you're reading...
daily's blings

Ain’t A Supergirl

Setiap melakukan perjalanan ke Jakarta, saya selalu ditanya:
“Naik apa, La?”

Setelah saya jawab kalau perjalanan kali ini saya masih menggunakan kereta untuk mengantarkan saya sampai Ibukota, muncul pertanyaan berikutnya:
“Kok nggak naik pesawat aja, sih? Kereta kan habis waktu di jalan…”

Oh, Boy, I know.
Dua belas jam perjalanan Jakarta-Surabaya dengan kereta dibandingkan satu jam lima belas menit dengan pesawat terbang yang membelah langit boleh dibilang saya memilih jenis transportasi yang menghabiskan waktu. Saya harus mengambil cuti sehari lebih banyak dan mempersiapkan diri untuk merasa pegal-pegal usai perjalanan.

Jangan dibilang saya tidak tahu; because I know.

Lalu saya kembali menjawab; seolah repetition mode.

“Karena saya takut jatuh!”
“Bukannya maut bisa terjadi di mana saja?”
“Iya.”
“Lantas?”
“Paling nggak kalau masih di daratan, saya merasa punya kendali. Beda dengan terbang membumbung di langit. Saya nggak bisa melakukan apa-apa.”
“Tapi bukannya mati ya mati saja?”

Oh, Boy. I have no idea. Kamu tahu, kan, kadangkala kita memiliki pemikiran ajaib yang tak bisa dinalar logika? Saya tahu, maut bisa terjadi kapan saja. Bisa saja saya kesetrum saat menulis kalimat-kalimat di Ms Notey atau ketiban laptop, misalnya. Tidak harus menunggu jatuh dari pesawat. Hm, it’s hard to explain, but it feels so damn good to have control over your self. Setidaknya, at my last minute, I can do something.

Hm, begini saja. Akhirnya saya pun menghibur diri dengan alasan-alasan seperti yang pernah saya tulis bulan November kemarin; usai berkunjung ke Jakarta dalam acara launching buku saya di Indonesian Book Fair, JCC. Saya bisa mendapatkan pelajaran-pelajaran yang unik sepanjang perjalanan dua belas jam di atas kereta, sekaligus mendapatkan nomer telepon dari cowok-cowok manis yang duduk di samping saya! Haha.

Sampai suatu kali, pertanyaan itu menggelinding sampai ke sini.
“Terus, kalau kamu mau ke Singapura, gimana?”
“Terus, kalau kamu kepingin ke luar pulau, gimana?”

Thanks God, I’ve been nowhere…

“Sepanjang hidup, saya belum pernah ke mana-mana, kok. Masih seputaran Jakarta, Jogja, Semarang, Bali, Bandung…. And that’s it.”

Semuanya bisa ditempuh dengan kereta, bis, dan mobil pribadi. Kalaupun menyeberang ke pulau Bali, hanya satu jam saja dengan kapal feri. Apakah saya parno? Oh tentu, sama saja. Ketakutan yang bisa saya bayangkan adalah: terperangkap pusaran air dan tenggelam, kapal feri-nya terbakar, dan beberapa kejadian seram yang sebaiknya tidak saya bagi ke kamu. Mengetahui semua itu seharusnya saya takut, kan? Lantas kenapa saya berani? Hm, karena setidaknya, I can swim!

Sudah deh, saya memang perempuan yang aneh. It’s just who I am…

“Kamu nggak ingin kemana-mana, La? Ke Singapura? Malaysia? Oh, ya. LONDON. Kamu pernah bilang kamu pingin ke London, kan?”

Ya. Saya ingin ke London. Saya ingin sekali ke London, suatu saat kelak. Entah hanya beberapa minggu saja, entah untuk selamanya. Saya ingin duduk di sebuah bangku kayu, dengan lilitan syal tebal di leher, menghirup udara dingin kota ini banyak-banyak sampai paru-paru saya sesak dengan perasaan yang sangat menyenangkan… Ya. Saya mencintai London. Saya sungguh jatuh hati tanpa alasan dengannya. It’s anonymous, it’s unexplainable.

“Nggak ada kereta jurusan London, La!”
I know.
“Perjalanan itu harus ditempuh dengan pesawat!”
I know.
“Dan kamu tetap mencintai London dan kepingin ke sana?”
Yes, I do.
“Lalu, ketakutan-ketakutanmu?”

There’s something that you should know about me, a lot better.

Pertama:
Saya memang penakut sejati. Phobia pada kematian, karena saya sadar saya bukan makhluk yang sempurna. I’m not a good person. I will stay at hell, pretty a while. Dan itu sama sekali tidak menyenangkan! That’s why, it will be nice to postpone it a little while… *postpone? Haha. Bodohnya kamu, La….*

Dan kedua:
Sekalipun saya penakut sejati, tapi saya adalah orang yang suka ditantangin! Haha. Maksudnya bukan ditantangin berantem, ya, tapi saya paling alergi kalau ada yang bilang begini:
“Kamu nggak bakal bisa seperti aku, La!” seorang kawan SMA pernah bilang begitu ketika saya ikutan diet seperti caranya. Yang ada, kini tubuh saya (yang meskipun masih tetap jauh dari image langsingnya peragawati) jauh lebih kurus daripada dia!
“Dengan IPK standarmu itu, kamu nggak bakal dapat pekerjaan dengan gaji bagus!” kata seorang kawan ketika saya lulus dengan nilai pas-pasan sementara dia lulus dengan IPK cum laude. Yang ada, sampai kini dia tidak pernah mendapatkan pekerjaan karena terlalu idealis dan membantu Ayahnya di toko kelontong milik keluarga…

Lantas, La?
Challenge me!
Dare me!
Selama saya merasa mampu melakukannya dan saya tahu bahwa itu baik untuk saya, oh baby, I’ll do it. Jadi soal London itu… hm… I will challenge my self to take a flight to my dream city and prepare to have a plane crash on the way there.

Saya memang penakut.
Tapi saya bisa menjadi seorang yang sangat pemberani.

Saya boleh takut sama hantu dan sejenisnya saat melewati tempat-tempat sepi.
Tapi saya bisa menjadi malaikat pelindung buat keponakan-keponakan saya yang ketakutan ketika listrik di rumah padam.

Saya memang takut naik pesawat.
Tapi kalau sudah urusan London, saya bisa menganggap diri saya sebagai Supergirl who can really fly!

“Kenapa kamu nggak menganggap dirimu sebagai Supergirl saat ke Jakarta? Paling tidak untuk save time, kan, La?”

Because I’m not a Supergirl… I only play pretend! Setelan otomatis saya adalah seorang yang penakut dan Jakarta tidak terlalu menantang adrenalin saya sehingga saya perlu berubah wujud menjadi perempuan manis yang bisa terbang! Saya hanya perlu menjadi diri sendiri; seorang perempuan manis yang bisa bikin orang ketawa ngakak karena saya becandain! Haha.

Seperti saya yang menjadi diri saya sendiri ketika bertemu dengan seseorang; berbagi malam yang dingin, bercerita-cerita tentang apa saja dan tertawa-tawa karenanya.

Seperti saya yang menjadi diri saya sendiri ketika berbagi waktu dengannya, ngobrol hal-hal yang nggak penting tapi terasa begitu menyenangkan.

Saya tak perlu menjadi seorang Supergirl; perempuan manis yang bisa terbang.
Saya hanya perlu menjadi diri sendiri saja; perempuan manis yang sedang jatuh cinta…🙂

Lalu inti ceritanya, La?
Hm. Nothing.
Saya cuman bilang, kalau saya sedang jatuh cinta…
And it feels good to have it… 

 ***

Kamar Keponakan, 25 Feb’09, 6.03 PM
thanks for making me not feeling alone, on my way home…

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

17 thoughts on “Ain’t A Supergirl

  1. hayooo jatuh cinta samaaaa.a…yang di bilang MOMO ya jeung?hihihihi…dengan muka sok tahu banget!=p

    Posted by shinta soebijandono | February 25, 2009, 6:12 pm
  2. Hm.. Baru mulai terkuat pelan2…
    Sepertinya kegokilan mu adalah kamuflase dan tempat menyembunyikan sebuah ketakutan yaa..?
    Coba kita tanya Tukul, apa dia juga taku terbang..? Jika jawabnya ya, berarti benar… Sama2 gokil soalnya.. Jiakakakak.:mrgreen:

    Gue yakin yang kemarin sempat ketemuan gak akan ada yang gak sependapat dengan ku..

    *Kabuuur akh… sebelum dilempar Gerbong Kereta Api..!!!*😀

    Posted by Nug | February 25, 2009, 6:40 pm
  3. Aha.. Pertamaxxx yaa tadi…?🙄😀

    Posted by Nug | February 25, 2009, 6:41 pm
  4. Maksa sekali lagi akh.. Biar HETRIXXXX…:mrgreen:

    Nice to meet you and other blogger last Monbday La..🙂

    Posted by Nug | February 25, 2009, 6:43 pm
  5. gpp koq naek kereta.. lebih seru. lebih banyak yang bisa diliat. lebih banyak cerita. lebih banyak kisah. lebih murah lagi..😛

    kalo ke luar negeri, itu laen cerita..😉

    Posted by Billy Koesoemadinata | February 25, 2009, 7:08 pm
  6. Saya sebetulnya juga takut terbang…tapi karena pekerjaan ya harus berani dan ikhlas. Kadang tetap harus berangkat padahal cuaca buruk..pernah pas ada kecelakaan Lion Air di Solo, adikku menilpon, padahal saat itu saya tugas ke Bali…wahh, tapi ya tadi…pasah, toh kecelakaan bisa dimana saja.

    Itu aja kuncinya, La.

    Posted by edratna | February 25, 2009, 7:39 pm
  7. kalau saya suka dengan transportasi yang lama karena saya sangat menyukai setiap detail perjalanannya…..heehe…

    Jatuh cinta berjuta rasanya…….

    Posted by han han | February 25, 2009, 9:11 pm
  8. di London ga ada suasana seperti wonokromo jeng … hehe

    Posted by aRai | February 25, 2009, 10:54 pm
  9. hmmm… crita yg sangat menarik mbak.. bener2 novelist sejati.. he.he..

    tpi, ujung2nya.. walah, sedang jatuh cinta to..??🙂

    kaya’na sama ni ma Q.. sama2 takut terbang n takut tenggelam.. mbak mending, isa berenang, lha aq… gaya batu aja yg Q bisa…😀

    salam kenal dr Jogja mbak.. asyik ni baca2 artikelnya…😉

    Posted by p3ny0 | February 25, 2009, 11:43 pm
  10. Dear Mb lala,

    Saya juga senang naik kereta..secara di sumatera sana keretanya hanya untuk jarak 1 jam saja..membaca bagian terakhir tentang jatuh cinta..di kereta..? jadi inget kalo saya punya doa khusus ( berlaku buat yang single..he he ) yaitu :
    ” Ya Allah..semoga yang duduk disebelahku adalah pria menyenangkan yang single, available dan ready to get married..atau jika yang duduk di sebelah bukan pria yang available, semoga temen perjalananku itu punya sodara dengan kriteria diatas..” he he

    Posted by hesty | February 26, 2009, 11:41 am
  11. sama phobia pesawat..klopun hrs naek pswt sepanjang perjalanan berdoa terus hehehhe
    Btw, tiket kereta jkt-jogja dah di tangan niy

    Posted by ipi | February 26, 2009, 11:46 am
  12. Wach jadinya kok kayak Molog gitu yach Ckckckckck ….

    Kalau aku ditanya dari Yogya ke Yogya kok naik Bus, Jawabanku cuman satu “IRIT BIAYA” Hahahahahahha…

    Beginilah nasib kantong pas-pasan😀 ckckckck …

    Salam🙂

    Posted by aribicara | February 26, 2009, 1:15 pm
  13. Hadoh …
    mau bilang lagi jatuh cinta aja prolognya panjang amat La ..

    But …
    Nikmatilah …
    Perlahan-lahan ya La …
    Supaya tidak keselek nanti …
    OK ?

    Salam Saya

    Posted by nh18 | February 27, 2009, 10:38 am
  14. jato cinta sama siapa La ?
    inisialnya dong..

    Posted by hawe69 | February 27, 2009, 11:07 am
  15. la, aku juga grogi terbang loh.
    tapi pencetusnya baru-baru aja, setelah terbang jauh juni lalu dengan maskapai hebat yang ternyata bisa sangat berisik juga, bikin geger satu armada! (waktu itu mikir, maskapai hebat aja bisa begini, gimana kalau perusahaan ecek-ecek?)

    setuju, la. bukan masalah maut, tapi bahwa di saat-saat terakhir kita masih bisa menguasai diri. (duh, mana ada sih penguasaan diri kalau udah sekarat? pembelaan banget deh.)

    cuman bedanya sama kamu, jeung, aku memang harus berani terbang. soalnya aku memang gak bisa mengandalkan transportasi darat ke tempat-tempat yang mesti kerap kukunjungi selama ini.

    jadi tinggal menyiasati: saat pesawat bersedia untuk melaju di runway, aku udah sukses tertidur, bahkan seringkali hingga penerbangan udah hampir nyampe tujuan (kalau untuk yang dua jam). sering-sering lagi, makanan diangkat oleh pramugari sebelum aku sentuh. (yang ini mah memang diniatin sekalian diet. hihi!)

    sori, la. aku kok malah posting di sini ya? soalnya topiknya klik banget sama kondisiku sih. (soal grogi terbangnya loh ya? ahuhu…)

    Posted by marshmallow | February 27, 2009, 9:30 pm
  16. salam…
    ninggalin bau ya..
    semangat buat kaum perempuan

    Posted by arya | March 3, 2009, 9:57 am
  17. jatuh cinta..hemmhhh indah, enak, nikmat, lezat… berjuta rasanya. itu kata lagu!!😀

    Posted by Beautiful Season | March 25, 2009, 1:49 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

February 2009
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: