you're reading...
Thoughts to Share

how do you know when to stop?

Life’s about reading a sign.

Ya, membaca semua ‘petunjuk’ yang tersebar di semua tempat; petunjuk-petunjuk yang bisa saja tersembunyi dan membutuhkan analisa yang luar biasa hebat agar mengetahui apa maksudnya. But no need clever ones to read those, cuman orang –orang yang mau lebih peka saja yang bisa mengetahuinya.

There are a lot of signs in my life.

Betulkah pilihan-pilihan yang saya ambil?

Apakah keputusan saya tepat?

Kenapa semua ini terjadi?

Kenapa harus bertemu dengan siapa dan di mana letak pertemuannya?

Many signs in my life had led me to so many new places. Tempat-tempat yang tadinya tak dikenal tapi kemudian menjadi tempat-tempat yang sungguh indah dan menyenangkan. Tempat-tempat baru yang tadinya menakutkan, mengerikan, dan menciutkan nyali, tapi nyatanya toh saya betah juga pada akhirnya.

I’ve been in so many places because I followed all the signs; but there’s one thing that left me wonder and wonder.


For this one little thing called love; what signs make you really think that you should stop and quit?

**

I saw a woman, as a background in his cell phone. By ‘his’ it means my one charming guy who stole my heart away but left me helpless.

Secara tidak sengaja saya melihatnya; meliriknya ponselnya yang bergetar. Terburu-buru membalas SMS dan menutupnya kembali. Dari sekelebatan itu, saya tahu, it really wasn’t his mother’s picture, or sister (oh my God! Emang ada, cowok seusia saya begini ini nyimpen foto adik-kakak perempuannya dan menjadikannya sebagai background ponsel??? Kalau ada…. Kill me now!!! Hehe)

It was a moment of truth.

Ketika saya bertanya-tanya dan menghabiskan waktu dengan memikirkan lelaki itu, saya menemukan kenyataan bahwa wajah perempuan lain yang terpampang dengan jelas di ponselnya, yang pastinya bukan sahabatnya, adik, kakak, Ibu… but someone he totally adores… and loves.


It was a point where I couldn’t feel my feet.

Seolah tertampar pada kenyataan bahwa semuanya telah tersaji dengan jelas; jawaban-jawaban dari ketakutan saya, perasaan saya, juga rasa penasaran saya.


But how do I know when to stop and quit?

…kalau sesaat tadi saya melihatnya dan kedua matanya terasa menggoda? Menggetarkan perasaan saya yang memang belum habis? Dan saya tahu, he knew that I’m still in love with him…

And how do I know when to stop and quit?

….when every time I’m around him, it always feel so…mm..

…right?

***


Jogjakarta, 7 Maret 2009

12.19AM

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

March 2009
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: