you're reading...
Just a Thinking

Hans & Felice

There’s something that has nothing to do with money.”
Saya menghela nafas.
And being a father of two babies who need all the best medical treatment In the world, is one of them,” lanjut saya dengan mata sedikit berair 

**

Itu adalah penggalan cerita dari tulisan saya tentang kawan saya, Yoenoes, dan kedua bayi-bayi kecilnya yang lahir prematur, tanggal 1 Maret kemarin. Sampai hari ini, Hans dan Felice yang terlahir dengan bobot tubuh kurang dari satu kilogram itu masih mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit sampai mendapatkan bobot tubuh yang cukup serta berfungsinya semua organ tubuh dengan normal. Well, yang entah kapan itu 😦

Hari Senin kemarin, Yoenoes datang ke ruangan saya, chit chat, ngobrol-ngobrol santai seperti biasa dengan teman-teman yang lain. Wajahnya sumringah. Saya menangkap kebahagiaan itu, kebahagiaan yang terpancar dari wajah yang beberapa waktu lalu sulit untuk sekadar bersinar meskipun sedikit. Ah, mudah-mudahan kabar baik!

“Gimana bayi-bayimu, Nyus?” Oh ya, Nyus adalah panggilan sayang saya buat dia. Sebaliknya, dia memanggil saya Cweet atau Sweetie.

Dia tersenyum. “Sebentar lagi Hans udah bisa dibawa pulang, Cweet…” katanya dengan sumringah. Bayi berumur hampir dua bulan itu boleh dibawa pulang minggu depan. Hore!

“Jadi bobotnya udah cukup?”

“Iya. Sekarang udah 2050 gram. Organ-organ internalnya sudah bagus semua. Syukurlah…” 

“Kalau Felice? Minggu kemarin jantungnya dioperasi, kan?” Iya. Minggu kemarin, jantung bayi berbobot 1320 gram itu harus dioperasi sekali lagi karena bocor *God, please help her…*

“Hm… agak nggak bagus, sih, Cweet. Bobotnya nggak bertambah. Masih seribu tigaratusan. Sepertinya dia bakal lama di ruang ICU…”

Wajahnya masih cerah, tapi saya tahu, senyumnya hilang. Ah, siapa yang bisa mengharapkan senyum lebar dari seorang Ayah dengan bayi perempuannya yang kini tergolek penuh selang dan alat-alat medis S-E-T-I-A-P-H-A-R-I. Akan terlalu muluk kalau saya mengharapkan Yoenoes tersenyum riang gembira saat membayangkan Felice kecil yang kini masih berjuang untuk terus bernafas setiap hari agar kelak bisa segera menemani Mama, Papa, dan kakaknya, Hans, di rumah mereka…

She’s going to be fine, Nyus…” Saya nggak tahu musti ngomong apa!

“Eh, Cweet, aku punya fotonya, lho. Mau lihat?”

Setelah saya mengangguk girang, Yoenoes pun menunjukkan foto-foto bayinya yang terekam lewat kamera ponsel.

koko-hans-march3

Hans, 3 days old

 

Hans (2,5 months)

Hans (2 months)

 

Felice (2,5 months)

Felice (2 months)

Aren’t they cute?

Saat mengamati foto-foto cantik itu, seorang teman menyeletuk, “Sudah habis berapa kamu, Nyus?”

Yoenoes tersenyum.

“Jangan kaget, ya… Dokter visitnya aja 1,8 juta setiap hari…”

Lalu kami seperti sibuk dengan sempoa bayangan masing-masing, mulai berkakulasi sendiri.

“Belum sewa alat-alatnya… sewa kamar ICU-nya…”

Masih mencoba menerka berapa biaya yang dikeluarkan Yoenoes sampai hari Senin kemarin. 

“Yah, totalnya sekitar seratus enampuluhan deh…”

SERATUS ENAM PULUH JUTA.

“Belum termasuk operasi jantung Felice kemarin, sekitar lima puluh juta…”

LIMA PULUH JUTA.

“Berarti sampai hari ini (hari Senin kemarin), totalnya sudah 210 jutaan…”

Saya dan teman-teman satu ruangan kompak menghela nafas dengan berat. Dua ratus sepuluh juta untuk perawatan bayi-bayinya… and still going on… *sigh*

I couldn’t help it to ask him, “Sebanyak itu ya, Nyus? Apa nggak stress kamu keluar uang sebanyak itu?”

Oalah, La… kan katanya, it has nothing to do with money… being a father of two babies who need the best medical treatment in the whole world… nggak ada urusannya dengan duit.

Yoenoes cuman bilang, “Dulu, Nia (istrinya) juga gitu, La. Kepikiran anak-anaknya, kepikiran duitnya… Sampai aku bilang aja, kalau emang mau terus stress mikirin duit, ya udah, cabut aja selang-selangnya… terus kita bawa ke rumah.. kita rawat sendiri… nggak perlu dokter-dokteran… cukup kita berdua aja.”

“Terus?”

“Nia nggak mau, lah, Cweet. Ini lho, bayi-bayinya. Bayiku sama dia. Selama aku bisa mencari pinjaman, mencoba untuk minta keringanan, atau bahkan menjual aset… aku bakal lakuin apa saja untuk memberikan yang terbaik buat Hans dan Felice. Mobil, rumah, perhiasan… apa sih artinya dibandingkan kesehatan Hans dan Felice? Mereka adalah harta yang paling berharga dari Tuhan… Paling berharga…” 

Kami semua terdiam. Wajah Yoenoes terlihat bercahaya dengan senyum yang hangat dan menyejukkan. Saya melihat semua itu dan merasa hati saya sejuk seketika.

Ya. It has nothing to do with money, Nyus. Semoga Hans dan Felice cepat besar, tumbuh dengan sehat, dan bisa membanggakan orang tuanya. Aku nggak sabar bertemu mereka sore ini, sepulang kantor nanti. Aku nggak sabar melihat Hans dan Felice, dua bayi yang terlahir di dunia untuk membuat kamu dan Nia menjadi semakin dewasa dan bijaksana dalam menyikapi semua hal… 

Kalian sungguh membuatku bangga….

***

Felice, berjuang terus ya?
Kami semua berdoa untukmu
 

 

 

 

 

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

23 thoughts on “Hans & Felice

  1. Felice..yang kuat ya nak.

    Buat temanmu itu La…salam dari gue..bilang padanya dia telah bikin kagum gue hari ini. Banget.

    Hai, Married Woman…
    Makasih ya…. Yoenoes emang bikin gue bangga banget… Kita doain yang terbaik buat mereka, ya…

    Posted by the married woman | April 22, 2009, 1:39 pm
  2. Kasih orang tua memang dalam sekali.
    Semoga Tuhan menganugerahi Hans & Felice kesehatan secepatnya.

    La, tolong titip pesen buat mas Yoenoes and mbak Nia ya, tolong bilang mereka adalah orang tua yang luar biasa !!!

    Kasih orang tua memang luar biasa, ya? Makanya, durhaka banget tuh kalau sampai menyia-nyiakan orang tua…
    Salammu sudah kusampaikan, Mbak…
    Dan Yoenoes sangat berterimakasih… He’s just doing what he must do… itu kata dia, sih.. bukan kataku… 🙂

    Posted by Eka Situmorang-Sir | April 22, 2009, 2:15 pm
  3. luar biasa…yoenoes tabah banget..
    semoga mereka semakin tabah ya..dan diberikan jalan keluar yang terbaik
    aminnn

    Amin… Makasih Om Al….

    Posted by AFDHAL | April 22, 2009, 3:30 pm
  4. cerita yang luwar biyasa! sebagai sesama orang tua saya tau rasanya berjuang untuk anak, tapi temen sampeyan bener-bener luar biasa! salut!

    Saya juga salut dengan Yoenoes, Mas!

    Posted by mas stein | April 22, 2009, 3:35 pm
  5. Very touching. Indeed.

    Dan sangat membanggakan, ya, Mas? Teman-teman saya (oh ya, Nia dan Yoenoes, keduanya adalah teman saya) itu kini berubah menjadi sangat bijaksana, meskipun awal-awal kelahiran bayi mereka, tidak pernah berhenti bertengkar. Kini mereka telah menjadi sepasang orang tua yang tangguh…

    Posted by sunardi | April 22, 2009, 3:36 pm
  6. sedih ngliat anak seumur itu harus merasakan cobaan itu
    Thanks God orangtuanya bener2 kuat n luar biasa
    mendoakan spy mereka mendapat kesehatan
    GodBless them

    Kemarin malam aku ke sana, Depz… Sekarang nggak ada lagi selang-selang yang menancap di tubuh kecil mereka. Hanya satu selang kecil yang langsung masuk ke lambung untuk memenuhi kebutuhan minum susu mereka. Felice sudah bisa bercanda-canda dengan Mamanya. Kalau Hans? Aduh, anak ini aktif sekali. Bergerak terus, nggak mau berhenti. Lucu banget deh…
    Terimakasih ya..

    Posted by depz | April 22, 2009, 3:57 pm
  7. Aih,, inilah kelemahanku kalau baca cerita menyentuh kayak gini..
    Klakep.
    *tapi dalam hati aku berdoa lho*

    Aku percaya kamu berdoa, kok, Muz 🙂
    Mari sama-sama berdoa buat mereka, ya…

    Posted by Muzda | April 22, 2009, 4:16 pm
  8. aiiih gue cuma mewek baca postingan ini..
    I miss my baby at home 😥

    Semoga bayi kecilmu selalu tumbuh sehat ya, Chi…
    Semoga Hans dan Felice juga bisa seperti anakmu… amin…

    Posted by Chic | April 22, 2009, 4:31 pm
  9. hiks…jadi nangis bacanya…semoga bayi2 mungil nan cantik dan tampan itu terus diberi kekuatan.amiin

    Amin….

    Posted by 1nd1r4 | April 22, 2009, 4:46 pm
  10. 😥 speechless..
    Tuhan memberkati mereka..

    Amin.
    Maturnuwun Mbak’e…

    Posted by p u a k™ | April 22, 2009, 7:58 pm
  11. membaca dan melihat posting anda diatas, mengingatkan seperti keponakannya yang dulunya lahir secara prematur.. Menurut anda (yang mungkin tahu karena perempuan)penyebabnya bayi prematur itu apa… saya kok jadi ingin tahu lebih banyak..

    Hai..
    Banyak sekali kejadian bayi-bayi yang terlahir tidak cukup minggu. Saya berencana untuk menulis sebuah artikel tentang ini yang insyaAllah bisa dilihat di situs http://www.obrolanperempuan.net dalam minggu ini. Mungkin bisa memenuhi rasa ingin tahu kamu, thepenks… Makasih ya buat sumbangan idenya.

    Posted by thepenks | April 22, 2009, 9:47 pm
  12. darling, aku ngga bisa ngomong apa-apa.
    cuma airmata aja yg keluar.
    Felice, yg kuat ya sayang.

    Titip salam untuk temenmu ya,aunty.
    banyak doa n sabar ya

    Sudah aku sampaikan, retie…
    Makasih ya…
    Gimana kabarmu?

    Posted by Retie | April 23, 2009, 12:14 am
  13. angkat topi…lha wong namanya anak jee…
    tetap semangat…
    hans dan felice bakal jadi anak yang hebat seperti orang tuanya 🙂

    Amin, amin..
    Makasih, Mas..

    Posted by geRrilyawan | April 23, 2009, 1:43 am
  14. Hiks…ikutan sedih…dan juga semangat…

    Hmmm…selalu ada jalan untuk semangat yang membara…

    Aku suka kalimatmu yang terakhir, Mbak.
    “Selalu ada jalan untuk semangat yang membara”
    Ah! Aku suka sekali! Sangat optimis…

    Posted by Dewi | April 23, 2009, 7:24 am
  15. banyak kejadian2 ajaib dan kadang jungkir balik yang bisa membuat orang menjadi cepat dewasa dan bijaksana memang, la. 🙂

    salamku buat yoenoes, dia telah melakukan yang terbaik. pasti dia akan mendapatkan senyumannya lagi nanti, saat pulang kerja dan disambut dengan pelukan dan senyum kedua anaknya.

    Iya. Kejadian-kejadian dalam hidup pasti akan mendewasakan kita semua kalau kita memang mau terus berpikiran positif, ya, Mas? COntoh nyatanya ya temanku si Yoenoes itu. Nggak terbayang aja kalau Yoenoes yang hobi bercanda, keliatan nggak serius, kini malah bisa sedewasa dan sebijaksana hari ini. Salut banget aku!

    Salamnya aku sampein, Mas.
    Dia sudah ga sabar untuk dipeluk Hans dan Felice suatu saat kelak….

    Posted by goenoeng | April 23, 2009, 9:49 am
  16. salut buat “super-dad”, Yoenoes, atas ketegaran dan kesetiaannya.
    saya sering protes, kenapa surga hanya ada di telapak kaki ibu, tidak bolehkah kita katakan kalau surga juga ada di lengan ayah? Yoenoes adalah contohnya…

    dengan tulus aku turut berdoa atas kesembuhan kedua permata berharga itu… Tuhan, kabulkan doa kami…

    Surga ada di lengan Ayah? Hm…. Sah-sah aja mengatakan itu Uda… Aku malah berpikir, Surga bisa ditemukan di hati orang baik, siapapun dia…
    Aku mengamini doanya, ya, Uda..
    Makasih…

    Posted by vizon | April 23, 2009, 9:57 am
  17. Pertama-X, salam kenal..

    Salam kenal juga, Cadink..

    Posted by Cadink | April 23, 2009, 2:38 pm
  18. Semoga lekas sembuh untuk Hans dan Felice …

    Ya ALLAH segera hadirkan senyum di wajah Yoenoes sekeluarga …

    Amin…

    Posted by nh18 | April 23, 2009, 4:58 pm
  19. Perlu buka dompet amal ,La ? ini ide serius lho..

    Hmm… nanti aku bicarain sama Yoenoes, ya… Tapi apapun itu, thanks for the idea, ya… It’s really thoughtful. I’m serious.

    Posted by hawe69 | April 23, 2009, 10:10 pm
  20. Thanks GOD, kedua anak kami udah keluar dari RS,
    semua indah pada akhirnya bagi siapa yang percaya kepada-Nya.
    smoga semua niat baik and support dari kalian akan dibalas oleh-Nya.
    Thx Cweet,
    Thx buat semua teman2 yang sudah ikut memikirkan Hans & Felice
    GOD bless u all

    Posted by Yoenoes+Nia | May 21, 2009, 5:30 pm
  21. ak terharu bgt bacanya..sampe nangis..hikkks…untung skrg hans n felice ud sehat ya mba?? *membaca di postingan mba lala yg update ttg keadaan mrk*
    .-= pani´s last blog ..Masih tentang kamu (dan aku..) =-.

    Posted by pani | June 18, 2009, 10:44 am

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback: you are so beautiful…. | The Blings Of My Life - April 24, 2009

  2. Pingback: The Perfect Decision « the blings of my life - March 1, 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

April 2009
M T W T F S S
« Mar   May »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: