau telepon itu nggak segera diangkat, seperti inilah prasangkanya:

“Kamu dari mana aja? Kok telepon nggak diangkat? Kamu pacaran, ya?”

Itu kalau soal telepon. Lain lagi kalau dia pulang terlambat karena teman yang biasa dia tebengin masih harus mengerjakan pekerjaannya.

“Habis pacaran dari mana?”

Itu juga yang menyebabkan setiap jam makan siang, teman saya itu tidak pernah bisa meninggalkan mejanya untuk makan di luar. Katanya, preventif daripada nanti ditanya-tanya sama Suami, karena pernah Suami berkomentar seperti ini:

“Makan siang sama siapa? Kenapa harus makan siang di luar? Jangan-jangan kamu pacaran!”

Oloh-oloh, Bapak! Please, deh…

*** 

Bagi saya, cemburu adalah bentuk perasaan insecure seseorang terhadap sesuatu (seperti yang pernah saya tulis di sini). Misalnya: saya merasa minder karena kurang cantik dan menarik, saya akan cemburu kalau pacar saya berada di suatu komunitas yang memungkinkan dia selalu berdekatan dengan perempuan-perempuan bertubuh langsing, berkulit mulus, serta berwajah cantik eksotis. Kecuali saya benar-benar merasa yakin kalau kekasih tidak akan tergoda, saya akan tetap menjadi perempuan yang sangat pencemburu. Sangat.

Saya tidak terlalu percaya kalau cemburu adalah penanda rasa cinta. Yang saya tahu, kalau cemburu berlebihan justru akan menyakiti perasaan pasangan, menuduhnya yang tidak-tidak a.k.a tidak percaya padanya, dan akan menimbulkan pertengkaran-pertengkaran baru. 

Siapa yang betah dicurigai terus-menerus?
Siapa yang betah diinterogasi terus-menerus?
Siapa yang betah musti merasa deg-degan kalau tidak segera mengangkat ponsel?

Hasilnya adalah… another silly fights, seperti yang selalu terjadi setiap teman kantor saya itu tak sempat mengangkat telepon. Apalagi kalau sampai ponselnya mati, telepon kantor nggak bisa dihubungi, lantas menelepon saya atau teman saya yang lain. Kalau sudah begitu, dalam satu kali ‘Halo, Pa’, akan disambut dengan cecaran panjang lebar!

“Kamu habis ngapain, sih?”
“Lagi pacaran sama siapa???”
Hand phone itu dipegang terus, jangan ditinggal-tinggal!” 

Aduh!

Menyebalkan, bukan? Ditanya-tanya seperti residivis ketangkep ajah! Huh!

***

Cemburu memang berasal dari perasaan insecure

Saya jadi teringat dengan salah satu lagu John Lennon berjudul Jealous Guy.

 

I was feeling insecure
You might not love me anymore
I was shivering inside
I was shivering inside

I didn’t mean to hurt you
I’m sorry that I made you cry
Oh no, I didn’t want to hurt you
I’m just a jealous guy..

 

Hhh.

Saya ingat dengan mantan kekasih saya yang ini. Si Posesif dan Pencemburu ini. Betapa dia selalu cemburu dengan masa lalu saya. Betapa dia selalu merasa harus berkompetisi dengan lelaki-lelaki yang pernah hadir dalam hati saya. Betapa akhirnya kami seringkali bertengkar, meskipun kemudian kami berbaikan kembali.

I couldn’t help but wonder: Apakah dia merasa insecure karena saya tidak memberikan perasaan aman itu? Apakah tingkah laku saya yang terlalu lebay pada masa lalu saya membuatnya menjadi lelaki yang over possesive seperti itu? Sangat pencemburu seperti itu?

Apakah perasaan insecure itu tumbuh semakin hebat karena saya tidak berhasil membuatnya merasa bahwa dialah lelaki satu-satunya dan tidak sekalipun saya berniat untuk berpaling darinya?

Kalau memang bisa jadi saya juga bersalah karena tak bisa menghadirkan perasaan aman itu, bisa saja teman kantor saya itu tak berhasil membuat lelakinya merasa dicintai sedemikian hebat sehingga harus merasa cemburu dan posesif sampai hari ini, kan?

What do you think, Guys?

***

Kantor, Jumat, 8 Mei 2009, 2.16 Siang 
Daripada ngantuk di kantor… mending nulis.. :) 

 

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

27 thoughts on “A Jealous Guy

  1. Cinta itu Anugrah, bisa datang pada siapa saja dan kapan saja. Jadi terimalah pasangan kamu apa adanya. Mau dia Gak Cantik, Gak Pintar, tidak kaya Ataupun lebay dan Narsir.., he..he. Bukan nyindir loh. Jadi ketika dia memilih meninggalkanmu dikarenakan kekuranganmu “Itu Bukan Jodohmu”.
    Posesif perlu, tapi harus pada takarannya.

    Posted by Nazar | May 8, 2009, 2:30 pm
  2. kalo gw bukan pria posesif lho mbak….tetapi prodemokrasi….halah..*gg nyambung*
    lama gw gg mampir, gw kgen banget ama blog mbak lala…:-)

    Posted by gwgw | May 8, 2009, 2:34 pm
  3. La…sesekali..gue ingin ada dalam posisi temanlo itu🙂 ..sesekali aja..:)

    Posted by Yessy...Temenlo kan? | May 8, 2009, 3:13 pm
  4. hau hau
    aq mesti komen ini
    sebagai korban kecemburuan yang berlebihan

    emmm…. susa emaaang
    kalu ngadepin yang model begini
    emmm.. dikerasin malah berantem
    kita nurut lama2 berasa keinjek2 juga

    samper perna ada dua temen gw yang buat note di pesbuk, dengan dua cerita berbeda, menceritakan betapa mereka sudah sangat kehilangan gw saat ini dengan segala bentuk posesifnya mantan (he even forbid me to get online in YM!)

    dan aq menangis sewaktu membaca note mereka itu

    tapiiiiiiii… apa mau dikata
    emang dia begituu orangnyaa
    posesif guy

    never get their mind sleep

    hau hau

    penghiburan yang bsia aq miliki hanyalah kata2 berupa : dia luarbiasa peduli dengan semua kegiatanku, itu makanya dia selalu pin taw

    hau hau

    Posted by jones | May 8, 2009, 3:34 pm
  5. Bener banget La!
    itu gw tuh 6taon yang lalu, pas pengantin baru..
    karena gak percaya makanya cemburu mulu..
    tapi akhirnya stop setelah suami marah besar dan bilang, ‘Emang gw maling,kriminal, yang harus dicari-cari terus’…duh.. nancep!
    hehehe

    sifat posesif/cemburu memang harus dicari ‘akar’nya..

    Posted by mantan pencemburu | May 8, 2009, 4:03 pm
  6. lala barusan telpon sapa tuh??
    lala YM’an ama sapa?
    lala tuh sms dari sapa?
    tuh sepatu’nya siapa yang beliin ??

    tanyain donk, tuh suaminya temenmu kerja sbg security di kedubes mana sihh??

    Posted by AFDHAL | May 8, 2009, 4:10 pm
  7. Heeem…
    sekali – sekali dicemburuin mah OK, tapi kalo ampe dering hape nya macam alarm begitu… weeeks… apa enaknya hidup begitu.
    Gak masuk di hidup gue…
    But salam sayang buat temennya La, bersimpati sam dia. Apa mau dikata dia udh married, mesti terima satu paket.
    insecurity… wah kompleks bgt tuch

    Posted by Eka Situmorang-Sir | May 8, 2009, 4:52 pm
  8. halah, halah… posesif kok dipiara…
    mending disuruh ninggalin terus cari yang lain aja, tukar tambah. hehehe… nasehat elek !

    Posted by goenoeng | May 8, 2009, 8:15 pm
  9. Jadi ingat serial Alice McBeal, cuma kalo di sini kagak ada yg terobsesi dengan bayi😀

    Posted by Hp | May 8, 2009, 8:54 pm
  10. Apakah perasaan insecure itu tumbuh semakin hebat karena saya tidak berhasil membuatnya merasa bahwa dialah lelaki satu-satunya dan tidak sekalipun saya berniat untuk berpaling darinya?

    Hmm..

    Gua ngga setuju aahh ama yang di atas, huehehehe :p

    Eehh.. kecuali bagian yang di-bold ituu.. Ibaratnya nih yaa, elo ngga akan bisa menyebabkan kebakaran kalo hanya menyiramkan bensin aja.

    Tapii.. kalo elo nyiram bensinnya di tempat yang emang udah ada apinya, sekecil apapun, naahh.. kobarannya itu bisa membara dengan dahsyat, hihihi😀

    Kalo menurut gua seehh, berhubung insecure itu adanya dalam diri seseorang yaa kehadiran orang yang sebaik apapun di sampingnya ngga akan membuatnya merasa secure.

    Si insecure itu akan selalu mempunyai celah untuk mendapatkan ‘bukti’ yang membenarkan perasaan insecure-nyaa..

    Capee aahh deket2 ama orang yang kaya githu! Bisa2 kita yang stress sendiri kalo ada bersama dengan dia.

    Btw, Laa.. baca cerita elo di atas ituu.. Mengingatkan elo akan salah satu episode Oprah ngga seeh?

    Itu tuhh.. yang sang suami ngata2in istrinya (kayanya sih mukul juga dhe) terus anak cowoknya yang paling tua disuruh mem-video-kannya.

    Posted by Indah | May 8, 2009, 10:06 pm
  11. hmm,,,
    kalo se jealous ituh mah bisa repot ya mbak..

    Posted by Myryani | May 8, 2009, 10:59 pm
  12. Menurutku …?
    Uhm, cemburu dan dicemburui itu sama-sama bikin capek hati ..
    Perasaan insecure ?? buat aku itu bawaan, gak bisa dibasuh sebersih-bersihnya .. Namanya udah bakat cemburu .. bakal cemburu terus, contohnya temenmu itu Mb’ ..

    Jadi bukan salah orang yang dicemburui, apa lagi kaya kisah Mb’ Lala itu, aku yakin masalahnya ada di dia, bukan di kita😀

    Posted by Muzda | May 8, 2009, 11:45 pm
  13. ngakak ternyata ada nama mantan.pencemburu, apakah itu adiknya mantan.kiyai ya?
    huahahahaha

    Posted by ciwir | May 9, 2009, 3:02 am
  14. wah..sangat protektif sekali
    sebetulnya protektif itu perlu
    tapi kok berlebihan gitu ya..
    seolah-olah hidupnya diatur oleh suami
    mendingan jadi ibu rumah tangga aja
    daripada diawasi kayak gitu
    kayak iklan rokok beberapa waktu lalu
    lagi ngapain? dimana? sama siapa?
    wkwkwkwk..
    enggak deh..

    Posted by annosmile | May 9, 2009, 7:56 am
  15. pagai jeung Lala…………..
    blue jealous sama u karena selalu saja nice postingannya, berwarna
    salam hangat selalu

    Posted by kezedot | May 9, 2009, 9:49 am
  16. Jealous kui koyok orang yang lagi diet liat makanan enak kali ya sist, gak dimakan piye dimakan piye…, jadi dalam kebimbangannya bawannya marah-marah kekekeke… , kasian tuh temannya sist…

    Posted by jazili | May 9, 2009, 11:33 am
  17. ada ya laki-laki kayak gitu hehehe amit amit…

    Posted by imoe | May 9, 2009, 12:39 pm
  18. numpang mampir ya jeng, sekalian mo komen..

    Rasa cemburu itu muncul dari rasa ingin tahu, kapan seseorang ingin tahu? jelas saat dia tidak tahu.. bagaimana supaya tahu? ya cari tahu…Kayaknya itu yg saya tangkap dari kisah temen jeng ini.

    Saya jadi inget, dulu ada yang ngomong kesaya (Lupa siapa):
    “cemburu itu timbul dari rasa curiga, atau bahkan tidak percaya, yang dikarenakan kurangnya komunikasi antara dua pihak”

    Nah kalo saya gabungin berarti, Cemburu = Rasa ingin tahu yang disertai kecurigaan (terlepas secara berlebihan atau gak) karena kurangnya komunikasi.

    dan solusinya cuma satu: “KOMUNIKASI”. karena dengan komunikasi, masing-masing jadi tahu. Tahu apa yg ia ingin tahu, dan tahu apa yang “pasangannya” ingin tahu.

    CMIIW

    OK saya mo mampir2 ke rumah orang lagi…

    Posted by Gandi Wibowo | May 9, 2009, 1:29 pm
  19. dulu pada saat banyak waktu luang, saya suka cemburu ama suami. sekarang, saat banyak hal yang harus dilakukan, malah gak sempat lagi cemburu. Boro2 mo mikir cemburu, banyak kerjaan lain yang menanti

    Posted by hilda | May 10, 2009, 7:56 am
  20. Duullluuu awal – awal pacaran ma mas bayu, aku juga begitu uhhhh bawaanya…. nbegitu denger dia ketemu ma temen2nya yg cewek mmmmm cemberut terus…. aku gangguin sms…

    Lama-lama aku ngerasa sendiri, ngga enak banget jadi orang yg posesif, pelan-pelan aku coba percaya ma dia mmmm rasanya damaiiii banget atiku, dia ketemu ma temen2nya yg cewek ya aku tenang aja.

    mmm skg dia dapat sms/telp temen ceweknya aku cuekin…. ehh dia cerita sendiri😀 hehehee tapi aku pernah dapet telp dari mantanku, aku ngga cerita😀 padahal dia tau aku terima telp. ssstttt jangan cerita ke mas bayu ya,aunty….

    aunty cakep dech…. bule nya aku segera kirim dech asal jangan cerita ya😀

    Posted by Retie | May 11, 2009, 2:56 am
  21. kalau menurut aq, kecemburuan itu timbul karna kita gak percaya sama pasangan kita sendiri…

    paling males dech kl mpe ketemu a jealous guy kayak gitu…bisa gw timpuk pake nich kompie…
    hehheeh….

    Posted by luvnufz | May 11, 2009, 9:44 am
  22. cemburu memang perlu
    tapi cemburu berlebihan
    dan cenderung irrasional
    sering bikin sebel…..
    btw, sy juga cemburu sm
    Lala, karena Lala cantik
    dan smart……hmmmm🙂

    Posted by mikekono | May 11, 2009, 10:13 am
  23. Cemburu sama Paranoid …???
    Bedanya tipis ya …

    Posted by nh18 | May 11, 2009, 1:19 pm
  24. auw.. sepertinya aku cemburuan -.-

    setuju. “cemburu itu timbul dari rasa curiga” + perasaan ga aman..
    klo di kisah mbak lala, mungkin karena si suami ga tau/kenal lingkungan kerja si istri kali ya? jadi aja curigaan -mode sotoy on-

    atau bisa jadi malah si pihak pertama -si istri- yang nyebabin rasa ga percaya berlebihan itu,, mungkin dia klo cerita2 ttg sikon kantor lebay gtu.. atau mgkn dulu pernah ada kisah ‘tertentu’ di masa lalu di antara mereka, hehehe… -makin sotoy-

    saran: yaa.. intinya komunikasi dan gmn numbuhin rasa percaya kali ya. mungkin pas lagi telpon2an sekalian dikenalin aja ke mbak lala dan temen2 kantor yang lain,,? biar lebih ada bayangan..
    -teteup sotoy, haha-

    Posted by narpen | May 12, 2009, 5:16 am
  25. insecure mungkin aja, atau ga pede juga…atau malah dia sendiri yang punya something to hide
    *kebanyakan baca novel romance penuh affair*

    Posted by 1nd1r4 | May 12, 2009, 8:40 am
  26. waktu pacarannya gimana? Itu kan udah ketahuan sejak pacaran. Dan kalo pacaran digituin terus tetap mau nikah sama orang itu ya…berarti si ceweknya sebenernya seneng digituin hihihi.
    siapa tahu loh…. dan kita worried untuk sesuatu yang orang lain seneng🙂

    Posted by Ikkyu_san | May 12, 2009, 1:52 pm
  27. la…aku type cewek yg pecemburu tapi gak sampe bilang ke pasangan “kamu pacaran sama siapa, habis pacaran dari mana?” haduhhhh please deh kalau punya yg begitu aku tinggal aja deh😛

    kalau udah begitu kayaknya cw itu butu psikiater..hehehehe

    Posted by Ria | May 16, 2009, 11:08 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

May 2009
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: