archives

Archive for

Fling or Something?

Do you ever have any crush with someone and you think that maybe he or she would be the one that you’ve been looking for?

Atau..

Do you ever have any feelings, that somehow, maybe the man/woman you’re talking with, right here, right now, is someone that could be your number one candidate to ‘rescue’ your lonely nights?

Well..
I do.

I’m a loner, ya, saya akui itu.
In the surface, saya seolah perempuan yang nggak bisa jauh dari canda dan guyonan nggak penting. Yang hobi tersenyum sampai disangkain orang sinting, well… I can’t blame them! 🙂
But, really.
Sebetulnya saya tuh LONER abis and I just realized it, a couple of weeks ago, ketika tiba-tiba saya merasa sangat-sangat hampa ketika sampai di dalam rumah, and nobody was home.

Jadi kalau saya punya crush or sort of feeling with a guy, mungkin bisa dibilang cukup sering. Makanya ketika saya benar-benar sayang dengan seseorang, that someone really just assumes that as a practical joke, as my way to break the ice… and etc, etc. Saya selalu dianggap becanda dan dengan pengalaman yang sudah-sudah, saya nggak bisa dengan marahnya bilang, “Lah, nggak bisa gitu, dong.. Kok kamu menyimpulkannya kayak gitu sih!”

Because in my previous experiences..
I fell in love too easy.
And later on, I just realized, that I have to stop doing so.

Karena apa?
Bukan hanya karena agar suatu saat nanti orang yang benar-benar saya sayangi itu mengerti kalau saya nggak becanda…
Bukan hanya karena suatu saat nanti saya nggak ingin kalau ini akan dijadikan bahan untuk tidak mempercayai isi hati saya yang sesungguhnya..
tapi juga karena..
for most of the times, saya keliru mengartikan signal-signal yang berkedip-kedip ketika dekat dengan seseorang. I really thought that it meant something, tapi pada akhirnya, saya tahu… kalau he was only a fling *deuh, jahat bener sih lo La!* Ok.. maksudnya *try to be more polite* he was only a guy.. a great guy… yang bisa diajak becanda, ketawa, nonton bareng, makan bareng, hang out… as a friend.

Hmm..
I will keep in mind, that I have to be more careful on judging my own heart.
Is this a fling?
Or is this a real damn something?
A new resolution for 2009… DO NOT HURRY! Slow down, enjoy the moments, and just believe.. that if I’m destined to be with someone… No matter that he’s now just a fling.. or even something.. he will be the man who gives me a diamond ring!
hahaha…

Tidur ah..
good nite everyone..

God Must Be Kidding

Hari ini saya seolah sedang diajak becanda dengan Tuhan. Okay, okay. Asal mulanya begini.

Seharian ini saya diajak keliling dunia sama my sweet happy little family; Bro dan Mbak Ira, istrinya serta Mbak Pit dengan keluarganya (iya, dengan keponakan-keponakan saya itu!). Dunia? He eh. Dunia Mal, maksud saya. Karena hari ini, agenda saya adalah mall to mall … cuman hari ini, eh? bukannya tiap hari kerjaan lo begitu La?? *tendang yang punya pikiran jelek begitu! hehe* Nah, di hari Senin yang libur inilah, Tuhan mencandai saya dengan mempertontonkan pemandangan-pemandangan yang bikin saya ketawa ketiwi sendiri.

Apa, La?
Lo liat Badut Ancol lagi atraksi terus nawarin elo buat gantiin dia sementara dia kebelet pipis?
*tendang lagi. Nekat amat sih, cari gara-gara sama cewek secakep saya… hihihi*

Oh, nggak.
Saya nggak lihat Badut Ancol.
Dan sumpah, kalaupun ada Badut Ancol, saya tetep ogah buat ngegantiin dia sementara dia pipis di kamar mandi!

Lantas?

Hm, sederhana, sebetulnya. Cuman young mommies with cute babies. Bervariasi; mulai dari suaminya yang cakep dan melirik-lirik ke arah saya *ini hiperbolis!* sampai yang cumi.. he eh, cucah mingkem. Ada yang repot karena bayinya mewek. Ada yang lagi asyik mengajak becanda bayinya sambil bikin mimik wajah yang seru-seru. Ada pula yang keliatan mesra dengan pasangannya sambil mencium pipi bayinya yang gembil.

Where’s the funny part, hoi!

Hey, sabar.
Kenapa saya menganggap Tuhan sedang mencandai saya?

There’s one little detail that you should know about me.
Recently… OK, a couple of months ago… saya memutuskan untuk nggak terlalu memikirkan soal marriage thing. Hm, not before thirty, saya nggak mau heboh ngurusin kemana jodoh saya.. Nggak mau terlalu sibuk menangisi nasib saya yang tragis ini (cewek cakep kayak saya kenapa nggak ada yang mau ngajakin nikah, maksudnya!). Setelah umur tiga puluh, yang artinya 12 Februari 2010, baru saya akan serius mencari pasangan. It’s a deal! Period. Nggak pake tawar menawar lagi *hidih, emang ada yang nawar, La? Biasa aja kalee…*

So now you know why I said that God must be kidding me, right?

Tentu aja karena seharian ini, Tuhan seolah bilang sama saya, “Yakin, La, kamu nggak mau nikah sebelum umur tiga puluh? Tuh, tuh, liat tuh… Masa kamu nggak kepingin punya bayi lucu kayak gitu sih… Ah, yang bener… Coba liat lagi deh.. Itu, yang lagi gendongin bayinya… Sama.. mm.. itu tuh.. yang lagi becandaan sama bayinya terus si suami memeluk pundaknya… Yakin, masih mau nunggu sampai tiga puluh baru mulai mikir?”

Ih, Tuhan!
You always know every little details of my life deh! *La, La… lo pingsan apa bodoh sih? God knows everything, kalee… God knows not just your life, but everyone!*

Pemandangan-pemandangan itu bikin saya ketawa sendiri.
Not just because the babies were so damn cute.
Not only because the Mommies were so damn silly when they made cute faces to make their babies laughed.
And again, not because the Daddies were so attractive and made moves on me… *ngayal.com*

tapi karena…
saya menertawakan diri saya sendiri.

I am an almost twenty nine years old single gal.
Who loves coffee and adores pink.
Who enjoys writing as much as she enjoys singing.
Who thinks that babies are cute and being a wife and mother is definitely wonderful.
Dan masih nekat bilang, “Sebelum usia aku tiga puluh, aku nggak akan mau berkomitmen dengan siapapun.. dan akan bilang ‘Sorry, I can’t’ kalau seseorang yang sesungguhnya aku sukai berlutut di depanku untuk melamar aku menjadi istrinya… I will be emotionally ready after thirty.”

tapi dua jam yang lalu..
tiba-tiba..
saya kepingin segera menikah! Dalam waktu dekat! Any guys will do! Hahaha… tolol ya?

Itulah kenapa..
Hari ini saya bilang:
“You really must be kidding me, God!”

3.24 AM lecture

Baru aja kelar nonton film Jerry Maguire. Iya, film dengan soundtrack yang incredibly amazing itu; Secret Garden and inspired me to write a post, the other day. Masih pukul setengah empat pagi tapi saya sudah mewek-mewek kayak ABG yang diputusin pacarnya *halah, sampai sekarang juga gitu kale, La.. hehe*

Ada banyak moral of the story.
About relationship, about achievement, about something that money can’t ever buy. Oh ya, about happiness… about feeling lonely.. about how you say things to people in a nice way…

OK.
Saya memang paling capable untuk bicara cinta, sih… *hey, I’m a professional here! hehe*
karena itulah, yang ingin saya bilang sama kamu di hari yang masih sangat pagi ini adalah..

  • don’t say anything, unless you mean it.
  • don’t rush on anything before you’re getting there.
  • there are things that really need to be said or done, but there are things that maybe… should just wait to be said… or be done

.

It’s not heaven, nor hell.
Some people may get the second chance, and some don’t.

Jadi jangan ke-GR-an kalau kamu .. okay, saya juga… adalah termasuk orang-orang yang beruntung mendapatkan kesempatan kedua. Because you know what? Luck.. is a privilege… for someone.. who really deserves…

Good Morning, Everyone!
Have a great day, yah…

…and this is all about (by. Koko)

1 dari 3 pemenang A Writing Contest
Baca dulu 4 episod awal: 1/2/3/4

Pada awalnya hanya kami berdua. Aku dan dia, lalu perempuan itu masuk dan tempat tidur kami tidak pernah cukup untuk tiga orang.
Jadi, aku menghampirinya dan mengusir paksa dia dari hidup kami berdua.

It only takes two to tango, right?

Perempuan itu cantik. Aku bisa melihat apa yang membuat laki-laki jatuh cinta kepadanya. Mata, bibir dan setiap jengkal dari tubuhnya memancarkan feromon yang membius lawan jenisnya.

Di kesempatan lain, kami mungkin bisa menjadi teman baik, namun sekarang?

Bitch. Slut. Whore. Any names will do.

Dia tidak berusaha lari. Saat darah perlahan-lahan keluar dari jiwanya, dia memelukku erat dan berbisik, “Sorry.”

Di mejanya aku melihat foto mereka berdua. Tersenyum. Tampak sangat bahagia.

It’s all his fault.

Believe me, i know.

But, I love him a little too much.

Pelacur seperti apa yang disenangi oleh para istri? Pelacur yang sudah mati.

Kami berdua tidak bersalah. Kami hanya mencintai dia yang sama. Continue reading

Catatan Harian

December 2008
M T W T F S S
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Celotehan Lala Purwono