you're reading...
daily's blings, Penting Ga Penting...

Princess Lala, eh?

Seorang kawan bicara soal Pangeran Berkuda dan Puteri yang ternyata tidak menunggu di atas menara, tapi di bawahnya.
Dalam bayangan saya, mungkin puterinya sedang memoleskan bedak, membubuhi gincu, dan berkali-kali melihat ke cermin sambil bertanya: “Sudahkah aku nampak cantik buat dia?” Lalu bersisir, lalu melirik cermin lagi, lalu melihat jarum penunjuk jam yang merambat terus sampai kembali ke angka dua belas, dan terus menerus begitu. Setiap hari. Setiap saat.

Saya membaca tulisan itu sampai berkali-kali.
Terus dan terus; seolah teradiksi.

Tiba-tiba, hati saya bergetar tak biasa.
Lagi-lagi, ketika saya sampai di satu bagian saat dia bercerita soal rasa enggannya menyelamatkan sang Puteri karena mereka telah menunggunya di bawah, bukan terperangkap bersama Naga dan semburan api panasnya. As a man, dia ingin mencari puteri yang lain… yang memang butuh diselamatkan…

Hm.
I began to wonder:
Apakah saya termasuk seorang puteri yang tak pantas diselamatkan? Yang mengurangi minat seorang Pangeran untuk menyelamatkan saya? Karena saya tidak menumbuhkan nyali kelaki-lakiannya?

Dan satu hal lagi.
Apakah saya benar-benar ingin diselamatkan?
Apakah saya malah menikmati duduk di dalam sebuah ruang, di atas menara, lalu menengok ke bawah, melihat Pangeran Berkuda yang ternyata kurang bisa menggerakkan minat saya untuk berteriak minta tolong, sehingga saya diam saja?
Bersembunyi, malah?
Takut ia melihat, mungkin?

Sampai sore ini, sampai menit saya mem-publish cerita ini, saya adalah Puteri yang tolol dan tak tahu apa yang dia inginkan.
Meskipun saya tahu, di dalam hati saya, jauuuhhhh di dalam sana, ada satu sosok Pangeran Berkuda yang berkali-kali lewat di bawah kastil yang ditunggui Naga dengan semburan nafasnya yang sanggup meluluhlantakkan semua yang ada di sekelilingnya…..
…tapi dia tak pernah menengok ke atas.
…tapi saya tak berani berteriak.

Dan masih terus begitu…


…Sampai hari ini.

***

Five minutes before Bro asked me to come down

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

19 thoughts on “Princess Lala, eh?

  1. gak perlu berteriak..cukup di lempar batu aja dari atas..pasti dia nengok ke atas…hiii

    Posted by boyin | February 27, 2009, 8:55 pm
  2. so, maybe it is the time to make up your mind, jeung.
    mau diselamatkan nggak nih?! hah?! hah?! *emosi*

    hihi! *disembur naga*

    Posted by marshmallow | February 27, 2009, 9:27 pm
  3. pangeran yg menemukan mbak lala pasti sangat beruntung,,,,,,,,

    Posted by Myryani | February 27, 2009, 10:17 pm
  4. hmmm…..
    *lirik-lirik mantan bos*

    Mbak…….!!!
    Am so happy for u……..!!!
    ^_^

    Posted by miSSiSSma | February 27, 2009, 11:06 pm
  5. duh..entah kenapa ..kalo soal cinta cintaan ginian gue gak pernah mikir jadi putri ..atau kepengen pangeran…gak ngerti…gak tau..

    putri yang diselamatkan?
    Pangeran dengan kuda dan pedang?

    Kenapa enggak putri yang yang pengen bahagia aja..
    dan pangeran yang bisa membahagiakan…keknya lebih simpel la 😛

    but again..buat gue…putri?…pangeran?….KERATONN KALLEEEEEE!!!

    hihihihi

    Posted by yessymuchtar | February 27, 2009, 11:22 pm
  6. Bagaimana kalau Lala juga naik kuda dan membawa pedang? Seorang putri yang cantik dan cekatan, lincah, dan bisa mengatasi apa saja? Pasti sang Pangeran akan tertantang untuk mengajak putri ini balapan kuda … 😀

    Ah!
    Ini jawaban yang sangat menyenangkan, Bunda Tuti! Sip! Sip! Aku mau turun dari menara, ambil pedang, dan mulai berkelana dengan kuda.
    Siapa yang mau balapan sama aku, eh? 😀

    Posted by tutinonka | February 27, 2009, 11:26 pm
  7. gue sama kayak yessy ngga pernah mikir soal putri-putrian.
    kamu kebanyakan nonton fairy tale sih
    kalo semua cewe jadi putri dan semua cowo jadi pangeran
    alangkah kasihannya kerajaan itu. siapa yang mau bekerja.

    tapi sekali lagi, aku dan yessy tidak berhak bicara lebih karena memang kita berdua sudah menikah.
    Dan bagi seorang yang belum menikah, menganggap pernikahan bagaikan princess wedding. Itu juga tidak salah.

    EM

    Posted by Ikkyu_san | February 28, 2009, 12:16 am
  8. SMSin aja Pangeranya La…

    Posted by mangkum | February 28, 2009, 7:23 am
  9. setuju sama kak Imel…dan sukaaaaaa banget sama jawaban mbak Tuti Nonka 🙂

    Posted by yessymuchtar | February 28, 2009, 9:49 am
  10. hohoho…sing sabar cah ayu..
    someday, seorang raja dari kerajaan antah berantah akan mengutus pangeran terbaiknya untuk mengeluarkanmu dari kastil yang tinggi itu..
    tapi jangan lupa selendangmu dikibarkan ya,..biar keliatan. Kalo nggak, dia bablas lage… hehehe..
    Luv ya, la.. peace!

    Posted by p u a k | February 28, 2009, 10:33 am
  11. Hahaha…Lala…Lala…
    Aku kayak Imel, nggak pernah mikirin kayak begitu….

    Atau kalau beneran ingin menarik perhatian, dilempar batu aja, pasti dia menengok. Atau ikutan naik kuda bawa pedang, sang pangeran diajak berkelahi…siapa tahu malah putrinya yang menang, dan pangerannya tunduk dibawah duli tuanku putri…hehehe

    Posted by edratna | February 28, 2009, 11:15 am
  12. Kadang karna membaca cerita tampa disadari merubah pola fikir kita, dan berharap harap bisa seperti itu…. hmmm tapi bagi aku menunggu sampai sesuatu datang itu worthless dibandingkan kita nyari dan usaha :D, for me stop dreaming and keep it real still the good things todo than imagine something till its comes…..

    Posted by Raffaell | February 28, 2009, 4:48 pm
  13. Coba sang putri turun, yang pasti…… dengan anggun dan cerdas….
    sang putri pasti akan memukau semua orang disekitar itu ,bukan cuma sang pangeran….
    Ah…Lala jangan becanda dong….”tuh…para pangeran pada antri….Princess nggak mau nengok…apalagi menyapa…..”

    Posted by dyahsuminar | February 28, 2009, 5:00 pm
  14. Kayaknya saya lebih setuju dengan Ibu Dyah deh…
    Banyak Pangeran yang ngantri… malah PANGLATU juga ada diantrian paling belakang… tetapi kayaknya Princess nya yang nggak mau menoleh… atau nggak ngeh kali ya..?! he.. he.. he…
    Salam dari jauh……

    Posted by michaelsiregar | March 1, 2009, 6:37 am
  15. mba, ngapa pangerannya kaga di sms ajah suruh main dulu ke atas. Dikasi minum teh dulu trus ngobrol2 panjang lebar saling mengenal trus disuruh ngeblog juga? heyy… jaman teknologi nich… xixixixi…. *peace*

    Posted by quinie | March 1, 2009, 7:21 am
  16. Ohohoho.. Pas kecil kebanyakan nonton ‘Cinderella’, ‘Snow White’, ‘Sleeping Beauty’, ‘Rapunzel’, dan lain sebagainya, ngga heran sih karena semuanya putri yang perlu diselamatkan.

    Mungkin kalau tontonan kita pas kecil udah ada macam ‘Mulan’ or ‘Pocahontas’ akan beda lagi ceritanya ya, Laa, ahahaha ^o^

    Tapii.. Gua baru menyadari efek sampingan dari ‘Cinderella’ belakangan ini, hehehe..

    And gua rasa film2 kartun macam gini jadi perlu dilabeli ‘BO’ aliasa ‘Bimbingan Orangtua’, wakakakak :p

    Ngebaca ini yaa, Laa, gua jadi inget apa yang elo bilang soal ‘butterfly’ ke teman elo itu 🙂

    Mungkin selama ini pangeran yang hilir mudik di bawah menara belum ada yang bisa bikin seorang Lala tergerak untuk berteriak minta tolong.

    Mungkin pangeran yang datang itu belum ada yang bikin Lala ngerasa ada dunia lain lho di luar menara yang bisa dijelajahi bersama sang pangeran :p

    And psstt, Laa, kalau akhirnya memutuskan buat turun menara dan menantikan pangeran di bawah, jangan hanya bawa pedang tapi tas make up juga dibawa yaa, hihihi, ngga ada salahnya khan beradu pedang sambil tetap tampil cantiks, ahahaha 😀

    Posted by Indah | March 1, 2009, 9:44 pm
  17. la….lala….
    inget pembicaraan kita terakhir?
    mungkin memang sang pangeran itu blom saatnya menyelamatkan dirimu
    atau mungkin diakah yg sebegitu tololnya hingga gak mau menyelamatkan putri yang cantik…

    udahlah gak usah pake putri, pangeran dan naga…just be you, Him and Time…simple kan 😉

    Love u Dear….

    *pangerannya comment apa habis baca tulisan lu ini ya…:P*

    Posted by Ria | March 2, 2009, 7:46 am
  18. aku ikut baca postingan tentang pangeran berkuda dan putri di menara itu loh La,…hmmm, sepertinya pangeran itu oke juga…spertinya yang menulisnya memang sedang mencari2 “putri”….tapi mungkin masih tersasar aja!

    Posted by salikha satiena | March 2, 2009, 8:10 am
  19. HHmmm …
    Pangerannya di SMS saja La … sapa tau dia mau menengok ke atas …
    Perkara dia nolong atau tidak … yaaaaa … itu terserah dia …

    but at least dia noleh ke atas …

    Salam saya

    Posted by nh18 | March 2, 2009, 10:06 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

February 2009
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: