you're reading...
Fiktif

Aku dan Perempuan Ini

She always stays at this side of the road.
Sits in the coffee shop’s chair and watches the sky turns from light to dark.
Drinks her glasses of lemonade and reads some headlines in the newspapers.

She always waits there, in this side of the road.
Sits in the same chair, every single day.
Watches the same sky, every stupid minute.
Keeps on drinking the same lemonade, from the same glass, over and over again.

She’s always there.
Stands still.
Waits for a beautiful moment; where he passes by and says, “Hi… Is this chair taken?”

…and she says, “Nope… never… it’s yours..”

**

“Jadi kamu berharap keajaiban?”
“Aku percaya pada keajaiban..”
“Ah, pertanyaanku: kamu BERHARAP pada keajaiban, bukan PERCAYA padanya.”
“….”
“Ada garis tipis yang membatasi antara bodoh dan percaya pada takdir, Dear.”
“…”
“Dan kini, kedua kaki kamu sedang berdiri di antara keduanya…”

**

Kamu percaya pada Jodoh?

Pada sebuah pemahaman bahwa Jodoh seperti magnet; sehebat apapun kalian berusaha mendekat,Β  jika dia bukan untukmu, maka nanti selalu akan ada kekuatan lain yang memaksamu untuk selalu berjauhan? Dan sebaliknya;Β  kalau dia memang untukmu, secanggih apapun usaha kalian untuk menjauh, berlari sampai ke Timbuktu, dan melakukan apapun caranya untuk menghilangkan dia dalam kehidupan kalian, tapi ada sebuah kekuatan yang terus mendorong kalian untuk saling berdekatan?

Percayakah kamu, bahwa Jodoh memang tak pernah bisa berhenti berlari mendekatimu dan di saat yang sama bisa berlari menjauhi kejaranmu?

Jadi kamu percaya seperti perempuan ini: yang kini sedang duduk menikmati gelas minumannya yang kedua, memandang langit senja yang lamat-lamat memudar merahnya, dan membaca lembaran demi lembaran koran yang ada di tangannya, sementara jantungnya berdebar dan memekakkan telinganya sendiri?

Dia percaya bahwa Jodoh adalah sesuatu yang dipersembahkan untuknya, bukan dicarinya.
Dia percaya bahwa Jodoh adalah sesuatu yang tak perlu dikejar sampai ke ujung dunia, karena kelak Jodoh itulah yang akan datang mengetuk pintu hatinya.
Dia percaya bahwa Jodoh telah dipersiapkan untuknya; jadi memperebutkan cinta adalah hal yang dianggapnya bodoh dan melecehkan keyakinannya.

“Jodoh itu ada,” katanya.
“Jodohku ada,” katanya terus menerus.
“Bisa siapapun juga,” bisiknya. “Bahkan, bisa jadi.. “ Perempuan itu diam. Menurunkan koran. Menyentuh dinding gelasnya yang dingin, membawanya ke dekat bibir, lalu meneguknya perlahan. “Jodohku adalah lelaki itu…” Dan gelas itu diletakkannya di atas sebuah meja.

Meja berwarna coklat, bertaplak kotak-kotak merah.
Dengan vas bunga kecil berisi setangkai mawar kuning yang terendam dalam air.
Dengan tumpukan koran yang sama.

Setiap hari.
Setiap saat.
Tidak ada yang berubah.
Kecuali keriput yang mulai menghiasi wajahnya…

**

“Sampai kapan?”
“Apanya?”
“Menunggunya…”
“Menunggunya? Dia? Dia siapa?”
“Jangan pura-pura bodoh, Dear. Kamu menunggu dia. Dia, kan? Lelaki itu, kan?”
“He’ll knock my door.”
“But what if he won’t?”
“But what if he will?”
“Kamu keras kepala.”
“Aku punya pendirian.”
“Ada garis tipis yang membatasi antara kamu yakin dan keras kepala, sekarang kamu..”
“Apa? Aku berdiri di antara keduanya?”
“Iya.”
“Hm. Dan kamu sadar, nggak, kalau ada garis tipis yang membatasi antara rasa peduli dan terlalu ikut campur?”
“…”
“Well… Kamu berdiri di antara keduanya, sekarang.”

**

Bagaimana kamu tahu kalau seseorang itu adalah Jodohmu?

Seperti gesekan kepak sayap kupu-kupu yang bermain-main di atas perutmu dan menimbulkan rasa tak bernama tapi kamu tahu tak ada seseorang pun yang bisa melakukannya selain dia?

Seperti hati yang tiba-tiba bergetar hebat hanya karena harum tubuhnya melayang-layang di udara dan tertangkap oleh kedua cuping hidungmu yang lalu megap-megap bahagia?

Seperti sebuah bisikan yang tak pernah kamu ketahui dari siapa, tapi kamu tahu, suara itu tidak berbohong ketika dia mengatakan kalau lelaki inilah pasangan jiwamu yang menyumbangkan satu rusuknya untukmu?

…don’t you just wish you can go to a doctor, minta padanya: “Dok, bisa tolong liatin pake X-ray, nggak. Nama siapa yang ada di tulang rusuk saya. Iya, Dok. Saya butuh datanya untuk segera melakukan pencarian atau memastikan bahwa saya tidak melakukan kesalahan dengan membuang-buang waktu saya untuk orang lain…”

But there are false alarms.
Gelitik di perut yang kau pikir hebat, ternyata hanya membuatmu geli.
Hidungmu yang megap-megap semangat, ternyata malah membuatmu bersin-bersin.
Dan suara kecil itu adalah kemauanmu, bukan isi hatimu.

Jadi,

Bagaimana perempuan itu bisa yakin, kalau lelaki itu akan datang mengetuk pintu, kalau dia diam saja di sana dan hanya menunggu bintang jatuh lalu ia buru-buru mengucap mantra doa?

Apakah karena dia percaya bahwa Jodoh itu ada…. sekaligus percaya bahwa false alarms adalah lumrah… maka dia lebih memilih untuk melakukan ini saja:

Stays at this side of the road.
Watches the sky.
Drinks lemonade.
Reads some headlines in the newspapers.
And waits for miracle to come.

Lantas, siapa yang bodoh:
Aku?
Atau perempuan ini?

**

Lelaki itu tak pernah menyapanya.
Berjalan di depannya dengan angkuh (atau karena tak pernah tahu perempuan ini ada di situ? Persis di depan matanya setiap hari? Memandanginya dari balik koran dan buru-buru menunduk ketika si Lelaki merasa ada seseorang yang memperhatikannya?).

Bibirnya sibuk menghisap berbatang-batang rokok tiap hari. Asapnya berterbangan di dekat wajah si Perempuan tapi tak pernah ia tahu, kalau asap rokoknya pun tak pernah meracuni paru-paru perempuan manis ini.

Mulutnya berceloteh tanpa peduli di benda kecil berteknologi canggih yang ditentengnya kesana kemari, tanpa pernah melihat bahwa si Perempuan ini mengagumi setiap makian, setiap ledakan tawa, setiap kalimat amarah, setiap rayuan (yang menyiksanya!), dan setiap huruf-huruf yang berterbangan keluar dari mulutnya.

Dan perempuan ini juga tak pernah menyapanya.
Duduk saja di situ.
Memperhatikan dalam diam tapi hatinya menjerit, “Lihat aku, dong! Aku di sini! Coba hentikan ocehanmu di telepon itu, letakkan rokokmu di asbak, dan lihat aku di sini!”

“Aku di sini!” teriaknya.
“Dari dulu sampai nanti!” masih teriaknya.
“Aku tak akan pernah berhenti!” lalu suaranya mengendur.
“…meskipun lelah, tapi aku akan selalu begini…” lalu suaranya hilang.

**

Ada garis tipis antara bodoh dan percaya takdir.
Ketika begitu percayanya pada takdir sehingga kamu tak berbuat apapun untuk mencoba lebih bahagia dari hari ini… itulah yang disebut bodoh.

Antara yakin dan keras kepala.
Ketika kamu tak peduli benar dan salah serta menulikan telinga hanya karena kamu yakin hanya kamulah yang benar… itu artinya kamu keras kepala.

Lalu antara peduli dan terlalu turut campur.
Ketika kamu memaksa seseorang untuk mengikuti apa yang kamu mau dan marah karena dia menganggapmu salah dan keliru… ah, itu terlalu turut campur, namanya.

Kini aku ada di mana?

Bodoh karena bilang padanya, “Kamu boleh percaya Jodoh itu akan datang berkunjung, tapi undanglah dia kemari, jangan kamu biarkan dia lewat di depan matamu…”

Keras kepala karena aku memaksanya untuk lebih realistis bahwa bintang jatuh adalah salah satu fenomena alam yang jarang dijumpai dan bukannya momen yang datangnya tepat waktu, sebulan atau dua bulan sekali, misalnya?

Terlalu turut campur hanya karena ingin dia lebih cermat menghadapi kejadian-kejadian dalam hidupnya, yang membawa langkahnya sampai ke sebuah kursi, di belakang sebuah meja berlapiskan taplak kotak-kotak merah, di mana di situ ia hanya menenggak lemonade dan menghabiskan koran yang sama, tiap hari? Karena aku ingin perempuan ini berdiri dari kursi dan berlalu saja dari situ?

Aku hanya tak ingin dia sedih.
Aku hanya tak ingin dia membuang waktu berharganya.
Aku hanya tak ingin dia akan bilang…

“Seandainya saja aku tak pernah duduk mengaso sejenak saat berlari dari masa lalu, di sebuah kursi, di belakang meja berlapiskan taplak kotak-kotak merah ini…
Seandainya saja aku tak meminta seorang pelayan agar membawakan aku segelas lemonade yang rasanya kecut, asam, tapi manis dan menyegarkan dahagaku itu…
Seandainya tak pernah kucium harum tubuhnya sedekat ini…
…aku pasti akan lebih bahagia….”

Dan percayalah. Melihat air matanya tumpah membasahi pipinya yang kini ditumbuhi jerawat karena terlalu memikirkan lelaki yang seolah tak peduli itu, seperti menyiram H2SO4 ke dalam jantungku! Iya. Aku akan mati seketika.

**

Memang ada masanya ketika lelaki itu menoleh. Memandanginya sejenak. Memperhatikan garis wajah si perempuan, setiap mili meter wajahnya lalu berkata, “Hm… dia manis juga…”

Memang pernah sesekali Lelaki itu berhenti melangkah, lalu ikut duduk di samping meja si Perempuan, memesan minuman yang sama, meneguk sama perlahan, juga menikmati senja yang sama, dari sudut yang tak jauh berbeda.

Memang pernah terjadi, Lelaki itu berhenti mengoceh, lalu bertanya, “Jam berapa sekarang?” Lalu kemudian mengoceh lagi di telepon setelah Perempuan ini menjawab, “I have no idea what time is it…” karena perempuan itu menghancurkan semua jam; yang berjarum, yang digital, yang bersuara cuckoo, dan semua jenis jam yang ia punya, sebab ia tak mau waktu mengingatkannya bahwa ini sudah cukup lama.

Tapi semua akan begitu saja.
Lelaki itu tak akan berkata, “Is this chair taken?” Kalau si Perempuan tak pernah bilang pada lelaki bahwa kursi di sampingnya, tempat ia meletakkan jaket dan tasnya, bukanlah pertanda bahwa kursinya sudah terisi tapi pemiliknya sedang pergi, meskipun dengan rapihnya Perempuan itu menata sedemikian rupa agar tak kentara isi hatinya yang menunggu kalimat sakti itu keluar dari mulut Pujaan Hatinya.

Perempuan itu tak akan mengaku, “Nope… Never… It’s yours…” kalau menyapa saja ia enggan.

Dan sekarang aku tanya lagi padamu, siapa yang bodoh.
Aku?
Atau perempuan ini?
Perempuan yang diam-diam menangisi hatinya yang terlampau yakin pada sebuah cerita bernama Jodoh dan Kekuatan Supernya…

***

Kamarku, 22 Januari 2008, pukul 01.30 AM
(ah, it always feels good to let my fingers dancing like crazy…^_^ )

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

36 thoughts on “Aku dan Perempuan Ini

  1. Doa seorang perempuan di malam hari:

    “Ya Tuhan, kalau memang dia jodohku, dekatkanlah dia padaku. Namun jika dia memang bukan jodohku, aku tahu, hanya Engkau lah yang maha membolak-balikkan hati manusia untuk menjadikan ia sebagai jodohku. Amin…”

    *di atas sana Tuhan mendelik*

    Doa seorang perempuan di pagi harinya:

    “Tuhan… Doaku yang semalam tadi… Lupakan aja, deh… Anggap aja aku nggak pernah ngomong apa-apa… Ya, ya, ya??
    Abis, ternyata dia itu semakin nyebelin!”

    Posted by Daniel Mahendra | January 22, 2009, 2:17 am
  2. Semoga kamu berjodoh dengan DM, La hahahaha! Meski kutahu jalannya terjal dan berbatu, bertarung dengan sahabat2mu sendiri untuk memenangkan hatinya tapi percayalah perjuanganmu tiada akan sia-sia kecuali kamu berpikir bahwa ketika ia menampik cintamu adalah satu bentuk kesia-siaan huahahahaha.

    DM? DM tuh siapa, ya, Don? Ah, nggak kenal!
    Aku cuman kenal Jembret. Iya, Jembret. Bukan DM. Dia orang yang sama? πŸ˜€

    Eh, kenapa musti melulu tentang Jembret, sih, Don? Ini kisah fiktif yang aku tulis karena ingat dengan mantanku… Si George Clooney itu… Semalam tadi, tiba-tiba aku kangen sekali sama dia…. wekekekek…

    Satu hal lagi,
    semua laki-laki yang menyakiti hatiku, berarti mereka melakukan hal yang sia-sia, Don! Cewek secantik dan sebaik ini, gitu… wakakaka…

    Posted by DV | January 22, 2009, 2:54 am
  3. @DV:
    Huahuahuaaa…
    Nggak ikutan ah… Nggak ikutan… :p

    Emang mau kemana?
    Ikut Donny kerja?
    Ya nggak usah lah….. kayak anak kecil aja! πŸ˜€

    Posted by Daniel Mahendra | January 22, 2009, 4:32 am
  4. @ Daniel Mahendra & Donny Verdian :

    Heh! Batman and Robin!
    Berantas kejahatan aja deh, daripada gangguin cewek cakep!!!

    Posted by jeunglala | January 22, 2009, 6:39 am
  5. @DV:
    Wakakakakkk…
    Don, Cat Woman-nya udah bangun! πŸ˜€

    Oh My God!
    Oh My God!
    OH MY GOD!!!!!!

    Jangan memfitnah aku, Mbret!
    Aku bukan Catwoman… sumpah!
    Aku ini Poison Ivy, yang siap meracuni kalian berdua saking sebelnya aku sama kalian!!!

    GRRRRHHHHH!!!!

    Posted by Daniel Mahendra | January 22, 2009, 6:43 am
  6. DM dan Lala? Hmm ….
    DM dan Lala? Siiiip ….
    DM dan Lala? Why not?
    DM dan Lala? It’s great!

    Hehe, si Mbak Tuti ini…
    DM dan Lala? It’s Great?
    Hihihi… Bisa aja… Gosip tuh, Mbak… Mereka berdua itu kan memang selalu bahu membahu kalau lagi godain perempuan secantik, sebaik, dan selembut diriku.. hihi…

    Posted by tutinonka | January 22, 2009, 7:23 am
  7. Sounds great ! (ngikutin kata trainee-nya pak eNHa) … πŸ™‚

    Haha..
    Pak Grandis…. Ini cuman gosip!!
    *eh, eh, yang sounds great itu apa? Fiksinya atau gosipnya? hihihi*

    Posted by Oemar Bakrie | January 22, 2009, 9:02 am
  8. jeung,

    ada pertemanan antara seorang lelaki idaman bersama dua wanita. yang salah seorangnya adalah bintang sekolahan. mereka satu kelas dan baru selesai SMA. bertiga mereka mulai bikin rencana gila waktu itu…
    bikin gosip setelah kelas kita bubaran, hehehe…
    itu kan seolah-olah menambah nyawa kalau maen game udah game over. jadi kita bisa tetep punya tema untuk komunikasi gitoh…

    itu juga digosok dengan adanya sebuah desas desus, atau sekam gosip kali bahasanya. ya tinggal dikipas2 bakal jadi bara dan api.

    gosipnya,
    sang laki pura2nya jadian sama salah satu wanita itu. dimulai lah gosip itu berputar memenuhi infotemen ke temen. mulai rame di koran-koran (koq ran sih? takut yah…)

    waktu berjalan, masa pun berlalu. gosip sang lelaki idaman jadian dengan seorang wanita bintang sekolah itu pun hilang dialun badai dan ditelan bumi.

    lima belas tahun kemudian, sang lelaki idaman itu terlihat melambaikan tangan dari mobilnya yang meluncur meninggalkan sebuah rumah. tampak dari rumah itu ada seorang ibu melambaikan tangannya bersama dua orang putrinya yang lucu-lucu.

    beberapa saat kemudian sang lelaki idaman sudah berada di kantor dan ada permintaan menjadi teman dari fesbuknya. ketika diterima dan mulai berkomunikasi, ternyata teman lama. dia langsung nyolot…
    “eh kamu nikah sama si ‘bintang sekolahan’ itu kan?”

    jeung, saya ngga perlu bilang itu kisah nyata tentang saya (hehehe?). tapi ini adalah inspirasi akan masa depan yang selalu penuh harapan.

    Hihi..
    Ini cerita tentang Mas Andri dan sang Istri yang cantik itu, yang photo si Istri dipajang di sebuah salon kecantikan minus wajah dirimu itu, kan, Mas? haha…

    Inspirasi masa depan, Mas?
    Inspirasi buat siapa, ya? *garuk-garuk, karena emang beneran gatal.. hihi*
    Well, kalau yang ini, memang hanya gosip infotainment, Mas…. Ndak ada cerita begitu-begitunya… *halah, apa coba… hehe*

    Posted by tren di bandung | January 22, 2009, 9:13 am
  9. nyambung ngga seh?

    Nyambung kok…. Nyambung…. πŸ™‚

    Posted by tren di bandung | January 22, 2009, 9:18 am
  10. @DM&Lala

    Kawinn gihhhh..kawinnnn…..kekekekkekek
    sannnnnaaaa cepettttttttt

    Hayah!
    Gua musti bikin konferensi pers!!!!
    Reputasi gua… reputasi gua……
    Ancur… ancur… *nangis di depan kulkas*

    Posted by yessymuchtar | January 22, 2009, 9:40 am
  11. kontemplatif banget deh, la.
    ini menceritakan tentang perempuan yang mana tho, jeung?
    hihi…

    (blogwalking di penghujung jatah koneksi internet yang suram. hiks…)

    Waduh, ada Mbakku datang dari jauh nih… Ayo, masuk Mbak, duduk dulu… πŸ˜€

    Siapa perempuan ini? Belum jelas juga, Mbak… Bisa siapa saja… Siapapun yang sedang merasakan ini…
    Tapi kalau siapa lelaki itu?
    Sudah pasti bukan Daniel Mahendra, yang entah kenapa, beruntung sekali digosipin begini sama temen-temen….!!

    Ampun deh….
    Gua musti segera daftar ruwatan massal di alun-alun! STAT! ^_^

    *koneksi-mu kenopo tho, Mbak? koneksi mbrebet itu kaplinganku, bukan dirimu! hihi…..*

    Posted by marshmallow | January 22, 2009, 10:15 am
  12. Semoga cepat dapat jodoh ya…
    SAlam kenal dari yg jauh

    Makasih, Mr Bin…
    Salam kenal, ya… ^_^

    Posted by Mr Bin | January 22, 2009, 10:25 am
  13. (Ngikutin pak Grandis ah …)

    “It’s a pleasure to read this posting ” …
    Dan semakin geleng-geleng kepala …
    ditulis pagi dini hari …
    dan komentar pertama pun datang beberapa saat kemudian … huahahhaa …

    Apa ndak tidur ini orang-orang … ???

    But …
    Fiksi atau bukan …
    Ini kisah yang bagus La …

    (aku menunggu trigger dari kisah ini nih … )
    (Pasti ndak kalah seru dan romantisnya …)
    hihihihi

    Salam saya

    Nah, Om..
    kayaknya nih, Batman & Robin yang mengintai diriku…. jadi begitu aku tidur, mereka langsung mengobrak abrik rumahku dengan komentar-komentar anehnya..

    Oalah Gusti! GUsti! Ampuuuunnn….

    Ini fiksi, Om. Beneran. Sumprit. Kalau jari lagi kepengen nulis, entah kenapa kok malah nggak berhenti-berhenti… Nari mulu! πŸ˜€

    Bakal memicu apa?
    Romantis?
    Aduh, PERANG DUNIA, OM! Hahaha…..

    Posted by nh18 | January 22, 2009, 10:34 am
  14. waduh perempuan itu bukan si genie yang ada di rumahmu khan,aunty?
    10 jempol untuk aunty πŸ™‚

    DM & Lala??? ehhh iya gpp aunty, ga ada salahnya khan???Yuk mari aku ikutan mendukung.
    Biasanya gosip itu kalo makin digosok malah bisa terwujud lho walah opo tho yo iki hehehehe πŸ™‚

    Hehehe, Retie… Masih inget juga kamu sama Genie in the house itu… πŸ™‚
    Eh, eh.. jempol siapa aja yang kamu kasih ke aku? Mereka tahu gitu kalau jempolnya kamu pinjam? hihihi….

    DM & Lala?
    Aduh…. *masih geleng-geleng kepala dan nungguin Donny pulang kerja buat dimintai pertanggungjawaban kenapa gosip ini makin menjadi-jadi! Uedan bener!!*

    Posted by Retie | January 22, 2009, 10:56 am
  15. bagus….mbak…cerpen yang bagus. Kesimpulannya cuma satu, perempuan ini bodoh. Hrsnya jgn cuma duduk menunggu tp go outside and find “tulang rusuknya”
    xixixixixiixi…*sotoy mode on*

    Makasih, Pi…
    Perempuan ini memang bodoh, ya? Mau nunggu sampai kapan coba kalau si Lelaki nggak pernah tau isi hatinya? Broken heart kok ditakutin…. bukannya udah biasa? hehehe…

    *ikutan sotoy mode: ON and ON and ON*
    kwakakakak…

    Posted by ipi | January 22, 2009, 11:04 am
  16. Komen lagi ah …

    Lala, yg “sounds great” itu dua-duanya, ya fiksi-nya dan gossp-nya. Nah, kalau di Indonesia yg namanya gosip itu sebenernya yg beneran, liat saja infotainmen yg ternyata banyak bener-nya, ya nggak ?

    (soktahu.com)

    Waduh,
    kalau dari definisi yang Bapak sebutin itu, berarti ini bukan gosip! hahaha…
    Makasih ya, Pak… Buat sounds great yang pertama… BUkan yang kedua… πŸ™‚

    Posted by Oemar Bakrie | January 22, 2009, 11:44 am
  17. very good lala,
    I enjoy every single words on it…
    best shot darlene..

    Thanks, Babe… πŸ™‚

    Posted by julehajones | January 22, 2009, 1:14 pm
  18. Salam kenal aja deh

    oke deh.. πŸ™‚
    salam kenal juga ya… ^_^

    Posted by joe | January 22, 2009, 1:22 pm
  19. Lala dan perempuan itu….or
    Lala dengan lelaki itu ?
    I dont know……..but,
    yg sy tau dan setuju 100 %
    lelaki yg bisa memperoleh cinta Lala
    merupakan pria yg lbh beruntung
    dari Barack Obama sekalipun……hmmm πŸ™‚

    Hai, Abang Agus… Barusan aku tadi mikirin Abang, lho… *cie, cie… mikirin: kayaknya udah lama banget aku nggak maen ke ‘Medan’ sana… ke ‘rumah’ Abang…. hehehe*

    Ini bukan soal aku, kok, Bang. Ini sekedar fiksi kok… Jadi murni khayalan semata… Temen-temen di sini aja yang pada hiperbolis semua… πŸ™‚
    Bang, pujiannya selalu berhasil bikin aku GR nih… hehe.. Abang bisa aja… (mesam-mesem.com)
    Kalau aku bertemu dengan suamiku nanti, Bang… aku yang beruntung…. *dan mudah-mudahan, saling beruntung deh… biar adil… *

    Posted by mikekono | January 22, 2009, 2:04 pm
  20. Jadi bingung aku…
    ada gossip apa sih?
    celingak…celinguk

    buset aku sakit ternyata ada gossip…
    sapa yang digosiipin?
    Lala ……. ooohh itu kan biasa….
    DM ……. ohhhh itu lebih biasa lagi….
    Lala dan DM? …… oohhhh itu RUAR BIASAAAAAA….

    EM

    Hihihihi…
    yang lebih luar biasa…
    DM & EM..

    beugh..
    geger dunia blog kita yang tercinta ini!

    huahahaha…

    Posted by Ikkyu_san | January 22, 2009, 2:52 pm
  21. Lala dan perempuan itu = kembar πŸ˜†

    Lala dan DM ? hmm.. gosip yg renyah…
    *kaburrrrrrrrrrrrrrr

    Idih!
    Ibu PKK Blogor ikutan ngegosip!

    Sana, pulang!!! *lemparin sandal ke Menik yang kabur*

    Posted by Menik | January 22, 2009, 3:07 pm
  22. @Menik..
    ini bukan gosip say..
    sumpah ini bukan gosip…

    gue dan DV adalah saksi nyata….

    *kaburr yang jauhh bangettttt*

    Saksi mata, ya, Boss?
    Mana bisa..
    elo kan kelilipan poni lo!!
    wakakakaka….
    *lempar sandal yang satunya*
    *pulang nyeker deh.. hihihi*

    Posted by yessymuchtar | January 22, 2009, 4:20 pm
  23. ohhhhhhhhhh….sama DM toh πŸ˜€
    hehehehehehehe……

    cocok kok cocok…. πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€

    *kabur loh*

    Cocok apanya, Boss?
    Cocok buat sparing partner tinju? wekeke…

    Posted by Ria | January 22, 2009, 5:42 pm
  24. @DV
    Lala & DM…
    menurut penerawangan udah cocok
    nanti akan ada karya fiksi bersama….bukankah “The waiting is almost over ?”
    Sounds great…benar kan pak Hendra….

    Ikutan ngegosip…makin digosok makin siip…

    Waduh, Bunda Enny mulai jadi Mama Loreng nih… Nggak usah ikut-ikut Donny deh… Dia itu dukun gadungan… Udah diusir sampai Sydney segala tuh.. wekekeke…

    Nah, ya… Sampai nyambungin segala ke proyeknya si DM lagi..
    aduh, Bun..
    jangan deh, jangan…
    ntar ada yang marah, aku jadi nggak enak… kkikikiikik…

    Posted by edratna | January 22, 2009, 7:59 pm
  25. Oooo..maap baru pertama mampir ….gitu to gosipnya…yo wes..tak doaken saja..

    Haha..
    doakan saya masuk sorga aja, Mas… πŸ™‚
    suwun udah mampir.. ^_^

    Posted by boyin | January 22, 2009, 8:53 pm
  26. wew,
    mbak Lala mo nikah ama mas DM?
    *fast reading..gak baca postingan. hanya baca komen :mrgreen:
    waaaa selamat ya, mbak….. πŸ˜€

    btw, mbak…saya malah kepikiran gini
    kenapa si lelaki tidak pernah sadar akan keberadaan si perempuan..mungkin Tuhan yang menghendaki. MenurutNya, lelaki itu tidak pas bagi si perempuan, ato sebaliknya. Jadi, sebenernya ndak usah menunggu ampe segitunya kali ya?
    So, mbak Lala udah ndak nunggu mas DM lagi tho? Kan dia udah tau keberadaan mbak Lala.. πŸ˜†

    Wenny,
    aduh… fast readingmu berbahaya sekali! πŸ™‚
    Coba simak baik-baik ya… it has got nothing to do with anyone…

    Hayo, hayo
    jangan bikin gosip, ya… ^_^

    Makasih udah mampir lho… dan bikin aku deg2an aja baca komentarmu… hahaha

    Posted by wennyaulia | January 22, 2009, 11:33 pm
  27. yah,,maap deh mbak πŸ˜›
    boleh diedit kok sekiranya kurang berkenan πŸ˜€

    hehehe..
    nggak pa-pa…
    udah aku kasih klarifikasi kok…

    *cie, berasa artis banget gueee… hihihihi*

    Posted by wennyaulia | January 23, 2009, 12:27 am
  28. DM love LALA..hehe

    Kalo ini sih nggak diragukan lagi.. wakakaka…
    Nggak deng, Okta…
    DM kan udah punya cem-ceman… gemana seh… nggak pernah liat infotainment ya, kamu… hihihi…

    Udah ah, gosip mulu..
    itu fiksi, Okta… fiksi… ^_^

    Posted by okta sihotang | January 23, 2009, 8:54 am
  29. Saat ruh manusia di tiupkan pada janin.. saat itulah Allah telah menetapkan scenario hidupmu..
    siapa jodohmu..
    ketemu dimana..
    dan Allah akan siapkan budjet hidup untukmu.. selama budjet itu masih ada maka kamu akan tetap hidup.. saat Budjet itu sudah habis.. saat itulah kamu harus kembali pada Allah..

    itulah kenapa dibilang…
    Rizki, maut dan jodoh itu Rahasia Allah

    jodoh itu harus di kejar.. bukan di tunggu dear..

    Berarti yang bodoh tuh SI PEREMPUAN, kan?
    Bukannya AKU?
    hehehe…

    Got to be agree with you, jodoh maut rejeki adalah rahasia Allah…
    Mari kita ajak ngobrol baik-baik SI PEREMPUAN INI… ^_^
    thanks ya, Bu!

    Posted by latqueire | January 23, 2009, 11:08 am
  30. ceritanya asyik juga yah…..
    kayk aq baca novel gitu…….
    mau dong…………….

    Ow.. makasih ya, Iwan…. ini memang fiksi kok, jadi kalau dipanjang-panjangin bakal jadi novel juga.. πŸ™‚
    Mau apa?
    Hayo, mau apa nih…

    Posted by iwan | January 23, 2009, 12:42 pm
  31. *tingak-tinguk*
    woo…berawal dari nyek2an….
    terus ngongkon wong, ngejak2 DM ning FB…
    ternyata….ternyata…..
    Anisa….kamu punya saingan disini !
    *leyeh2, kipas2, sambil telpun Anisa*

    HUakakakakaka…
    wong iki muncul nang kene! wis, nyek-nyekan pun berlanjut… huakakak..

    wis tha Mas, ga usah mbok tambah-tambahi..
    wis cukup, cukup.
    Ndang teleponen Anisa kuwi… ben bocahe ga nangis kuciwah…
    haha..

    edan, edan…

    Posted by goenoeng | January 23, 2009, 1:20 pm
  32. untuk urusan jodoh, perempuan jadi mahluk yang paling aneh dan unik ya mbak? πŸ˜€
    udah lama ga mampir blognya mbak la, kangen. ^^v

    He eh, nih, Dek.
    Mau sepintar apa juga, kalau udah urusannya soal ini, malah jadi mellow surrellow nggak jelas…
    Haha… guess, we’re just women after all… πŸ™‚

    Apa kabar Dek? Sama, kangen juga euy…

    Posted by INDAHREPHI | January 23, 2009, 6:05 pm
  33. Hua haha…
    Ngakak La baca komentar-komentarnya….
    mmm…..jelasnya aku gak mau bikin ikutan kamu deg-degan baca komenku…..
    aku doakan aja deh jodoh yang terbaik buat Lala….
    kalo yang terbaik itu ….. wallahualam
    *kabur, lari, sambil ketinggalan sandal yang jauuuuuhh banget)*

    La…..minggu depan jadi kan??

    Iya nih, padahal nulis fiksinya dengan sepenuh hati, eh malah terdistraksi sama komen-komennya..
    dasar sinting tuh Batman n Robin itu! 😦

    Sabtu ini, kan?
    Jadi dong.. InsyaAllah.. πŸ™‚

    Posted by prameswari | January 23, 2009, 9:57 pm
  34. trus jodoh mbak lala yg mana nech ya??

    Huaduh, yang mana ya, Dek…
    Masih kabur-kaburan nih! hehehe…

    Posted by Myryani | January 23, 2009, 10:04 pm
  35. hmm .. aku terkesan banget baca ceritanya
    semakin terkesan baca gosipnya …
    jangan lupa undangannyaaaa….
    (*hihihihi… )

    Undangan apa, ya?
    Sebentar lagi aku ultah sih… emang, mas mau kirim kado ke Surabaya? πŸ™‚

    Posted by mascayo | January 24, 2009, 2:40 am
  36. Aahh.. gua ketinggalan baca postingan yang satu ini toh, ahahahaa πŸ˜€

    Ampe gua skip2 dulu postingannya buat baca komennya yang seru2 bener, hihihi ^o^

    Posted by Indah | November 12, 2009, 3:02 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

January 2009
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: