you're reading...
Thoughts to Share

Life Patterns

How do you live your life, so far?

Struggling with the same old routines every day? Atau menurut kamu, every day is a new adventure yang akan memacu adrenalin kamu, sehingga kamu merasa sungguh bersemangat dalam menjalani guliran menit yang ada?

 Well…

My daily life is kind of boring, actually. OK, terkecuali weekend, pastinya. You have no idea how weekends could be my vi*gra! Haha… pardon my French, Sodara-Sodara. Tapi memang seperti itu keadaannya, dengan rutinitas harian yang minus tantangan (kecuali beberapa waktu belakangan sejak saya mulai bekerja sebagaimana mestinya –> menjadi Staf Personalia yang tegas dan galak, tapi cantik dan menggemaskan! hihi), weekends adalah dua hari dalam seminggu yang bisa membuat mood saya meningkat drastis …sekaligus rekening di tabungan yang terkuras cukup signifikan! (ya, ya, termasuk kartu  ajaib keluaran Bank itu juga.. huhuhu).

 Hidup saya seolah memiliki pola; and I believe, semua orang juga memiliki pola yang sama, khususnya buat pegawai nine to five seperti Lala yang akhirnya lebih mencintai modem dan laptop dibandingkan lelaki ganteng *periksa ke Dokter, La! Lo nggak bakalan punya anak kalau kawin sama laptop! 😀 * Seolah setiap hari adalah the same old fu**ing routines yang membosankan.

 Ok. I’ll share mine.

Rutinitas saya tuh…
Bangun pagi –> melakukan aktivitas pagi yang rutin (mandi, berkemas ke kantor) –> duduk di mobil Bro –> sampai kantor –> absen –> aktifin laptop dan mengkoneksi internet –> blogging –> cari makan siang –> blogging lagi (disambi ceting dong!) –> dijemput Bro –> pulang (kadang mampir ke mal dulu, kadang langsung ke rumah) –> mandi –> aktifin laptop dan mengkoneksi internet –> blogging (kadang ceting) –> terus tidur.

 …sebentar-sebentar… LO KAPAN KERJANYA, LA???

 Hihihi.. kan saya selalu bilang sama kamu… Saya tuh, full time blogger yang menyambi jadi Staf Personalia serta Junior Secretary….

 Coba, kamu perhatikan sebentar ke rutinitas harian saya tadi… Nah, what do you think? Kalian mungkin akan bilang, “Gila, La… dengan rutinitas kayak begitu, lo masih bisa idup juga sampai sekarang…” Hidih, orang cakep pantang bunuh diri! Nanti kalau di dunia cuman tersisa orang jelek aja, kan nggak seru… Nggak bisa perbaikan keturunan! Hihi…

 Well, what can I say. That’s how I live my life. Mungkin itu juga kenapa Tuhan memberikan cuilan talenta bisa menulis pada seorang Lala. Siapa yang tahu, kan?

 Saya sih nggak keberatan dibilang, “Lo ini hidup di zona nyaman, La.. Keluar napa..”
Is that even your problem, eh? *nyolot.com* Hehe…

I’m living my life, no matter how bored I could be, but still, I’m enjoying every inch of it. Jadi sudahlah, I really don’t mind. I’m bored, but I’m OK, so… I keep on doing it, over and over again.

 Hm, saya sih selalu pura-pura budeg kalau sudah diceramahi soal zona nyaman, same old routine, yang artinya saya tidak akan berkembang *meskipun sekarang lagi diet sih.. hus, apa hubungannya, Mbul!* 🙂 Sungguh, sia-sia sekali kalau mengajak saya keluar dari zona nyaman ini (kecuali dipaksa kawin sama George Clooney sehingga saya musti keluar dari kantor ini, pasti deh saya mau banget!), karena saya bakal keukeuh sumerekeuh.

 Sampai akhirnya saya berlindung pada kenyataan, “Doesn’t everybody have their own patterns?”

Yang bekerja nine to five seperti saya…. bukan cuman saya, kan?
Yang menganggap bahwa daily routines mereka adalah so boring… bukan cuman saya, kan?
Yang bilang bahwa weekends are their most wanted moments karena bakal rileksasi dan keluar dari rutinitas harian di kantor… pastinya bukan cuman saya, kan?

 OK. Kalau memang cuman saya saja yang merasakannya, please kasih saya nomor telepon MURI atau Guiness Book sekalian, biar saya telepon mereka, karena ternyata dengan menganggap bahwa hidup saya telah terpola sedemikian rupa menjadikan saya sebagai manusia yang aneh dan satu-satunya di dunia! 🙂

 Everything has pattern, that’s what I always believe.
The way we live our lives…
The way we handle things…
The way we fall in love…

And so many other things that couldn’t be written down here for I will spend my lifetime writing it! *lebay.com*

 OK, let’s talk about love pattern. Apparently, ketika saya lulus kuliah tahun 2003 kemarin, bukan predikat STP alias Sarjana Teknologi Pertanian yang saya gondol *maling, ya? kok maen gondol? hihihi*, melainkan Doctor of Love! Haha… So, talking about love is something that I’m fully understood 🙂

 Ide soal love pattern ini saya dapatkan ketika sedang bercakap-cakap dengan sahabat-sahabat saya, the craziest but sweetest women in the whole world *hey, ini blog saya, kan? terserah saya, kan? hehe*. Dari percakapan yang banyak diselingi oleh guyonan begajulan nggak penting itu, saya menemukan satu hal yang menarik; LOVE PATTERN.

 Yun –> susah jatuh cinta, sekalinya jatuh cinta, si cowok gebleknya setengah mati

Lin –> setiap dekat dengan lelaki, lalu ketakutan, ketika dicoba untuk menghilangkan trauma dan mulai membuka hati, eh taunya si lelaki naksir sama teman dekatnya (hehe, pernah kejadian sama saya… maafin ya, Bu…)

Ly –> I love you came too late! *udah, that’s it. Gua nggak bisa cari kata-kata lain, Mboi!*

Els –> kalau udah naksir cowok, biasanya si cowok tajir semua… dasar! Enak banget sih, nasib dirimuh… 😀

Tat –> ini belum terbukti (siapa suruh pacaran cuman sekali terus langsung kawin! haha.. nyolot lagi saya…)

Kalau saya?

 Easily fall for guys yang memberikan perhatian (at the right time, the right place), pacaran, diselingkuhin, putus, nangis bombai… eh ketemu cowok baru. Dan sayangnya, begitu lagi polanya…

 atau…. atau….

 Putusnya karena setelah nggak lama kemudian, baru ketahuan kalau si lelaki ganteng, bermulut manis, dan hobi bikin jantung saya sehat karena aerobik melulu itu, telah memiliki kekasih, tunangan, atau malah yang parah.. ISTRI! Huah.. menyedihkan, ya? *Kalian pasti mikir: “Duh, cakep-cakep begini, kok ya adaaaaa aja laki-laki yang tega…” Gitu, kan?? hehe*

 Bukan cuman GangGila aja… tapi juga banyak teman-teman saya yang memiliki pola di kehidupan cintanya. Misalnya teman saya, si Rin. Polanya: pacaran sama suami orang atau paling nggak, pacar orang, deh… Nggak tahu kenapa, pacaran model begitu malah dijadikan hobi… Dia bilang, “Ini takdir gue, La…” Iya, deh, Bu… Atur aja deh… 🙂

 Lalu seorang teman yang lain, who happens to think that guys at their thirty itu benar-benar cute, smart, and challenging. Kata dia, “Nggak tau deh, La… kayaknya tuh cowok seumuran gitu tuh bener-bener menarik deh…” Maybe simply because guys at their age really do know what they’re doing. Nggak melulu ngurusin hang out atau ngopi di kedai mahal, tapi juga mikir tentang how to live life more simple, fun, dengan tabungan yang tidak dibobol terus tiap bulan. (well, I kinda feel the same about guys at thirty…. or forty? Ya, forty juga… Selera saya sudah bergeser sejak beberapa tahun terakhir ini).

 …eh, tadi ngomongin soal pattern, ya? Kok malah ngaco kemana-mana?

 Lantas, ada yang salah, ya, kalau memiliki love pattern? Apa terus kemudian otomatis masuk neraka, gitu?

Well… once, ketika saya sedang makan di foodcourt bareng sama Meylinda, teman baik saya yang baru berkunjung dari Merauke itu bilang begini:

 “Kita musti melakukan sesuatu, La, supaya nggak terjebak dengan love pattern itu…” kata Meylinda ketika menyadari bahwa dengan terjebak dalam satu pattern tertentu, kita nggak akan berhasil kemana-mana. “We have to break the rule,” lanjutnya lagi.

“Caranya?” tanya saya.

“Ya, misalnya kalau biasanya kita bereaksi A, kita harus bereaksi yang lain. B, C, D, dsb.”

“Contohnya?”

“Gini, gini.. Misalnya selama ini gue selalu diem aja kalau si cowok mainin perasaan gue, ngajak nonton, makan, atau apalah itu, tapi kemudian ngebatalin janjinya seenak udelnya, gue mulai ambil sikap. Marah, kek. Nunjukin rasa kesel kek. Atau malah kalau diajak pergi lagi, gue nggak segitu available-nya buat dia…”

“Hmm…”

“Ngerti, kan?”

 Jadi maksud si Meylinda, kalau memang saya sudah tahu cowok saya itu berselingkuh, saya nggak boleh selalu merasa jadi pihak yang bersalah… dan kalau cowok gebleg itu mengajak rujuk, saya nggak boleh seenaknya aja menerima… Dan satu hal yang lain; saya nggak boleh gampang jatuh cinta! Try to be more clever, Jeung… Pilah-pilah, mana benar-benar suka, mana yang cuman euforia sesaat, mana yang sebatas kagum berlebihan…

 Dari percakapan itu akhirnya saya menyadari bahwa selama ini saya telah salah saat memberikan definisi soal zona nyaman. It’s not really a comfort zone, it’s really something else. Bisa jadi zona nyaman adalah neraka yang berwujud surga; nampak indah tapi melenakan. Begitu logika digunakan sepenuhnya, saya baru menyadari bahwa saya sebetulnya tidak nyaman, tapi saya berpura-pura untuk merasakan nyaman meskipun saya tahu, I’m struggling to pretend how happy I am every single day…

 Siapa yang nggak sedih kalau Pacar saya ternyata punya Istri, Pacar, atau Tunangan yang bakal dia kawinin?

Siapa yang nggak merasa bete surete kalau Kekasih tercinta ternyata selingkuh dan selingkuh lagi, tapi sukses membuat saya sangat percaya kalau dia sudah berubah ketika mengajak untuk reunited?

Siapa yang nggak merasa capek kalau musti putus dan putus lagi padahal pacaran baru seumur jagung? *heran deh, umur jagung kok pendek banget, sih.. mbok ya olahraga gitu lho, biar sehat dan panjang umur…*

 Nah, kalau saya masih tetap saja menjadi seorang perempuan yang seperti itu, artinya saya bodoh banget, kan? *tapi cakep, kan? hehe* Gampang jatuh cinta, gampang terjebak euforia, gampang kagum sama orang.. pacaran, berantem, selesai, goodbye, ketemu cowok baru, pacaran lagi. Hidih, mau sampai kapan???

 Well,

 I’ve decided to make a change. There’s a always first time for every thing, kan? So, I begin with these…

– Being not too available for guys
– Bisa membedakan: fling or something
– And not easily fall for guys; yang mulutnya manis dan rajin menggombal itu 🙂

 Lha. Kok urusannya cinta semua, sih, La… Kerjaan lo?
Oh… soal kerjaan nih, Guys… nggak dulu deh… Soalnya bulan ini saya mau dapet bonus dari Boss… dan ada gosip bakal ada kenaikan gaji, uang makan, dan uang transpor! Ntar deh.. kalau udah mau kawin aja… *lama dong?? hehe*

 So? What’s the point, dear?

 Maksudnya adalah…

Being comfortable is a must. But pretending to feel so comfortable is definitely unacceptable. Okay, life has its own pattern, but sometimes… breaking the pattern will give us unexpected wonderful things… and yes, nggak akan bikin saya dan kamu bored setengah mati. Sama seperti mencoba untuk memakai baju dengan motif polkadot sementara kita suka sekali dengan baju polos… It seems totally weird at first, tapi afterward, bisa jadi kamu tergila-gila dengan motif polkadot. Heaven knows, Guys.. Only Heaven who knows…

 Mau contoh lebih mudah?
(siapin ember, tas plastik, atau apalah karena sebentar lagi kamu akan muntah) 😀

Seperti seorang Lala yang biasanya begini…

p01-01-09_17191

Dengan angle kiri atas dan senyum andalan ala Luna Maya jejadian.. hihihi… Lalu memberanikan diri untuk breaking the patterns menjadi seperti ini…

p01-01-09_1725 

Dengan angle kanan, tetep rada ke atas dikit..

Hm, apa maksudnya ya, La? Hubungannya sama Life Patterns yang lo tulis sampai berbusa-busa tuh apaan dong?

Hihihi.. diada-adain aja, Pak, Bu, Adek-Adek sekalian..
Soalnya sayang banget kan, photo secakep ini cuman saya simpen di folder laptop saya.. wekekeke…

So,
Back to business.
Saya akan bertanya sama kamu: “Kamu berani mengubah life pattern kamu menjadi something different, yet exciting? Or rather stay in your comfort zone and doing nothing?

Hm, why don’t we now take a break and look at the mirror. Tidak untuk mengagumi diri sendiri *kerjaan saya nih! hehe*, tapi untuk melihat lagi… apakah refleksi itu yang benar-benar ingin kamu lihat… (hey, kalau kepingin seganteng George Clooney atau secantik Luna Maya, nggak usah ngaca, deh… operasi plastik aja! hehe)

Have a great day, everybody!

*ditulis di komputer IT sebelum orangnya dateng karena modem dan IM2 saya down! beteeeee….*

Advertisements

About Lala Purwono

Published writer (or used to be, darn!). A wife. A mom. A friend that you can always count on.

Discussion

37 thoughts on “Life Patterns

  1. vwahuahuahuaua…lucu..lucu laaa..gue ngakak di tulisan lo yang ini…
    *ditulis di komputer IT sebelum orangnya dateng karena modem dan IM2 saya down! beteeeee….*

    gue tau Se BT apa elo la..heheheh

    Anyway la…

    siapa si laa..yang bilang ..

    “Nggak tau deh, La… kayaknya tuh cowok seumuran gitu tuh bener-bener menarik deh…” Maybe simply because guys at their age really do know what they’re doing. Nggak melulu ngurusin hang out atau ngopi di kedai mahal, tapi juga mikir tentang how to live life more simple, fun, dengan tabungan yang tidak dibobol terus tiap bulan”

    Siapa La..yang bilang ..hihihi..siapa??..kok kayaknya gue kanal ya sama tuh kalimat barusan..kekeke

    Well La…

    Kenapa si lo bikin tulisan iniiiiiiiiiiiii….gue baru ajaaa mau bikin tauuuuuuuuuu..sumpah deh ..keduluan sama elo niyyyyyyyy..huhuhu

    Anyway..thankyou darling…
    This is sweet…

    And..
    Gue udah cerita belum si..laki gue pergi ke Sidoarjo dari lusa kemaren…rencana si baru pulang hari ini…
    Itulah alasannya gue bisa nelpon subuh subuh gitu say..kekekke….

    Eh ..la

    Lo mau kado apaan ni..february…??
    Gua mau cari dari sekarang aja…

    Apa!?!?

    Lo minta Model Celana dalam di paketin !?!?

    Posted by yessymuchtar | January 8, 2009, 9:27 am
  2. Lala, aku suka fotomu.. you look so gergous!

    Bicara soal patterns, satu-satunya yanng kupercaya adalah patterns lahir – hidup – mati dan selebihnya aku lebih percaya bahwa Tuhan memperbolehkan kita meliak-liukkan kehidupan selama masih dalam range kehendakNya.

    Love patterns?
    Ya, my love has been patterned to my wife..:)
    O well.. have a good day!

    Posted by DV | January 8, 2009, 9:33 am
  3. Undangan untuk rekan2 blogger. KalSel punya event besar ARUH BLOGGER 2009 akses di (http://aruhblogger.com). sampaikan kepada rekan2 blogger lainnya

    thanks

    chandra
    CP : 05117718393, 05119044028, 085251534313, 081952954056

    Posted by soulharmony | January 8, 2009, 11:39 am
  4. Hidup adalah perjuangan…slam kenal dari wong deso

    Posted by Ardian | January 8, 2009, 1:04 pm
  5. hahaha..ada2 aj dech..tumben2an aku bc tulisan mbak yg gokil gini…heheh…
    eh, aQ suka tuch fotonya…cute…asli beda tipis banget dengan Luna Maya.Xixixix

    Posted by sarahtidaksendiri | January 8, 2009, 1:23 pm
  6. luna maya
    apa lunya mana???

    hehehe…

    lagian napa sih ngomongin pola hidup koq bawa2 dia.
    lho koq, saya malah sewot yah…
    ya iya dong. luna maya, luna maya
    lunya mana…???
    mendingan tunjukin aza lu sendiri kaya gemana

    lucu ngga sih jeung bcandaan saya?
    ngga?

    ya udah yah…
    saya mau belajar lagi ke om NH18 atau ke mba yess

    Posted by tren di bandung | January 8, 2009, 2:46 pm
  7. mbak la..
    tulisan mbak la spt hidup!!
    setiap aku baca tulisan mbak la, aku spt mendengarnya langsung dari bibirnya mbak la. kayak denger suara mbak la cerita gitu… aiih jadi mikir, mbak la ini jin apa manusia ya? hehehe *piss mbak piss!! 😀 *

    Posted by indah rephi | January 8, 2009, 4:18 pm
  8. Wah … terus terang agak susah buat saya yg senengnya “main aman” aja dan agak takut mengambil resiko. Contohnya, pernah makan sama keluarga di tempat biasa mau nyoba menu baru ternyata malah kecewa dan lain waktu ke situ lagi biar aman ya kembali ke menu yg sudah biasa saya pesan … hehehe 🙂

    Posted by Oemar Bakrie | January 8, 2009, 5:19 pm
  9. kayaknya sejak saya ngeblog live pattern saya dah totally change tuh
    biasa nongkrong di pos kamling, sekarang melototin photonya jeung lala ampe berasa juling… beuh harus segera ganti pattern ah!

    Posted by mascayo | January 8, 2009, 6:18 pm
  10. yang penting sih kita menikmati aja…kalo nggak ber-pattern atau chaos malah dan kita nggak menikamati ya percuma.
    lagian se-chaos2nya kalo kita lihat lebih jauh tetep ada pola-polanya juga kok…
    tapi meskipun terpola bagaimanapun, kita emang kadang juga butuh sesuatu yang menantang…dan dan kalo udah gitu harus dipenuhi kayanya jeung…

    Posted by geRrilyawan | January 8, 2009, 6:29 pm
  11. aiss,,,, mba… live action mode… 😛

    Posted by aNGga Labyrinth™ | January 8, 2009, 10:40 pm
  12. wah kerjaannya jeung lala enak benar ……. sepertinya santai2 aja….. 😀

    Posted by han han | January 8, 2009, 11:31 pm
  13. Hari hari aku……
    Hmmm, mungkin orang orang akan bilang membosankan, yap dengan kalimat yang cukup simpel….

    Aku berangkat ke kantor, duduk di depan komputer, aku pulang kerumah, duduk di depan komputer lagi, dan seterusnya…

    Posted by qzplx | January 9, 2009, 4:43 am
  14. hahahaha….Lala….Lala…ampuuuuun!!!!
    beneran deh mo nyoba PD pasang photo di blog…dari berbagai angle…tapi kok…gak berani ya??? hahaha…mas cayo aja sampe juling La….huahahahaha…sumpah , bener2 ngakak nih La…
    postingan lucu, komennya juga lucu2.. (pak Oemar Bakri…kayak papaku yang pergi kemana2 selalu pesennya ‘nasi goreng…papa bilang “yg laen bisa aneh rasanya…kalo nasi goreng kan aman..pasti ya gitu itu rasanya!! kekekek..)
    soal life pattern…aku juga gitu2 aja kok La…tapi kan ada saat2 yang muncul untuk sedikit ‘laen’? misalnya IM2 nya bikin bete…hehehe…yah…jalanin aja La…jangan dipikirin…jangan terlalu ditargetin…apalagi soal cinta…hahaha…tuh mah kayak petasan La…bisa ngagetin…walaupun ada juga yang udah disundut malah gembos gak nyala…(perumpamaannya menjijikan ya?)

    Posted by rhainy | January 9, 2009, 7:34 am
  15. mba lala tambah cantik aza bis liburan…:D
    makasih ya bukunya..;) dikirim tgl 6 ngepas banget sama tgl lhr tyan…:) he…

    Posted by tyan | January 9, 2009, 9:14 am
  16. Pagi sahabatu………..
    makasih atas unjungannya
    oya?adakah seseorang yang secantik jeunglala untukaku?
    salam hangat selalu

    Posted by dobleh yang malang | January 9, 2009, 9:40 am
  17. “Kamu berani mengubah life pattern kamu menjadi something different, yet exciting? Or rather stay in your comfort zone and doing nothing?

    Noup … Buat apa dirubah …
    coz my life pattern is already exciting …
    exciting or not ? It’s in your heart …

    So let’s make our comfort zone exciting … !!!

    Posted by nh18 | January 9, 2009, 10:28 am
  18. Zona nyaman dan zona baru?
    Ah, pertanyaan klasik banget.
    Dalam hal pesan makanan, aku selalu pengen menu baru, sementara istriku cenderung pilih safe alias menu standar.
    Tapi dalam dunia karir aku cenderung enak di zona nyaman, sementara istriku senang mencari tantangan baru.
    Nah, ternyata zona nyaman dalam satu hal tidak bisa digeneralisir ya…
    Itu saja…

    Posted by Hery Azwan | January 9, 2009, 10:54 am
  19. Saya setuju nih sama komentar Trainer..
    “Let’s make our comfort zone exciting”..

    Karena memang kita bukan pelari yang terus menerus berlari. Ada saat break yang harus menyenangkan kita. Pada saat break itu kita masih bisa berpikir mengenai plan kita berikutnya. Tapi jangan kelamaan break.

    Eh, ..kok daku merasa komen ini gak nyambung ya,..hahaha :mrgreen:

    hey, nyambung kok… nyambung banget… 🙂
    memang, yang penting tuh gimana menjalaninya..
    menjalani lho.. bukan meratapi.. hehehehe…. 😀

    Posted by p u a k | January 9, 2009, 10:56 am
  20. Satu lagi.. kamu cantik di foto itu la.. siapa bilang koyo simbok2.. ayune koyo ngono.. atau setting angle nya yang pinter ya??.. hehehe kidding, la. Peace! 🙂

    nah, satu lagi nih orang yang khilaf bilang aku cantik.. hehe…
    ini mah soal pinter-pinternya menempatkan posisi, jeng..
    angle-nya itu lho….
    beneran! aku sih nggak kidding2an.. hahaha…. pis ah… *pipis maksude… hihihi*

    Posted by p u a k | January 9, 2009, 11:00 am
  21. Apa kabar jeng ??
    wAH… very..very..very beautiful girl … 🙂

    buaeeekkk…
    apalagi setelah dipuji.. hehehe…

    eh, tapi itu di photo doang..
    aslinya biasa aja, kok..
    biasa dituduh kayak Dewi Sandra, maksudnya… hahaha….

    Posted by bujanglahat | January 9, 2009, 11:30 am
  22. hehehehehe, tulisan2 seperti ini yang ngangenin dari Lala 😀
    Hampir sama La, keadaan dirimu sama aku, dibawa senang aja.

    Tulisannya aja ya, Mbak..
    orangnya nggak? hehehe…

    He eh, dibawa seneng aja, ya, Mbak… sing penting hepi.. hehe…

    kangen euy sama mbakkkk….

    Posted by indahjuli | January 9, 2009, 12:35 pm
  23. salam kenal, boleh tukar link maz?

    http://ruzh.blogspot.com

    info lowongan kerja dan karir

    Hua..
    cakep2 begini dibilang Maz..
    duh, kasian banget nasibku….. 🙂

    Silahkan lho, kalau mau tukeran link… ^_^

    Posted by Lowongan Kerja dan Karir | January 9, 2009, 1:15 pm
  24. setuju La, break the pattern… sering diselingkuhin ama pacar..sekali-kali kita yang selingkuh duluan… 🙂

    huakakakaka..
    ini nih.. bener-bener ide yang sangat brilliant! 😀

    Posted by hawe69 | January 9, 2009, 1:30 pm
  25. kalow saya sekarang lagi ngejalanin life pattern yang bener2 beda dari sebelumnya… kalow sebelumnya makan tinggal leeppp, tidur tinggal lheeess……… sekarang dengan satu keputusan bulat untuk merantau, laperrr ya mesti masak ndiri…. (hu hu hu mana si baby juga laperan kayak maknyaam, he he heee)… mau tidur mesti mastiin kondisi rumah terkunci, etc… plus tetek bengek yang gak bakal saya jumpai kalow saya cuma nongkrong di zona aman saya sebelumnya..

    but, i love this.. it’s more … apa ya La nyebutnya?? BIKIN HIDUP LEBIH HIDUP..!!

    Wah, wah…
    coba deh, Mbak perhatiin. Kayaknya komentar mbak ini memuat beberapa iklan.
    Yang pertama… tinggal leeppp… Iklan sosis siap makan..
    yang kedua… bikin hidup lebih hidup… iklan rokok itu…
    hahahahaha…

    tapi emang.. first time is frightening, tapi ketika dijalanin… it’s so damn good! 😀

    Posted by nA | January 9, 2009, 1:41 pm
  26. Panjang banget. 🙂

    Hihihi..
    itu baru tulisannya…
    kalau saya ngomong, bisa nggak selesai2, Mas.. hehehe…

    Posted by imcw | January 9, 2009, 1:56 pm
  27. I’ve tried it sist, and it feels scary and great at the same time. Entering situation out of your comfort zone….thrilling is the right word for that I guess 🙂

    Posted by 1nd1r4 | January 9, 2009, 5:09 pm
  28. Hihihi… Lala, Lala syalala… hueheheh malah nyanyi. Satu patternmu yang sulit berubah adalah, menyisipkan foto diri dalam postingan! Hueheheh memang benar kamu sanguinis sejati dik. 😉

    Hei, kamu udah baca buku Who Moved My Cheese? 🙂

    Posted by agoyyoga | January 9, 2009, 5:47 pm
  29. La, yang penting jadi diri sendiri, mana yang dianggap Lala paling aman dan menyenangkan. Masing-masing orang memang berbeda.

    Saya bosenan, dan suka tantangan, tapi kenyataannya bisa bekerja dalam satu perusahaan selama lebih dari 27 tahun….tentu saja setiap kali dipindah ke unit kerja lain. Untuk mengatasi kebosenan, saya cari kegiatan lain, yang menantang, dan menyenangkan (buat saya, tentunya), asal tidak melupakan anak-anak dan suami .

    Posted by edratna | January 9, 2009, 6:42 pm
  30. Sepertinya kamu mau bersekongkol dengan anggota Geng dan Sahabatmu yang lain, untuk mengaduk-aduk takdir dan mengubrak-abrik rumus alam yang sudah berjalan jutaan tahun (sepanjang sejarah peradaban). Aku salut atas semangatmu, dan ingin juga membacanya sampai suatu saat blog diberhentikan dari alam raya. Selamat berjuang.

    Posted by sonyssk | January 9, 2009, 7:45 pm
  31. hhe,, lucu

    Posted by kahfinyster | January 9, 2009, 10:05 pm
  32. aku juga termasuk pecinta status quo alias zona nyaman, la. sayangnya *hayah* perjalanan hidupku jarang membolehkan begitu. jadilah aku hidup penuh dengan ketidaknyamanan. (apaan sih?)

    sebagian orang memang butuh pompaan adrenalin yang terus-menerus untuk bisa merasa hidup. tapi seperti kamu bilang: orang cakep pantang bunuh diri. berarti orang cakep bakal hidup sampe ajalnya, dengan atau tanpa adrenalin yang melimpah! wakakak!

    (analisa yang aneh)

    Nah, aku ini pecinta tantangan benernya, tapi malah kejebak *or menjebakkan diri ya, Mbak? hihihi* di zona nyaman. Trying to get out sekarang…. Makanya aku ngiri banget sama dirimu yang jalaaaannn mulu itu…. 🙂
    Ya, biarpun itu analisa yang aneh, tapi kenyataannya, emang sayang banget kan kalau orang cakep yang bunuh diri? Pemanis kehidupan gitu… Yang jelek-jelek aja, deh.. monggo… silahkan… wakakakakakakak…

    Posted by marshmallow | January 10, 2009, 8:54 am
  33. Uhm.. comfort zone? uh.. i wish i could

    Hmm…
    I’m in my comfort zone and trying to get out.. 🙂

    Posted by Huang | January 10, 2009, 10:20 am
  34. Coba jujur ma aku,aunty yang bilang kamu kayak LUNA MAYA itu sapa?? ayo jujur ma aku, sapa orang itu??
    APa ga salah dia bilang??

    hahahahhahahahaha

    becanda aunty….. jangan nangisss yaaaa….
    Zona nyaman?? Kayaknya koq ga cocok ma aku ya hihihihi masih inget ceritaku khan?beberapa bulan sebelum aku nikah 🙂 saya suka tantangan 🙂

    Aku yakin suatu saat pasti ada laki-laki yang betul-betul khilaf upppssttt salah nulis maappp
    serius nich, aku yakin suatu saat pasti ada laki-laki yang benar-benar mencintaimu dengan TULUS.

    Posted by retie | January 10, 2009, 10:32 pm
  35. zona nyaman memang enaknya di break…bukan kit kat ya 😀
    ayo jueng…kapan mematahkan love pattennya ??? dengan kejuta sebuah undangan buat gw 😛 hehehehehe…
    *kabur sebelum di timpuk*

    Posted by Ria | January 10, 2009, 11:25 pm
  36. lohlohloh…..love came too late…
    nahnahnah, saya mau protes,….
    mengingat pengalaman berkisah-kasih saya yang gak sampe sebanyak jari sebelah tangan,
    love came tooooo late jelas gak bisa dijadikan patokan ‘patern’ kaleeeeee

    😡 Lilyana

    nb: peringatan bagi pembaca……apa yang ditulis oleh jeung lala ini kurang didasari riset yang mendalam, dan kurang adanya konfirmasi kepada pihak sumber.
    tapi saya sih cuek aza, gak keberatan ataupun merasa perlu menuntut, bener, suer!!
    selama ketidakkonfirmasian itu tidak menyangkut saya!!!
    ^_^

    Posted by lily | January 13, 2009, 8:50 am
  37. aq lebi suka hidup penuh aerobik, alias penuh tantangan, it makes me feel so alive, so alive! dan membuat gw juga bisa membiayai liburan sana-sini gw…secara menganut prinsip workd hard play hard.
    bahkan weekends pun aq lebi suka nongkrong depan PC, mikirin redaksi nya newsletter daripada kelayapan di mall

    hmm… pattern, kita yang buat bearti kita juga yang bisa ngerubah, aq kyny pernah bilang de sm lala, waktu aq cerita aq punya mantan 12 (or ten? lupa), trus temen aq bil, keledai aja cuma jatuh sekali, masa elu jatuh sampe 12 kali Ni, so aq belajar banget dari situ…

    Enjoy your life Girl, in watever you want it to be

    Posted by julehajones | January 13, 2009, 9:25 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Catatan Harian

January 2009
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Celotehan Lala Purwono

Advertisements
%d bloggers like this: