you're reading...
Jogjakarta's Stories, precious persons

What’s So Fantastic About Jogja?

What’s so fantastic about Jogja, sehingga kota ini selalu menjadi tempat liburan keluarga, setidaknya setahun sekali?

 

Di depan hotel, with Mbak Ira (Jan.09)

Di depan hotel, with Mbak Ira (Jan.09)

 

What’s so fantastic about Jogja, sehingga kerap menumbuhkan rasa rindu dan menagih bila tak datang dalam kurun waktu yang cukup lama?

What’s so fantastic about Jogja, sehingga saya selalu tak peduli dengan jumlah sisa cuti yang ada dan memilih untuk dipotong gaji daripada melewatkan kesempatan untuk berlibur di sebuah kota yang sangat melegenda itu?

Apakah Gudeg Jogja di jalan Wijilan yang selalu menjadi tempat sarapan dengan kakak saya tercinta dan istrinya?

 

gudeg-wijilan-1

Maem Gudeg sama Mbak Ira (Nov.07)

My precious people; Bro & Mbak Ira (Maem gudeg, Nov.07)

My precious people; Bro & Mbak Ira (Maem gudeg, Nov.07)

 

Apakah Pempek Palembang Ny Kamto, di depan Toserba Ramai, Malioboro, yang selalu menjadi tempat istirahat makan siang usai belanja batik sampai gempor di Pasar Bringharjo yang tidak jauh dari situ?

pempek-nyonya-kamto-agustus-2007

Nyam Nyam! (at Pempek Ny. Kamto, Aug.2007)

Apakah bakpia pathok yang semakin ke sini semakin bervariasi isinya? Keju, coklat, nanas, dan rasa lainnya yang menggoda selera?

bakpia-factory-agustus-2007

Di Pabrik Bakpia (Agustus 2007)

Apakah jalan Malioboro yang secara magis selalu berhasil menyeret minat saya untuk melangkah di sana, memilih-milih barang yang sesungguhnya sudah pernah saya beli pada liburan sebelumnya atau bahkan bisa dibeli di kota kelahiran saya sendiri?

masih-belanja-yang-ga-penting-di-malioboro-jan09

Only at Malioboro.... (Jan.09)

Saya tidak tahu apa yang membuat Jogjakarta begitu menyenangkan, seolah candu yang membuat saya ketagihan atau sakau jika tidak berkunjung, bertamu, dan menghirup udara bersih pagi harinya paling tidak setahun sekali.

Saya benar-benar tidak tahu apa yang membuat Jogjakarta begitu indah dan membuat saya ingin terus berkunjung ke sana.

Tapi saya tahu, kini ada satu alasan lagi kenapa Jogjakarta begitu menyenangkan dan saya kangeni setiap saat.

Kamu tahu apa?

Karena di Jogjakarta, ada kedua Ibunda tercinta yang sudah saya anggap sebagai Ibu saya sendiri…

 

**

 

Bunda Dyah Suminar dan Bunda Tutinonka.

Tadinya, kedua perempuan hebat ini bukanlah seseorang yang wajib kunjung selama bertahun-tahun saya menetapkan Jogjakarta sebagai must visit place setiap tahunnya. Namun, semenjak saya aktif menulis di blog, saya mulai mengenal  kedua perempuan yang luar biasa hebat juga luar biasa sibuk.

Bunda Dyah Suminar, istri Pak Walikota Jogjakarta itu, aktif sebagai Ibu Ketua PKK, sehingga yang beliau urusin bukan cuman blog saja (emangnya saya? hihi), tapi juga banyak sekali kegiatannya. Bukan hanya itu, beliau juga CEO yang handal! Coba main saja ke blog beliau; kamu semua pasti akan iri karena saya dekat dengan beliau! Hehe.

Kalau Bunda Tuti?

Waw! Harus mulai dari mana, eh? Beliau adalah penulis kawakan yang berjaya di tahun 1980-an. Saya kenal beliau pertama kali berdasarkan referensi Om NH18 yang bilang, “Coba kamu berguru dengan beliau, La… Beliau itu penulis terkenal!

Saya memang tidak pernah mengenal cerita-cerita beliau; jarak generasi antara kami berdua memang ampuh membatasi pengetahuan saya terhadap karya-karya Bunda Tuti. Yang saya tahu, beliau adalah penulis langganan Anita Cemerlang; sebuah majalah yang kerap saya baca di tahun 90-an dan membuat minat saya untuk menulis cerita semakin tumbuh setiap harinya!

Apakah hanya penulis? Oh tidak. Beliau adalah perempuan yang PINTAR! Seorang Dosen yang luar biasa hebat untuk jurusan bidang studi yang bujugbuneng, nggak bakal saya ambil saking susahnya… hehe..

Kedua Bunda itulah yang membuat Jogja nampak indah dan menawan.

Dan kedua Bunda itu pula, yang membuat kami; saya, Sis Imelda Coutrier, dan teman-teman blogger lainnya, menjadi terharu karena beliau-beliau begitu repot menyiapkan suguhan superb untuk kami…

**

Casual dinner and gossip; mungkin itulah yang menjadi tema malam itu, ketika Bunda Dyah mengundang kami semua; Lala, Sis Imelda, Mas Daniel Mahendra, Mas GoenoengMbak Tanti, Mas Arief, Mbak Noengki, Uda Vizon, Mbak Icha, Bunda Tuti, Mas Tok a.k.a GenthoKelir juga Riku-Chan untuk makan malam (dengan menu pilihan saya sendiri! kurang hebat apa, coba? hehe) di rumahnya yang berhalaman sangat luas (malah, ada satu buah kolam renang yang membangkitkan nafsu Mas Tok untuk nyemplung saja di situ! Haha… Mas Tok ini memang luar biasa menyenangkan!)

sebelum-berangkat

Pinky Girl is about to go... Cilukba!


sebelum-berangkat2

Siap ngerusuh rumah Bunda Dyah! (Psstt... Apalagi yang jongkok sambil cengar-cengir ituh! hihi...)


Ada berbagai macam menu di sana; mulai dari Gudeg, sate ayam, sampai martabak (kata teman-teman, martabaknya mungkin biasa… tapi terasa luar biasa karena ini ditraktir Bunda Dyah! haha). Belum lagi nasi kucing yang dibilang Bunda sebagai ‘wajib diincipi’. Aduh, ternyata pedas sekali! Mendingan saya makan sate ayam dua puluh tusuk daripada makan makanan yang pedas! hehe…

 

makan2

Jaim dulu sebelum kalap...

 

Apakah hanya makanan itu yang menjadi menu makan malam itu?

Oh tidak!

 

Rupanya seorang Lala Purwono yang menjadi ‘santapan’ mereka semua! Haha. Lala yang bawel dan super cerewet memang harus rela menjadi bahan candaan; biar bikin ramai suasana memang harus ada yang mau menjadi tumbalnya. Pasrah aja deh… Yang penting makan gratis dan bisa nyanyi-nyanyi dengan iringan Mbak Tanti dan keyboard milik Bunda yang entah kapan terakhir dipakai itu… (aduh, jangan-jangan itu sebenarnya pajangan aja, ya, Bun? hihihi.. peace ah Bun.. jangan marah ya…)

 

nyanyi-yuk

Nyanyi mulu, euy!

jangan-goda-suami-orang

eh, eh! Suami orang tuh! ^_^

 

Acara makan malam itu selesai dengan photo bersama yang dilakukan oleh asisten rumah tangga Bunda Dyah yang ternyata di-pedekate abis-abisan oleh Mas Tok yang juragan kambing kaya raya itu! Haha!

 

narsis

Selesai ngerusuh, mari photo-photo....

 

**

 

Malam selanjutnya, giliran Bunda Tuti yang ‘menraktir’ kami makan-makan di Balai Melayu. Saya, Sis Imelda, Riku-Chan, dan Mas Daniel Mahendra datang lebih awal karena kami tak sempat pulang usai mengantarkan Mbak Noengki ke stasiun pukul setengah tiga sore dan berjanji ketemu dengan Mbak Lisa LadangKata, penulis skenario yang menyebut dirinya sebagai wanita panggilan (jobnya menunggu panggilan dari PH, sih! hehe), yang membuat janji dengan Daniel Mahendra.

 

Sampai di sana, masih sangat sepi. Kami yang tampil berantakan karena tak sempat mandi dan menukar pakaian, sedikit nggak pede untuk datang ke sana. Apalagi kata Bunda Tuti: “Nanti ada acara dansa-dansanya lho… Aku sudah panggilin guru dansa buat kalian..”

 

AMPUN!

Saya ini paling nggak bisa menari!
Saya bisanya menari…k becak!
Haha..


Tapi the show must go on. Kami tetap datang memenuhi undangan dengan berbekal sapuan bedak dan olesan lipstick. Terbayang di kepala; nanti kalau disuruh dansa, hajar aja, deh! Toh urat malu saya sudah putus ini! Hihi.

 

img_7774

Nyari angin di bale bengong....

 

Dan, Saudara-Saudara…

 

Urat malu saya memang sudah benar-benar putus, rupanya…
Karena saya melakukan tindakan-tindakan yang memalukan ini. Tingkah-tingkah ajaib yang membuat saya berpikir dalam hati, “Emang ada ya, yang bisa suka sama perempuan aneh seperti saya?” Hehe…

 

Mari Dansa! And Feel the earth moves under my feet! Haha

Mari Dansa! And Feel the earth moves under my feet! Haha

Trio Blogger yang bakal meluncurkan album.... photo!

Trio Blogger yang bakal meluncurkan album.... photo!

Ini mau nyanyi apa marahin Uda Vizon sih?? Haha!

Ini mau nyanyi apa marahin Uda Vizon sih?? Haha!

Blogger = Singer?? Sepertinya sih gitu...

Blogger = Singer?? Sepertinya sih gitu...

 

**

What’s so fantastic about Jogja?

 

Pertanyaan itu terulang kembali dalam ingatan saya.

 

What’s so fantastic about it, Dear?

 

Pertanyaan itu terus bermain-main dalam kepala saya dan membuat beberapa frame kenangan muncul bergantian dan menghadirkan senyum di wajah saya.

 

Hmmm….

What’s fantastic about Jogja?
Every thing!
Every single thing!

 

Crowded Malioboro dan Pasar Bringharjo…
Delicious Pempek, Gudeg Wijilan, dan Bakpia Pathuk…
Great culture…
Great society…
Great people…

 

Ya. Orang-orang yang super duper friendly, termasuk para Bunda-Bunda tercinta yang selalu tahu bagaimana caranya membuat saya senang dan betah selama berada di sana..

 

Makasih banyak , Bunda Dyah

 

Mbak Tanti-ku... Bunda Dyah-ku....

Mbak Tanti-ku... Bunda Dyah-ku....

 

Makasih banyak, Bunda Tuti

 

Aksi manis setelah rebutan microphone... hihi...

Pose manis setelah rebutan microphone...

 

 

Bunda-Bundaku telah membuat Jogjakarta menjadi semakin menyenangkan dan wajib kunjung! Lala siap ngerusuh, deh, setiap tahunnya… hehehe…

 

Tapi, mudah-mudahan, kapan-kapan Bunda-Bundaku tercinta yang gantian main ke Surabaya untuk menghadiri ‘anakmu’ yang lagi cengar-cengir di pelaminan, yah… hehe… 

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

19 thoughts on “What’s So Fantastic About Jogja?

  1. cengar cengir di pelaminan???
    jadi lu serius sama dia la…
    kirim seragam ke duri ya…i’ll be there …muachhh

    Posted by Ria | March 11, 2009, 10:17 am
  2. serius sama yang mana La?
    aku udah ketinggalan gosip nih…
    udah lama nggak nonton blogtainment…

    Posted by Hery Azwan | March 11, 2009, 10:50 am
  3. wah… next kopdar kita agendakan di surabaya, acaranya “blogger wedding”, amiiin….. (eh, orangnya yg kemarin itu ya? huahaha….)

    dirimu emang benar La… jogja benar2 punya daya magnet yg luar biasa. buktinya, kami sampai saat ini belum mau pulang ke sumatra, padahal jatahku sudah habis sampai akhir tahun ini…

    Posted by vizon | March 11, 2009, 11:21 am
  4. Jadi kepengen ke Jogja lagi, kapan-kapan …

    Posted by Oemar Bakrie | March 11, 2009, 11:22 am
  5. jadi inget keraton dengan wedang asle and rondeya…hik…hik…hik….:-)

    Posted by gwgw | March 11, 2009, 11:32 am
  6. Is that all about Yogya ???

    hehehe …

    But ..
    Yes indeed …
    Kopdar Yogya kamu kemarin ini … heboh sekali …
    Very Nice …

    Salam saya La

    Posted by nh18 | March 11, 2009, 12:58 pm
  7. the thing which is fantastic of jogja,, that’s they never left out from my mind..

    the simply and the quiet circumstances,, always bring me into some kind of trance😛

    Posted by Billy K. | March 11, 2009, 3:14 pm
  8. Kenapa Jogja sangat menyenangkan ? karena jogja penuh cinta…

    Posted by hesty | March 11, 2009, 3:27 pm
  9. La…janji ya…suatu saat kita bikin kopdaran di sana lagi…

    Semoga ada jodoh..ada umur..dan pastinya ada duit!!!

    hehehehe..

    Posted by yessy muchtar | March 11, 2009, 7:03 pm
  10. Jadi…ketemu cowok keren di Yogya La?
    Siap2 jadi among tamu….menunggu kiriman seragam (ikutan Ria)

    Posted by edratna | March 11, 2009, 7:42 pm
  11. jadi pengen denger mbak lala nyanyi dech,,,

    Posted by Myryani | March 11, 2009, 10:34 pm
  12. it’s my number one destination for honeymoon…
    harus harus harus!!
    hwhwhw….

    Posted by miSSiSSma | March 12, 2009, 7:56 am
  13. Wach bener2 bikin ngiri ngliat Blogger2 Senior lagi ngumpul🙂

    Di Yogya lagi deket Kontrakanku😀 ckckckck …

    Kapan yach Blogger2 Junior bisa ikutan🙂 ckckckck ..

    Sukses dech acaranya🙂

    Salam🙂

    Posted by aribicara | March 12, 2009, 12:39 pm
  14. Ah, jadi kangen pengen pulang ke Yogya. Pengen makan nasi kuning di asem gede.
    Mau kenalan juga ah sama bunda-bundanya Lala, biar kalau pulkam ke Yogya ngak garing lagi😀

    Posted by Indahjuli | March 12, 2009, 4:08 pm
  15. What’s so fantastic about Jogja?
    for me it refers to a word : home🙂

    Posted by tanti | March 12, 2009, 6:22 pm
  16. Protes! Protes! Itu potoku pas nyanyi kok jelek banget sih? Sumpah, aku pernah manis lho … wakakaka!

    Komentarku pendek aja deh : susah membayangkan ada orang yang nggak suka sama Lala …

    Posted by Tuti Nonka | March 12, 2009, 11:29 pm
  17. Wey…
    Knp jogja so fantastic?

    Krn ada tt d sini,hehe…

    Asik2 ada yg mau k pelaminan…

    Posted by yustha tt | March 15, 2009, 8:50 am
  18. seperti iklan …NGGAK ADA LOE NGGAK RAME…he..he..Bunda juga seuneeeng banget kedatangan tamu tamu spesial…istimewa….

    Posted by dyahsuminar | March 16, 2009, 6:15 am
  19. La…fotomu yg lagi “cilukba” itu cantik lho😉
    apa krn keliatan separo :))
    *No offense

    Posted by Si Bulet | March 25, 2009, 7:41 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

March 2009
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: