you're reading...
It's About Me, Just a Thinking, Thoughts to Share

who’ll end up being miserable?

Apa yang kamu lakukan ketika Pacar memutuskan hubungan dengan tiba-tiba, justru ketika kamu merasa hubungan sedang di atas angin? Justru ketika hubungan sedang hangat dan mesra? Justru ketika kamu merasa sangat aman dan nyaman dengan hubungan simbiosis mutualisme yang kalian miliki?

Apa yang kamu lakukan ketika Pacar tiba-tiba bilang kalau dia ingin meninggalkanmu? Kalau Pacar mendadak bilang kalau dia tidak nyaman berada terus di dekatmu? Kalau Pacar kemudian bilang bahwa dia memiliki perempuan/lelaki lain yang mungkin tidak lebih baik dari kamu tapi dia mencintainya sepenuh hati?

Intinya, pacar meninggalkanmu ketika semuanya sedang baik-baik saja, demi orang lain, dan kamu merasa tidak berarti buat dia… justru ketika kamu menganggap dia adalah segalanya.

Nah.

Apa yang akan kamu lakukan kalau itu terjadi?

Apakah kamu menangis?
Apakah kamu melamun terus?
Apakah kamu menggigit-gigit ujung sprei dan mengharap semua ini nggak pernah terjadi? *edian, kayak kuda lumping ajah! hehe*
Apakah kamu mendatangi dukun? *idih, plis deh… nggak usah ya?*
Atau sesederhana seperti yang hampir selalu saya lakukan ini:

Menangis. Sedih. Marah. Ngomel sendiri di depan cermin. Sholat yang banyak. Nangis lagi. Dan satu hal yang spesifik, yaitu saya akan bilang dalam hati, “You have no idea kamu sudah ‘ngacak-ngacak’ hatinya perempuan seperti apa… Suatu hari nanti kamu bakal nyesel udah ninggalin aku dan merangkak menujuku, memohon di lututku supaya aku kembali ke kamu… And if that happens, nggak bakal aku mau sama kamu… Kita liat aja nanti…”

Dan tepat usai kata-kata itu terucapkan keluar dari mulut saya, mendadak paru-paru saya penuh dengan energi yang sungguh positif sehingga saya berhenti menangis. Seolah kata-kata itu adalah mantra yang bekerja dengan sangat ajaib dan tepat sasaran, lalu membuang semua rasa kesal karena diperlakukan tidak adil.

Ya. Saya siap menantang dunia lagi… Menantang mantan lelaki terdekat yang sudah melukai hati saya dengan kejamnya. Yes, Dear. You’ve messed with the wrong girl. Mari kibarkan bendera perang!

**

Hidup pasca hubungan berakhir seolah menjadi kontes buat saya untuk membuktikan pada mantan Pacar; siapa yang ‘menang’ dan ‘survive‘. Siapa yang berhasil melewati ini dengan lebih baik. Siapa yang menjadi pecundang. Dan siapa yang akan menangis sedih dan tak bisa melupakan kenangan masa lalu.

Rekor saya dalam beberapa kali berpacaran, hampir semuanya berakhir dengan perselingkuhan. Perpisahan yang baik-baik saja hanya terjadi ketika berpacaran dengan lelaki yang ini, my five o’clock phone calls. Sisanya? Nyebelin semua! Hehe.

Makanya, saya selalu merasa punya excuse alias alasan untuk marah dan mengibarkan bendera perang atau untuk sekadar punya kata-kata mantra sembari membuat kontes nggak jelas seperti yang saya bilang tadi.

Who’ll end up being miserable?
Me? Or my Ex? 

Okay. Silahkan bilang saya jahat, nggak punya hati, berlebihan, atau bukan orang pemaaf. Tapi saya mengakui kalau selalu ada perasaan senang ketika melihat mantan-mantan lelaki yang sudah bikin saya sakit hati sampai nangis berhari-hari itu kemudian menyesal dan mengiba untuk kembali. Kesenangan yang tak terdefinisikan! Over joy! Dan paru-paru saya sesak dengan udara kemenangan!

Iya. Saya sampai segitunya!

Pathetic, eh?
Atau kamu pun malah sama seperti saya?🙂

Perasaan yang over joy itu pernah saya rasakan ketika Echa, mantan pacar yang telah menyakiti saya karena berselingkuh dengan teman saya sendiri, setahun berikutnya malah memohon untuk kembali… and proposed me! Seorang lelaki yang telah membuat saya patah hati berat itu malah mengiba dan mengatakan kalau dia telah menyesal serta mengakui bahwa saya adalah perempuan yang terbaik untuk menjadi istrinya.

Kalau kamu jadi saya; seorang perempuan yang perasaannya telah disakiti habis-habisan oleh seorang lelaki dan kemudian lelaki itu datang mengiba di bawah lututmu… wouldn’t you be happy? Head over heels? Seneng banget? Bangga banget?

Meskipun tetap saja, ada perasaan sedih seperti yang pernah saya tulis di cerita ini. Karena bagaimanapun, there’s no easy way to break somebody’s heart, isn’t it…?

Perasaan senang (okay, call me an evil now…) itu muncul ketika semua berjalan di dalam kendali saya, ketika saya bebas menari-nari di atas penderitaan lelaki yang sudah menyakiti saya.

Tapi, bagaimana kalau yang terjadi malah sebaliknya?
Bagaimana kalau ternyata mantan kekasih malah menjadi orang yang sangat berbeda? Jauh lebih sukses, dengan karir yang meningkat pesat, dengan wajah yang semakin tampan/cantik, dan berpacaran dengan seorang yang jauh lebih baik (okay, secara fisik) daripada kamu?

Bagaimana kalau ternyata dia menjadi seseorang yang jauh, jauh, jauuuhhhh lebih baik daripada saat terakhir dia bersama kamu?

Dan ya.

Bagaimana kalau ternyata, kini, dia tidak semenderita seperti yang pernah kamu ucapkan lewat mantra-mantra ajaib di hari kamu menemukan kekuatan untuk melangkah lagi (setelah nangis seminggu penuh!)?

Bagaimana kalau ternyata dia…

..ummm…
BAIK-BAIK SAJA?

**

“Barusan, gue liat Friendster-nya, Ya,” curhat saya pada Ria, beberapa hari yang lalu.
“Terus?”
“Ya, gue lihat foto-fotonya, Ya.”
“Terus?”
“Mmm…. dia beda sekarang, Ya.”
“…”
“Jadi lebih ganteng, kulitnya bersih, karirnya meningkat… terus… ada beberapa fotonya saat dia jalan-jalan ke luar negeri. Aduh, Ya!”
“Kenapa?”
“Kok dia baik-baik aja, sih? Harusnya dia kan menderita dari gueeee…”

Mantan Pacar saya yang ini memang terlihat berbeda. Kalau kulitnya dulu sedikit tan alias coklat gelap, kini lebih bersih *jangan-jangan kecemplung Bayclean! — masih sebel.. hehe*. Kalau dulu tubuhnya ceking, kini nampak berisi. Kalau dulu ke kantor pakai pakaian seadanya, eh sekarang udah yang rapi jali pakai kemeja, dasi, dan celana bahan yang membuatnya nampak seperti eksekutif muda. 

Dan yang bikin saya kebakaran jenggot adalah… he has a drop dead gorgeous girlfriend *edan, katanya kamu udah mau kawin sama mantanmu yang itu, kok malah pacaran sama orang laen lagi, sih, Fe!* Udah gitu, pake acara hepi-hepi dendi segala…. GRRRHHHH!

“Hahaha, La.. La.. istighfar, Cinta… istighfar…” kata Ria. “Nggak usah sebel-sebel gitu, dong…”
“Ya gimana nggak sebel, Ya. Dia kan udah nyakitin gue. Harusnya dia menderita, kek. Merana, kek. Bukan malah jadi lebih baik kayak gene…” kata saya masih sebal.
“Ah, elu ini. Nggak usah sampai segitunya, dong, Cinta… Maafin aja, napah…”
“Huh…” Mendengus kayak banteng siap nyeruduk.
“Tuhan pasti punya rencana buat elu ketika hubungan kalian berakhir.”
“…”
“Dan hikmahnya baru akan keliatan kalau elu sudah berhasil memaafkan dia…”
“Gitu, ya, Ya?”
“Iya, dong…”

Entah kenapa, untuk orang yang satu itu, saya belum bisa mengendalikan rasa marah saya. Masih tersimpan dendam nyi pelet, eh, membara untuk lelaki kutu kupret seperti dia😀

Dan itulah yang membuat semua ini menyesakkan perasaan saya. Karena kini saya merasa, kontes yang saya bikin diam-diam itu akhirnya menjadikan saya sebagai pecundang dan dia adalah pemenangnya… 

**

Who’ll end up being miserable?
Me or my Ex?

Kini saya tahu persis bagaimana tidak pentingnya tarian hepi-hepi dendi saya ketika mantan-mantan kekasih mengiba dan ingin kembali tapi saya menolaknya dengan sombongnya.

Kini saya tahu persis bagaimana tidak pentingnya saya merasa terlalu excited dengan kebahagiaan sementara saya itu.

Kini saya tahu, kalau menghelat kontes Who’ll End Up Being Miserable itu bukan tindakan yang cerdas dan bijaksana.

Karena pertama…
Perih banget karena musti pulang ke rumah tanpa trofi di tangan.

Dan kedua…
Kontes seperti ini bersifat a lifetime yang artinya, tidak benar-benar selesai, sampai semuanya benar-benar telah selesai.
Karena…
Bisa jadi, suatu saat kelak, semuanya akan berubah seratus delapan puluh derajat, dan saya kembali memohon mantan saya untuk mencintai saya… *aduh, jangan sampai deh.. hehehe*

Semua bisa terjadi.
Dan cara terbaik untuk tidak being miserable adalah… dengan BEING HAPPY saja. Apapun kondisinya.

Ya. Ya.

Sesederhana itu! 

***

*okay, La? Sesederhana itu, kan, La? Awas mellow lagi!* ^_^ 

 

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

29 thoughts on “who’ll end up being miserable?

  1. darliiing….. ur feelings are unbelievable natural !!!
    Tak apa koq kita sumpahin itu laki kualat ampe 7 turunan ato bikin kontes2 tadi (it’s a way to boost up our spirirt) and if it feels good why not ?!

    Tapi masa itu cukup seminggu lah, sebulan boleh dech (kasian kan hati itu rapuh bgt) yang pasti sesudah itu kita bangkit lagi. The hell with those guys mereka mo tajir kek, mo kece ato dikrintilin cewek segudang. Gak urus. What important is WHO WE ARE🙂 let go those grudges then we might enjoy this pretty life😉

    So.. bener bgt tuch, mari kita hapy – happy…🙂
    mau balapan di tengah jalan tol dalam kota ? seru lhooo…😛 hehhe

    Hahaha..
    ini adalah komentar paling dahsyat yang keluar dari mulut supir Medan! hahaha….

    Aduh, pingin kebut2an kayak di Fast and Furious gitu, deh.. kayaknya keren bagnet, ya, Mbak… yuk, yuk…😀

    Posted by Eka Situmorang-Sir | April 16, 2009, 11:36 am
  2. Selalu belajar dari pengalaman kan, bu?
    Masak setiap kejadian putus ditangisin mulu..😀
    Well..well.. lala ku udah mature sekarang *siul2*

    Sip, Mbak Chris.
    Nangis dikit boleh lah… tapi recovery-nya cepet.. hehehehe…🙂
    Belum mature kayak dirimu, lah, Mbak…
    Elo kan mbak-nya D’Girlz… hehehehe….

    Posted by p u a k™ | April 16, 2009, 12:02 pm
  3. ayoo…ayoo…kita heppy sama2 la…
    dan dari pembicaraan kita lu tau dunk kenapa tuhan memisahkan lu dari dia??? at least ada segi positive ya say…

    mereka memang menyesal walaupun mereka gak mo ngakuin…dan walaupun mereka sudah sukse…mereka pasti nyesel…heheheheh *teutep kompor*

    Hahaha..
    elo ini ya, Bu..
    Abis ngadem2in..
    ujungnya nyulut lagi… hahahaha… dasar anak paling tua di keluarga! *ini jelas ga ada hubungannya.. hihihihi*

    Posted by Ria | April 16, 2009, 12:25 pm
  4. mungkin sebenernya lo emang gak layak buat dia.
    pernah berpikir terbalik gitu gak ???

    Haha.. pernah banget, Lia… eh, Tia..
    Sering sekali, malah. Makanya aku selalu berusaha untuk menjadi lebih baik, dari hari ke hari… Gitu, Neng…🙂

    Posted by Amartia | April 16, 2009, 12:48 pm
  5. Ah si Lala inih …
    Kamu ini sedang mencari kebahagiaan atau sedang mencari kemenangan … ???

    Ok-Ok … kemenangan memang “bisa” mendatangkan kebahagiaan …
    But percaya sama saya itu biasanya cuma kemenangan semu …

    Happy … tidak Happy …
    Senang … tidak Senang …
    Ikhlas … tidak Ikhlas …
    Itu semua adanya di Hati …

    So relax … nikmati hidup …

    (BTW kenapa juga kamu iseng-iseng ngintip itu friendster … kenapa juga ngegugel ndak puguh … dst dst …)

    Salam saya

    Jawabannya cuman satu, Om NH-ku tersayang.
    Lala emang gebleg ^_^

    Maybe it’s about the winning thing.
    Tapi memang, seharusnya aku ikhlas aja..
    Pada akhrinya memang kita nggak akan pernah bisa menilai kalah atau menang, karena ada banyak sekali faktor yang tak bisa dibandingkan…

    Posted by nh18 | April 16, 2009, 12:54 pm
  6. duh mba saya jadi teringat lagunya Drive-Melepasmu

    Melepas seseorang disaat cintanya sedang mekar ga kebayang deh

    Iya, nih, Om Iyan..
    Bener-bener menyebalkan, ya?
    Ada cerita nggak soal ini?

    Posted by Omiyan | April 16, 2009, 1:12 pm
  7. wahahahahaha… that what happens to me years ago La…
    ya itu…

    – Menangis. Sedih. Marah. Ngomel sendiri di depan cermin. Sholat yang banyak. Nangis lagi. Dan satu hal yang spesifik, yaitu saya akan bilang dalam hati, “You have no idea kamu sudah ‘ngacak-ngacak’ hatinya perempuan seperti apa… Suatu hari nanti kamu bakal nyesel udah ninggalin aku dan merangkak menujuku, memohon di lututku supaya aku kembali ke kamu… And if that happens, nggak bakal aku mau sama kamu… Kita liat aja nanti…” –

    persis banget kayak gitu!!!
    mwahahahahahahahahahahahahahahahahaq
    *sambit Lala pake panci*

    in the end.. ga ada yang kalah dan menang. emang sudah jalannya mesti begitu..🙂
    eh tapi entah kenapa saya merasa senang sekali setiap mendengar berita dia sedang menderita, sekecil apapun itu.. mwahahahahahahahahahahahaq *tertawa setan*

    *colek-colek Lala pake linggis*

    HUAKAKAKAKAKAKAK
    Gue selalu siap2 linggis, paku beton, palu, godam, dan alat-alat berat lainnya setiap baca komentar dari kamu, Chiiii…
    Yuk, lariiii…
    aku kejar yaaaaaa…..

    *GGRRRHHHH*😀

    Posted by Chic | April 16, 2009, 4:05 pm
  8. baaaah..jadi inget saat pertama kali patah hati….

    Tapi emang lebih nyenengin kalau hanya berpikir…biarkan mengalir saja…tanpa ada dendam dan sakit hati…

    Sakit hati sih nggak terhindarkan, ya, Mbak..
    Dendam itu yang musti di-manage. Kalo bisa, maen cantik, lah… hahahahaha….
    Gimana kalo kita nyanyi lagu dangdut yang fenomenal itu… “Daripada sakit hati.. lebih baik sakit gigi ini…”
    *OGAH! mending sakit hati dariapda sakit gigi! hihihihi*

    Posted by Dewi | April 16, 2009, 4:18 pm
  9. kecewa, sedih dsb nya pasti lah
    tp ga perlu miserable lah
    rugi menurut gw
    life goes on

    Menurut gue juga gitu, Depz.
    Tapi kadang emang sok kepikiran aja dan akhirnya malah ngerasa bodoh gitu deh..
    Kalo ga dipentung sama temen2 dan nyari waktu tenang buat mikir, yang ada aku gebleg abadi… hehe

    Posted by depz | April 16, 2009, 4:29 pm
  10. the show must go on kata freddi mercury, yang lewat ya sudah mbak. mosok mau nyangkut terus di masa lalu. cuma suatu fase saja tho, take a deep breath, n smile…😆

    Itu dia..
    rokku kecantol kawat masa lalu!
    Menyebalkan! hehehehe…

    Yuk, smiling aja, yuk…

    Posted by mas stein | April 16, 2009, 4:54 pm
  11. wow……membaca postingan lala
    selalu memberi pencerahan
    ketenangan dan spiriit baru
    dalam menjalani kehidupan
    ya, apa pun yg terjadi
    mari selalu dipandang
    sisi positif, atau wisdom
    yg terkandung di dalamnya
    monggo neng geulis 🙂

    Hai, Abang… Makasih, ya… GR sekali aku jadinya..🙂
    InsyaAllah selalu berusaha positif. Untungnya punya banyak temen yang bisa membuat aku selalu positif, Bang. Contohnya ya teman seperti Abang ini..
    Kapan ke Surabaya, Bang?

    Posted by mikekono | April 16, 2009, 5:00 pm
  12. coba aja lala…sapa tau dia mau kembali padamu..
    catet, lala sekarang beda dengan lala yang dulu
    betul gak sodara-sodara…..
    hehehe

    btw si Echa tuh cowok apa cewek ya?

    Hiyah!!!
    Gimana kalau aku yang mendekat kepadamu, Om Al?
    hihihihi…
    Echa itu laki kaleeee! Plis deh…
    *menggeram*
    *ancang-ancang mau ngejar Om Al dan siap2 nimpukin pake buku!*
    hhehehe

    Posted by AFDHAL | April 16, 2009, 5:16 pm
  13. saya pernah mengalaminya jeung
    tanpa alasan yg jelas tiba tiba diputusin
    sakittt…. menangis…. sudah pasti
    tp ga berlarut larut

    tunjukkan siapa dirimu padanya
    biar dia tahu bahwa kamu juga mampu mendapatkan yg lebih baik darinya🙂

    Iya, Mbak…
    Aku akan berusaha menunjukkan, bukan hanya ke dia, tapi ke siapapun juga, kalau aku bisa berbuat lebih baik dari hari ini….
    Ternyata banyak banget pengalaman yang serupa dan bukan aku satu2nya yang ngerasa aneh gini..

    Posted by kejujurancinta | April 16, 2009, 5:43 pm
  14. Lala,, gue selalu berpendapat mantan2 gue bakal lebih menderita dibanding gue..

    kenapa? karena mereka udah nyia2in gue..😛 — sok PEDE banget yak?😀

    still anyway,, gue pernah loh di posisi ituh.. posisi pas lagi di atas angin, tiba2 diputusin.. dan, emang sih masa depan serasa reconsider lagi,, dan berasa useless karena hampir seluruh masa depan yang gue bikin adalah untuk-nya, tapi meski begitu gue musti recover.. dan, you know what? gue selalu recover dengan cara sebuah perjalanan panjaaaaaannngggg.. banget! hihi..

    *jadi curcol yak?*

    Curcolnya bisa jadi bahan novel, ya, Bills?🙂
    Ternyata yang nyebelin bukan cuman cowok.. tapi cewek juga yah… *gue ga termasuuuukk….. ihihihihi*

    Posted by Billy Koesoemadinata | April 16, 2009, 5:57 pm
  15. I’ve been there,, i’ve been there ….
    But, aku hanya mengijinkan diriku menangis sekali, selanjutnya dengerin lagu metal banyak-banyak…
    Dan .. dar pada nelpon atau sms dia, lebih baik aku gigit jempolku sendiri😀

    Lagu metal????
    Horeeeee…. paling nggak kamu nggak bakal kepikiran soal sakit hati, tapi kepikiran sama protes para tetangga yang keberisikan karena lagu2 metalmu itu … hihihi…

    Enakan gigit jempol mantan.. yang keras!😀

    Posted by Muzda | April 16, 2009, 7:42 pm
  16. sedang mencoba menghitung-hitung … pakai jari 2 tangan cukup nggak ya … hahaha🙂

    Ngitungin apa Pak Grandis?
    Patah hatinya?
    Apa matahin hatinya?
    hehehehehe….

    Posted by Oemar Bakrie | April 16, 2009, 8:21 pm
  17. Lala….kenapa postingan sama siy…sama sama ngomongin mantan pacar?

    Hehehehehe

    Mantan kita La?
    Pasti menderita…gak bisa bareng lagi…
    Atau yang kejadian sama gue sore ini….yman sama mantan…bilang laper….30menit kemudian ada kiriman pizza delivery…

    Ya ya ya..sama kalimat kalimat…kenapa dulu kita putuss yaaa?

    Mau tau jawaban gue?

    Gue kali yang kebagusan buat elo….

    Tapi pizzanya tetep gue makan siy la….:P wakakakakka

    Itu dia, Boss..
    Pas gue jalan ke tempat elo dan ngeliat tema ceritanya.. bujugbuneng! Sama!😀
    Soal Pizza itu.. huakakaka… dasar gebleg! Bagi napah?!😀

    Posted by yessy muchtar | April 16, 2009, 8:49 pm
  18. Ya bener La.. mungkin itu salah satu cara biar kita cepet ‘get over him’ kali yaa..

    Usaha menyenangkan diri sendiri… hehehehe…

    Posted by Ade | April 16, 2009, 10:05 pm
  19. Wah, gua suka kata2nya Oom NH yang ini nih :

    Kamu ini sedang mencari kebahagiaan atau sedang mencari kemenangan … ???

    Uhuyy.. maknanya dalaamm, ahahaha..

    Btw, guru English gua dulu pernah bilang gini pas dia lagi cerita kalo dia ditolak dari Harvard, katanya : It’s their loss, not mine, ahahahaha😀

    Buat orang lain, perkataan itu mungkin bisa diartikan bahwa kita menyombongkan diri, merasa kualitas kita lebih tinggi daripada menurut mereka.

    But heyy.. cueks bebekss.. kalo itu bisa nge-boost perasaan elo yang lagi down, why nott? Toh orang yang bilang kita sombong itu ngga do something to make us feel better khan?! Huehehehe😛

    Tapi yaa bagusnya seehh.. whatever happened dengan orang yang udah jadi ‘past’ kita yaa kita tetapp happy happy happyy, olee😉

    Cuek bebeks, ya, Ndah?
    Iya, deh, Bek.. Iya… heheheheehehe…

    Elo bener, Ndah. Asal bisa nge-boost spirit, sok eta tah🙂
    tapi juga musti liat konsekuensinya juga… klo kita malah sebaliknya, ya udah deh.. live with it, deal with it.
    gitu?

    Posted by Indah | April 17, 2009, 5:35 am
  20. Eh, ada satu lagi, spt biasa g lupa siapa yg blg, ha3, tp kata2nya bagus sih jd keinget :p Dibilang gini : jangan sedih kalo selepas dr kita kok mantan pasangan kita malah jd lbh baik dr sebelumnya, krn ada seseorang di luar sana yg saat ini jg sedang membentuk pasangan kita nanti menjadi pribadi yg lebih baik ketika akhirnya dipertemukan dgn kita😉 Ehh.. Bahasa gua bribets yaa, Laa? Ha3 :p

    Cie cieh…
    keren tuh bahasanyaaaaaaa….
    Satu quote yang pernah lo kasih ke gue, Ndah…
    Watching you walk out of my life doesn’t make me bitter or cynical about love
    But it rather makes me wonder
    If I so much wanted to be with the wrong one
    How wonderful it will be when the right one comes along

    edan ga tuh?
    hehehehehe…

    Posted by Indah | April 17, 2009, 9:51 am
  21. kenapa sih musti pake itung-itungan?

    kalah atau menang?

    hidup akan lebih damai tanpa ada itung-itungan dan peperangan.
    peperangan seberapapun kecilnya akan menyulut dan membesar. dan mungkin kamu akan bisa membuat Perang Dunia ke 3 terjadi🙂

    btw, yang sekrang kan belum jadi mantan kan?
    udah worried aja nih aku

    kamu tuh orang jawa, tapi kelakuan kayak orang batak hihihi

    EM

    Yang sekarang belum jadi mantan dong.. InsyaAllah… *kedip-kedip*
    Aku orang Jawa tapi kelakuan Batak?
    Haha… kalau ‘dia’… orang Batak yang kelakuannya kayak orang Jawa… klop dah! *kedip-kedip, kali ini ganjen* ^_^

    Posted by Ikkyu_san | April 17, 2009, 12:51 pm
  22. sesuatu yg terlihat baik2 saja buat kita, belum tentu baik2 saja buat pasangan kita. Sangat manusiawi kalau kita marah, sedih, kecewa dan sibuk mengutuk dia agar gatel2 sekujur bdan, sampai cewe2 ga mau dekat2 dia karena sepertinya dia ga pernah mandi krn garuk2 terus….
    Ga ada gunanya memikirkan siapa yg harus lebih menderita, kalau memang kita ga bisa terus dengan dia…mungkin Tuhan punya rencana yg lebih indah buat kalian berdua dengan pasangan baru masing2……🙂 ….
    Tapi dulu….sebelum pencerahan ini datang, yg kulakukan adalah:
    mengutuki dia biar ga punya pacar seumur hidup
    kalaupun dapet….11/12 sama omas deh😀

    Hahaha…
    Aku suka banget kata-kata kamu, In.
    Bijaksanaaaaa banget di awal… tapi ujung-ujungnya pengakuan dosa! hahahahaha…
    11 12 sama Omas itu lho, yang bikin aku ngakak!

    Posted by 1nd1r4 | April 17, 2009, 1:08 pm
  23. kutuk dia jadi katak jelek yg biarpun dicium sejuta putri ga akan berubah jadi cowo cakep😀 …..

    ga ada yg harus jadi lebih menderita….hanya sebuah fase lain dalam hidup yg memang mesti dijalani seorang LALA🙂

    Kutuk jadi katak jelek??
    hihihi.. boleh juga tuh…🙂
    Bener, ini cuman fase hidup…. deal with it..
    Makasih ya…

    Posted by butt3rfly | April 17, 2009, 1:10 pm
  24. duh, gw jadi kepikiranlagi deh nih…FB , Friendster kayaknya lebih wise tidak digunakan untuk men-trace mantan pacar kali yah..

    Couldn’t help it… huhuhu

    Posted by hawe69 | April 17, 2009, 2:41 pm
  25. Emmmm……. mungkin hal yang sama pernah terjadi sama de mba, Yap….!! persis seperti yang mba rasakan saat dia memutuskan untuk pergi meninggalkan saya langsung dech saya membaca mantra yang isinya kurang lebih sama yaitu berharap dia akan menyesali semuanya dan segala yang pernah terjadi diantara kita tidak akan pernah bisa dia lupakan atau intinya dia tidak akan bener2 bahagia dengan perempuan itu, and believed it or not it works ^_^ (Duch dede devil juga nie, Heheheheheee….!!)

    Well, it always works like a charm…. it always does…🙂

    Posted by Dede Dim-Dim ^_^ | April 17, 2009, 4:07 pm
  26. love will find a way mbak

    Yep. I believe that….🙂

    Posted by ika | April 17, 2009, 9:20 pm
  27. mantan?? hehe😀 sampe saat ini masih ada yang membuat aku sakit banget, beruntung aku ngga tau dimana dia, so aku anggap di mati, say

    Posted by Retie | April 28, 2009, 12:29 am
  28. ex lagi nech..

    Posted by Myryani | May 9, 2009, 11:15 pm
  29. lajang ya??

    Posted by chandra | October 11, 2009, 10:34 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

April 2009
M T W T F S S
« Mar   May »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: