you're reading...
Jogjakarta's Stories

Jogjakarta’s Stories (2): A DATE WITH DESTINY

Do you knowย  a woman who always says, “I have no date to go with on a wedding reception..”
Or on a casual garden party held by her boss?
Or even a simple dinner and movie thing?

Well… saya adalah tipe-tipe perempuan yang menganggap bahwa pesta resepsi pernikahan, pesta kebun, atau pergi menonton bioskop yang dilanjutkan dengan makan malam (atau siang, atau pagi… anytime, yang melibatkan public places, membutuhkan teman or dates. Iya. For me, tiga contoh kejadian di atas adalah kejadian-kejadian yang mewajibkan saya untuk membawa “someone”. Untuk jadi temen ngobrol saat gugup nggak penting juga saat mengunyah spageti carbonara yang super yummy di sebuah restoran. Having company while doing those things is a must! Jadi jangan harap saya bisa tenang kalau berangkat sendirian. Saya butuh plus one. Ya, ya, ya. I am that terrible, spoiled, and really, boleh dibilang tidak mandiri.

Some people may say, “Hey, once in a while, lo musti bisa menikmati your ‘Me-Time’. Dan ya, yang gue bilang sebagai ‘Me-Time’ adalah WAKTU ELO, bukan elo dan seseorang atau orang se-kelurahan sekalian…”

Or say, “Seru lagi, La. Lo lebih bisa bebas melakukan apa-apa sendirian…”

…oh, darling! I’ve had it pretty much enough. Saya terbiasa melakukan apa-apa sendiri when I’m at home! hehe… And please, be my guest to call me a spoiled girl, because… hey! I am! Mengharuskan memiliki plus one or a date saat melakukan tiga hal tadi memang terkesan sangat mengada-ngada dan tidak perlu, tapi that’s who I am. It’s just simply because I love being able to talk while I eat, to share my nervous while attending some casual or maybe even formal parties, and yes… to laugh with when I see a movie and discuse it when it ends.

Terlebih lagi…
Punya keharusan semacam itu tidak membuat saya masuk neraka, kan? So? Is that even a big deal?๐Ÿ™‚

Saya memang perempuan yang akan berkata, “Sorry, gua nggak bisa dateng ya, Say.. Gimana ya? Gua nggak ada yang temenin, nih…” Dan biasanya, ini adalah alasan klasik yang dibenci teman-teman saya. Okay, kalimat tadi tidak akan keluar dari bibir saya when it comes to my wonderful GangGila. Bisa dikitik-kitik pake bulu ayam sampai mati saya kalau saya nggak datang ke acara penting mereka hanya karena I don’t have company to go there!๐Ÿ˜€

Have no date… jadi maaf ya, Mbak… mungkin saya nggak bisa dateng
Have no date, nih
… bisa dipindah ke jam atau hari lain?
Have NO DATE… Ya, ya, ya. Klasik? Mau gimana lagi? Gua bakal jadi the first one to come kalau gua ada yang nemenin…

I am so pathetic, aren’t I?๐Ÿ˜ฆ

Dan demi mengubah segala keajaiban gila ini, saya pun melakukan banyak perenungan. Semedi di gunung Semeru, melakukan perjalanan ke Tibet, sampai mandi kembang tujuh hari tujuh malem, plus makan kemenyan segala! (Dan kalau ada di antara kamu yang percaya saya melakukan itu semua… well guys, you really are so mean!!! hehe)

Why do I even bother to do all of those things?
Wanna know why?
Hm, karena kini saya sadar betul.. It’s just too damn pathetic for a woman in my age (hampir dua sembilan!) untuk punya pikiran bahwa having a date saat datang ke acara-acara tertentu adalah keharusan. For an almost twenty nine years old woman like me, it’s just so sad to put ‘Having a Date’ as my number one priority before beautiful dress, nice stiletto, and gorgeous make-up!

And besides..
There’s no such thing as “No Date”.
Because you know what? We’re actualy having a date, everyday.
Yah. A date.
….With destiny.

Just like what I had… a couple of hours ago.

jogja

Yeah, my lovely friends…

I just got a special date with destiny!
Seperti yang kamu lihat barusan; pictures of me, Mbak Tutinonka, and Bunda Dyah Suminar, having dinner at Omah Dhuwur, Jogjakarta, adalah satu contoh nyata bahwa saya sedang ‘berkencan’ dengan destiny atau takdir atau apalah namanya.

Kenapa saya bilang begitu? Hm, karena a casual dinner di sebuah restoran cantik beberapa jam yang lalu adalah tanpa rencana. Well, to be exact, it was planned on eight o’clock PM, malam sebelumnya, when I was at Ambarukmo Plaza with my bro and his wife. Sebuah rencana yang disusun setelah sebuah SMS dari Bunda Dyah Suminar mampir ke ponsel saya dan bikin saya terkaget kesenangan.

Bagaimana tidak?

Saya berangkat ke Jogjakarta tanpa bermimpi untuk bisa bertemu dengan Bunda Dyah Suminar yang kegiatannya sangat padat juga dengan Mbak Tutinonka yang pastinya sangat repot dengan agendanya sendiri. Hey, saya musti tahu diri. Liburan panjang begini, what do you expect? Saya nggak ingin merepotkan mereka dan terlebih: “La, Bunda tuh istri Pak Walikota Jogja dan yang namanya Mbak Tuti itu pasti punya agenda sendiri dengan keluarganya, dengan kegiatan kampus dan sosialnya… So, plis deh…”

Even though saya menulis di blog mengenai agenda saya di Jogjakarta, tapi saya sama sekali nggak menyangka kalau beliau-beliau itu sempat membacanya. It’s holiday. It’s not blogging time. Mereka pasti bukan seperti saya yang doyan banget ngeblog padahal sudah tahu badan pegel kayak pejuang PETA yang dipukulin tentara Jepang! (emang pernah? hehe)

Date with destiny.
Ya, saya berkencan dengan takdir ketika tiba-tiba saja Bunda mengabari bahwa beliau membaca posting saya yang terakhir dan mengajak saya bertemu! Gila, kan? You know that it was really a slim chance, don’t you? Bisa saja Bunda membaca cerita saya itu ketika saya sudah kembali ke Surabaya, kan? Bisa saja Bunda baru sadar setelah besok pagi saya direpotkan dengan urusan pernikahan saudara di Magelang, kan? Kenapa Bunda membacanya ketika saya memang memiliki waktu untuk bertemu?

Well, jawabannya mudah.
Because it was totally a date with destiny.
A date where you just can’t say no and play along with it…

So, beberapa jam sebelum menulis cerita ini, saya bertemu dengan dua orang blogger yang berasal dari Jogja; Bunda Dyah Suminar dan Mbak Tutinonka. Keduanya adalah bloggers yang saya kenal lewat blog Om Tersayang saya, NH18 (yang pastinya saat membaca posting ini langsung iri berat karena saya yang duluan bertemu dengan beliau-beliau ini ketimbang dia sendiri! hihi.. maaf ya, Om..) Lewat SMS, Bunda memberitahu kalau beliau akan mengajak saya makan malam selepas Maghrib bersama dengan Mbak Tutinonka dan seorang sekretarisnya yang hobi photo-photo itu, alias Mbak Nina.

We had a casual dinner di sebuah restoran yang sumpah, baguuussss banget! Omah Dhuwur, namanya. Yang kata Bunda, “Kalau sedang nggak hujan, lebih cantik lagi, Jeng..”

Hm, Bunda.. hujan begini sudah keliatan cantik, apalagi kalau nggak hujan, ya? Kita bisa pilih duduk di outdoor, diterangi dengan lilin yang temaram, serta lampu-lampu kecil yang sanggup menciptakan aura super romantic! (Duh! Pacar saya kemana, ya?๐Ÿ˜€ )

Saking romantisnya, saya menyeletuk, “Ah, kayaknya kalau photo pre-wed di sini pasti keren, deh..”
Dan si Bunda segera menjawab, “Lha iya, pre-wed di sini aja…”

Masalahnya, Bunda..
Adakah lelaki yang punya keberanian di atas rata-rata untuk menikahi seorang Lala yang bawelnya ampun-ampunan dan doyan makan ini?๐Ÿ™‚

Ketika saya mengucapkan itu sambil mesam mesem nggak jelas, Bunda, Mbak Tuti dan Mbak Nina tertawa. Apalagi kami berempat seolah sudah bertemu lebih dari satu kali sehingga bisa dengan asyiknya sambar-menyambar percakapan sampai susah menghentikan mulut ini untuk tidak berhenti tertawa atau tersenyum. Percayalah. It was definitely, fun!

Memang tidak banyak cerita yang bisa kami bagi saat makan malam tadi. Karena keterbatasan waktu, kami musti menyudahi kencan kami ini pukul setengah sepuluh malam. Well, they’re housewives, after all. Jadi memaksa beliau-beliau untuk terus berkencan dengan saya yang sanggup melekan sampai Subuh adalah tindakan yang tidak humanis sama sekali! hehe..

So then I went home… iya, ke hotel. Bunda pastinya tidak akan nekat mengantarkan saya ke Surabaya, kan?๐Ÿ™‚ Sampai di hotel, saya meng-copy photo-photo hasil bidikan Mbak Nina (okay, Mbak Tuti dan saya pun beberapa kali bergantian menjadi photographer dadakan) ke laptop dan ketawa ketiwi ketika melihat preview-nya di LCD laptop saya; ini karena setiap photo yang kami lihat seolah bernyawa dan bercerita tentang setiap detil kejadian yang terjadi saat itu. Ah.. sungguh menyenangkan…

“Jeng, mustinya kalau masih lama di Jogja, Bunda mau ngajak keliling-keliling lho…” She mentioned few hot spots in Jogjakarta, gladly.
“Iya, Bunda. Sayangnya besok musti ke Magelang dari pagi…”
“Terus kapan balik Surabaya-nya, Mbak?” Mbak Tutinonka ikut bertanya.
“Hari Minggu pagi, Mbak. Soalnya mau mampir ke Klewer dulu…”
“Lah, berarti besok nggak bisa ketemu lagi dong, ya..”
“He-eh. Tapi aku sering ke Jogja kok, Mbak. Paling nggak setahun sekali, jadi nanti kalau ke sini lagi, aku kabarin ya…”
“Iya.. jangan lupa..”
“Eh, lagipula..” Tiba-tiba saya teringat sesuatu. “InsyaAllah tanggal 7 sampai 9 Maret nanti kan aku sama Mbak Imelda mau ngadain Kopdar Blogger di Jogja, Mbak…”
“Lho, iya tho?” tanya Bunda.
“He-eh, Bunda. Jadi rencananya, kita mau liburan di Jogja barengan sama blogger-blogger, nginep di Villa, terus jalan-jalan bareng… InsyaAllah, bakal ada kegiatan sosialnya segala.. Ini memang masih belum fix dan sebatas rencana, walaupun Mbak Imelda sudah mulai atur, sih… Nanti, kalau sudah fix berapa urunannya sekaligus detil acaranya, baru akan kita announce secara resmi di blog sekaligus membuka pendaftaran siapa-siapa saja yang bisa ikut. Bunda sama Mbak Tuti bisa ikut, kan?”
“Wah, Nin.. agendaku tanggal segitu gimana? Ada acara?” Bunda bertanya pada Nina, sang Sekretaris yang segera bilang kalau tanggal segitu Bunda sedang tidak ada kegiatan, walaupun kemudian diralat kalau sebetulnya ada acara tentang pagelaran Batik.
“Malah asyik, Mbak Dyah, kalau nanti kita bareng-bareng ke sana,” timpal Mbak Tuti. “Bisa dimasukkan ke agenda tuh, La..”
“Ya, wis, mudah-mudahan acaranya jadi ya…”
“Iya, kita ketemu lagi ya, Bun, Mbak… Bulan Maret nanti..”

Ya, January 2nd, 2009 was my first date with two bloggers who happen to be the famous people in Jogjakarta๐Ÿ™‚
I hope, I will meet them again in another dates.

Well, inilah susahnya kalau berkencan dengan destiny: we could only arrange and plan the whole thing, tapi kita nggak akan pernah tahu, apakah kencan itu bisa benar-benar terjadi, or not.

Yang jelas,
Whether it’s going to happen or not,
I will always keep my strong belief, that someday somehow, I will have another unexpected dates in my life.

And that’s the fun part. I’m totally clueless who’s going to be my date and how it’s gonna be!
Don’t you just love that?

Hell yeah.. I do!
Care to join the club?ย ๐Ÿ™‚

Special thanks to:
Bunda Dyah Suminar for taking me to a beautiful restaurant
Mbak Tutinonka for the important advises
Mbak Nina for taking care of documentation matters๐Ÿ™‚
And most of all.. for the countless laughters and sweet memories we had earlier.
Definitely, it was an unforgetable date.. ever! Thanks a lot yah..

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

24 thoughts on “Jogjakarta’s Stories (2): A DATE WITH DESTINY

  1. *manggut-manggut*

    Posted by DV | January 3, 2009, 6:09 am
  2. Wajib nih….tuan rumah…eh nyonya rumah mesti komen nomor satu…
    Mbak Lala…Bunda,mbak Tuti…mbak Nina…sangat senang bisa ketemu dan ngobrol…pokoknya lain waktu,asal…diatur jadualnya..( waduuuh…sok sibuk ).Bunda dengan senang hati akan bersama mbak Lala ketika di Jogja.
    Btw…harus janji loh..kapan mau undang kami ke Surabaya…untuk menghadiri pesta pernikahan….?Bunda doakan…segera ada ( atau sdh ada…sulit milih nih ??)..jodoh yang saleh,manfaat dunia akhirat…

    Posted by dyah suminar | January 3, 2009, 6:16 am
  3. Waaaa….date nya seru banget La……
    menyenangkan sekali …….
    *balik ngebayangin pas ketemuan kita kemaren*
    pasti menyenangkan bertemu Bunda Dyah dan bunda Tuti, kamu beruntung banget…
    Seneng liat foto-fotonya, lucu.., ada keterangan ala kartunnya juga….

    Posted by prameswari | January 3, 2009, 7:13 am
  4. Ck … ck … ck, beginilah kalau Jeung Lala menulis. Bener-bener deh, komtemplatif. A date with destiny. Saya nggak terpikir sampai kesana, meskipun ketika disms Mbak Dyah saya merasa seperti kejatuhan bintang (berat dong?!) karena nggak nyangka akan bisa ketemu Jeung Lala.

    Dan prolognya itu lho … euiii …. berliku-liku, indah nian kalimatnya. Saya mah kalau nulis ‘to the point’, bahkan kadang-kadang ‘point’nya sendiri ketabrak …. hehehe …

    Jeung Lala, Mbak Dyah, terimakasih sudah menyertakan saya dalam makan malam yang indah … Hm, nggak sabar nunggu kopdar bloger bulan Maret!

    Posted by tutinonka | January 3, 2009, 9:23 am
  5. Jeung lala,
    berutntung sekali bisa kopdar dengan 2 seleb yogya ini, atau Bunda Ds & Mbak Tuti yang beruntung bisa ketemuan dgn jeng lala seleb sby..qiqiqi…sama saja.
    Yang jelas, saya jadi ngidam pengin kopdar juga dengan Anda bertiga…

    Kenapa ke Klewer nggak mampir ke gubug saya ?

    Salam manis

    Posted by ayik | January 3, 2009, 9:45 am
  6. begitulah bukti sebuah ‘blogship’. komunikasi dan suasana itu ternyata terbentuk. dengan yang belum ketemu saja bisa sedemikian dekat, kaya sudah bertemu berkali-kali.

    so, apa yang membuat kita ragu untuk terus berbuat yang terbaik di dunia blog ini. berikan yang terbaik di sini. dan kita akan menikmati kebaikan yang berbalik kepada kita.

    kebayang kalau semua orang bisa sebahagia itu ketika saling ketemu. bertemu atas pertautan hati yang telah terjalin hanya dari sebuah rangkaian huruf. namun karena keluar dari hati, maka nembus ke hati.

    hmm, jadi ngiri pengen begituan pula…
    a date with destiny,

    Posted by tren di bandung | January 3, 2009, 9:46 am
  7. wah … kopdar-nya asyik tuh, ntar kalau ke jogja mau nyobain “omah dhuwur” ah kan sudah di-rekomendasikan oleh ibu walikota dkk … hehehe

    sementara sekarang mau ke “dhuwur omah” alias genteng (masang antene tipi … hihihi)

    Posted by Oemar Bakrie | January 3, 2009, 9:49 am
  8. Sadar salah nulis nama Lala Purwono jadi Lala Purnomo, aku lompat ke Blog-nya Lala untuk meralatnya.
    Satu hal yang hebat dalam pertemuan tiga wanita yang hebat pula. Pembaca ikut senang mendapat bocoran ceritanya. Selamat Tahun Baru.

    Posted by sonyssk | January 3, 2009, 10:09 am
  9. IRI…..

    Posted by yessymuchtar | January 3, 2009, 10:31 am
  10. Kalo aku yang termasuk biasa sendirian aja, soalnya gak laku, boro boro ada yang mau nemenin, hahahaha, jadi ada ga ada, sendiri ga sendiri ga masalah, dulu pernah ngerasa, berat juga, tapi cuek ajalah, gak mati juga kalo ga sendiri….. tetap melangkah, eh taunya sekarang malah lebih tegar jadinya, gak rapuh…… gak ada istilah ga ada lo gw mati..hahaha

    Posted by Raffaell | January 3, 2009, 11:44 am
  11. Hhmm..

    Ceritane panjang Euy, aku ga kelar bacanya he he..

    Tapi seru kok..

    Posted by bocahbancar | January 3, 2009, 2:54 pm
  12. hmmmm……kopdar yg
    memesona dan mengharukan
    kental dengan nuansa silaturrahmi
    dan ketulusan hati……
    the best kopdar of the year

    Posted by mikekono | January 3, 2009, 4:05 pm
  13. Lalaaaa…..
    yah aku ketinggalaan…hikksss….
    coba itu kejadiannya seminggu yang lalu kan aku ada disitu.. (eh, ge er.. emangnya diajak? ..:) )
    well, it’s not my destiny I guess… hihihi…
    it’s yours definitely !!

    Menyenangkan sekali,
    ikut senang deh ngelihatnya
    Moga-moga bisa ketemuan Maret nanti yah !!

    Posted by tanti | January 3, 2009, 8:27 pm
  14. wow… what a story..
    yes it is like a fiarytale
    a destiny just for my sis

    miss u too sis
    EM

    Posted by Ikkyu_san | January 4, 2009, 6:17 am
  15. La, buku kmu ‘the blings of my life’ di surabaya udah ada blom ya? tolong balasnya ke blogku aja ya.. thx

    Posted by Meidy | January 4, 2009, 11:06 am
  16. can we have a date before I’m leaving next month?๐Ÿ™‚

    Posted by 1nd1r4 | January 4, 2009, 4:07 pm
  17. Aku setuju dengan Bro …
    Ini indah sekali …

    Aku pun setuju dengan statement Lala …
    Aku iri …
    Eniwei … seperti yang selalu saya bilang …
    Saya selalu tersenyum jika melihat postingan kopdar seperti ini …

    This is the beauty of blogging …

    Lala … kamu beruntung sekali …

    Salam saya La …

    Posted by nh18 | January 5, 2009, 9:30 am
  18. wow.. seru banget euy kopdarannya La.. dengan ibu2 hebat lagih..
    *ngiridotcom*๐Ÿ˜€

    Posted by Yuyun | January 5, 2009, 10:19 am
  19. ehem.. ada yg rambut baru tuh..
    taun baru = rambut baru…๐Ÿ˜€
    siiipppp.. cantik kok Jeung…๐Ÿ˜‰

    Posted by Yuyun | January 5, 2009, 10:20 am
  20. huuuu seru bgt sih….*sambil ngelengos karena iri๐Ÿ˜€ *
    asyik bgt sih la….kapan mo ke pekanbaru…ayo kopdar sama gw๐Ÿ˜€

    Posted by Ria | January 5, 2009, 3:08 pm
  21. Wah, jadi terharu bahagia membacanya, La…
    Kamu benar2 bisa merangkai kata sehingga kita yang membaca bisa terlarut dan seperti benar2 hadir di sana.
    Nikmatilah nasib baikmu bertemu dengan orang2 baik.
    Btw, amalanmu apaan sih?
    He he he….

    Posted by Hery Azwan | January 5, 2009, 4:47 pm
  22. Ketemu mbak Tuti? Pasti ketawa terus…lha kalau baca sms nya aja saya udah mesem2 sendiri….
    Wahh beruntung itu La, mbak Dyah kan juga sibuk banget…bisa ketemu mbak Tuti dan mbak Dyah benar-benar suatu keberuntungan…..

    He-eh, Bunda…
    Mbak Tuti suka ketawa ketiwi…
    Bunda Dyah juga. Jadi ceritanya, kami bertiga seperti comedian lagi ngumpul.. hihihi…
    Bertemu dengan mereka adalah keberuntungan, sama seperti ketika ketemu Bunda Enny, Hilman, dan Yessy di launching buku kemarin…
    Bunda Enny sehat, kan?

    Posted by edratna | January 6, 2009, 6:31 am
  23. omah dhuwur….?
    selama empat tahun saya mondar-mandir melewati tempat itu, tak sekalipun saya sanggup buat mampir (rogohrogohkantong.com)…
    beruntung sekali La… dirimu bertemu dg orang hebat, di tempat yg hebat… (aku kapan ya…?)… manyun.org๐Ÿ˜ฆ

    Posted by vizon | January 6, 2009, 9:20 am
  24. mmmm seru banget nich kopdarnya…. jadi iri nich…

    Posted by retie | January 10, 2009, 11:20 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

January 2009
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: