you're reading...
Thoughts to Share, Uncategorized

A Better Me

Before continuing reading this, will you please stop for a while and answer my question:

“Are you in a relationship with someone who demands a change from you?”

Okay. Saya akan ralat pertanyaannya.

“HAVE you EVER BEEN in a relationship with someone who demands a change from you?”

Hey, stop right there. Saya nggak bicara soal perempuan-lelaki, yeah, girlfriend-boyfriend kind of thing. Saya bicara tentang ‘Someone’ yang artinya seseorang, who could be anyone. Siapa aja? You tell me! 🙂

Bisa sepasang orang tua yang sedang menonton televisi di ruang keluarga rumahmu, right here, right now.
Bisa seorang sahabat yang baru saja berbagi gossip via ponsel yang sekarang biayanya semakin murah karena persaingan antar provider selular.
Bisa adik kecilmu yang sedang mengintip layar komputermu dan kamu usir dengan galaknya karena kamu takut adikmu melihat ‘your special window’ yang menampilkan gambar ‘tidak jelas’… (ah, tahu lah maksud saya… hehe)
Or even your wife… your husband… your partner in life… who’s now making you tea and preparing for dinner…
And yes.
Boyfriend.. girlfriend.. someone who drives you crazy when he/she’s out of your sight.

OK. Now everything’s set.
Sekarang, please, jawab pertanyaan saya tadi: HAVE YOU?

***

Sepanjang hidup saya, sampai hari ini, I’m used to with a lot of orders.

“Lala, kamu daftar ke SMP Negeri 3 aja. Biar sama kayak Mbak Pit sama Mas Mirza…”
“Lala, kamu musti masuk IPA biar bisa jadi Dokter.”
“Lala, kamu masuk ke Fakultas Pertanian aja daripada Sastra Inggris atau Psikologi.”
“Lala, jam sembilan malam, sudah harus ada di rumah. Nggak pakai alasan apapun, pokoknya sudah harus sampai di rumah.”
And other similar “Lala, don’t do this…” and “Lala, don’t do that…” orders.

Beberapa dari kamu, atau mungkin malah semuanya, bisa jadi memiliki anggapan bahwa they weren’t orders. Itu semua adalah perwujudan dari kasih sayang seseorang terhadap orang yang disayanginya. I know, saya tidak menyesal telah mengikuti perintah Papi ketika harus masuk ke jurusan IPA karena memang memudahkan jalan saya untuk mendaftar ke Fakultas Kedokteran *which btw, I never made it :D*. Oh, tentunya saya tidak menyesal karena harus kuliah di jurusan Teknologi Pertanian jurusan Pangan dan Gizi karena selain the great materials I’ve learnt that time (…..yang sekarang udah lupa itu! Hehe) dan gelar STP di belakang nama saya, GangGila adalah the best achievement during those years.

Pulang jam sembilan malam memang bukti bahwa mereka khawatir pada saya. Meskipun saya musti nggak enak hati dengan Ly dan Jane yang saat itu masih sibuk di warung juice dan roti bakar tempat kami bertiga mencari penghasilan tambahan, but I know.. itu semua karena mereka takut saya kenapa-kenapa di jalan. Ly and Jane were neighbors that time, hanya saya yang rumahnya lebih jauh.

Those were coming from my parents, then how about my boyfriend? OK. Boyfriends… with S, definitely 🙂 Apakah mereka melakukan hal yang sama?

“Sayang, aku nggak suka kamu terlalu dekat sama cowok lain…. Nggak pantes diliatnya.”
“Sayang, don’t wear make up. Aku nggak suka.”
“Sayang, kamu pakai celana jeans yang itu aja, jangan yang ini…”
“Sayang, panjangin rambutnya dong…”
“Sayang, aku nggak mau kamu berangkat ke Bali sama temenmu yang satu itu. Kamu bakal ketularan edannya! Pokoknya aku nggak mau kamu beneran pergi sama dia…. Kalau tiket pesawatnya sudah terlanjur beli, aku ganti, deh…”

…and listened to all his sayings adalah bullshit karena saya lebih mendengarkan seseorang yang baru mengenal saya, sementara saya mengabaikan seorang sahabat yang telah berbagi rencana liburan ke Bali sejak setengah tahun yang lalu… and what makes it even worse… he left me for another girl!

Berintim ria dengan lelaki lain, which happens to be my closest friends, memang tidak pantas. Saya menyadari hal itu; with or without boyfriends, seorang perempuan yang terlalu akrab dengan lelaki tampak tidak sedap di pandang mata. OK, call me shallow, but I’m living in a world where women aren’t allowed to make moves to guys. Bisa dipandang “perempuan keganjenan”. Hey, don’t get me started by giving you the idea of how stupid people who think that when a guy does the moves, they will say, “Hm, they’re men. That’s what they are.” Silly? It is!

OK. Tentang make-up… c’mon…. is that even a crime to be beautiful?
The jeans? The most comfortable jeans I’ve ever had in life, the –long-loose-hipster-ruined colored-okay-not ruined-but-washed out-jeans? This jeans? Yay, I love it!
Rambut. Hm, have I told you that I adore women with short hair? Kalau ada wanita bersetelan jas, berjalan dengan stiletto, menenteng hand bag Louis Vitton, dan menggenggam blackberry bold di tangannya… and yes… with the long loose hair… Saya pasti berpikir: “She will definitely look more beautiful with shorter hair…” terlihat professional.

Okay, no offense buat kamu yang memilih untuk memanjangkan rambut. You’re beautiful, I know. Ini cuman personal opinion, bukan hasil survey dari lembaga survey manapun… atau dilandasi karena saya sekarang berpotongan rambut ala BCL *yang kata Lin, “BenCong Lu” instead of “Bunga Citra Lestari”! ^_^

There’s a thin line between “thoughtful” and “possessive”.
There’s a thin line between “I love you, it’s for your own good” and “I want you to listen to every thing I say… a-ah.. no ‘but’.”

OK. Mungkin berlebihan kalau saya hanya menganggapnya sebagai over possessive attitude atau bahkan hanya sekedar memaksakan kehendak pada saya, karena bisa jadi memang saya lebih cantik dengan rambut panjang, bisa jadi saya memang terlihat sangat gemuk dengan celana washed out jeans yang longgar, bisa pula memang karena saya terlihat seperti ondel-ondel saat berjalan di sampingnya.

But when it happened over and over again, I couldn’t help but wonder:

Wouldn’t it be much better if I did all of those things, naturally?
Simply because I wanted to do that, not had to do so
?

Saya adalah perempuan yang penurut; mungkin malah bukan penurut, tapi stupid, bego, o’on or any names will do. Meskipun saya bête setengah mati, saya tetap menuruti perintah mereka (by ‘mereka’ I mean ‘my boyfriend’). I kept my jeans in my drawer over the years, I didn’t put make up, I put distance between my boy friends, I made my best friend totally pissed off, and… I became a new person.

Ya. Somebody else. A girl in the mirror that stared back at me and asked, “Who are you?”
Wajah berminyak tanpa sapuan bedak. I was a total horror! 😀
Bengong ketika tahu-tahu teman saya jadian dengan teman saya yang lain.
Serta merasa sangat canggung saat menelepon sahabat saya karena saya takut dia tidak menanggapinya, padahal dulu saya selalu bertukar kabar dengannya, not every day, but very often.

Do I have to spend my whole life time listening to orders? Segala macam perintah yang saya tahu itu tidak masuk akal dan tidak sesuai dengan keinginan saya, but I have to obey every thing just because I happen to be their girl friend, their daughter? Apakah saya tidak punya kendali akan hidup saya sendiri?

I don’t need orders. I just need a manual book to guide me; before I slipping out of the track or taking me back to the track. Buku manual bernama: nasihat, saran, kritik, dan wejangan.

Saya bukan manusia pintar, pastinya. Jadi saya tetap membutuhkan itu karena saya ingin menjadi perempuan yang lebih baik setiap hari… a wonderful future-wife someday… a great daughter for my Mom and Dad…

Let me ask you something. Ya. Kamu, teman-teman perempuan saya yang pernah bilang, “Pacarku lebih suka aku berambut panjang….” Padahal kamu tahu, rambut panjang akan membuatmu kerepotan setiap hari karena tidak praktis, bahkan rontok, atau ketombe-an, atau apa lah… Ketika kamu sedang berantem dengan pacar, don’t you just want to cut your hair, as short as possible, just to piss him off?

Atau ketika kamu sebel setengah mati dengan pacarmu yang nggak suka kamu berdandan terlalu lama (hey, boys… only experts who can put on moisturizer, foundation, loose powder, compact powder, blush on, lipstick, and draw symmetric eyebrows in ten minutes… dan percayalah, buat amatiran, it would take forever! FYI, we want to look great partly because we want to make YOU LOOK BETTER as a man and a Proud Boyfriend) don’t you want to make him waits for you, long enough to make him mad?

Karena segala sesuatu yang kamu lakukan tanpa hati, somehow, it won’t do anything to you. It will change you, but it won’t make you feel, “Hey, I am a better person…” Dan kelak, ketika kamu sedang mengalami masalah dengan orang-orang yang mengharuskanmu berbuat ini itu tanpa memberimu alasan untuk, at least say something, dan tidak menerima penolakan dari kamu, you will regret the day you ever said: “Yes, I’ll do it…”, “OK, no probs…”, “Mmm.. you really think so? But… mm.. alright, tunggu bentar ya, aku mau ganti baju dulu…” Dan penyesalan hanya lahir kalau kamu telah melakukan kesalahan, kan? And then, it will lead you to something… “Apakah aku salah udah memilih dia sebagai pasangan?”

As I told you before in my  post about changing the life pattern, saya tahu bahwa selama ini saya telah menjadi manusia bisu yang menelan apa saja yang diperintahkan oleh orang-orang terdekat saya. Tidak semuanya menyebalkan, pasti. Tapi beberapa di antaranya memang hanya sebuah cara untuk menunjukkan betapa superior-nya mereka terhadap saya…

Hmm…
You know what?

I began to feel like a Genuine Hollywood Drama Queen yang berharap suatu saat kelak saya bisa menemukan seorang lelaki yang bisa menerima saya apa adanya. Is that too much to ask?

OK.

Saya tidak keberatan untuk menjadi seseorang yang lebih baik, pastinya. Menurut saya, hanya orang yang tidak menghargai dirinya sendiri kalau setiap hari yang dia lakukan adalah melakukan tindakan destruktif yang merugikan dirinya… dan dia mengetahuinya dengan sangat sangat jelas.

Karena saya menghargai diri saya sendiri, itulah kenapa saya selalu ingin menjadi seorang perempuan yang lebih baik daripada hari ini.

Saya akan menerima segala orders, saran, wejangan, atau sindiran apapun yang keluar dari mulut lelaki tercinta saya…
Saya akan menuruti semua kata-katanya…
Saya akan menghargai semua keinginannya…
Saya juga akan memahami kemauannya…
Lalu melakukan apa saja yang dibutuhkan untuk berubah.
Surely not because of the fact that he makes me do all the changes.
But he makes me
WANT TO DO those changes…

so then I will change…
In to a better me.

***

(inspired by a line from “As Good As It Gets”, a movie that always brings the chills every time I see it)

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

30 thoughts on “A Better Me

  1. Yessy : Yah yah…punya teman gak ? yang setipe kayak ayah??

    Ayah: Maksudnya!?!?

    Yessy: Iya ..yang ..baik…mau mencintai seseorang tanpa menuntut tapi cuma belajar hidup dengan seseorang yang kayak gitu..yang kekurangannya kita sebel banget ..tapi sebenarnya kita udah jatuh cinta sama hati dan orangnya…gituhh….ada gak???

    Ayah : Pertanyaan yang aneh…Mungkin aja….Mmm…

    Yessy : Apa?..aku mau kenalin ke Lala niiyyyy…

    Ayah : Bun….semua pria ..pada dasarnya akan menerima segalanya dari seorang wanita yang dia cintai. Mau bawelnya..mau genitnya..mau ganjennya..mau mantan pacarnya banyak banget…mau hobinya pake baju seksi padahal udah jadi istri orang dan punya anak satu plus juga menantu dari keluarga yang udah haji 4 kali….

    Yessy: Stop stop!…NYINDIR!!!

    Ayah: Heheheh..intinya…..wanita hanya harus menemukan pria yang tepat…yang bisa mencintai perempuan itu apa adanya….okelah dengan segala perminta yang bisa aja keluar…tapi bun..biasanya…jika permintaan itu tidak dipenuhi pun tidak apa…karena dia sudah bisa menerima perempuan itu…ya begitu itu…

    Yessy: Jadi..intinya..semua pria akan begitu yah?..cuma tunggu ketemu sama orang yang tepat aja ?

    Ayah: Iya…

    Yessy: kok jawabannya bijak siiiiii….bikin gemess ajaaa….suaminya siapaa siiiii…

    Ayah: Bun……”……………..” yuk???

    Yessy : Ayuk!!!

    ……………………………………………………

    Udah la…dah sensor!!…mau tau aja deh lo heheheheh

    Dohhhhhhhh….

    Santay deh…
    Gue setuju banget sama tulisan lo di atas…
    Dan percaya sama gue La…PERCAYA DEHHH SAMA GUEEEE!!…

    Kalo gue bilang….

    Seseorang itu akan datang …di saat yang tepat….dan semuanya La…akan indah ….pada waktunya..

    LOVE YOU !!

    Yes..
    blog lo tuh di yessymuchtar.wordpress.com, bukan di jeunglala.wordpress.com
    kenapa lo bikin posting di rumah gua???
    hehehehehe…

    But thanks, Bu..
    You know I always smile every time I read your writings… 🙂
    (eh, kalau ada beneran, jangan ragu kenalin ke gue, ya, Bu.. hehe)

    Posted by yessymuchtar | January 11, 2009, 11:59 pm
  2. Jika ada sesuatu permintaan yang datang (entah itu datang dari mana). lebih baik jika diendapkan dulu, ditelaah alasannya, kemudian dinalar apakah permintaan itu cukup tepat untuk kita lakukan.

    Yang paling penting adalah menjadi diri kita sendiri. Be ur self!

    Dengan memberikan alasan yang tepat, siapapun dia, apalagi jika dia seseorang yang mencintai kita,tak mungkin jika dia tak mau mengerti dan memahami kita.Kadang masukan seseorang itu memang sesuatu yang tidak terpikirkan oleh kita, patut kita hargai tapi bukan berarti kita harus berpura-pura senang pada hal yang tak ingin kita lakukan.

    Lagi gundah La? jalan yuk….

    Iya, Mbak. Kalau memang permintaannya itu baik buat aku, tentunya aku nggak bakal ragu untuk bilang terima kasih.. 🙂

    Kapan jalan-jalan?
    Sabtu kemarin aku benar-benar nggak bisa, soalnya udah janjian sama Linda ke TP..
    Biasalah… Kalau nggak ada agenda, suka maksa Linda buat nemenin aku jalan-jalan… hehehe….

    Posted by prameswari | January 12, 2009, 12:48 am
  3. Jadi inget lagu-nya Billy Joel, JUST THE WAY YOU ARE … 🙂

    And I love that song! 🙂

    Posted by Oemar Bakrie | January 12, 2009, 6:50 am
  4. PAGI LA!!!!

    Pagi, Bu…

    Posted by yessymuchtar | January 12, 2009, 7:06 am
  5. PAGI LA!!!!

    Iye, Bos..
    pagi.. pagi….
    udah tau gua… 😀

    Posted by yessymuchtar | January 12, 2009, 7:07 am
  6. sama dengan pak Oemar
    “I love you just the way you are”

    “Don’t go changing to try and please me…………”

    Boyfriend ku mau coba-coba minta ini itu? No way! Get lost!

    (Makanya aku juga ngga pernah minta seseorang untuk berhenti merokok kan? U know what I mean?
    Kalau kita tidak mau di”minta” ini itu, kita juga tidak boleh meminta ini itu, dan harus menerima dia apa adanya, bukan?)

    piye kabare jeng?

    EM

    Haha.. malah nyanyi dia..
    Kebayang kalau dirimu bilang, “Get lost!” pasti burung-burung merpati yang sedang makan jagung di taman segera kabur, terbang semua… hehehe….

    Jangan menuntut perubahan pada seseorang kalau memang kita tidak ingin orang itu juga menuntut hal yang sama ke kita… Meskipun ini kesannya selfish, tapi memang seperti itulah kenyataannya ya, Sis..

    Kabarku?
    Deg-degan menjelang nikahnya mbak Neph… soalnya takut kebayaku ga muat gara-gara kebanyakan makan semingguan kemarin.. hehehe… *besok fitting di tukang jahitnya.. takut dimarahin! hehehe*

    Posted by Ikkyu_san | January 12, 2009, 7:24 am
  7. yang paling gampang kalkulasinya begini:

    rumus dasarnya:
    orang begini akan dapat orang yang begini juga
    orang begitu akan dapat orang yang begitu juga

    rumus turunannya:
    kalau kita ingin dapat orang yang baik
    jadilah kita orang yang paling baik
    kalau kita ingin dapat orang yang setia
    jadilah kita orang yan paling setia
    dst…

    sehingga kohesi itu terbentuk
    karena kita perkuat chemistry itu dalam diri kita

    walaupun begini kita sama begini pasangan
    bisa dalam ikatan kimia yang tidak kita ngerti
    misal, ikatan kimia dari atom dengan kode YM sama TM
    (yang belum tahu kode ini lihat pelajaran dari komen-1)
    dilihat dari struktur atom masing2
    terlihat perbedaan yang kentara banget.
    tapi ternyata memiliki rumus kohesi yang …
    hmmm misteri???
    amazing, koq bisa berkohesi ya…???

    maksudnya kita lihat kohesi itu bukan melulu dari kesamaan
    tapi dari perbedaanpun bisa membentuk kohesi.

    demikian pelajaran IPA hari ini, silakan pelajari lagi di rumah
    minggu depan kita ulangan. selamat siang.

    teng teng teng…
    hore pulang…!!!
    kemudian kosonglah seluruh ruang kelas sebuah SMP negeri di surabaya yang sekarang terkenal banget karena dipake sama sebuah provider telepon seluler, mau?

    Posted by tren di bandung | January 12, 2009, 10:04 am
  8. deuuuh…
    si Jeung yang sekarang aja udah asik gini kok… 😀

    paket komplit, ya baeknya, ya anehnya, ya nulisnya, ya cantiknya, ya pipi chubby-nya, ya narsisnya.. dan semuanya.. 😆
    hehe..

    so, pria beruntung manakah yang kelak akan menghabiskan sisa umur dengannya.. 😆

    Let we see.. 😉

    Posted by Yuyun | January 12, 2009, 10:19 am
  9. Kamu cocok dapet bule kali, La!
    Bule2 di sini nggak pernah nuntut apapun ke istrinya kecuali nuntut cerai hahahahaha *ups yang terakhir itu nggak bener*

    Posted by DV | January 12, 2009, 10:21 am
  10. gak sabar mo liat ending cerita lu mbak…dengan siapa akhirnya dirimu berlabuh…

    tenang…tenang…butuh waktu aja kok untuk nyari seseorang yg tepat itu…kikikikikiki…

    lu , gw dan cewek2 single di luar saya…because we’re special so…jangan takut…pasti ada 😀

    Posted by Ria | January 12, 2009, 10:42 am
  11. good post..
    one another post liner… :))
    i did it once.. and i never regret it.. 😀

    Posted by noryahya | January 12, 2009, 11:16 am
  12. Langsung aja ke pertanyaanya…

    Kalo balik ke masa lalu, pertanyaan itu udah muncul di kepalaku, dan saat itu yang aku fikirkan adalah:

    Aku ngga pernah diam, dan memaksa orang untuk menerima aku apa adanya, being selfish with that doesnt gonna make it that I found someone.

    Yang ada, “aku berubah” untuk bisa di terima dengan seseorang yang ingin aku agar aku dekat denganya, dan aku berubah untuk diriku sendiri, untuk bisa diterima, aku berubah karna itulah pengorbananku. dan aku juga ngga pernah menyuruh, atau mengatakan, atau menunjuk, kalau orang itu harus berubah walaupun untuk kebaikanya sendiri.

    Aku berubah, dan aku diam tidak terlintas sedikitpun dari mulutku mengatakan kalau seseorang harus berubah, aku memilih diam dan aku memberikan sikap, sikap yang membuatnya berfikir oleh dirinya sendiri kalau dia harus berubah… jadi aku bisa bilang, Aku yang merubahnya juga seperti yang aku mau, tapi bukan menggunakan instruksi, tapi membuatnya menyadari kalau dia harus berubah..

    Saat itu, aku ngga pernah melarang, menyuruh, bahkan mendikte… semua adalah kebabasan, aku berubah agar aku dapat diterima, dan aku juga membuatnya berubah agar dia dapat bersemayam di hati selalu…..

    Posted by Raffaell | January 12, 2009, 11:57 am
  13. Aku setuju dengan komentar Mbak Noengky …

    Plus …
    Seseorang “meminta” kita sedikit berubah pasti ada alasannya …
    ada dua jenis …
    1. tipe yang seperti kamu sebut di postingan … dia minta kamu berubah … just for the sake of Him (or who ever they are … orang yang memberi order)

    2. kadang ada pula yang “meminta” kita berubah … for the sake of kita sendiri … yang kamu sebut “for better me”

    So harus kita lihat dulu / endapkan dulu istilahnya mbak nungki … ini untuk siapa … untuk kita … atau untuk mereka sebetulnya …

    And yes … aku juga ndak menafikan … bahwa “cara” meminta orang-orang itu ada banyak ragam …
    “ada yang maksa”
    “ada yang menghimbau”
    “ada pula yang cuma kasih hints-hints kecil …”

    This is my comment La …
    Cheers
    Salam saya

    Posted by nh18 | January 12, 2009, 2:14 pm
  14. sore mba lala…
    thank’s bgt bukunya… tapi baru di baca sebagian…coz, lg load kerja 😀 btw, tyan pengen bgt nee ke surabaya…kapan ya??mau wisata kuliner…he… 🙂

    Posted by tyanjogjack | January 12, 2009, 3:44 pm
  15. jawabannya, YES, it’s my wife 🙂
    awalnya cukup melelahkan, tapi akhirnya saya itu, kalau saya mengikuti demand nya, saya akan lebih baik, bukan hanya untuk saya, tapi untuk istri saya, anak anak saya, masa depan saya dan untuk saya. It’s better for ME !!

    Posted by Hilal Achmad | January 12, 2009, 4:09 pm
  16. ngena banget ni tulisan..

    aq mengalami hal yang sama
    dia merubah malboro mint menjadi strawberry jus
    dan mengganti jack daniels and X2 menjadi Club tafsir al quran yang rajin aq ikutin seminggu sekali

    so, for a very good reason, I follow all of his rule, eventough I often feel so damn sick about it!

    Adalah situasi yang sangat menyedihkan ketika kita tidak bsia jadi diri sendiri, tapi karena kita bersosialisasi dan berekspektasi oranglain memahami kita, mungkin kita juga perlu untuk dipahami orang lain dengan cara mereka

    cheers La, everything will be better =)

    Posted by julehajones | January 12, 2009, 6:26 pm
  17. kadang memang perubahan dapat terjadi tanpa kita sadari atausesuai dengan keinginan kita tapi tetap saja lebih baik menjadi diri sendiri….. and enjoy your life…… 🙂

    Posted by hanhan | January 12, 2009, 7:50 pm
  18. Pernah…
    Dan sampe sekarang semua orang slalu ngarepin aku berubah. Yang pasti aku masih mencoba untuk berubah, tapi aku lebih suka berubah klo alasannya demi orang lain(yg baik tentunya) daripada demi aku. Yang pasti aq berusha jadi lebih baik.

    Posted by sandyputra | January 12, 2009, 8:25 pm
  19. saya juga orangnya penurut mbak,
    sampe kadang2 gk bisa buat keputusan sendiri……. 😦

    Posted by Myryani | January 12, 2009, 8:58 pm
  20. life better is good 😀

    Posted by purwaka | January 13, 2009, 7:01 am
  21. Saya sepakat dengan pak Oemar Bakrie dan EM…
    Entah kenapa, karena selama ini saya bergaul dengan orang-orang yang menerima saya apa adanya, juga saya tak pernah meminta mereka berubah.

    Orangtuapun sebetulnya tak pernah menuntut harus pulang jam sekian, dan jika sang ayah kawatir si bungsu belum pulang, itu hanya ingin tahu perlu dijemput atau tidak, karena angkot di Bandung cuma sampai jam 10-11 malam di Bandung, sedang si bungsu suka lupa waktu, dan sering pulang lebih dari jam 12 malam. Tapi kalau dia bilang mau tidur di lab, ya nggak masalah.

    Cowok saya tak pernah cemburu, karena memang perilaku saya tak ada yang membuat si Dia cemburu…waduhh kalau cemburuan ya mendingan nggak jadi aja….masih banyak cowok potensial yang baik, ramah dan tidak sombong…. Karena lingkunganku sebagian besar cowok, baik sejak SMA, mahasiswa, maupun di dunia kerja….ya tentu pergaulanku lebih banyak sama cowok dibanding sama cewek.

    Kenapa kalau kaum perempuan profesional lebih baik rambutnya pendek La? Kan ini tak ada hubungannya. Zaman sekarang, di kantor-kantor (yang saya lihat di perbankan), mode rambut bermacam-macam, dari yang dicat merah, coklat, panjang dan pendek bervariasi. Cuma kalau nggak pantas, sekelilingnya pasti mencela dan diledekin terus menerus. Aturan tertulis yang ada tentang cara berpakaian, hanyalah: sopan, warna yang tak mencolok, dan jika atasan atau hem, garis-garis halus masih boleh (untuk memudahkan padu padan dengan dasi dan syal yang berwarna warni). Jika kerja, saya menyukai baju warna dasar, karena mudah padu padannya, dan bisa digunakan dalam berbagai acara, tinggal menambah asesoris…menambah make up, bisa langsung ke pesta. Ga boleh pake make up? Ahh itu sih kuno…tapi kalau berlebihan memang aneh juga, kecuali kalau mau naik panggung….

    La, yang penting jadi diri sendiri….jangan hanya karena menyenangkan pacar, kita harus berubah demi dirinya….tapi ada juga yang suka diatur lho (tentunya bukan saya).

    Posted by edratna | January 13, 2009, 11:10 am
  22. setuju sama semua pendapat yang bagus2 diatas.

    Posted by IndahJuli | January 13, 2009, 12:58 pm
  23. Hmm..

    Ntah kenapa gua selalu ngerasa orang yang terlalu banyak menuntut orang lain untuk berubah sesuai dengan keinginan orang itu sebenarnya orang yang bersangkutan itu bermasalah dengan dirinya.

    But as always, lebih gampang mencari kesalahan di pihak orang lain dibanding look into ourself and sort things out.

    And I always believe, betapapun kita udah berubah sesuai dengan keinginan dia, pasti akan selalu ada celah baginya untuk menemukan kesalahan kita yang lainnya yang menurut dia perlu diperbaiki.

    I’m not saying that kita itu udah jadi makhluk yang perfect tanpa kekurangan secuilpun, yang sama sekali ga butuh masukan dari orang lain karena sometimes me missed things.

    Tapi yaa bukan berarti tiap hal yang diminta orang lain untuk kita ubah langsung kita lakukan tanpa pertimbangan karena biar gimana we’re not robots, we’re humans yang mustinya punya bahan pertimbangan sendiri dalam melakukan sesuatu 😀

    Anywayy.. Great post, La, bikin jadi ikutan mikirr, hmm.. ^o^

    Happy Selasaa 😉

    *Jkt ujan terus euyy, gimana Surabaya?*

    Posted by Indah | January 13, 2009, 1:13 pm
  24. Met Siang Mbak lala…. 🙂

    Posted by bujanglahat | January 13, 2009, 2:08 pm
  25. wah. ini lagi rapat ya?

    Posted by noto | January 13, 2009, 4:23 pm
  26. Hello Jenglala jumpa lagi nich. Postingan yang unik 🙂 🙂 🙂
    Best regard,
    Bintang
    http://elindasari.wordpress.com

    Posted by elindasari | January 13, 2009, 5:50 pm
  27. Jeunglala memang selalu
    berproses menjadi seseorang
    yg lebih baik dibnding kemarin
    postingannya juga semakin sophisticated
    sehingga sy mesti ‘berkeringat’ dulu 😉
    kalau hendak berkomentar
    hehehe 🙂

    Posted by mikekono | January 13, 2009, 9:00 pm
  28. Dulu sebelum kenal mas bayu, mantan2ku selalu punya aturan masih-masih, ga boleh gini ga boleh gitu, tapi kadang aku merasa itu bentuk kasih sayang,aku ga merasa itu sebuah siksaan,tapi sejak ketemu mas Bayu, dia ga pernah menuntut aku harus seperti apa. Dia benar-benar menerima aku apa adanya. Aku boleh bergaul dengan siapapun (ssstttt… sampai dulu aku pernah selingkuh ssttttt… gara2 aku pikir koq nich orang ga melarang aku apa2 ya??) dari sikap mas bayu itu aku merasa sebenarnya bisa lebih menjadi diriku sendiri 🙂
    Seperti sekarang, benernya dia ga menuntut aku kurus, cuma dia memberi aku sebuah alasan pembenar dimana ya aku juga jadi mikirin untuk berubah
    “kamu akan lebih sehat kalau kamu kurusan dikit dech/ kembali ke berat badan idealmu” 🙂

    Aunty, kalau laki-laki itu menuntut demi kebaikan aunty juga baru terima tapi kalau untuk dia semata sebaiknya ga usah dech, ntar aku jadi ga ngenalin aunty lagi dech.

    Posted by retie | January 14, 2009, 2:02 am
  29. sayang….jangan gak bales komenku ya…
    sayang, jangan males2 bikin postingan baru ya…
    sayang, sering2 liat blog ku yang gak pernah di update itu ya…………
    sayang, kalo ke jakarta kita ketemuan ya…
    (hahahaha….sayang, udah gak bisa komen selaen ini apa?
    laen kali jangan suka ninggalin komen kayak gini ya say!!!
    maap…maap…..setuju ama lagunya pak oemar en mbak EM aja deh La….i love you just the way you are…..)

    Posted by rhainy | January 15, 2009, 5:26 pm
  30. Cinta tidak untuk menjadikan kita berubah menjadi orang lain. Tapi makin memantapkan kita untuk menjadi diri sendiri. Bukankah begitu, eh?

    Posted by Daniel Mahendra | January 16, 2009, 10:41 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

January 2009
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: