you're reading...
Penting Ga Penting..., Thoughts to Share

WHY?

Pagi tadi, sebelum saya ‘hampir kehabisan nafas’ karena banyak pekerjaan, seorang teman mengobrol dengan saya di jendela percakapan Facebook. Namanya Shinta, kakak perempuan dari teman les Bahasa Jepang saya yang ternyata juga sudah mengenal saya dari milis sebuah majalah perempuan. What a small world.

Dia menyapa saya terlebih dulu. Saat itu saya sedang asyik membuka youtube.com untuk mencari video klip 3T, kelompok vokal beranggotakan keponakan-keponakannya Michael Jackson, yang berjudul Why; selain bertujuan untuk mendengarkan lagu tersebut, saya juga berniat untuk menulis sesuatu based on that song. Lagu ini memang termasuk lagu favorit saya dan sumpah mati dulu pernah tergila-gila dengan anggota-nya yang paling bungsu! Haha!

Awalnya tidak ada yang istimewa dari percakapan kami berdua; hanya sekedar being nice saja. Menyapa, memberikan salam, bertanya keadaan, dan semuanya mengalir begitu saja (hey, at the end of conversation, saya dapat ajakan untuk bedah buku di coffee corner lho! Can you imagine? Betapa menyenangkannya membahas sebuah dunia yang saya cintai di sebuah tempat yang saya akrabi! Uhui!)

Percakapan seadanya itu menjadi seru ketika saya iseng melihat status yang ia tulis pagi ini.  “Bagaimana kamu tahu kalau lelaki itu benar-benar jodohmu?”

Segera saya iseng mengetik beberapa kalimat:
You just know.”

Percakapan menggelinding.
“Hanya rasa aja, Mbak?” tanya Shinta.
“He eh,” tukas saya.
“Cuman perasaan?” masih tanya kawan saya itu.
“He eh. Kamu tahu kenapa?” kini giliran saya bertanya.
“Apa, Mbak?”
“Karena buat aku, Dek, siapa jodoh kita baru bisa benar-benar kita ketahui di akhir hidup kita. Selama nafas masih bebas dilakukan, kita nggak akan pernah tahu siapa yang menjadi jodoh kita. Jadi buat apa menanyakan pertanyaan yang tak bisa dijawab, kan? Kalau pertanyaan itu aku jawab, artinya aku sudah mati. Serem, kan?”
“Gitu, ya, Mbak?”
“Hm, paling tidak, itu menurut aku, Dek. Makanya, daripada repot-repot bertanya, mendingan kita tajemin intuisi aja dan percaya bahwa kita telah memilih orang yang paling tepat untuk menjadi pendamping hidup. Mempersiapkan diri menghadapi apapun yang akan terjadi sebagai konsekuensi,” lanjut saya, masih dengan lagak sok keminter! Haha… edan bener, deh, Jeung Lala kalau lagi ngasih ceramah!
“Jadi, cuman intuisi aja, Mbak?”
“Shin, jodoh itu tidak punya kriteria, tidak ada parameter yang jelas. Beda dengan suami atau istri yang baik. Dari awal, kalau aku tahu lelaki itu hobi ninju badanku, artinya dia bukan suami yang baik (petinju yang baik, mungkin? hehe). Ngapain aku menikah sama dia? Parameter dan kriteria seperti itu bisa kita terapkan, tapi soal jodoh? Apa kriterianya? Wong itu sudah diatur ketika kita masih janin, kok!”

Percakapan dengan Shinta membuat saya teringat dengan percakapan beberapa jam sebelumnya, dengan seorang gadis manis di Jawa Barat sana yang tiba-tiba mengirim sebuah email dan isinya hanya pendek saja: “Mbak, aku lagi sedih…”

Dari beberapa email berikutnya, saya akhirnya tahu kalau dia baru saja berpisah dengan tunangannya. Iya. Tunangannya! Lelaki yang baru saja menyematkan cincin pertunangan dan mengajaknya merancang hari bahagia mereka dalam waktu dekat, ternyata tak lagi sepaham. 

I want to be dissapeared…” katanya.

Dia merasa dunianya runtuh. Hah. Jelas saja! Saya yang putus pacaran saja bisa kelimpungan seperti orang gila, apalagi teman saya ini? Adik perempuan saya ini? Saya ingat betapa bahagianya dia saat bercerita tentang rencana pernikahannya ini, jadi saya bisa membayangkan betapa hancur hatinya saat ini! (Dek, be strong! Ayo, inhale-exhale… pelan-pelan aja, ya…

“Kenapa harus begini, sih?” Dia mengeluh.

Pertanyaan itulah yang tiba-tiba muncul kembali di dalam isi kepala saya ketika Shinta bertanya: “Bagaimana kamu tahu kalau dia benar-benar jodohmu?”

Hm…
Kamu tahu, nggak, kenapa?

Karena keduanya adalah jenis pertanyaan yang sebetulnya tak perlu kamu jawab, tapi kamu rasakan… kamu maknai dalam hati… bukan menuntut jawaban pada saat itu juga, tapi kamu ketahui pelan-pelan… Nanti. Tidak sekarang. Nanti. Sabar saja.

Kenapa harus begini, sih?
Well, I don’t know, Dear.  You’ll figure it out, later.

Bagaimana kamu tahu kalau dia benar-benar jodohmu?
Well, frankly, I have no idea. You just know. Later.

Kapan aku menemukan seseorang yang bisa membuat kupu-kupu itu terbang di atas perutku?
Well, I have no idea, Jeung Lala. Sabar napah! 😀

Pertanyaan-pertanyaan itu adalah percuma; tidak pernah ada jawaban instan, kecuali kamu jalani, kecuali kamu lewati, kecuali kamu biarkan waktu bergulir dan berbicara padamu di saat yang paling tepat. Dan ketika ia sedang bicara padamu, dengarkan. Biarkan dia berbicara ke hatimu. Biarkan dia membisik di telingamu. Dengarkan saja. Dan saya yakin, kamu akan tersenyum saat mengetahui jawabannya…

 

Ini cuplikan liriknya:

Why does Monday come before Tuesday ?
Why do summers start in June ?
Why do winters come too soon ?
Why do people fall in love, 
When they’re always breaking up ? 
Oh why ?
Why do we love if love will die ?
Why does Wednesday come after Tuesday ?
Why do flowers come in May ?
Why does springtime go away ?
Why do people fall in love,
When they’re always breaking up ?
Oh why ?
Why do I love you ? Tell me why?
(Why, 3T) 

 

Mereka cerewet banget, kan? Nanya mulu! 😀
Mana saya tahu kenapa duluan Senin daripada Selasa? (eh, jangan-jangan udah ada teorinya, tapi saya-nya yang gebleg? hihi!)
Mana saya bisa tahu kenapa musim panas bermula di bulan Juni? (udah deh, ya.. kalau emang ada teorinya, berarti saya bener-bener gebleg! Haha)

I’m clueless. Benar-benar nggak tahu. Bego, sebego-begonya! Sumprit! Kalau nggak percaya, tanya aja toko sebelah! *haha, ini sih, kata-katanya OM NH18 banget…*

Dari semua pertanyaan itu, saya bisa menjawab, at least, satu saja. Pertanyaan yang ini nih: Why do people fall in love when they’re always breaking up ?

Mau tahu apa  jawaban saya? 
Sederhana saja.
Because it feels so damn nice when it works out!

Iya, nggak, siiihhhhh…. *kedip-kedip* 🙂

***

my room, 19 Feb ’09, 11.53 PM 
(bener2 tulisan nggak penting dan kacau. NGANTUK jeh! hehe…) 

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

32 thoughts on “WHY?

  1. PERTAMAXX!!!

    Posted by DV | February 20, 2009, 6:24 am
  2. Lala…

    Hayah…bener juga ya? Kita gak tau siapa jodoh kita sebelum kita mati?

    Ya gak sih??

    Bahkan menikah juga belum tentu jodoh…
    Masih ada perceraian,
    masih ada perselingkuhan.

    Ouw,
    Jodoh gak jodoj juga gak ada artinya kalau dari kedua belah pihak gak ada usaha …iya kan La…?
    Dan usaha itu sendiri juga….Sampe mati boss.

    Till deat to us a part.
    Usaha sampe MATI.

    Bener gak seeehh?!?!?

    Posted by yessymuchtar | February 20, 2009, 6:41 am
  3. sekali lagi..ups and downs..bukankah itu yang membuat hidup jadi lebih hidup? nikmati aja setiap saatnya.

    Aku sendiri ga tau apakah suamiku ini memang jodohku. Tapi ketika kita sudah niat berkomitmen dan sudah ada 3 buntut yang ngintil kemana-mana..maka senjata utama adalah ikhlas…dan seperti yessy pernah bilang kalau ada masalah besar dikecilin aja dan kalo masalahnya kecil diilangin aja…semuanya hanya masalah persepsi..

    Tentu saja, ketika memutuskan untuk berkomitmen (tanpa tau apakah memang benar itu jodoh) harus ada kriteria minimum yang harus terpenuhi….sehingga ketika hidup menjadi sulit suatu saat kelak…kriteria tadi bisa jadi pegangan…dan sekali lagi ..things will only matter if we said so..

    (hadoh..aku ngomong apa sih?)

    Posted by Dewi | February 20, 2009, 7:10 am
  4. HHHmmm …
    Sebagai pemilik toko sebelah … 🙂
    Aku tergelitik untuk berkomen …
    In my opinion …
    Yang namanya jodoh … itu adalah orang yang cocok sama kita lahir bathin … klop …

    Dan untuk nge-klop-in itu perlu usaha … cause we are all different … we are all unique …

    Kalau kita punya niat … bisa kok dibuat cocok … hati itu bisa direkayasa …
    Prinsip bisa di belok kan …
    Tentu saja mudah-mudahan semua itu kearah sesuatu yang lebih Benar … lebih hakiki … lebih “lurus” …
    (or lebih di”ridho-i” NYA)

    And yes … when it works out … it feels so damn nice …

    Salam saya
    And Take Care La …

    Posted by nh18 | February 20, 2009, 8:36 am
  5. Kadang orang bilang, jodoh itu takdir…
    Tapi kan menyebalkan kalau ada yang mutusin terus alasannya nggak jodoh.
    Jadi jodoh itu apa ya?

    Entahlah La, tapi aku tahu dan merasa bahwa dia memang tepat untukku….
    Kriterianya? Tergantung pada masing-masing orang

    Posted by edratna | February 20, 2009, 9:20 am
  6. jeung,,
    emang bener.. cocok atau ga, itu biasanya emang ditentuin sama perasaan…

    bisa jadi cuman sekedar hunch, atau justru emang udah sepenuh hati, jiwa, dan raga..

    anyway,,
    kadang saya suka heran sendiri kalo udah ngomongin perasaan.. –> penasaran aja 😀

    Posted by Billy Koesoemadinata | February 20, 2009, 9:34 am
  7. u’ll never know until the time is through
    hehehe opo meneh…ga ada yg tau kpn jodoh dtg
    jalani aja lah..klo emg ngerasa nyaman hayo azah 🙂

    Posted by ipi | February 20, 2009, 9:36 am
  8. bahasa jepang.. ehm..coba yah..watashi cutemom kirey..hehehehe benar ga?

    Posted by cutemom16 | February 20, 2009, 10:40 am
  9. benar jg yah mbak, kita gak kan pernah tau siapa jodoh kita sebenarnya mpe kita mati….

    Posted by joicehelena | February 20, 2009, 1:22 pm
  10. blogwalking nih. HEHEHEH. good posting.
    main2 ke blog gw juga ya..

    Posted by happy | February 20, 2009, 2:38 pm
  11. Mau cerita sih sebenernya.. tapi ntar malah dibilang curhat.
    Daku kan pemalu… 😳
    Pointnya sih, ketika kita jalan dengan seorang kekasih, .. dimana merasa jatuh cinta banget..tapi mungkin ada hal kecil yang hati merasa nggak sreg..umm.. sebaiknya jangan anggap remeh. Itu saja. 😀
    Kapan2 dibahas lah.. kekeke…

    Posted by p u a k | February 20, 2009, 4:35 pm
  12. La..
    Esok adalah harapan yang mash misteri…
    Kita tidak tahu apa yang akan terjadi bukan hanya 1 tahun kedepan, tapi 1 jam kedepan satu menit kedepan…
    Karena itu aku tidak mengerti dengan arti kata “jodoh”…
    manusia adalah individu yang unik dan untuk bisa bersama dalam persahabatan terlebih dalah perkawinan diperlukan usaha untuk saling mengerti dan saling memahami..
    Bisa cocok atau tidak tergantung pada usaha kedua belah pihak untuk itu..
    jadi jangan salahkan takdir jika terjadi perpisahan.. itu semua terjadi karena langkah sudah tidak seirama lagi…

    Duhhh La.. sorry..sorry.. kok jadi sok bertutur sssihhh..

    Posted by ernalilis | February 20, 2009, 5:06 pm
  13. Menurutku, kalau selalu mengikuti rasa itu susah, karna itu ga konstan dan ngga konsisten…. as simply is that. Mungkin harus melihat dari “nilai” bukan “rasa”.

    Posted by Raffaell | February 20, 2009, 10:57 pm
  14. jodoh ya mbak,,,,

    kapan saya menemukan dan ditemukan oleh jodoh ya,,,

    wkwkkw,,,,,,,,,
    komen kacau nech,,,,,,,,

    Posted by Myryani | February 21, 2009, 12:26 am
  15. pernah nanya ma temen yg mau nikah: Gimana meyakinkan dirimu bahwa memang dia yang Tuhan pilihkan untukmu?

    Dan jawabannya: “Di sini *nunjuk ke dada*, she’s the one. Just it.”

    Kapan aku bisa bilang ma hatiku: “He’s the one.” ya…
    Sabar napah t.. 😛

    Posted by yustha titik | February 21, 2009, 12:51 am
  16. Salam kenal mbak Lala…yang udah kesohor.. 😀

    Jodoh itu sesuatu yang selalu ‘menggetar2’ kan hati..
    sesuatu yang tidak bisa diketahui secara pasti..karena ia mutlak ada di tangan Sang Penentu..
    Bukankah begitu, mbak lala..?

    Posted by putri | February 21, 2009, 6:45 am
  17. salam kenall
    asyik tulisanya
    jodoh memang misteri ilahi,hehehe
    thanks ya

    Posted by shalimow.com | February 21, 2009, 8:59 am
  18. nyontek ‘mirror have 2 faces’…….
    hehehehehe

    😀 Lilyana

    Posted by lee2 | February 21, 2009, 1:07 pm
  19. Mengejar Mimpi Mendekati takdir.
    dan jodoh itu takdir (kata bude lala –maaf hehehe- diatas) jadi jalanin aja toh hidup kita ini juga menjalani takdir.
    ada orang bijak bilang bahwa orang baik pasti dapat orang baik. maka perbaiki diri maka tuhan gusti allah akan memberikan kita yg baik. jangan berharap dapat orang baik jika kita kurang baik.

    Posted by Jamal eL Ahdi | February 21, 2009, 7:51 pm
  20. jodoh oh jodoh….
    deritanya memang tiada akhir…..

    belum ketemu aja udah bikin gundah gulana apalagi kalo udah ketemu….

    Posted by dion | February 21, 2009, 8:15 pm
  21. siapa jodoh kita, sampai sekarang kawaii ayu masih bertanya2…..siapakah soulmate kita, kawaii ayu pun masih bertanya2…..dia belum hadir dalam hidupku….kapan dia hadir, sampai sekarangpun kawaii ayu masih bertanya2……

    Posted by Kawaii Ayu | February 21, 2009, 8:39 pm
  22. Lho… terus.. jodoh saya siapa dong La…?! bingung dan celingukan…. he.. he.. he…
    Salam dari jauh……

    Posted by michaelsiregar | February 22, 2009, 4:58 am
  23. aku juga neh sapa trus jodoh saya…

    Posted by mrpall | February 22, 2009, 9:33 am
  24. Ahahaha.. numpang ketawa aja baca komennya DV .. keren hihihihi
    *btw kalau udah urusan “why”, saya suka jutex … inget si mister why di pabrik … kalau belum puas nanyanya why melulu …

    Posted by mascayo | February 22, 2009, 2:02 pm
  25. to be honest la, menurut aq you’ll never know that he’s the right man for u or he’s ur soulmate…even when you FEEL that…it’s just Allah’s secret to my opinion. Now I’m up to the point when I just do my best to maintain my relationship and talk as many things that I can think about our relation and future plans….still the doubt…the hesitation..the worries…that we might not be the right couples are there….

    Posted by 1nd1r4 | February 22, 2009, 5:23 pm
  26. wah ada novelis nih, salam kenal ya mbak.

    Posted by antown | February 22, 2009, 7:44 pm
  27. Kadang, tidak semua “why” ada jawabannya,
    Let it remains a mystery,
    bukan bagian kita untuk mengetahuinya,
    ‘fun’ aja menjalaninya 😉

    Posted by tanti | February 22, 2009, 8:59 pm
  28. kalau ada yang tanya why do i love you, jeung juga bisa jawab jeung; …..because I am lovable…wekkeeekekekeee……

    buat ‘adik’ jeung…be strong ya! they say, it take a heavy rain before a beautiful rainbow…

    Posted by nadin | February 23, 2009, 11:22 am
  29. Jodoh itu: usaha + kesempatan.
    Sama dengan rumus sukses: usaha + kesempatan.
    Jadi, meskipun kita sudah menikah, tapi nggak pernah berusaha untuk berbuat yang terbaik untuk pasangan kita, siap2lah menunggu kehancuran alias tidak lagi jodoh. Catet ini ya (dalem…)

    Posted by Hery Azwan | February 23, 2009, 4:11 pm
  30. jodoh…???
    yang pasti nggak pernah tau jeung
    dijalani aja, ntar pasti nemu yg pas

    kalau semua ditanya mengapa
    pasti tak akan pernah ada jawaban yg pas
    sprti kata mas NH, saya setuju tu

    Posted by kejujurancinta | February 23, 2009, 6:31 pm
  31. Why does Monday come before Tuesday…
    Why do summers start in June…
    Why do winters come too soon…
    Why do people fall in love,
    When they’re always breaking up,
    Oh why… 🙂

    Posted by Daniel Mahendra | February 24, 2009, 12:38 pm
  32. jodoh lagi, jodoh lagi…
    dah lah mbak, mbak lala tuh pasti dapat jodoh kok….nyantai aja yah…jgn sedih dong…keep smile gitu 🙂
    mbak lala tuh cantik, ok

    Posted by gwgw | February 24, 2009, 4:06 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

February 2009
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: