archives

Archive for

Jogjakarta’s Stories (1): IN SEARCH OF HOTELS

Saya sudah bilang kan, kalau long weekend kali ini saya berlibur ke Jogja?
Iya, liburan yang sekalian jumpa fans ituh.. hehe… Jumpa fans sama mbak-mbak di Pasar Beringharjo, mas-mas di Malioboro, penjual gudeg di Jl Sagan, sama cowok-cowok single but not available yang pastinya seliweran dengan kurang ajarnya di depan mata saya.. Kenapa kurang ajar? Karena mereka nggak minta tukeran nomor telepon sama saya! Kurang ajar kan? hihihi.

Berlibur ke Jogja juga menjadi semacam terapi buat saya yang sedang anget-angetnya bermasalah dengan Loneliness Issue. Well, what can I say? I’m a loner. Dan masih untung kan kalau saya hanya take a wonderful vacation with my family instead of marrying random guy with one single pathetic reason: not being alone? πŸ™‚

So, then I took a long ride to Jogja with my Bro and his wife, Mbak Ira. Pukul setengah empat pagi (he-eh, molor satu setengah jam dari agenda awal), saya berangkat menuju ke Jogja dengan sedan hijaunya; mobil yang bagasinya penuh dengan dua koper besar, tas berisi makanan, beberapa pasang sepatu, dua ban serep yang segedhe gambreng *oh c’mon.. harus dua, ya, Bro?* dan dua guling. Ya, Sodara-Sodara. No space left for souvenirs, so don’t expect me to buy something for you yah.. *hihihi, lo sengaja ngomong begitu ya, La, biar ga dimintain..* Continue reading

fireworks outside the window

I really had no idea; it was already midnite atau cuman sekedar kerjaan iseng-isengan manusia-manusia yang hidup di kompleks perumahan tempat saya tinggal (gua hajar aja kalau iseng! hehe). Yang saya tahu, saya terbangun karena mendengar suara berisik dari luar jendela. Mirip tentara latihan perang! πŸ˜€

Ketika melihat jam di ponsel, saya baru sadar.. yeah, sudah midnite, pantesan… sudah ganti tahun, sudah ganti kalender… Udah 2009 (hm, nggak ada yang beda, nih.. kirain saya bakal berubah jadi seperti Cinderella persis jam 12 malem.. ternyata saya masih secakep Snow White.. hihihihi…

Bunyi fireworks yang bising membuat saya terbangun lalu mengintip keindahan buatan itu dari balik jendela. Sambil berjaga-jaga mirip tentara perang; tau ga sih.. ada bangkai-bangkai kembang api yang berjatuhan di atap rumah saya! Can’t you imagine gimana perasaan saya? Was-was campur seneng karena bisa melihat fireworks sebegitu dekat? (hey, saya ini nggak pernah liat fireworks secara live lho! Sumprit!)

So, yeah..
I saw the fireworks,
outside my window’s glass.
And I asked myself again and again…

“So, now, what?”
“Another book?”
“Another brokenhearts?”
“Another stupid things?”

I just stood silent. Membiarkan mata menikmati keindahan fireworks dari balik jendela.
Sudah.
Begitu saja.
Tahun baru 2009 yang terasa tidak banyak bedanya ketimbang tadi saat saya tidur untuk menabung energi buat melekan ke Jogja dua jam lagi… πŸ™‚

(eh, memang nggak ada yang berubah di awal tahun 2009 ini… kecuali , mmm… rambut saya.. hehehe)


…and… narsis saya yang semakin bertumbuh dengan bergulirnya waktu! wekekeke…

Catatan Harian

January 2009
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Celotehan Lala Purwono