you're reading...
daily's blings, Thoughts to Share

One Way Ticket, Please!

I’ve told you that life’s moving forward and not the other way around.
Iya kan?

Saya juga pernah bilang sama kamu, kan,  kalau setiap hari, kita harus pintar-pintar mengambil kesempatan sebelum terlambat dan suatu saat kelak kamu akan merasa sangat menyesal karena tak pernah berani mengambil langkah yang seharusnya kamu lakukan itu? Yang kemudian saat itu saya bertanya padamu kamu, “Is that the kind of life that you really wanted to live? Spending the rest of your life, thinking of things that should’ve been said and done?”

Itulah kenapa saya seringkali bilang, hidup adalah soal perjalanan yang maju terus ke depan. Entah itu bukan keputusan yang bijak, tapi tetap saja, mesin waktu yang bisa membawa saya kembali ke pelukan masa lalu saya tidak akan pernah bisa terbeli karena Lang Ling Lung masih sibuk mendapat order-an dari Paman Gober! Jadi, sudahlah! Lelah menantinya! 😀

Once the decision is made, mulai di situlah roda hidupmu menggelinding. Bahagia, sedih, kecewa, gembira, menyesal, putus asa; adalah pilihan-pilihan reaksi yang bebas kamu pilih. Tergantung; kamu ingin bereaksi seperti apa. Ingin menjalani menit-menit waktumu dengan:

1. Sedih?
2. Kecewa?
3. Gembira?
4. Menyesal?
5. Putus asa?

Mana yang kamu pilih? Which kind of reaction do you prefer? Dan segala reaksi itu akan menggelinding ke masa-masa berikutnya. Setelah sedih, misalnya, kamu akan menyesal. Setelah menyesal dan meratapi nasibmu yang selalu berteriak-teriak: “Hey, kenapa gue dulu nggak begitu aja, siihhh!!!” di ikuti dengan rasa putus asa yang menjadi-jadi.

Sekali lagi saya tanya sama kamu.
Which kind of reaction?
Tidakkah menit-menit yang terlewati itu tidak akan kembali? Tetap saja tak mampu mengejar langkah kaki kita. NEVER! Dia hanya tertatih-tatih di belakang telapak kaki kita, selamanya. Dia tak akan menyusul langkah kita lalu setelah itu bilang, “Hey, hey, tolong ganti aku, dong!”

You just have to deal with your own decisions.
Because nothing can ever change the past. You can only manage your future. Ini masih jauh lebih mungkin dibandingkan mengutak-atik masa lalu. Oh c’mon… Lang Ling Lung sibuk! Udah dibilangin sampe berbusa, kenapa kamu masih rewel aja sih! Hehe…

Dan kalimat-kalimat itulah yang tadi saya bisikkan di telinga sahabat saya. Saat saya dan dia sedang tiduran di atas ranjang empuk, menunggu pukul setengah sebelas sebelum kami berangkat ke masjid tempat berlangsungnya akad nikah yang digelar pukul empat, di hari yang sama. Memang, kami berdua sangat kelelahan. Dia; dengan ritual panjangnya seharian. Saya; dengan acara mampir dulu ke Bandung sebelum sampai di Jakarta, besok sorenya.

Di atas ranjang itu, dia menangis.
Tidak ada kata-kata; hanya air mata.

Saya usap punggungnya, mencoba menghalau badai yang mencoba menghancurkan ketegarannya. Saya terus mengusap punggungnya; punggung yang bergetar karena tangisnya yang diam. Dia tidak ingin membuat semua orang ribut dan bertanya, dia tahu ini adalah hari terpentingnya seumur hidupnya (sampai hari ini). Dia tahu, muncul dengan mata sembab akan membuat banyak mulut mendadak usil dan mereka sibuk jadi wartawan gadungan.

Jadi dia menangis.
Dalam diam.

Dan saya mengusap punggungnya.
Dalam tangis.

Sekalipun saya tahu betapa berantakannya seluruh kekuatan yang sudah ia bangun sedemikian rupa; mirip bendungan yang tak mampu menahan derasnya air mengalir pada sebuah hari yang menangis seharian, bendungan kekuatan itu hancur sudah.

She was crying. Di depan mata saya. Dan saya tak bisa melakukan apa-apa selain sok pintar! 

You’re not making a wrong decision,” kata saya sambil terus mengusap punggungnya. 
Dia masih diam.

He will be a great husband, I know that for sure…” masih kata saya. Ow iya, tangan saya masih mengusap punggungnya. Dan ow, tentu saja. Dia masih diam.

“Ketika keputusan telah diambil, you have no other options but deal with it.
Dia menoleh. Memandang saya. “Aku nggak bisa tersenyum…”
Then fake it!”
“..aku..nggak..bisaaa….”
“Coba!”
“Jeung…”
“Ya?”
“…aku… aku…”

Lalu Sahabat saya itu terdiam. Hanya tangisnya yang mulai terdengar jelas dan buru-buru saya tenangkan dia. No drama, please! Drama should be made long time ago, when she hasn’t made the decision yet, bukan pagi ini! Bukan nanti malam, esok hari, dua minggu lagi, atau setahun lagi… got that, sweet heart?

Tentu saja bukan itu yang saya bilang. Karena bukan cecaran itu yang ingin ia dengarkan, pastinya.
Jadi saya memilih untuk membisikkan sebuah kalimat yang saya harap bisa sedikit membuat ia berhenti menangisi keputusan yang mungkin ia anggap terlalu gegabah. Sebuah kalimat yang  siapa tahu saja, bisa menidurkan amukan badai dalam hatinya.

Iya.
Saya hanya membisikkan kalimat ini sebelum kami keluar dari kamar karena harus segera berangkat ke tempat akad nikah: “Mbak…. You will be happy. You will be HAPPY,” bisik saya sambil mengecup dahinya. “Percaya aku, ya, Mbak?”

I have no idea whether it will work, or not. Tapi saya tahu, dia telah menikahi lelaki yang tepat; baik, sopan, mencintainya dengan sepenuh hati, dan menghargainya seolah Ratu tercantik di seluruh muka bumi. Dan saya yakin, kelak sahabat saya itu akan menyadari bahwa dia patut dicintai juga, bukan terus-menerus mencintai seseorang dengan kekuatan penuh. Jadi saya percaya, she will be happy. Sooner.. or later.

So, Guys…
Please introduce my best friend,
Mbak Neph.
The beautiful bride with her handsome husband…..

dwedding
 …yeah. With her lovely brides maid juga! He-eh. Saya! 
Hehe…. 

Mbak Neph,
Mengambil keputusan seperti membeli tiket kereta api sekali jalan. Tunggu di stasiun berikutnya…
 then buy another one way ticket. A long the ride; why don’t we just learn something to be more clever when the train stops and asks you to choose where is the next destination.

Aku percaya, di pemberhetian-pemberhetian berikutnya, kamu akan semakin pandai dan cermat dalam mengukur hatimu dan perasaanmu, dan kelak kamu akan dengan lantangnya bilang kepada petugas di loket pembelian karcis:

One way ticket, please!”
“Arah?”
Better place than here!”

Aku percaya kamu akan bisa melewati semua ini, Sayang. Berani taruhan? 🙂

I love you, Dear…
Be a great wife for your husband and a great mother for your children….
secepatnya! ^_^

Peluk sayang,
Lala 

***

Jakarta, 23 Februari 2009
(menulis sambil berkali-kali mengamati Kai yang sedang tertidur dengan lucunya!) 
Additional note:
Iya, saya emang lagi pamer photo! Nggak boleh protes! Bolehnya muji doang… hihihi.. 

About Lala Purwono

Published writer (or used to be, darn!). A wife. A mom. A friend that you can always count on.

Discussion

20 thoughts on “One Way Ticket, Please!

  1. hihihi untung kamu ngga pamer foto Kai yang lagi tidur dengan perut terbuka…. dan mamanya lagi tidur di sebelahnya.

    Mbak Neph, selamat untuk pernikahannya. Maaf saya tidak bisa ikut menyaksikan betapa cantiknya dirimu (dan adikku itu) secara langsung. (Sakit kepalanya tidak hilang-hilang sih).
    Dalam situasi apapun, hanya kita sendiri yang bisa menentukan kita ini bisa bahagia atau tidak!
    Jika kita ingin bahagia, maka kita sendiri yang harus berusaha untuk membuat diri kita bahagia.
    Jika kita hanya mau tinggal di masa lalu, then hidup kita sebetulnya sudah berhenti saat itu.
    Be Happy!

    EM

    Tadinya mau aku photo-in, Sis… Takutnya ntar dirimu membalas lebih kejam lagi… Abisnya, polahku kalau tidur bener-bener kacau gituh… wekekekeke…

    Nggak dateng juga nggak apa-apa… Toh pulang ke MTB masih tersisa kecantikanku… wakaka…
    Aku suka kata-katanya, Sis.
    Memang bahagia itu tergantung kita sendiri. We have to create it, not wait for it! 🙂

    Love ya!
    (thanks for the cup-a-cup-a-cappuccino-nya ya….)

    Posted by Ikkyu_san | February 23, 2009, 5:37 am
  2. Kamu kok semangkin hari semangkin ayu tho ? 🙂
    Itu dandan gitu di Jakarta, wahhh ayuu neee…

    Itu apa ya dandannya dipertahanin waktu memasuki kota Bandung kemarin? Hihihihihi 🙂

    Akhirnya ketemuan juga 😀

    Itu kalau dimake-up, Donny Verdian….
    Dandanan itu justru ada setelah aku meninggalkan Bandung…. Buang sial di sana… Makanya aku jadi ayu gitu di Jakarta… wekekekekeke….

    Posted by DV | February 23, 2009, 6:53 am
  3. HAH?

    buang sial?

    atau buang hajat?

    beda loh

    hahahahaha

    EM

    Hihi.
    Aku justru belum berhasil buang hajat… sampai hari ini!!!! huhu…

    Posted by Ikkyu_san | February 23, 2009, 8:08 am
  4. errrrr.. kamu berhasil mencuri melati nya kah kemaren La? hahahahahahaha *mitos ga penting* 😆

    eh masih di Jakarta kan?

    Posted by Chic | February 23, 2009, 11:13 am
  5. Selamat ya mba Neph…cantik sekali dikau! Semoga hidup barunya penuh bahagia!…jeung lagi di jakarta dong??? sibuk ga? ketemuan yah kalau jeung sempat! kabarin ya jeung!!!!!

    Posted by nadin | February 23, 2009, 11:34 am
  6. waah…selamat yah mbak Neph buat pernikahanya.. :=)
    semoga langgeng…

    Posted by joicehelena | February 23, 2009, 1:08 pm
  7. One way ticket?
    Hm….boleh juga tuh perumpamaannya…

    Posted by Hery Azwan | February 23, 2009, 4:04 pm
  8. jd inget tulisannya mb ninit yunita :

    Maybe God gave us a ‘ticket’ to find your soulmate.
    He is somewhere waiting for you at the airport.
    Kita tidak pernah tahu berapa kali kita harus transit.
    Kita tidak pernah tahu berapa kali kita harus mengalami patah hati.
    Kita tidak pernah tahu kapan kita sampai.
    One thing for sure, when he proposed me… I know I have arrived to the right destination.
    I checked the ticket.
    I smiled.
    I know God gave me the ticket to arrive at Adhitya’s heart.

    smg kita bs cpt dpt tiket juga..:)

    Posted by ipi | February 23, 2009, 4:21 pm
  9. Selamat berbahagia buat Mbak Neph.
    Thanks yah La, atas hari yang menyenangkan di Omah Sendok.
    Senang banget bisa bertemu perempuan-perempuan cantik penuh inspirasi.
    Jadi pengen kopdaran lagi.
    Gimana kerokannya, pasti heboh yah, secara di Omah Sendok tadi sudah menggetarkan :))

    Posted by IndahJuli | February 23, 2009, 4:34 pm
  10. hiks ada yang menikah lagi…
    selamat untuk mbak neph…
    selamat juga untuk jeung lala udah jadi pengiring penganten 😀

    Posted by geRrilyawan | February 23, 2009, 7:34 pm
  11. hey …this is not the guy yang kita temuin bareng bareng kan ya La …

    Gue pikir selama ini pacarnya yang itu….

    Posted by yessymuchtar | February 23, 2009, 11:10 pm
  12. Karena nggak boleh mrotes poto Lala, iya deh … saya muji aja. Cantiiiik buangeeets. Sumpe. Swear. (ngomong-ngomgong, dandannya berapa jam? hihihi … )

    Posted by tutinonka | February 23, 2009, 11:57 pm
  13. welehhh itu foto yg lu pamerin ke gw kan????
    kapan kita nyusul mbak Neph la?????
    *pertanyaan gak penting ya la…*

    lu bilang sama gw tadi kan….asyik ya jadi single…tp jangan keterusan bo! gw gak mau….

    Posted by Ria | February 24, 2009, 1:17 am
  14. Selamat ya buat Mbak Neph…. trus Kamunya kapan nyusul La….?! **langsung kabur sebelum ditimpuk….
    Salam dari jauh….

    Posted by michaelsiregar | February 24, 2009, 3:02 am
  15. Hhmmm …
    Kalau mbak Neph membaca tulisanmu ini … dia pasti akan nangis Bombay La …

    Eniwei …
    Selamat menempuh hidup baru
    Semoga berbahagia untuk Mbak Neph

    Posted by nh18 | February 24, 2009, 12:14 pm
  16. Wah, kau sudah jadi teman yang baik, La. Berada di sisinya saat ia membutuhkan.

    Pernikahan, ah… banyak orang bilang sih awalnya begitu 🙂

    Posted by Daniel Mahendra | February 24, 2009, 12:36 pm
  17. one way ticket,
    non refund,
    non reroute !
    🙂

    Posted by tanti | February 24, 2009, 2:56 pm
  18. ok…ok…ok…nice postingan…asyik……
    and berapa harga satu tiket mbak lala 🙂

    Posted by gwgw | February 24, 2009, 4:11 pm
  19. hidup emang ditentukan oleh keputusan yang kita ambil, lebih baik salah mengambil keputusan daripada tidak mengambil keputusan sama sekali…

    lam kenal ya..

    main donk..ke blog ku

    http://www.denioktora.com

    Posted by deni oktora | March 13, 2009, 11:34 am

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback: it doesn’t always turn to where we wanted… | The Blings Of My Life - March 15, 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

February 2009
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: