archives

Archive for

One of the Diamonds

(warning: there’ll be a lot of pictures)

Ketika saya bicara soal Diamonds, apa yang terpikir dalam benak kamu?

Batu permata yang cantik, namun mahal harganya?
Batu permata yang sering menjadi simbolisasi sebuah cincin kawin?
Batu permata yang mungkin nggak akan kamu beli karena harganya yang selangit?
Atau malah kamu segera berpikir:

“Eh, eh, Lala ngomongin berlian, apa dia mau nikah, ya?”

…ah, kamu ini. Saya memang mau nikah. He eh. MAU nikah, yang artinya saya INGIN menikah! Bukan saya HENDAK menikah..Β  hehehe…

Kalau yang sudah mengikuti blog ini sejak saya masih muda belia dulu *halah, sebelas bulan yang lalu aja lo bilang muda belia, La… Lo kan tambah cakep, bukannya tambah tua… hihihi*, pasti punya beberapa ide lain ketika saya bicara soal Diamonds, Permata, atau Berlian itu.

Ya, ya.

Buat yang sudah baca tulisan saya yang ini, nih, pasti akan segera terpikir untuk menjawab ini:

Diamonds itu…. permata yang mahal, yang jadi simbol cincin kawin, yang malah tidak mungkin bisa terbeli, dan ya… sebutan lain buat keponakan-keponakan Lala, yaitu Q dan Qe. Saya menganggap mereka Diamonds atau permata, tentunya bukan karena tanpa sebab. Buat saya, Diamonds are precious. Dan mereka berdua, keponakan-keponakan tercinta saya, adalah the most precious creatures in the world, meskipun sekarang mereka tumbuh semakin bandel saja setiap harinya… πŸ™‚ Continue reading

Catatan Harian

January 2009
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Celotehan Lala Purwono