archives

Archive for

Reuni? Hmmm….

Inspired by: Indira in her post

Ketika kamu mendapatkan kabar berita kalau sebentar lagi akan diadakan reuni SMA, kuliah, atau apapun yang artinya kamu akan bertemu kembali dengan teman-teman atau komunitasmu di masa lalu, what’s the first thing in your mind?

Saya kasih beberapa pilihan ya?

–    Reuni?
Hmm…. Pakai baju apa, ya? Should I wear designer clothes or anything casual but trendy? Mobil apa yang musti aku kendarai, ya? Mercy yang new eyes itu kayaknya sudah musti dipanasi mesinnya biar nggak jadi sarang tikus doang di gudang! (saya jadi curiga, nih. Kalau sebentar lagi kamu nyebutin pakai acara mandi di gudang uang berisi kepingan uang logam, dengan amat sangat terpaksa saya akan nanya, “Kamu Gober Bebek, ya? Donal mana? Lagi ngepel lantai?” hihihi)

–    Reuni?
Hmm… Ketemu sama si Dullah yang direktur PT Kembang Kempis Rejeki Nggak Jelas itu, dong? Ketemu juga sama Yati yang sekarang jadi artis sinetron dan bayarannya dua puluh juta per-episod itu… Aduh, apalagi bakal ketemuan sama George Clooney yang digilai banyak perempuan itu? (dulu si George Clooney sekolah di SMA Negeri mana, sih? Kok nggak ketemuan, yah, pas nunggu bis di halte…wekekeke) Dan… pastinya… mereka pasti udah merit semua, lha aku? Jomblo nggak jelas begini… Minder euy…. Dateng nggak ya…

–    Reuni?
Asyik, bakal ketemu sama temen-temen lama nih.. Kangen sama mereka…. Nggak sabar, euy! Ntar mau photo-photoan sekalian sama si Yati, ah…. Dia kan udah jadi seleb sekarang… Terus.. mm… aku deketin si Dullah, ah.. siapa tahu ada project bagus…

OK. Itu cuman sekedar gambaran saja, karena saya yakin kalian nggak kenal dengan yang namanya Dullah atau Yati, apalagi satu sekolah sama George Clooney! Dan ya… kalau ada yang bikin nama perusahaan PT Kembang Kempis Rejeki Nggak Jelas, sudah waktunya perusahaannya diruwat massal di alun-alun! Ngasih nama kok ya serem amat… Continue reading

What a Complete Life

One time, seorang teman pernah bertanya ini:

“Eh, La.. gua kasih pertanyaan, terus ntar lo jawab ya…”
“Dapet hadiah?”

“Lo kata gua Tantowi Yahya?”

“Ya, kali…”

Setelah menunggu saya nyengir kuda sampai bermenit-menit *lebay.com*, akhirnya dia nanya juga.

“Jadi gini, menurut elo nih, La.. lo lebih deket sama siapa: sahabat lo apa temen kantor?”
“Mmm.. sahabat gua lah…”
“Salah.”
“Lah? Salah gimana? Lo ini aneh. Nanya-nanya
tentang gua, terus gua jawab, eh malah dibilang salah.
“Ya salah, Neng….”

“Idih.” “Udah, jangan sewot dulu. Gini, gini… menurut gua, ya, La… yang lebih deket sama elo, pastinya, bukan sahabat elo… tapi temen-temen kantor…”
“Hmmm…”
“Karena elo kan spent almost all day sama mereka, kan? Yang tiap hari lo ajak cekakak cekikik… tiap hari barengan makan siang… Paling lo ketemuan sama sahabat-sahabat lo cuman weekend doang, kan?”

Saya nggak pernah menyadari bahwa memang teman-teman di kantor-lah yang paling dekat dalam kehidupan saya, sampai di malam itu, ketika saya berpisah dengan teman saya usai makan di food court sebuah mal.

Iya… benar juga ya.. Yang tahu jerohan saya.. pastinya Bunda Beatrix, Senior Secretary yang duduk di samping pak kusir.. eh.. saya setiap hari. Yang tahu gimana cengengnya Lala, excitednya Lala, geblegnya Lala, jahatnya Lala, emosionalnya Lala… ya beliau ini! Saya menghabiskan 5 hari dalam seminggu, dari pukul setengah sembilan sampai setengah enam sore… dan beliau inilah yang menjadi saksi hidup betapa begajulan-nya seorang Lala Purwono.. iya, saya! 🙂


OK, Bunda memang dekat dengan saya karena p
ekerjaan kami yang sama… tapi saya juga dekat dengan seorang teman yang lain, yang dekat karena saya sepikiran, sepaham, hampir seumuran (dia lebih muda), dan punya kesamaan: sama-sama suka nyanyi (malah pernah ikutan audisi Idol segala terus nggak lolos bareng2.. wakakakaka)

Paulus.. iya, nama temen saya itu.. selalu menjadi partner saya saat pergi ke NAV karaoke, hangout di Grazia after office hours, bahkan ikut les EF barengan (dibayarin kantor). Curhat-curhatan soal guys and girls… saya nanya pendapatnya soal cowok.. demikian pula sebaliknya.. Dua tahun yang lalu, sempat punya pikiran untuk nulis novel bareng tapi sampai sekarang nggak pernah terwujud saking bawelnya kami berdua.. hihihi..


Oh ya, selain teman berbagi cerita, Paulus juga saya jadikan sebagai manequin hidup saya. Apa maksudnya? Hm.. jadi gini, karena saya ini sok ngerasa ahli dalam bidang fashion nih, saya sering mendandani cara berpakaiannya…. Alhasil... Ulang tahun kemarin, saya membelikan dia dasi dan vest rajutan… yang hari ini dia pakai (minus vest-nya, plus kemeja yang setahun kemarin saya belikan buat dia)… dan bikin saya terharu…. 🙂

You have no idea how it makes me feel…
Being surrounded by people who care and I really care about….

I’m home, with my lovely bro and his wife…
I’m having fun with GangGila…
and I have my best buddies at the office who I can talk to and share my feelings.

Oh ya…
I have you, too.. Friends I’ve met through technology!
what a complete life, don’t you think? 🙂

Well… apa lagi yang membuat saya berpikir merasa sebagai makhluk paling menderita sedunia kalau saya memiliki apa yang mungkin tidak dimiliki oleh orang lain, kan….

Catatan Harian

January 2009
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Celotehan Lala Purwono