you're reading...
daily's blings, precious persons

Story of a Beautiful Woman

mami-copyNamanya Tutik.

Perempuan kelahiran Surabaya, 21 Juli 1949, seorang gadis tercantik di kampungnya, di daerah pemukiman dengan rumah yang rapat-rapat, persis di tengah kota Surabaya. Gadis ini adalah anak tunggal dari sepasang suami istri bernama Achmad Rifa’i dan Riamah. Saya tidak tahu persis bagaimana masa kecilnya, tapi setahu saya, gadis ini sangat disayang oleh kedua orang tuanya yang memang bukan orang berada; seorang veteran perang dan ibu rumah tangga. Tidak ada yang spesial kecuali mereka hidup bahagia meski tak bisa memiliki materi yang berlebih. Karena ya… materi bukanlah yang terpenting di dalam hidup, begitu mungkin prinsip mereka.

Just as long as they have each other, that what really matters.

Ayahnya mungkin tidak berpendidikan tinggi, tetapi memiliki keinginan hebat untuk menjadikan puteri tunggalnya sebagai seseorang; at least lebih dari dirinya yang saat itu berprofesi sebagai penjahit pakaian. Itulah kenapa, pendidikan menjadi nomor satu buat Permata Hatinya. Menyekolahkan puterinya sampai tinggi, adalah cita-citanya. Ah, sayangnya, si Puteri Kesayangannya mengambil satu keputusan yang disesalinya. She dropped out from college, hanya karena banyak sahabat-sahabatnya tak sepintar dirinya di Fakultas Kimia. Dia memutuskan untuk berhenti kuliah karena semua sahabatnya tak pernah bisa naik tingkat. Ya, atas nama solidaritas yang keliru.

and one time, she said: “Sekolah itu penting…”

Namun tidak seperti pendidikannya yang berhenti di tingkat dua, kehidupan cintanya terus berlanjut sampai bertahun-tahun lamanya dengan pacarnya saat di bangku SMA dulu. Bertahun-tahun mereka merajut kasih; dari lulus SMA sampai sang Kekasih harus pindah ke Bogor untuk kuliah di IPB, sebagai seorang mahasiswa Pertanian.

Jodoh memang tak pernah bisa berlari.
Jodoh akan tetap memeluk siapapun yang memang berhak untuk bersatu; meskipun mereka berniat saling berlari menjauhi satu sama lain.

Enam tahun berpacaran dengan lelaki yang tak direstui oleh orang tuanya, akhirnya Tutik mendapatkan restu orang tuanya. Tutik dan Edi menikah di tahun 1974, diiringi air mata mempelai, juga isak tangis dari penggemar-penggemarnya di kampung πŸ™‚ Well, what can I say.. She was so beautiful…

Puteri pertamanya lahir di bulan Februari, 1975, disusul dengan anak keduanya dalam rentang waktu yang cukup dekat. Dua bayi yang berbeda setahun lebih sedikit itu sering berebut susu dan membuat hari-harinya sangat sibuk. Dia harus mengurus rumah tangga, mengasuh anak-anak, menjadi istri yang baik untuk suaminya… well, boleh dibilang, Tutik adalah perempuan cantik yang sangat hebat.

Ah, lucunya, meskipun aktivitasnya itu menguras energinya, toh Tutik tetap ‘produktif’ juga. Dalam hal apa? Hm, tentu saja dalam hal mengandung dan melahirkan anak.. πŸ™‚

Tanggal 8 Juni 1978, lahirlah anak ketiganya, seorang bayi lelaki bernama Audi. Bayi lelaki yang ganteng, putih bersih, dan pipi yang gembil. Audi adalah bayi yang sangat sempurna, seandainya tidak terlahir dengan kondisi jantung yang lemah.. Jantung yang akhirnya kehilangan fungsinya ketika usianya belum lagi tiga bulan, dipicu oleh suara letusan mercon yang disulut oleh anak-anak di kampung, tempat tinggalnya.

She lost her son, anak lelaki yang wajahnya sangat rupawan dan seolah tersenyum ketika dimandikan olehnya sebelum dibawa ke pemakaman umum. Air mata mengiringi setiap langkahnya mendekati pekuburan itu. Air matanya semakin deras ketika melihat bayi kecilnya harus tertidur di dalam lubang itu. Bayinya kedinginan, padahal seumur hidupnya, Tutik berusaha menghangati bayinya dengan selimut agar selalu tenang ketika tidur.

Kesedihan ini berangsur-angsur lenyap dengan bantuan seorang Suami yang sungguh mencintainya juga dua anak mereka yang mulai tumbuh semakin besar. Kesedihan karena kehilangan Audi akhirnya semakin terobati dengan hadirnya seorang bayi perempuan paling gendut di antara bayi-bayinya yang lain, di bulan Februari, tahun 1980. Seorang bayi perempuan yang baru bisa berjalan di usia lima belas bulan dan tak disangkanya akan menjadi anak perempuannya yang paling bandel dan tak bisa diatur.

Dalam waktu kurang dari sepuluh tahun, Tutik bermetamorfosa dari seorang perempuan tak bisa masak menjadi perempuan yang ahli di dapur. Tak ada masakannya yang tak enak. Segala bahan masakan menjadi sempurna ketika ia olah. Hebatnya, hanya perlu kata-kata, “Mi, aku pingin makan ini nih…” Dan seperti tongkat ajaib yang bekerja ketika mengucapkan mantra, seperti itulah keajaiban itu terjadi. Tidak lama kemudian, masakan yang diminta sudah siap dinikmati.

itulah kenapa kulkas selalu penuh dengan bahan makanan…

Tutik dikenal sebagai seorang Ibu yang handal, teman yang menyenangkan, dan istri yang mengabdi. Disebut Ibu yang handal, karena memang tak pernah lupa menyiapkan bekal untuk anak-anaknya, menguncir rambut anak-anak gadisnya, menemani mereka saat membuat PR, dan tak pernah lelah untuk menyiapkan segala kepentingan mereka. Disebut teman yang menyenangkan karena memang kepribadiannya yang supel dan gampang akrab dengan siapa saja, tanpa membedakan umur. Tutik bisa bergaul akrab dengan ibu-ibu di sekolah Taman Kanak-Kanak si Bungsu serta bisa bergaul begitu lekat dengan ibu-ibu tetangga. Pribadi yang hangat, senang bercanda, dan pendengar yang baik membuatnya menjadi teman curhat yang menyenangkan.

Apakah dia istri yang mengabdi?
Tentu saja! Tidak pernah dalam sejarah hidupnya, tidak ada masakan apapun yang berlindung di bawah tudung saji meja makannya, yang selalu hangat saat suaminya pulang. Belum lagi kebiasaannya untuk melepas sepatu dan kaus kaki sang Suami saat lelaki tercintanya itu sampai di rumah. Tutik tidak pernah mengeluh meskipun bertahun-tahun kemudian, dia merasa kesepian karena tiga anaknya semakin besar dan Suaminya terlalu sibuk.

She was always there.
In her home.
Menanti mereka pulang, ditemani Asisten Rumah Tangga yang memijit tubuhnya yang semakin tua dan rapuh…

Satu persatu dia kehilangan orang-orang tercintanya.
Ibundanya. Disusul oleh Ayahnya. Lalu kemudian Suami tercintanya. Well, apakah kemudian dia menjadi single mother? Hm, tidak. Suaminya memang tetap ada di sampingnya, meskipun tetap saja, dia tahu benar kalau hati sang Suami … was some place else.

She was all alone.
And not getting any younger.
Or even more healthy.

Di usianya yang merambat senja, ketika Si Sulung menikah dan diikuti oleh Si Tengah setahun kemudian, hanya ada si Bungsu yang menemaninya. Si Bungsu yang kerap marah hanya karena disuruhnya tetap di rumah. Si Bungsu yang lebih memilih untuk berlama-lama di kampusnya daripada tinggal di rumah. Meskipun kemudian hanya si Bungsu yang bisa menjaga dan merawat sakitnya, tetapi tetap saja, menjelang akhir hidupnya, Tutik adalah perempuan yang kesepian; hanya berteman televisi dan percakapan panjang di telepon dengan sahabat-sahabatnya.

Tutik adalah perempuan yang baik. Rajin melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan membiarkan suara merdunya menggema di dinding rumahnya. Mengingatkan anak-anaknya untuk melaksanakan kewajiban sholat lima waktu. Berusaha menjadi seorang Ibu dan Istri yang sempurna untuk keempat manusia tercintanya, meskipun ia tahu, kebahagiaannya telah tergerus perlahan. Dan oleh karena itu semua, Tuhan telah memilihkan jalan yang terbaik untuknya; hadiah terindah yaitu kebahagiaan yang sejati, yang tak akan pernah tergerus sampai kapanpun.

Ya. Tepat di Minggu, pukul dua siang, 7 Juli 2002, Tutik menutup usia dengan sekali tarikan napas lalu pergi dengan tenang. Usai berbincang-bincang dengan sahabatnya, di depan televisi yang menyala, dan Suami yang tertidur di kasur yang terhampar di bawah ranjangnya, serta si Bungsu yang menyeterika di ruang depan.

I don’t know what she might felt the minute she was dying, but all I know… she was smiling in the end of her life, she looked so happy, she looked so beautiful… lied there, in her cold body. Surrounded by her loving people, who felt so much regret that they didn’t do anything what they should have been done.

mami4

This is a story of a beautiful woman named Tutik. Perempuan tercantik, terhebat, dan teristimewa. Dia memang sangat, sangat istimewa.

Untuk kedua orang tuanya; Achmad Rifai dan Riamah.
Untuk sahabat-sahabatnya; Tante Mimek dan Gangnya saat SMA.
Untuk adik-adik iparnya; para bulik-bulik dan om-om tercinta.
Untuk suami, belahan jiwanya; Edi Purwono.
Juga untuk ketiga anak-anaknya, Pipit, Mirza, dan si Bungsunya; Lala.

She was the great woman..
Mm.. nope. She still is a great woman and forever will be.

I have no idea how happy she was when she had me, but I will always know, that I am the happiest daughter… the luckiest daughter…to ever been born in this world…

I love you, Mom. Now. And til the end of time…
Selamat Hari Ibu, Mami… and I dedicated this post, special for you.

ps. Are there any celebration up there in the Heaven, Mom? Mas Audi kasih Mami apa, ya? πŸ™‚

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

42 thoughts on “Story of a Beautiful Woman

  1. Duh, ikutan sedih jadinya 😦
    7 juli kan 1 hari setelah hari ulang tahun tyan 😦
    Jangan larut akan kesedihan ya, teh…
    Keep smiling for your mom… πŸ˜‰
    I believe in Heaven his still looking you and almost proud of you… Halah…(sok british ya tyan…) πŸ™‚

    Posted by tyan | December 22, 2008, 9:22 am
  2. HHmmm …
    Ini cara Lala … untuk memperingati Hari Ibu …

    I am sure she read this La …
    And I am sure that there’s a big smile on her face now …
    A very big one …

    Sebuah senyuman kebanggaan melihat anak-anak yang dicintainya sehat dan berbahagia …
    meskipun tanpa kehadiran fisiknya …

    Untuk semua Ibu Perkasa di Indonesia …
    Selamat hari Ibu …

    Posted by nh18 | December 22, 2008, 9:37 am
  3. and I believe that you’re beautiful as she was Dear…
    Selamat hari Ibu…
    πŸ˜€

    Posted by chic | December 22, 2008, 10:25 am
  4. Mi.. someday Lala akan sepertimu…
    I’m sure. no doubt πŸ™‚

    Posted by Menik | December 22, 2008, 10:46 am
  5. persembahan terindah untuk seorang ibu. seseorang yang telah banyak memberikan sesuatu yang bernilai dan berharga. menemukan keluarbiasaan dari segala sesuatu yang biasa ia berikan adalah sebuah kemuliaan lain yang pernah ada.

    lho, untuk hari ibu ini saya malah bikin artikel selamat hari ibu, untuk ibu kota…???
    hehehe…

    Posted by tren di bandung | December 22, 2008, 11:21 am
  6. ibu mbak lala pasti bangga bgt dgn mbak skarang…

    Posted by Myryani | December 22, 2008, 11:29 am
  7. DS atau PS?
    salah ketik atau salah tampilan??

    miss yah sist!! (and the other 4)

    πŸ™‚ Lilyana

    Posted by lily | December 22, 2008, 11:39 am
  8. Manis sekali rawiannya, La…
    Andai beliau tahu putrinya yang merawi tulisan ini sudah sebesar ini…
    (besar dalam arti umur lho ya… :-” )

    Maminya cantik. Tapi kok… He-he :p

    (Mamimu seumur dengan mamaku. Ia lahir tanggal 17 tapi)

    Posted by Daniel Mahendra | December 22, 2008, 12:02 pm
  9. hormati selalu ibu,
    karena ia yang telah membesarkan
    dengan air susunya dan dengan kasih sayangnya….,
    lebih dari itu,
    ibu pula yang selalu memberi petuah
    agar anaknya menjadi “orang” kelak….
    karena itu do’anya menjadi ampuh
    dan murkanya pun selalu dikabulkan Tuhan….

    (weh, penggemar bang haji nih, jadi, komennya,
    tinggal utak atik ituk, dari lagu ituuuuuuu…)

    btw. Selamat Hari Ibu, 22 Desember 2008

    Posted by babeh | December 22, 2008, 1:06 pm
  10. akh, this is so great… may god always take care of your beloved mother

    Posted by julehajones | December 22, 2008, 1:12 pm
  11. mmm…Selamat Hari ibu my dearest Lala…dan juga Selamat hari ibu buat mami-nya…semoga beliau tenang disana dan perjalanannya menuju sang khalik….

    La..lu memang bener2 punya seorang ibu yang sempurna, perfect and wonderfull…and she is beautiful too…pantas anak2nya sangat menyayangi beliau ya…

    salam sayang selalu buat Mami ya la…walaupun dia sudah tidak didunia yang fana ini…doaku yang terbaik untuk beliau…

    *big hug dan cipika cipiki πŸ˜‰ *

    Posted by Ria | December 22, 2008, 1:14 pm
  12. Lala…

    Mmmm…..

    ah gak perlu banyak berkata…just wanna hold you tight..and i know how much you miss your mother…

    mamy pasti bangga la…
    pasti senang
    pasti bahagia

    and i bet she is smiling now…at this moment…

    Ow dont cry my dear…
    just ..dont…

    Ada mbak Pit dan Mas Mirza yang akan selalu menyayangi..
    Ada kakak kakak Asunaro mu…

    dan hey…jangan lupa….ada si centil, judel, bawel dan galak Yessy di sini….and i really wanna hold you tight..

    *nyegat ojek ke surabaya*
    *gak sampe kali Yesss….*

    Posted by yessymuchtar | December 22, 2008, 1:18 pm
  13. kereeeeeeeeeennnnn…
    rangkaian kata2 dr jeunglala begitu indah
    mama pasti bangga di atas sana…
    anak gadisnya berubah menjadi org hebat
    met hari ibu buat mama jeunglala n mama2 lainnya di dunia

    Posted by ipi | December 22, 2008, 1:35 pm
  14. Terharu ngebacanya :’)

    saya malah tersenyum-senyum saat menulisnya..
    mengingat Mami ketika dulu dengan serunya main Nintendo di depan televisi! hehehe…

    Posted by Indah | December 22, 2008, 2:35 pm
  15. mamanya cantik, tp cantikan yg mn, jeng lala sendiri atau mamanya y? Hmm..hehe

    Posted by sarahtidaksendiri | December 22, 2008, 3:19 pm
  16. ya Allah lapangkanlah kuburnya dan jadikanlah kuburnya taman syurgaMU…

    *ikut mengenang nenek yang meninggal ketika saya mau berangkat sekolah*

    Posted by seorangdiri | December 22, 2008, 5:28 pm
  17. Lala….indah sekali tulisannya
    apakah mama Lala sepintar anaknya merangkaikan kata untuknya…
    Ah pasti beliau amat bahagia disana
    Anak perempuan tercintanya sedang mengenangnya
    Anak perempuan tercintanya sedang mendoakannya

    Selamat hari Ibu untuk ibu-ibu sedunia….
    tak akan pernah ada yang bisa bales kasih sayang ibu….

    Posted by prameswari | December 22, 2008, 5:47 pm
  18. Now I know where the beauty came from πŸ™‚

    Selamat Hari Ibu untuk para ibu di Indonesia,
    suatu karunia diberi kesempatan untuk menjalankan tugas mulia seorang ibu.
    Layak dihormati karena kasih ibu sepanjang jalan.

    Posted by tanti | December 22, 2008, 6:05 pm
  19. Lala, mamamu pasti bangga melihat putrinya tumbuh besar dan cantik
    Serta pandai menuliskan kata-kata yang indah ini.
    Dan juga anak yang selalu mendoakan orangtuanya, anak yang berbakti….

    Posted by edratna | December 22, 2008, 7:00 pm
  20. Aunty, mami & mas Audi pasti seneng banget punya putri dan adik yang begitu narsis,gendut,pintar,baik dan cantik kayak aunty

    Di sana Mami,mas Audi dan ibuku pasti lagi seneng dech.

    Ehhh mas Audi ngasih hadiah sun ke mami. Trus kalo ibuku sapa yang ngesun ya???? 😦

    Posted by retie | December 22, 2008, 7:34 pm
  21. Oh…ibu,,,
    dihari yang penuh kasih sayang ini, seharusnya kita lebih instrospeksi diri. sudahkah kita membalas sayang ibu kepada kita….
    http://kesunyianku.wordpress.com/narsis-ah/
    salam kenal.

    Posted by Bisnis Online free | December 22, 2008, 8:43 pm
  22. so sweet ..
    smpe terbawa aruss dirikuu .. πŸ™‚

    Aduh, Dek..
    Bisa berenang, kan? πŸ™‚

    Makasih yah… πŸ™‚

    Posted by agunk agriza | December 22, 2008, 9:50 pm
  23. bagiku…kata yg paling indah adalah “ibu”….dan panggilan yang terindah adalah “ibuku”. salam kenal …..

    Posted by troyzen | December 22, 2008, 10:35 pm
  24. ibu adalah manusia terbesar dalam hidup ini…punya cinta yang besar untuk dibagi ke banyak orang, kekuatan yang besar untuk menjalani hidup bersama orang2 tercintanya…apapun resikonya, segala bisa alias multitalenta, guru besar saya dalam hidup…

    Posted by geRrilyawan | December 23, 2008, 3:36 am
  25. seorang ibu
    adalah makhluk tercantik bagi semua anaknya
    tidak ada yang akan menyangkal itu.
    Berbahagialah kita yang masih pernah mengenal ibu kita….

    EM

    Posted by Ikkyu_san | December 23, 2008, 7:39 am
  26. Hebat sekali ibu ya?

    Posted by Edi Psw | December 23, 2008, 9:31 am
  27. Ah, sebuah cerita tentang kehidupan dan perjuangan seorang ibu… 😦

    …kapan-kapan saya akn menulis tentang mama, ah.

    Posted by Gunawan Rudy | December 23, 2008, 9:47 am
  28. Tulisan yang indah ini merupakan doa bagi mama-mu, La.
    Mudah2an bisa menjadi tambahan amunisi buatnya…
    Pasti dia bahagia di alam sana…

    Posted by Hery Azwan | December 23, 2008, 9:49 am
  29. Disaat ibumu tidur,

    Coba kamu lihat matanya dan bayangkan matanya takkan terbuka untuk selamanya..
    tangannya tak dapat hapuskan airmata mu dan tiada lagi nasehat yang sering kita abaikan..

    Bayangkan ibumu sudah tiada..
    Apakah kamu cukup membahagiakannya..?

    Apakah kamu pernah berfikir bertapa besar pengorbanannya semenjak kamu berada di dalam perutnya…?

    i Love my Mom so Much..
    happy mom days

    Posted by OeJi nAkAL | December 23, 2008, 12:14 pm
  30. i love your post sis..
    nama maminya mbak lala hampir sama kayak nama ibuku πŸ™‚ her name is Tutty.
    sometimes she makes me cry in the middle of night. i miss her so much. even i’ve met her last sunday, nengokin saya ini, anak bontotnya yang ngeyelan. sekalian nemuin saya dgn kakak saya yang udah hampir 6 bulan ga ketemu.
    sering kali ibu kewalahan menghadapi kengeyelan saya dan kekeraskepalaan saya. tp ibu ga pernah ngeluh..

    saya kagum sm maminya mbak lala, perjuangan hidupnya..cintakasihnya…mami pasti bahagia dan bangga memiliki putra putri seperti mbak lala..

    our mom’is our heroine ^__^

    happy mother’s day πŸ™‚

    Posted by INDAH REPHI | December 23, 2008, 7:03 pm
  31. Who should i give may love
    my respeck and my honour to
    who should ipay good mind to
    after Allah and Rosululloh
    Comes your Mother
    Who next
    Your Mother 2x
    and then your father
    I LOVE U MOM….

    Posted by dafhy | December 23, 2008, 9:20 pm
  32. hmm….kapan ya aku dibelai ibu ? ditungguin saat nggarap pe’er, atau sekedar berceloteh tentang jangkrik dan belalang…
    ah….

    Posted by goenoeng | December 23, 2008, 9:20 pm
  33. Walaupun sekarang dia sudah tiada, dari sana dia akan selalu menemani,memudahkan langkahmu dan selalu menjagamu.

    Setiap ibu, buatku adalah seorang pahlawan tanpa jasa.

    selamat hari ibu buat semua ibu didunia.

    Posted by kweklina | December 23, 2008, 9:57 pm
  34. mbak….Ibu terharu sampai mentikkan air mata…
    Itulah perempuan…kuat,tegar,tak mengeluh,ingin yang terbaik untuk anak dan keluarganya…
    semoga keteladanan beliau akan bisa ditiru oleh banyak perempuan…walaupun dengan peran berbeda..tetapi semangat yang sama..

    Posted by dyah suminar | December 24, 2008, 2:35 pm
  35. Wow.. so sweet La. Very nice writing.. Very lucky children especially the youngest daughter, very luck Mom… πŸ™‚

    She must be very proud of you La.. πŸ™‚

    Posted by Nug | December 25, 2008, 10:51 pm
  36. nice flow

    Posted by 1root | December 27, 2008, 6:31 am
  37. mo kenalan aza sm si mba ini… met tahun baru yah…

    Posted by fahri | December 29, 2008, 12:43 pm
  38. Semua ibu adalah makhluk yang kuat. Anak-anak yang baik dan sukses pastilah dilahirkan oleh seorang wanita yang pandai, ulet, dan hebat. Sosok Jeung Lala sekarang adalah cerminan apa yang telah dilakukan ibunda dalam mendidik putera-puterinya.

    Saya mendoakan, semoga ibunda mendapatkan tempat yang sebaik-baiknya di sisi Allah Swt.

    Posted by tutinonka | December 29, 2008, 2:22 pm
  39. seandainya, aku masih punya nenek, pasti cakepnya kayak eyang tutik ya tante lala

    Posted by sazka | December 30, 2008, 3:10 am
  40. *tak bisa berkata apa-2*
    Semoga Bu Tutik mendapatkan tempat di sisiNYA.
    Amin.
    Pasti Ibunda bangga ngeliat Jeunglala.
    Tetep semangat jeuang, bikin beliau bangga…
    πŸ™‚

    Posted by humorbendol | January 1, 2009, 10:18 pm
  41. touching….

    Posted by elfira arisanti | May 30, 2010, 7:18 pm

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback: Tangan dan Kaki yang Berbicara « the blings of my life - February 8, 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

December 2008
M T W T F S S
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: