you're reading...
It's About Me

Mas Kawin!

Semakin mengingatkan saya kalau tanda baca itu penting (coba saya kasih koma, pasti artinya jadi beda –> Mas, Kawin! Apalagi kalau nadanya rada-rada ganjen dan ngelelet-leletin lidah… hihi… kucing kawin mode: on)

Saya lagi seneng banget ngobrolin soal pernikahan. Dari sejarah kenapa saya nggak nikah-nikah sampai sekarang (karena ada urutannya segala… d’oh!) sampai cerita soal ‘piala bergilir buluk’ kemarin itu. Barusan saya terpikir, gimana kalau sekalian saya bikin serial “Lala Pingin Kawin” alias LPK, supaya saingan sama serial yang ditulis teman saya, Daniel Mahendra, The Waiting is Almost Over. That would be cool, eh?😀

Kalau bicara soal pernikahan, saya inget banget dengan cerita salah satu teman baik saya, yang melakukan tindakan super keji menjelang pernikahannya. 

Jangan keburu menuduh dia berselingkuh, jadi runaway bride, atau tiba-tiba nyuruh calon suaminya operasi plastik karena setelah dipikir-pikir wajahnya kurang ganteng (hehe), tapi dia melakukan ini: azas manfaat.

Nah, lho. Maksudnya?

Jadi nih, sekedar ilustrasi aja, untuk adat pernikahan Jawa, kami memiliki tradisi untuk memberikan seserahan buat pengantin perempuan. Apa aja isinya? Semua perangkat untuk sekujur tubuh. Mulai dari perangkat onderdil dalam sampai luar. Underwear sampai sepatu. Pokoknya, dari ujung folikel rambut sampai jempol kaki.

Yang dilakukan teman saya adalah; dia menganggapnya sebagai kesempatan untuk mendapatkan barang-barang bagus!🙂

Underwear? Dari bra, celana dalam, lingerie, korset…. all branded.

Make up? Biasanya merek yang nggak terlalu mahal, ini mumpung dibeliin, dia milih produk MAC, yang Malaikat Juga Tahu kalau merek ini bikin kantung cekak.

Perawatan tubuh? Body Shop, dong. “Gatel-gatel, Mas, kalau pakai yang lain…” Padahal biasanya pake yang biasa aja… haha…

Kain kebaya? Eits, musti yang semeternya berapa ratus ribu gitu, deh. Cuman sewarna? Ck-ck-ck. Pelit amat, sih! At least tiga!😀

Tas? Ada beberapa jenis. Tas tangan, tas jinjing, tas pesta, tas kerja. Atu-atu semuanya.

Sepatu? Sandalnya juga dong… Eh, sama sepatu sandal juga untuk semi-formal…

Perhiasan? Cincin, gelang, kalung, liontin… Emas, lho, ya… Emas… Nggak terima yang kuningan atau silver doang.

Alat sholat? Harus. Tapi yang bahannya sutra yah…

Hhh… saya yang nulis aja terengah-engah gini, apalagi calon suami teman saya waktu itu ya? Jangan-jangan dulu berencana kabur! hihi.

Saya menyangka, teman saya itu berlebihan. For God’s sake, buat apa sih ngabisin duit segitu banyak hanya untuk seserahan? Saya selalu menyangka kalau teman saya adalah perempuan yang kolokan dan manja… sampai suatu ketika saya menyadari, bukan cuman dia saja yang kepikiran untuk azas manfaat begitu, tapi juga teman saya yang lain.

Ya.

My newly wed friend. 

Ketika saya tanya, dia cuman bilang, “Ya mumpung bisa jadi Ratu Sehari, La.. Bisa dapet apapun dalam sekali tunjuk jari!”

Oh my God! Jadi kelak, kalau saya bakal dinikahin sama lelaki pujaan hati dan belahan jiwa tercinta saya  (siapa, La? uhui!), ujung jari saya bisa berubah fungsi menjadi tongkat sihirnya Ibu Peri? I wanna have that bag… and then… ‘ting’… that’s mine?

“Kan kasian Mas-mu, Mbak…” kata saya saat itu.

“Ah, cuman sekali ini aja, kok.. Toh nanti aku makenya juga buat dia…”

Pembelaan perempuan..🙂

Enough said, tetap saja, buat saya itu nggak penting banget. Kenapa sih, harus beli tas sampai segitu banyaknya? Or… wait, wait, wait, apakah musti dibeliin tas segala? 

Saya suka ngiler dengan produk-produk MAC dan bercita-cita memakai Body Shop sebagai satu-satunya produk perawatan tubuh supaya badan saya nggak gatel-gatel, but… do I really need them? Toh badan saya gendut-gendut dan sehat-sehat aja dengan produk yang sekarang saya pakai😀

Perhiasan-perhiasan itu? I always love silver. Warna emas bikin saya kayak Mbok-Mbok dan saya masih pingin keliatan muda seperti Agnes Monica! Hehe.

Intinya sih, for me, it’s only a waste. Saya nggak mau jari saya bergerak ceroboh dengan tunjuk sana-sini supaya saya bisa menjadi Ratu Sehari. I will be a queen in his heart, forever. Lebih mendingan ini, kan? Everyday, getoh. Forever. Bukan sehari.

Ketika saya mengungkapkan pendapat saya, yang ada temen saya malah ngikik dan bilang, “Ah, masa sih, La… kamu nggak punya keinginan kayak aku?”

Nope.” Saya menggeleng.

“Bener?”

“He-eh.”

“Keinginan apaaaa gitu?”

Ada yang ngawinin saya aja sukur, Boss.. hehehe… lebay, euy!

“Nggak, Mbakyu. Nggak ada.”

“Masa, sih?”

“Hidih!”

Kenapa coba orang-orang jadi nggak percaya kalau saya nggak kepingin minta anu-ina-inu dan berlagak jadi Ratu Sehari yang punya jari telunjuk ajaib? Dan oh ya, dengan suara yang seolah mantra, pastinya, dimana ketika calon suami mendengarnya, dia seolah terhipnotis oleh Rommy Rafael!

Kenapa coba saya musti menjadi seperti the normal brides yang menganggap ini adalah kesempatan sekali seumur hidup? (ah, I remember… my sister in law did the same thing.. hihihi)

Kalau saya kepingin jadi extraordinary bride, apakah itu menyalahi aturan? I’m marrying my Prince, isn’t that Heaven already? I could not ask for more… I already have everything.

“Atau jangan-jangan, kamu minta mas kawin yang nominalnya gedhe kali, La…”

Mas kawin teman saya berupa duit sejumlah tanggal pernikahannya (oh ya, tentunya dengan deretan angka yang dipanjang-panjangin! hihi).

“Mami dulu mas kawinnya cuman seribu…”

“Jaman dulu, kaleee…”

“Maksudnya sih, berapapun nilainya.. aku nggak pentingin banget. Yang paling penting tuh buku nikah, biar ga kena gerebek pas lagi nginep di hotel,” kata saya sambil cengar cengir.

“Dasar…”

“Tapi beneran, Mbak. Sama nasibnya kayak seserahan itu tadi, buat apa sih mas kawin gedhe-gedhean? Itu bukan harga kita, kan? Bandrol-nya seberapa tinggi? Jangan-jangan kurang tinggi, lagi.”

Teman saya tersenyum.

“Kamu itu calon pengantin yang aneh, ya, La.”

“Kok aneh?”

Udah maunya cuman akad nikah doang, nggak pake pesta. Udah gitu, kalopun pake acara pesta, pingin pake baju santai dan suamimu pake celana jeans dan kemeja putih digulung, lah… Ah, iya, aku inget, dulu kamu malah kepingin pake baju pengantin ala Lara Croft, kan? Model celana pendek, sepatu bot selutut, dan jas panjang? (eh,  Lara Croft pake jas, nggak sih? hehe) Ah, iya, iya…. gimana soal Barbie itu?”

“Barbie?”

“Iya. Barbie. Dulu kamu pernah punya ide fantastis soal Barbie ini. Inget?”

Dan detik itu juga saya tertawa ngakak. Barbie, Barbie, Barbie. Shit. How could I forget about this kind of stuff? Impian nggak penting yang selalu menjadi bahan ledekan teman-teman saya ini seharusnya nggak boleh terlupakan.

“Masih berencana untuk mewujudkannya?”

Masih? Is that even a question? Tentu saja: MASIH!😀

OK. Saya emang dosa banget karena tadi udah nulis soal “nggak kepingin jadi Ratu Sehari” dan menganggap semua permintaan itu berlebihan dan tidak pada tempatnya. 

Tapi benar.
Saya memang nggak akan minta perhiasan sampai berkilo-kilo🙂
Saya juga nggak muluk-muluk minta make up mahal sekalipun itu bikin saya keliatan cakep banget di depan suami tercinta saya.
Tas itu? Ah, saya bukan pecinta tas sejati.
Sepatu? Satu aja boleh, deh.

Saya nggak akan minta macem-macem, kecuali satu hal.

If only saya bisa menjadi Ratu Sehari dan membiarkan ujung jari saya berfungsi secara ajaib… saya cuman pingin ini untuk mas kawin saya kelak…

barbie 

 barbie-house

Yes, Dear…. Kamu nggak salah lihat, kok. Saya punya keinginan aneh untuk menjadikan seperangkat boneka Barbie dibayar tunai sebagai mas kawin saya!😀

Nggak usah repot-repot ngasih saya seserahan sekujur tubuh; cukup kasih saya boneka Barbie (lengkap, ya? Barbie, Ken, adiknya Barbie, dan teman-temannya –> cuman supaya Barbie-nya nggak kasian karena sendirian.. hihi), rumahnya yang paling gedhe, dan mobil ferrari-nya. Ok, kalau suami saya maksa, dia bisa menambahkan dengan yang lain-lain! I’ll be the happiest bride, then!😀

Nggak muluk, kan?

Emang nggak muluk, sih, La… lebih tepatnya, ini NGGAK NORMAL… hahaha…

Kalau udah begini, jari saya langsung gatel-gatel kepingin berubah menjadi tongkat ajaib Ibu Peri-nya Cinderella, nih! Semoga aja, deh, calon suami saya sepakat untuk membiarkan jemari saya bekerja dengan baik dan saya mendapatkan boneka impian saya itu… dengan gratis… *kedip-kedip ganjen*

Massss… Kawin (yuk)!😀

**

Menjelang tidur, April 2, 2009
1.33 AM

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

28 thoughts on “Mas Kawin!

  1. wahwahwah….gawat kalo calon pengantin wanita senengnya maen tunjuk gini nih….ckckckc!

    seperangkat boneka barbie? wah mbaca pas akad nikah bakal lucu tuh😀

    Lebih lucu lagi kalo nyebutin:
    seperangkat boneka barbie, laptop berikut dengan koneksi internet yang kenceng dan unlimited, rumah dengan kolam renang, dan blackberry untuk aktivitas sehari-hari….

    Lucu? Apa ngelunjak, jadinya? hihihihi

    Posted by geRrilyawan | April 2, 2009, 3:46 am
  2. Jadi ga sabar pengen liat acara nikahannya Lala *GR aja diundang hehehehe*

    Semua blogger diundang!
    Syaratnya: menempati 50 peringkat komentator terbanyak….

    hehehehehe…

    Posted by Ade | April 2, 2009, 4:29 am
  3. Wah, senang udah bisa berteman dengan “DM”
    Dan… Dan, datanglah di sini ada pesta, datang tak diundang, pulang? Cepatlah pulang!

    Menikahlah, La🙂

    Haha, Donny, Donny…
    Wong dari dulu aku selalu berteman dengan DM kok…. Jangan bikin gosip ya, Pak.. :p
    Eh, kalimatmu yang terakhir itu… ngundang siapa? Daniel? KOk ya kesannya kayak manggil jelangkung gitu??? Hehehehe

    Posted by DV | April 2, 2009, 5:48 am
  4. Muluk kah ? … tidak ini bukan keinginan yang muluk

    Normal kah ? … aku pikir ini juga keinginan yang normal …


    But … a bit of Childish deh keknya …

    Hahaha…
    Kan aku masih anak kecil, Om…
    masa nggak keliatan dari imutnya wajahku iniiiiii…..
    (dilempar BlackBerry sama OM yang bujugbuneng sibuk bener akhir2 ini… hehehe)

    Eh, btw Om..
    masa lupa sih sama cita-citaku itu? Barbie udah jadi semacam obsesi gitu, deh…🙂

    Salam saya

    Posted by nh18 | April 2, 2009, 7:53 am
  5. ahahahahaha.. saya waktu nikah ga pake tuh acara seserahan apa lah itu *kalo mas kawin sih kan wajib yang hukumnya*
    buat saya mending duitnya buat beli segala isi rumah dan mobil, dan saya jadi “ratu” di rumah saya sendiri… hihihihihi
    bukan di gedung pernikahan, bukan di rumah mertua, dan bukan hanya sehari!!! nyahahahahahaha

    OOT:
    beeeeuh pindah “rumah” ga ngabar-ngabarin, pantes readers saya kok ga pernah apdet lagi:mrgreen:

    Bisa nggak,Chi, jadi Ratu di rumah Mertua? hihihihi…
    Maaf nggak ngabarin.. lagi sibuk bebenah..🙂

    Posted by Chic | April 2, 2009, 9:45 am
  6. walaahhh, knp ga kepikiran dari dulu ya, La? tau gitu dulu gue minta seserahannya seperangkat action figure!! huh.. huh.. knp baru nulis tema ini skrg??? *loh kok protes*

    Hahahaha…
    dan semakin lengkaplah koleksi Disney-mu… *eh, Disney, kan?*🙂

    Posted by de asmara | April 2, 2009, 9:48 am
  7. Mass kawin (yukk)…..AMINNNN
    jadi ratu Sehari……AMINNNN
    SEGERA…………….AMINNNN

    kalo cowok bisa gak jadi raja sehari…
    hmm bisanya jadi Raja ‘Semalam’🙂

    Wuakakakakak….. Afdhal sinting!
    Kawin sonoh!😀

    Posted by AFDHAL | April 2, 2009, 9:59 am
  8. Mbaaaak….aku juga tadinya ngga mau ribet soal seserahan soal mas kawin dan seserahan…
    tapi, waktu dikasih “wewenang” untuk tunjuk sana tunjuk sini, asiik juga, lho…hihihi…
    tapi, the quirky side of me turut berbicara juga, sih..
    jadinya..terseliplah barang-barang “aneh” yang bikin mama mertua-to-be bengong…
    soalnya ada novel-novel favoritku, bantal-bantal bentuk hati, dan headphone…hakhakhak…soalnya headphone lama-ku rusak… :p

    Hahaha..
    masih untun nggak nyelipin cowok ganteng di keranjang seserahan… (buat cadangan, getuh… hihihihi)

    Posted by miSSiSSma | April 2, 2009, 10:32 am
  9. untungnya dan anehnya,
    si honey waktu saya lamar, gak minta yg macem-macem bin neko-neko gitu ya.
    pokoknya nikah aja yg pentingnya, beres😀

    Hehehe…
    Berarti sekarang udah beres, dong?🙂

    Posted by warm | April 2, 2009, 11:25 am
  10. wanita sekarang semakin mahal adanya😦
    Hmmmm….

    *njungkel

    Wanita? Nggak semua lho…. *kedip-kedip*

    Posted by ATM TUKANG™ | April 2, 2009, 11:34 am
  11. kalau seserahannya barbie, berarti gaunnya ala barbie juga ya La… yg mana satu? yg pake sayap apa buntut ikan duyung?

    obsesi sih boleh La, tapi jangan lupakan logika ya…
    hehehe…🙂

    Yang jelas bukan model balerina…. soalnya nggak pantes banget dengan betis yang segedhe pemaen bola ini… hihihihi….
    Tenang aja, Uda… Ini cuman iseng2an di kepala, belum tentu senekat ituh..😛

    Posted by vizon | April 2, 2009, 11:54 am
  12. *njungkel ning embong

    Iki lanjutane sing mau yo?😀

    Posted by ATM TUKANG™ | April 2, 2009, 12:08 pm
  13. hehe..mungkin bs lain ceritanya, klo nanti udah nikah y? G bs Qbayangin dech…

    bener… bener..
    ceritanya belum berakhir, Sarah…🙂

    Posted by SaRaH | April 2, 2009, 1:23 pm
  14. mas kawin? ngga ada di kamus aku

    karena itu sama saja aku dibeli!!! NO WAY

    (and yes, tidak ada mas kawin wkt aku nikah, meskipun di Jepang pun ada kebiasaan itu. juga cincin kawin yang katanya harus seharga 3 kali gaji….buatku, cukup 1/10 gaji)

    aku bisa beli sendiri apa yang aku mau, tanpa harus jadi ratu sehari….

    kamu ngga aneh kok, banyak yang minta boneka juga di Jepang.
    apalagi kalo suaminya kasih perangkat cosplay…. wajar kan?
    tau kan cosplay apaan? hihihi

    EM

    Cosplay?
    Tau dooonggg…
    Pas Yosakoi dulu ada yang pake Cosplay.. Ada Sailor Moon juga di Surabaya! hehehe…

    Posted by Ikkyu_san | April 2, 2009, 4:13 pm
  15. Jika waktunya tiba, i mean kalo udh ribet nyiap2n tetek bengek pernikahan. Trust me ! pasti mau juga kayak temen lu itu la.
    Kalopun lu gak mau, tekanan sepupu lah, keluargalah, temenlah, gengsi lah dsb pasti mengiringimu !😉

    Kalo dulu gue malah lebih parah,secara dia org jawa gue minta seserahan dunk. Trus gue kan orang batak sooo gue minta uang tuhor (uang beli di adat batak, pihak laki mesti ngasih tuh and nominalya (again !) pihak cewek yang nentuin.
    Hehehhehe dapet dobel

    Wadow!
    Senang sekali dirimu punya dobel seserahan! Betapa beruntungnya jadi Orang Batak…. hehehehe…..

    Posted by Eka Situmorang-Sir | April 2, 2009, 4:16 pm
  16. Masss kaawwiinnnn yookk..

    Hahaha.. bait terakhir itu kayaknya mbak udah kebelet banget pengen dapet mas, kawin :p~~

    Btw.. minta kartu kredit yang gak ada limit aja :D~~

    huahahahaha..
    setuju banget sama yang terakhir itu: unlimited credit card! Life couldn’t be more beautiful! jiakakakak…

    Posted by Deddy Huang | April 2, 2009, 4:16 pm
  17. Lu tau say, gw tuh juga punya permintaan aneh kalau nanti merried harus ada seperangkat jaringan LAN dirumah, koneksi internet dan tentunya notebook (macbook 13 inchi yg aku taksir itu tuh :P) dan kalau begini nih…bener2 ngerampok kan…hehehehehehe

    He eh, Ya.
    Lo ngerampok!🙂

    Eh, kalo emang kejadian begitu, bisa nggak Bridesmaid-nya punya fasilitas yang sama seperti bride-wannabe-nya?😀

    Posted by Ria | April 2, 2009, 4:20 pm
  18. Gue nggak ada pake-pake mas kawin.. mas Joko ajah..hehehe. Ada yang mau ngawinin aja udah syukur😆 … tapi gue menghormati tradisi kok, meski gue nikah nggak pakai adat. Yang penting sah di hadapan Tuhan dan terdaftar di catatan sipil. Dan yang penting lagi malam pertamanya… huaahhahahha…

    wakakakakakakak!
    malam pertama itu memang yang paling penting, Say!
    wajib deh hukumnya! huakakak….

    Posted by p u a k™ | April 2, 2009, 6:10 pm
  19. udah 3 kali postingan lo tentang kawin jeung….hehehe

    Abis komentarnya lucu2 dan bikin gue terinspirasi untuk bikin tulisan utuh tentang cerita kawin2an ini..🙂

    Posted by yessy muchtar | April 2, 2009, 6:35 pm
  20. Ditunggu lho, serial Lala Pingin Kawin-nya, hahahaha😀

    Psssttt.. Laa, kalo minta Barbie komplit ama rumah2annyaa, ntar malah sibuk main sendirii dan nganggurin suamii, wakakakakaakk😛

    Suami diajak main juga… hihihih

    Posted by Indah | April 2, 2009, 8:40 pm
  21. mbakku,,, ayo segera menikah,,,,

    sama ituh tuh,,
    yg inisial MS,, hueheu,,,

    MS?
    Siapa ya?🙂

    Posted by Myryani | April 2, 2009, 9:52 pm
  22. Awalnya aku bacanya kaya ngaca, kaya liat diri aku sendiri ..
    But when it comes to Barbie.. uhm😀
    *gila bener ya lu Mba’,, hahaa,, aku pikir cuma gosip,😀

    Eh, tapi aku tu juga nyimpen satu keinginan sederhana kalo merit,, lagu yang diputer boleh gak Linkin’ Park and My Chemical Romance…??
    Emak Bapak ngebolehin gak ya ..??

    Gosip tentang saya yang gila?
    Ah, siapa bilang itu gosip? jiakakakakak…

    Eh, setuju banget lho, kalo lagunya dibikin beda gitu… Gimana kalo Emak Bapak dikasih headphone aja terus dikasih lagu-laguan favorit mereka.. Semua senang deh….😀

    Posted by Muzda | April 2, 2009, 10:54 pm
  23. “Haha, Donny, Donny…
    Wong dari dulu aku selalu berteman dengan DM kok…. Jangan bikin gosip ya, Pak.. :p”

    Aku nggak bikin gosip, Bu…
    Tapi berteman kan memang butuh pengakuan dan lewat tulisan ini kamu bilang “ditulis teman saya, Danie…”
    Ya anggep aja ini adalah pengukuhan bahwa DM itu seorang teman dari Mbakyu Tercantik Abad Ini, Jeung Lala😉

    Gitu aja, jangan sensi ah kayak artis aja hihihi🙂

    Haha..
    Sensi kayak artis apa cewek yang lagi menjelang PMS?😀
    Terimakasih ya, Donny, Orang Yang Paling Rajin Memujiku Abad Ini…😀

    Posted by DV | April 3, 2009, 7:31 am
  24. nikah,
    kapan ya itu terjadi padaku?ah…….. masih lama

    Posted by kira | April 3, 2009, 8:50 am
  25. hmmm…dari awal sudah pengen jadi independent woman..maka buat mas kawin sebisanya misua aja termasuk seserahan (cuman tetep..harus milih yang cocok juga dong..jangan sampe ga kepake..gara-gara cuman pasrah..)
    Tapi ada hadist lo..yang intinya gini..”sebaik-baiknya perempuan adalah yang nerima apapun mas kawin dari laki-laki..” tapi lanjutannya gini..”sebaik-baiknya laki-laki adalah yang memberi mas kawin terbaik untuk calon istrinya..”
    So..mau jadi sebaik-baiknya laki-laki ga?
    (moga-moga ngutip haditsnya ga salah…hiks..)

    Posted by Dewi | April 3, 2009, 11:29 am
  26. Maskawin ….dengan Mas…kawin…. beda gak ya,,,,

    Posted by imoe | April 3, 2009, 4:23 pm
  27. lalu kapan giliran ente ?
    *dikeplak*

    meneketehe…
    hihihihi… (ga jadi ngeplak — ente ude tehe seh… *halah!*😀 )

    Posted by warm | April 4, 2009, 9:26 pm
  28. Sometimes (often for many people) having a group of people called ‘family’ makes the bride can’t do ‘whatever’ she wants to do for her wed for the sake of family matters. Dulu (waktu gw masih stubborn2nya) I did think that “this is my wed and I’ll do and have whatever I want” . Then as time goes by and several ‘bride almost be’ moment passed, I learned some things. We ‘might’ want to consider other than our ‘want’ for some people, take parents as an example. Wed would be our happy moment and let’s share it with people we love including sharing thoughts as well. Gw ogah banget kalau merit nanti pake segala urutan trdisi jawa, but I know well that as I’m the only daughter, my mom would love to see me go through those rituals🙂 . I do want to have simple ‘seserahan’ (rumah lengkap dengan isinya is enough for me😀 ) , but seserahan is also a symbol of appreciation, but doesn’t mean that the groom values us based on the amount of seserahan they gave🙂 … kalau mau simple….let’s get married in Las Vegas…hahahahahah

    Tau ga sih, In..
    I wanna get married in Las Vegas!!! huakakakaka…

    Posted by 1nd1r4 | April 5, 2009, 5:08 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

April 2009
M T W T F S S
« Mar   May »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: