you're reading...
daily's blings

Kalau Lala Sedang Ingin Cerewet di Akhir Tahun

Suatu sore, semingguan yang lalu, saya bertemu dengan sahabat saya, Lin. Suatu agenda yang dipaksa-paksain sebetulnya, karena saya lagi super ngirit buat jalan-jalan ke Jogja tanggal 1 sampai 4 Januari nanti! Uhui.. Ada yang mau kopdar sama saya, nih? Kirim email aja yah… *sok cakep dan sok penting banget sih lu! hehe*

Eniwei,

Ada satu pertanyaan lancang yang keluar dari mulut saya, ketika sedang menunggu Yun di sofa bioskop XXI, lantai 5, Tunjungan Plaza. Just a simple question yang begitu meloncat keluar dari mulut saya, tiba-tiba saya kepingin segera punya remote ajaib di mana waktu bisa mundur beberapa detik ke belakang, just to erase that stupid, silly, but harrashing question.

Pertanyaan tentang usia dan berat badan? Hmm… Lin sih udah kebal, ya? Dari lahir sampai sekarang, dia masih konsisten dengan pendiriannya… 🙂

Then, what was it, Lala? What was the question that made you wanted to rewind the past, just a few seconds?
Hm.. pertanyaannya adalah sederhana, diucapkan dengan gaya nggak penting saya, sambil ngunyah sisa-sisa makanan yang nyelip di gigi *hihihi… jorok, ya? salah sendiri kenapa nekat nyangkut di situ!*

“Eh, Lin… Achievement elo tahun 2008 ini apaan sih, Say…”

See? Sederhana kan? Tapi menurut kamu, melecehkan nggak sih, kalau akhirnya sahabat saya itu malah bilang begini, “Hm… nothing, La.. None.”

Dengan lagak bego *walaupun emang bego* saya pun bertanya lagi, “Nothing? Nada? None? Jadi lo nggak meraih apa-apa taun ini? Beneran?” Duh, nggak penting banget, kan?

Lin malah menjawab, “Apa, ya, La? Yang pasti… not that kind of achievement that you have this year…”
Ya, ya, ya. Buku saya. The Blings of My Life yang akhirnya launching juga bulan November kemarin. Hm… di situlah saya sadar, pertanyaan saya ternyata sangat punya potensi untuk menyakiti hati sahabat saya.

“Lo tau, kan, I never had a dream.. kalau buku gua bakal terbit tahun ini… Gua mengawali tahun ini tanpa resolusi macem-macem, Bu. Lo tau gua bukan orang yang suka mimpi macem-macem kan… eits, apa? Lo mau bilang gua doyan mimpi jorok, ya?” kata saya saat melihat mulut Lin mulai monyong-monyong. Dan biasanya, kalau mulutnya maju seperti moncong bemo begitu, dia sedang mood banget mengata-ngatai saya! “Okay, buku itu memang achievement, tapi lo ngerti kan, kalau buku itu hadir ketika gua totally hopeless dengan kondisi gua yang doyan nulis tapi nggak punya keberanian untuk kirim ke penerbit? Yang sering minder duluan kalau penerbit bakal mengira tulisan gua itu nggak bisa dijual? So my point is.. justru achievement yang gua raih tahun ini adalah.. not the book… but the courage to give my writing to a publisher and be braved enough to handle any possible decisions. Itu, Bu.. Itu achievement gua…”

“Hmm…”

“Maksud gua, Bu… Gua nggak percaya aja kalau tahun 2008 ini lo nggak achieved apapun. Karena buat gua, setiap lo berhasil melewati hari, itu adalah achievement buat lo. Achievement nggak melulu soal lo berhasil ngurusin berat badan, misalnya. Atau… mmm.. lo nikah sama Del Piero… which by the way, gua rasa.. Dukun manapun nggak mungkin bikin Del Piero nekat ngawinin elu dan ninggalin istrinya yang cuakep demi elo, sih… ” Lin merengut mirip kucing kepingin kawin *sumpah, hiperbolis.. buat saya, melihat kucing kawin itu sama aja seperti nonton film biru! Dosa!* 😀

“Terus, achievement apa, dong?”

“Anything!”

“Apaan?”

“Ya, apapun! Lo yang tahu, kan, Bu.. Masa gua, sih…”

Lin terlihat berpikir. Matanya yang bulat kelereng itu bener-bener cantik ketika sedang berpikir-pikir sok kepinteran begitu. Aduh, kenapa juga ini anak nggak sok kepinteran terus biar dia keliatan cantik setiap saat ya.. hehe..

“Mmm… gua sekarang udah mulai diet, sih, Bu. Dan.. mmm… kayaknya sih emang jauh lebih niat daripada kemarin-kemarin…”

“Nah! Itu… itu…” kata saya sambil nggak yakin juga. Ini anak diet beneran, ya? Jangan-jangan baru niat doang.. hehehe… *La, La.. lo ngaca deh.. badan lo juga segitu!* “Apa lagi?”

“Apa, ya? Mm… taun ini gua mulai ikut asuransi… itu termasuk nggak, La?”

“Ah, iya, iya.. termasuk achievement, Bu.. Kita berdua kan termasuk manusia yang duitnya ilang nggak jelas gitu, kan.. At least, lo udah step ahead dari gua nih..” Sambil mikir, tahun depan… musti ikut asuransi! Bukan nebeng Papi melulu! 😀

“Apa lagi, ya, La…” Lin masih mikir-mikir. “Eh, jangan gue, deh.. Elo dong… Perasaan dari tadi gue mulu yang nyerocos… Sekarang gantian elo, deh, La. What’s your achievement so far?”

Hmm…. where do you want me to start?

***

I started this year as a happy woman.
Saya menjalin hubungan dengan seorang Kekasih yang baik hati, yang berbagi mimpi masa depan (which you all have to know, it seemed so freaking awesome!), yang selalu bilang… “Kalau nggak tahun ini, ya tahun depan, ya, W…” Oh ya, W adalah panggilan kesayangan dia buat saya.

And a couple of fights and months later…
Dia menjadi musuh terbesar dalam sejarah percintaan saya *holoh! segitunya deuh…* But still, dia adalah manusia yang dihadirkan Tuhan tepat pada waktunya; segala luka yang dia torehkan buat saya malah menjadi energi untuk melakukan sesuatu yang sangat fenomenal, berbulan-bulan kemudian.

Yes. Got to be honest, my anger for him has contributed around 25% in my achievement a.k.a my own published book. The rest of 75% are my dreams, my destiny, my luck… and my time. Ya, it’s about time that I have a book, and God’s the only one who knows that there wasn’t other perfect time, kecuali saat itu.

Again, it’s not simply just a book. Justru kisah-kisah yang mengiringi perjalanan naskah itu sampai ke tangan penerbit adalah little achievements yang tidak bisa tidak, harus diakui, bahwa itu adalah sangat luar biasa.

Apa saja?

The very first time saya berani mengambil satu keputusan berani ini: “Hey, Fe! Maksud kamu apa, sih? Menggantung aku nggak jelas.. Nggak ada komunikasi.. Nggak ada angin, badai, nggak ada apa-apa, terus kamu ngilang. What do you mean?” Kenapa ini achievement? Because you know what… Itu adalah pertama kalinya saya menempuh jarak Surabaya-Ambarawa PP demi rasa cinta saya terhadap hati yang tergerogoti sedikit demi sedikit karena ulah orang yang nggak ambil pusing dengan kemarahan saya…

The very first time I got the energy to write most of anything. Kemarahan, kesebalan, kesedihan… named anything, I have it all 🙂 Di saat itulah, ketika saya dekat dengan manusia-manusia yang selalu mendukung setiap langkah saya, just by watching over me in the blog atau menelepon, chatting, and etc.. saya tahu, there was something that I missed. Hm, it was the lesson about nothing is useless. Setiap tetes air mata, setiap rajaman luka, setiap self defense mechanism, adalah pelajaran bahwa saya harus bisa selalu positif. Dan kalian pasti tahu, for those who read my book, segala positif itulah yang menjadikan posting-posting saya dianggap layak dicetak.

Dan susah memang kalau Destiny said, “Hi…”
Kalau memang sudah digariskan untuk bertukar sapa dengan keberuntungan, jangan bertanya apakah kamu berhak atau tidak, sehingga ketika saya diperkenalkan dengan seorang editor bernama Melvi Yendra, a great managing editor oleh Abang Hery, I knew.. that God has everything well planned. Meskipun saya sempat ragu dan malas-malasan ketika MY mendesak untuk menyelesaikan novel Mei and June *find several episodes in the side bar, under ‘Novelet Bersambung: Mei and June’ category*, tapi Abang punya satu pendapat lain… very brilliant, I guess. Kenapa? Karena saya nggak pernah menyadari kalau sebuah tulisan yang sederhana saja can really affect other people… oh ya, to make them much better, of course. Sumpah, saya ragu apakah saya bisa… sumpah, saya malah kepikiran, “Hey, tulisan saya itu nggak layak, deh…” Tapi saya berhasil mengalahkan rasa tidak percaya diri saya dengan mengirimkan beberapa artikel.. yang kemudian tanpa saya sangka.. I had to add another 5 stories… karena semuanya LAYAK TERBIT! Hah! You’ve got to be kidding me..

It wasn’t stop there.
Ketakutan yang paling mengganggu adalah ketika hendak book launching di ajang IBF, November kemarin. Please, deh. It was the most frightening moment… ever! It took me several diet pills untuk menjadi kurusan *walaupun nggak berhasil juga! wekekeke*, several non-sleep-nights, several desperate-talks with my best buddies (Om NH, Emiko, Yessy, and GangGila), several sleepings-and-walkings, and yes… nggak terhitung berapa kali saya menangis seperti ketika Mbak Inem saya ngirisin bawang merah di dapur.. Tapi, ya… Keberanian untuk say yes ke Abang Hery sungguh merupakan prestasi buat seorang Lala yang usianya boleh 28 tapi sesungguhnya masih kekanak-kanakan. Saya bisa saja bilang, “Maaf, Bang, nggak bisa..” But I said, “yes, Bang… when? Where?” Lalu berani menerima resiko bahwa saya bakal jadi kayak manusia bego menjelang launching (dan kebegoan ini masih nyisa sampai sekarang! hihihi). Ah, but I’ve made it through, anyway. It was the very best moment ever happened in 2008 dan tidak butuh seorang cenayang untuk melihat betapa bahagianya saya, karena seluruh kebahagiaan itu tergambar sempurna di wajah dan pipi gembil saya! 🙂

Dan satu achievement lagi..
Bahwa saya berhasil membuat satu keputusan drastis untuk mencintai diri saya sendiri, instead of feeling so damn tired on pretending to be a perfect and sweet girl *bu Yessy, guess I’m not that sweet afterall and you’re totally aware of that, aren’t you? hehe*. Menulis bagus. Menulis yang indah-indah.. yang malah membuat saya terpasung sendiri. And guys, believe me… when you have your book is being published and spreaded out in the country, kamu akan mengalami semacam ketakutan bahwa tulisan kamu akan dianggap nggak bermutu oleh orang lain.

When it happened to me,  I was so freaking out… lalu sembunyi berhari-hari… Tidak blogwalking, tidak membalas komentar, tidak menulis… dan kamu tahu? Sedih sekali rasanya! I’m a writer. A natural writer. Yang sangat cerewet dalam bertutur kata secara lisan juga saat menumpahkannya dalam huruf-huruf yang terketik rapi menggunakan keyboard. Bukankah sangat menyedihkan kalau saya berhenti menulis just because I’m having some silly indescribable feeling like that?

Dan seperti yang sudah kalian tahu… I done my thinking.
Rasanya percuma saja kalau memelihara sebuah ketakutan yang saya tahu tidak akan bisa menghilang dengan otomatis kalau saya memang tidak menginginkannya untuk pergi. I have to do something. Dan ya.. saya telah melakukannya.

My Blings! http://jeunglala.blogspot.com adalah sebuah tempat berteduh yang telah mengembalikan seluruh keberanian saya dalam menulis. Di situ saya bisa menulis apapun. Nulis soal saya terkapar seharian di atas kasur kayak ikan paus terdampar di tepi pantai.. nulis soal saya yang dengan gebleknya kepingin cepet-cepet kawin cuman karena melihat ada ibu-ibu lagi menggendong bayinya.. nulis soal insomnia saya (hey! pagi ini juga masih! damn!). Saya tahu, buat yang membaca buku The Blings of My Life mungkin akan melihat bahwa this girl isn’t the kind of girl that could inspire people who read stories in pages of her book. The idea of Lala Purwono mungkin tidak seperti ini. But hey.. it’s just simply who I am. Cewek narsis, bawel, really explossive, dan menganggap bahwa modem dan internet adalah belahan jiwanya! 🙂

Jadi ya sudahlah… sekarang saya sudah menemukan keberanian untuk menulis apa yang saya mau, bukan apa yang saya pikir kamu akan mau. Your comments mean the whole world to me but my passion to write is  about something else. Tidak ada sangkut pautnya.  So.. now I’m writing again… with heart, as usual… And please, don’t mad… Setelah saya pulang dari liburan ke Jogja, saya akan mengobrak-abrik blog kalian semua! Janji! 🙂

***

“Banyak hal yang gua rasain selama tahun ini, Lin… Bitter sweet, deh. Lo mau rasa apa aja, juga ada semua… Lo mau lihat kegagalan gua pacaran? Dua kali, bo, taun ini…” kata saya sambil mengingat-ingat, bener nggak sih cuman dua kali.. hehehe.. *kidding!*

“Hahaha.. yang jelas lo nggak segebleg gua yang masih sempat-sempatnya punya pikiran untuk balikan sama si Bapak Satu Itu, padahal jelas-jelas dia udah punya anak bini.. meskipun, yah, nggak bahagia juga, sih…”

“Ah, elo, Lin.. Kadang kita ini suka banget mendiskreditkan diri sendiri. Menganggap rendah, underestimate… Padahal kalau mau take a look a bit deeper, dengan tetap survive di penghujung tahun ini, buat gua… it’s an achievement. Lo tau kan, di Jepang itu, berapa banyak yang putus asa terus bunuh diri?”

“Emang lo tau?”

“Nggak, gua sok tau aja…” sahut saya asal-asalan dan dengan seketika Lin menjitak jidat saya dengan mesranya. Ada ya, menjitak dengan mesra? Hehe. “Maksud gua… don’t you ever think that you have done nothing during this year. Karena lo nggak pernah menyadari, little things that you’ve achieved day by day, telah mengantarkan elo sampai hari ini. Sampai di moment ketika lo nggak kepingin bunuh diri. Buat orang Jepang yang bunuh diri itu, lo itu udah berhasil, Bos!”

Lin mengangguk-anggukkan kepalanya. Dalam hati saya mikir lagi, ini anak beneran ngerti apa sebenernya lehernya udah mulai pegel terus per-nya copot? *emang temen lo robot, La??!!*

“Jadi intinya…”

“Apaan…”

“I always believe that everyone has achieved so many things, this year. Tidak perlu dalam bentuk rumah, deposito, karya cipta, gelar, status, dll dsb… tapi ketika sholatnya mulai nggak bolong-bolong… ketika sekarang dia mulai sadar bahwa kopi Starbucks itu bukan minuman mingguan.. ketika dia berhasil mengontrol emosinya… it maybe simple, but it’s definitely an achievement. Cuman dari masalah lo menganggap itu prestasi atau bukan. Sesederhana itu…”

Percakapan kami berhenti karena saya kebelet pipis dan ternyata kalau masuk ke toilet, kami perlu menunjukkan karcis/tiket bioskop. Well, heloow… saya sama Lin kan cuman numpang duduk-duduk di sofa sambil nungguin si Yun yang kayaknya rumahnya pindah ke Jakarta deh… *saking lamanya itu perempuan nyampe ke TP!* 😀 Dan sore itu, saya dan Lin ketawa ketiwi nggak penting sampe sore dan menyadari bahwa ada satu achievement yang tadi tak sempat terucapkan.

Ya. Ya.
Tentunya persahabatan saya, Lin, Tat, Yun, Els, dan Ly. Orang-orang di GangGila yang sudah berhasil melewati sepuluh tahun ini dengan hebatnya… That’s an achievement, you think?

Ah, sudah, sudah. Ini adalah tulisan terpanjang saya selama tahun ini kali.. ^_^
Semoga selama ini saya telah menjadi teman yang nggak nyebelin.. I know, jarang blogwalking dan balesin komentar.. tapi ya, I put that in my resolution list for 2009, kok…  🙂
Semoga juga selama ini kalian merasa senang ngeliatin photo-photo saya.. ups,  maksudnya senang membaca tulisan-tulisan saya yang ditulis nggak pake mikir itu… hehe…

You’re all such great friends.
Dan saya tahu… I am a blessed girl to have such a blessing like you guys…

Happy New Year 2009!
May next year, will be brighter than ever!

Love ya all,

p24-12-08_07231

LALA PURWONO

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

27 thoughts on “Kalau Lala Sedang Ingin Cerewet di Akhir Tahun

  1. wew. serasa muda lagi ngebaca ceritanya. ingat pas masih berlangganan majalah Hai pas SMA dulu….

    btw, met taon baru ya non. salam dr semarang

    Posted by gus | December 31, 2008, 3:41 am
  2. Happy new year juga, Cinta..
    Jogjamu akan tidak terlalu ramai lagi.. karena aku, yang kau tunggu-tunggu, tak ada di sana lagi 🙂

    Selamat berlibur!

    Posted by Donny Verdian | December 31, 2008, 4:33 am
  3. selamat menginspirasi kedahsyatan sebuah tanda pergantian masa. di sela antara pergantian itu selalu dilesatkan keinginan, harapan bahkan ambisi untuk menjadi luar biasa.

    sudahkah kita menyimpan bom waktu di sela itu?

    sangat mungkin kita hanya sama dengan kebanyakan. karena sama dengan kebanyakan itu mudah.

    tapi menjadi orang yang berjalan sendirian, menempuh jalan yang benar-benar baru, adalah kebutuhan kehidupan ini. karena dunia harus menemukan tempat baru itu. kalau tidak dunia ini akan terus menyempit.

    jeung lala, selamat melambungkan sesuatu di sela waktu ini. dan jaga keyakinan itu sampai menemukan takdirnya.

    selamat tahun baru…

    Posted by tren di bandung | December 31, 2008, 6:32 am
  4. hmmm kayaknya Yogya jadi your best spot in 2009 yah…
    kan Maret mau ketemuan di situ sama Riku dan Kai hihihi
    Selamat menyambut tahun baru ya sis…
    (buat aku…tahun baru atau tidak…sama aja hehhehe cuma ada hari baru saja)

    EM

    Posted by Ikkyu_san | December 31, 2008, 7:02 am
  5. sahabat….
    blue kangen makanya blue ngucapin met tahun baru yach
    maa jika blue kurang sopan
    salam hangat selalu

    Posted by bluethunderheart | December 31, 2008, 8:56 am
  6. Met taon baru, La…
    Btw, di Jogja kan ada kumpulan Cah Andong….
    Kamu bisa ngerumpi2 dengan mereka.
    Ada Tika Banget, Herman Saksono, dll.
    Semoga tahun depan lebih baik dari tahun ini…

    Posted by Hery Azwan | December 31, 2008, 9:33 am
  7. Resolution ???
    Achievement ???
    Ah ini kok kayak di Novel dan Pelem atau Sit-kom holiwud yak ?
    heehehehehe …

    Yang jelas …
    Today must be better than yesterday …
    Tommorrow must be better than Today …
    Simple kan ?

    Eniwei …
    Selamat Tahun Baru Hijriah 1430 H
    Selamat Tahun Baru Masehi 2009

    Posted by nh18 | December 31, 2008, 9:37 am
  8. Whaa…. mau ke Jogja nih taon baru-an…?
    Have fun ya La !!!

    Selamat Tahun Baru,
    Bahagia dan sukses selalu !!

    Posted by tanti | December 31, 2008, 9:49 am
  9. selamat tahun baru 2009…
    Ke jogja ya? mau kemana? Alun2, Keraton

    Posted by thevemo™ | December 31, 2008, 11:14 am
  10. jadi ‘ngapel’ ke Ambarawa, La ?
    😀

    Posted by goenoeng | December 31, 2008, 11:33 am
  11. Lala my darling…

    Seperti yang kita bicaran kemarin di telpon *kemaren di telpon kita ngomongin apan ya La..perasaan cuma gosipin bapak yang satu itu deh wakakakaka*

    Gue percaya banget bahwa masing masing individu adalah seorang yang kuat dan hebat…siapa saja…di mana saja..

    masing masing kita memiliki potensi luar biasa entah kita sadar atau tidak..

    Dan elo…

    Beeuuhhh….

    Dahsyat La…Dahsyat…

    Udah gituh aja…hehehe…..lo tau kan..apa yang gue pikir tentang lo selama ini :P…
    *sambil offline aja ya jeung..ngikik ngikik gak jelas pake telepon kantor..wakakakkaka*

    Posted by yessymuchtar | December 31, 2008, 12:37 pm
  12. mbaaaak… met taon baru yaaaa…
    semoga taun 2009 mbak lala segera melahirkan lagiii.. melahirkan bukunya maksudnya hehehe..
    semangaatt!!

    luv ya sist 🙂

    Posted by indah rephi | December 31, 2008, 1:24 pm
  13. Happy New Year La..
    Hope it will be better than before..

    cerewet? hmmmm… dulu guru saya pernah bilang.. “perempuan itu dilahirin buat cerewet!” so hidup cerewet xixixixi..

    oh iya La, kl ke Yogya jgn ga mampir ke Iga Bakar Sagan.. bumbu pedasnya wuiihhh dijamin maknyusssss *monyongin bibir saking enaknya :mrgreen:

    Happy holiday gal!!

    Posted by idawy | December 31, 2008, 10:32 pm
  14. Sebelum terlambat, kuucapkan selamat tahun Baru padamu La!

    Semoga ditahun 2009, apapun yang kamu impikan akan selalu dimudahkanNYa dan akan engkau gapai semua.

    Semoga selalu diberi kesehatan,kebahagian dan kesuksesan dan juga cepat dipertemukan jodoh yang terbaik dalam hidupnya!

    Salam hangat dan semangat, buatmu Seorang Lala! 😀

    Posted by kweklina | December 31, 2008, 10:33 pm
  15. what an achievement! seems like it was a busy year you had in 2008, la. you must work hard to top that I reckon. yet this year should be better than yesteryear, shouldn’t it?

    wish you the very happy new year, jeung. minimal satu buku lagi di 2009? 😉

    Posted by marshmallow | December 31, 2008, 11:22 pm
  16. Happy new year ya Lala.. hope another great book will released this year :mrgreen:

    Posted by chic | January 1, 2009, 2:46 am
  17. Selamat tahun baru semoga lebih sukses di tahun 2009 …

    Kalau ke Jogja jangan lupa ya mampir Bandung (jauh amat … )

    Posted by Oemar Bakrie | January 1, 2009, 9:42 am
  18. Jeng Happy New Year ya…. “huwaaaaahhh, ngantuk gara-gara begadang malam Tahun Baru…….. (sleep mode:ON)

    Posted by bujanglahat | January 1, 2009, 9:46 am
  19. dan akupun batal ke jogja bersama2 neh (bali juga….OMG),gara2 jadi orang terlalu cinta ama atasan yang sukanya menyiksa tenagaku ini.
    hhhmmmm jangan2 diem2 tanpa disadari aku ni suka s&m yah…wkwkwkwkwk

    Posted by lilyana | January 1, 2009, 12:29 pm
  20. selamat tahun baru…mudah-mudahan kesehatan dan keberkahan senantiasa berlimpah di tahun ini^O^

    Posted by Arya | January 1, 2009, 1:34 pm
  21. Selamat Tahun Baru 2009 and Good Luck

    Posted by antokoe™ | January 1, 2009, 3:13 pm
  22. happy new year sista
    dasar kreatif, cerewet pun
    bs jadi postingan menarik….ambooi
    btw, foto di bawah postingan itu
    kereeen dan menyejukkan hati 🙂

    Posted by mikekono | January 1, 2009, 10:05 pm
  23. happy new year mba lala, mudah2an resolusi 2009nya bisa tercapai semua. amin.

    btw bagi bukunya dong mba hehe

    Posted by steelheart | January 2, 2009, 12:09 am
  24. selamat tahun baru jeung…
    mudah-mudahan jadi tahun yang lebih baik buat kita semua ya…

    Posted by geRrilyawan | January 2, 2009, 4:28 am
  25. ulan [mengucapkan] selamat menempuh tahun baru, minal aidin wal faidzin

    Posted by ulan | January 2, 2009, 4:09 pm
  26. la, tulisanmu bikin gw merinding.. jadi mengingatkan gw tahun kemaren yg penuh dengan kesalahan.. dan akhirnya gw harus membayarnya.. i love your blog..

    Posted by noryahya | January 7, 2009, 4:40 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

December 2008
M T W T F S S
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: