you're reading...
daily's blings

perfect way to say…

Sudah beberapa pagi ini telinga saya dimanjakan dengan the amazing voices of Air Supply. Gara-gara Bro men-download belasan lagu Air Supply dari internet lalu memutarnya di MP3 player mobil sedannya tanpa henti alias non stop, dari buka pagar rumah sampai saya turun di depan kantor hey Bro, tadinya aku mau bilang kalau kamu nurunin aku di pinggir jalan gara-gara takut mobilmu musti masuk bengkel kalau melewati jalan yang acak-acakan begitu… tapi ntar besok-besok kamu ogah nganterin aku lagi kan bahaya… hehe… jadi sudah berhari-hari pula saya makin kecanduan dengan lagu-lagu Air Supply yang sangat cantik.

And a few days ago, they tempted me with their ever lasting song: Good Bye.

I can see the pain living in your eyes
And I know how hard you try
You deserve to have so much more
I can feel your heart and I sympathize
And I’ll never criticize all you’ve ever meant to my life
I don’t want to let you down
I don’t want to lead you on
I don’t want to hold you back
From where you might belong…

Mungkin karena masih terlalu banyak space di dalam otak saya sumpah deh, segala macem teori yang dulu diajarin Bapak Ibu Dosen di kampus, udah nggak inget semua! Itu yang bikin spacenya tersisa banyak.. hihihi… sehingga saya malah membayangkan tentang my own and private goodbyes

Dari Pacar Pertama… sampai yang kesembilan.. hehe… itu pacaran apa doyan, La? Lagian, elu nggak selaku itu deh kayaknya :D… sampai yang kemarin itu, semuanya memiliki ending yang tidak pernah sama, meskipun ya, alasan-alasan ketika mereka iya, lelaki-lelaki itu yang tega mutusin saya! hiks! memutuskan saya adalah sejenis atau tidak jauh berbeda: selingkuh, selingkuh, dan selingkuh. Yaiks! Be creative, dong… ๐Ÿ™‚

Ada yang memutuskan hubungan lewat telepon… La, kayaknya kita musti udahan deh…
Lah, udahan telepon, maksudnya? .. bukan… hubungan kita berdua…
Ow… *dilanjutkan dengan acara menangis darah terus nggak makan sampai tujuh hari tujuh malam*

Ada yang memutuskan hubungan lewat SMS… La, kok aku rasa, kita sudah nggak sejalan, ya?
Ya iya lah.. secara rumah kamu sama rumah aku memang beda kompleks… oh, nggak.. maksudnya… prinsip-prinsip kita…
Jadi? …kita putus aja yuk…
Ow… *masih menangis darah dan kali ini nggak makan sampai tiga hari tiga malam… iya, soalnya ternyata kalau sampai selama itu,ย  saya malah ditawarin jadi peragawati di panggung catwalk…*

Dan beberapa macam cara lain yang intinya sama saja: kami putus, hubungan selesai, mulai sekarang nggak ada telepon-telepon mesra, SMS-SMS nggak penting, atau acara kencan romantis.
Saya. Kamu. Selesai.

Hhh…

Sedih?
Ah, memang siapa yang nggak sedih kalau setelah hari ini, nggak bisa berdekatan lagi dengan mantan orang terdekat…

Marah?
Ah, memangnya ada ya, orang yang tidak marah kalau diputuskan tanpa sebab? atau saya memang benar-benar perempuan yang aneh karena merasa marah kalau tiba-tiba Pacar memutuskan hubungan padahal hubungan sedang hangat-hangatnya?

Kecewa?
Ah, bukankah seharusnya diawali dulu dengan diskusi, mencoba mencari solusi, dan bukannya mencari perempuan pengganti terlebih dulu lalu setelah berhasil mendapatkan si pengganti, dia bilang bahwa kami sudah tidak sepaham…

I instantly remember one episode of Sex and The City, ketika Carrie Bradshaw harus rela diputuskan oleh Pacar melalui media yang sebenarnya sangat, sangat nggak banget. After a great sex last night, then followed by intimate hugs afterward… and then poof! Pagi-pagi, Carrie menemukan selembar post it yang tertempel manis di pinggir laptopnya yang terbuka, yang bertuliskan kata-kata sederhana ini: I’m sorry, I can’t. Don’t hate me.

&%^$@%$!

Ah, come on… Tidakkah ada cara yang lebih proper? Lebih manusiawi? Lebih sopan, deh… Pemutusan hubungan lewat post it, dengan tulisan yang sangat bombastis, padahal semalaman mereka sudah berjanji untuk memperbaiki jalinan hubungan yang memang sempat berantakan… is just really really gebleg! ๐Ÿ˜ฆ

Let’s talk over dinner.
Or over coffee.
Okay. Just wait ’til I wake up and then you may say those words… and not write it down in the post it!

Carrie hanya butuh a proper good bye. Not a sweet one, but proper…
Dan kamu tahu?
Bukan Carrie Bradshawย  saja yang membutuhkan a proper good bye.
Tapi juga seorang Lala Purwono.
Iya.
Saya.
Dari orang satu ini.

***

Dari beberapa kali pacaran, dari beberapa kali pengkhianatan deu, Lala.. menderita amat, sih, hidup lu… dari beberapa kali pemutusan hubungan… hanya ada satu orang yang membuat saya amat sangat marah karena saya merasa: I really deserve a proper good bye.

Bayangkan saja.
Saya dan Orang Jelek ini sedang berada dalam satu hubungan yang jauh dari badai. OK, there was a distance. Dia di Jakarta, saya di Surabaya. OK, there was hundreds of kilometers apart. Tapi jarak bukan penghalang. Provider selular telah membantu kami menikmati komunikasi dengan mudah dan rejeki yang entah kenapa selalu hadir saat itu untuk membeli tiket dan berkangen-kangenan, entah di Surabaya atau Jakarta. We were that perfect. So perfect.

Tidak ada badai; not even a heavy rain. Semuanya tenang. Saat itu saya bahkan mulai GR kalau hubungan ini akan menggelinding ke arah yang jauh lebih serius yes, the Idiot Lala, somehow has already planned a magical wedding reception and how many kids we might have… karena kami saling melengkapi, saling memahami, dan orang tua sudah merestui. Apa yang kurang?

Dan kamu tahu apa yang kurang?
…minusnya rasa sensitif saya kalau sesuatu telah terjadi di sana…
I was totally blinded, too blind to see that he was out there, fooled around with a girl from his past…
the one who would soon become his wedded wife!

Dia pergi tiba-tiba. Hilang tanpa kabar. Tak bisa ditelepon apalagi membalas SMS. Setelah semalam kami mengobrol mesra di telepon, besoknya dia hilang tanpa jejakyes, until today.

WHAT THE H*LL??!!

Ketika kemarahan itu menjadi ide saat menulis, banyak yang bilang… ah, kamu masih cinta sama dia, La… kalau nggak, kenapa kamu sebenci itu…

Ketika saya masih sangat-sangat marah dan malah sempat mengalami JakartaPhobic, banyak yang bilang… ah, itu tandanya kamu masih memikirkan dia…

Hey.. I don’t even think about him. Saya hanya butuh one simple but proper good bye. Apakah itu terlalu berlebihan? Saya cuman ingin tahu, kenapa dia tiba-tiba menghilang. Saya cuman ingin tahu, apakah saya yang salah sehingga dia tiba-tiba pergi. Tidak untuk memintanya atau mengibanya kembaligila kali! … tapi hanya untuk sekedar tahu, segala alasan yang membuatnya ingin pergi dan lari dari saya…

Simple but proper good bye. Simple but proper.
Ah, I wasn’t asking the whole world.. I was only asking why didn’t I deserve a proper good bye.
It wouldn’t change anything, I know that, but at least I’d be more relief.

Tapi benarkah?
Benarkah simple but proper good bye adalah jauh lebih baik daripada bad good bye? Daripada sekedar menghilang terus tak bisa ditemui lagi?

Benarkah?

..

mmm…

in fact…
it’s not.

Karena ternyata sama saja.

Remember my five o’clock phone calls?
Remember how we still wanted to move forward but there was something that made us stop?
Because if we pushed ourselves harder, we would hurt each other even more and more?

Ketika dia bilang, “We’re over, La… ” Dengan intonasi suara yang amat sangat lembut, perlahan. Sembari memeluk lalu mengecup kening saya… Kemudian ia melambaikan tangannya dan sosoknya berlalu dari depan rumah saya… Yes. It was a proper good bye.. In fact, it was the sweetest good bye that I’ve ever had in my life time.
tetap tidak mengubah kenyataan bahwa saya malah menangis jauh lebih hebat.. merasa sangat, sangat kehilangan..ย  hati saya jauh lebih terluka… dan remuk… dan seolah punya keinginan bodoh untuk terus bersamanya, meskipun kami seolah berdansa di lapisan es yang setiap saat bisa retak dan menenggelamkan saya dan dia… ๐Ÿ˜ฆ

Akhirnya saya menyadari satu hal.

Bahwa entah itu proper, entah itu sadis, entah itu malah so very sweet… Perpisahan tetaplah perpisahan. Good bye, dengan cara apapun… tetap akan menimbulkan luka. Tetap akan membuat saya bersedih. Dan ya, meskipun dengan kadar kesedihan yang berbeda-beda pastinya, but still… it’s painful.

Karena esensinya adalah satu.
Saya. Kamu. Selesai.
And that’s it.
No matter how sweet.
Or how terrible.
They’re just the ways of saying good bye.

and I guess, after all…
there’s no perfect way to say it…..

You would never ask me why
My heart is so disguised
I just can’t live a lie anymore
I would rather hurt myself
Than to ever make you cry
There’s nothing left to try
Though it’s gonna hurt us both,
There’s no other way than to say, “Good bye…”

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

36 thoughts on “perfect way to say…

  1. Doh… baca ini lagi-lagi travel back in time ke masa 4 tahun yang lalu.. ๐Ÿ˜

    well saat itu, memang tidak ada sama sekali proper good bye. He just gone. That’s all. No words. And I’ve curse him till today…
    hewhewhewhewhewhew :mrgreen:

    Posted by chic | December 16, 2008, 4:24 pm
  2. iya memang thereโ€™s no perfect way to say itโ€ฆ..
    solusinya ya, keep silent and go away ๐Ÿ˜†

    Posted by *hari | December 16, 2008, 4:33 pm
  3. Percaya deh la…

    orang yang melakukan itu semua adalahorang bodoh ๐Ÿ™‚

    dan lo pasti dapetin yang jauhhhhh lebih baik…yang mungkin tidak akan mengatakan goodbye….melainkan mengjukan pertanyaan..

    “Will you marry me darling..?”

    *Soon baby..soon :)*

    Posted by yessymuchtar | December 16, 2008, 4:40 pm
  4. tapi setidaknya dengan proper good bye, kita tidak akan menyalahkan diri sendiri atau mempertanyakan sebab-musababnya.
    hasil akhirnya memang selalu sama…sakit
    tapi kita manusia yang punya perasaan, bukan binatang….

    EM

    Posted by Ikkyu_san | December 16, 2008, 4:41 pm
  5. mbak lala, terkadang bagi kaum lelaki, kami lebih baik bergelut dengan sekian orang dibandingkan melihat tangisan seorang wanita.

    saya pun pernah seperti itu, untuk pertama dan terakhir kali i did my proper good bye, bener2 sangat menyesakkan dada melihat air mata itu turun dari tempatnya akhirnya sejak itu saya lebih memilih untuk diam dan berlalu begitu saja. Sakit memang tapi seperti yang mbak katakan

    “Theyโ€™re just the ways of saying good bye.

    โ€ฆand I guess, after allโ€ฆ
    thereโ€™s no perfect way to say itโ€ฆ..”

    Posted by yande | December 16, 2008, 4:55 pm
  6. ohhh dear…remember…it’s just about time because time will heal everything….

    Gw ngerasain kok apa yang lu rasain..tenang aja didepan sana ada seseorang yg terbaik buat lu, buat gw atau buat cewek2 seperti kita ^_^ *sambil ngelap air mata gw yg belum kering juga…hiks*

    One thing…perpisahan tetep perpisahan sebaik apapun endingnya perpisahan tetep gak enak…in several time i feel so lonely after saying good bye…gak hanya buat lu la, percaya pasti dia juga ngerasain sakit yang sama

    Posted by Ria | December 16, 2008, 5:04 pm
  7. jeung memang begitulah kelakuan lelaki.
    makanya saya ngga seneng sama lelaki.
    kalau saya seneng sama lelaki…
    ih amit-amit deh…
    *ngebayangin lagu naif yang di video klipnya ada aming*

    Posted by tren di bandung | December 16, 2008, 6:47 pm
  8. satu, ternyata kamu jadi kurus gitu bukan ikut program diet to, La ? tapi karena kebanyakan diputusin pacar, terus gak doyan mangan tah ?
    dua, aku pernah melakukan hal yang sama, mungkin dengan intonasi yang sama pada pacarku yang ke…..*ngeling2 ndisik*, mbuh lupa….’wis, kene pedot wae rak wis…’. tapi, kalo itu dengan sebab, aku wis kehabisan kesabaran dipesesa terus, terakhir deweke selingkuh (ngaku lagi ๐Ÿ˜€ ).
    nah, habis aku bilang gitu, dialah yang nangis darah, hehehe….
    sori, sori…..tapi aku nggak akan menyakiti kalo nggak sangat kesakitan.
    tiga, hari ini giliran susu jahe panas, tetep sa’ gelas gedem. sluurrpph…..aah…….

    Posted by goenoeng | December 16, 2008, 7:03 pm
  9. Iya..ya..aku jadi bertanya2 la..kok mereka nggak bisa ngasih alasan kenapa ya?
    Tapi aku nggak separah lala..menangis – nangis darah..trus gak makan beberapa hari..
    Kepikiran aja sambil terus makan..waks! parah kan?..
    Bakat endut gini mah..syusyah! :mrgreen:

    Posted by p u a k | December 16, 2008, 7:33 pm
  10. waduh.. jadi keinget ama.. *halah..

    emang mba’ La.. gimana pun cara berpisahnya tetep aja ujung2nya nyesek..

    tp tetep semangat mba’ La.. pasti akan dapat yang terbaik dari yg terbaik ๐Ÿ˜€

    Posted by inge | December 16, 2008, 8:31 pm
  11. wah, saya ndak jago nih kalo harus ngomentarin yang beginian hehehe… yang jelas saya juga ndak setuju ama orang yang kabur tanpa kabar….bikin kita berkobar-kobar….
    dan terpaksa perasaan harus dalam-dalam dikubur…

    simple but proper goobye… yeah… i’ll try… (loh? kok malah mau dicoba? mudah2an ndak perlu say goodbye yah mba, tapi: “see you darling, di KUA tentunya, muach…” *gubrak*

    salam -japs-

    Posted by japspress | December 16, 2008, 8:58 pm
  12. ijin ambil lagunya buat pasang di blog, teruntuk seseorang ๐Ÿ™‚

    Posted by deordinaryone | December 16, 2008, 9:03 pm
  13. “good bye” mestinya memang diucapkan in a good way, in proper way, kalau tidak itu akan disebut “bad bye” …

    *ngarang,… plesetan yang garing*
    *meringis*

    memang ini kaitannya dengan perasaan La,
    jadi benar, tidak ada cara yang sempurna untuk mengucapkan perpisahan tanpa membuat hati lara…

    Posted by tanti | December 16, 2008, 9:27 pm
  14. Baca ini Ingat Film Superman..
    Ingat perasaan Jane..?? saat Superman kekasih hatinya pergi tanpa berita..dan tanpa mengucapkan Bye.. lalu disaat mereka bertemu lagi jane sudah punya kekasih dan anak.. saat itu Jane menuntut Proper Good bye..

    dan saat kata itu terucap.. ternyata malah menyakitkan…

    terkadang Kata itu tidak perlu say.. Ikhlas dan tersenyum.. maka kamu akan jadi pemenangnya

    Posted by latqueire | December 16, 2008, 9:38 pm
  15. La…..
    Hiks..hiks.. jadi inget semuanya La………

    Gak bisa crita deh…….

    Lho, Mbak..
    Inget semuanya? Apa Mbak….
    Aduh, kok nggak bisa cerita sih… Cerita lewat email yuk, siapa tahu bisa berbagi sesuatu dan bisa jauh lebih lega…

    Posted by erna | December 16, 2008, 9:42 pm
  16. Yah, itulah manusia punya nafsu, perasaan dan pikiran.

    Emang sakit sih. Tapi no problem suatu saat pasti akan tiba hari2 indah itu

    He eh.
    Bicara soal sakit, emang sakit… banget, malah ๐Ÿ™‚
    Tapi saya percaya kok… walaupun tidak dalam waktu dekat, tapi suatu saat, pasti bakal ketemu sama lelaki yang ogah bilang Good bye ke saya.. ๐Ÿ™‚

    Posted by Jay | December 16, 2008, 10:06 pm
  17. iya, hari hari indah pasti kembai lagi.
    habis terang mereduplah gelap. 9mampus luh khan ngaco guwe)

    makasih yah udah mendukung diriku ketika menurun…
    :mrgreen:
    -NyurianN-

    Hujan badai saja bisa berhenti kok…
    Gulungan ombak tsunami juga bakal mereda…
    Memang tidak instan, tapi kamu benar… hari indah itu pasti akan kembali lagi ๐Ÿ™‚
    Thanks to you too!

    Posted by nyurian | December 16, 2008, 10:19 pm
  18. Alowww mbak lala, pa khabar

    Halloowww…
    Buaeekkk…
    Barusan pulang selingkuh… dari teh, maksudnya.
    Iya, sekarang saya minum kopi lagi.. hiks! ๐Ÿ˜ฆ

    Posted by muridkehidupan | December 16, 2008, 10:21 pm
  19. yesterday is history, tomorrow is mistery snd now id opportunity.
    Kalau kemaren-kemaren diputusin, itu jadikan pengalaman. Selanjutnya nyari lagi… buat belajar mutusin :mrgreen:

    Hihihihi…
    bagian akhirnya lucu!!! Hahaha…

    Eh, tapi tapi..
    dari berkali-kali pacaran, saya baru sekali mutusin… dan sumprit dah, nggak ada enak2nya sama sekali.. ๐Ÿ™‚

    Posted by ikapratiwi | December 16, 2008, 10:35 pm
  20. mutusin itu emang saat paling berat buat cowok…jadi kadang nyari penyelesaian instan aja, ngirim surat, sms, atau bahkan nggak bilang apa-apa trus ngilang aja….

    tapi emang berat sih…..cuma ya lebih baik dihadapi………
    tapi…..halah maap banyak tapi-tapiannya…

    Posted by geRrilyawan | December 16, 2008, 11:27 pm
  21. “how to say good bye to someone who you canโ€™t live without?”
    “i said nothing. I just walked away”
    lupa sapa yang ngomong. tapi itu memang cara yang efek destruktifnya paling kecil.

    Posted by om4gus | December 17, 2008, 12:06 am
  22. Hahaha, sampe sekarang aku hafal 100% lirik lagu ini… hehehe, menyentuh.

    Posted by Raffaell | December 17, 2008, 12:15 am
  23. no man…….. no cry……
    no coffee…….? …………
    wah bisa diamuk jeung lala kalo ini…… ๐Ÿ˜€

    Posted by han han | December 17, 2008, 12:16 am
  24. Jadi inget pengalaman probadi beberapa tahun silam hiks
    Ga ada kabar berita, ditelpon ga pernah ada, mana belum jamannya hape ๐Ÿ˜ฆ
    Jadi mikir, what’s wrong with me? n sempet rada2 trauma untuk memulai hubungan baru *loo kok malah curhat hihihi*

    Posted by Ade | December 17, 2008, 6:02 am
  25. be strong lula, life will find the way (jurassic park)

    Posted by julehajones | December 17, 2008, 8:27 am
  26. ๐Ÿ™‚

    hmm.. sis,
    beberapa pria memang punya prinsip.. “lebih baik pergi dalam ‘diam’, kami malas dengan drama-drama air mata…” ๐Ÿ˜ˆ

    btw, saya juga suka lagu.. Air Supply.. You.. would never ask me why.. my heart is so disguised.. *loh kok jadi nyanyi-nyanyi..?* ๐Ÿ˜€

    *peluk-peluk Lala lalu nyemangatin untuk 090909..* hahaha… *teteup*… ๐Ÿ˜€

    Posted by yu2n | December 17, 2008, 9:09 am
  27. motto 1 : Saya. Kamu. Selesai.
    harus diganti dengan motto 2 : Saya. Kamu. Lanjut.
    why ? coz.. motto 1 untuk cari pacar… nah motto 2 untuk cari suami atawa istri.
    That’s the way…

    Posted by cenya95 | December 17, 2008, 10:34 am
  28. wah… kalo lagu “good bye-nya air supply”
    saya udah suka dari jaman dulu (masih SD)…,
    padahal waktu itu ga ngerti bahasa inggris sama sekali…

    dulu bapak saya seneng banget muter lagu ini…
    dan ga tahu kenapa, saya suka banget sama liriknya…

    terutama bagian :
    I would rather hurt myself
    Than to ever make you cry

    sampe saat ini, masih belum bisa cari alesan yang masuk akal, kenapa saya suka banget sama kata-kata itu… ๐Ÿ˜•

    -gbaiq-
    [senyum] ๐Ÿ™‚

    Posted by gbaiquni | December 17, 2008, 11:06 am
  29. Hiks…daleeeeem
    *ngelamun beberapa tahun lalu*
    setuju jeung..there’s no a perfect way to say goodbye.
    In fact i’d rather keep silent to say it.
    Someday…time will heal
    it works on me, anyway
    *ngapus air mata*

    Posted by ipi | December 17, 2008, 11:10 am
  30. jeung lala, secara cewe ditinggalin cowo sih biasa. ok ok itu juga berat. tapi saya pernah alami yang lebih dramatis.

    ada cewe yang ngejar saya la. saya denger dari temen yang bisa diandelin deh. terus, udah waktu itu saya tembak. nerima, jadian deh.

    taunya 3 bulan kemudian dia mutusin. karena ternyata perasaan dia ke saya itu bukan seperti ini “katanya”. dan kemudian dia memilih yang lain…

    sudah sejak saat itu saya pilih wanita paling hebat yang pernah ada dan bukan dia. kemudian saya menikah dan berbahagia sekarang. kemudian saya bersama keluarga saya yang bahagia ini ketemu dengan dia dalam beberapa kesempatan dengan masih sendirian.

    dramatis?

    *wew so dramatis*

    ya, harapan itu selalu ada. kesakitan luar biasa saat ini hanya memancing kebahagian yang lebih luar biasa.

    Posted by tren di bandung | December 17, 2008, 11:18 am
  31. Waduh …sudah ramai… mau ikut dengerin Air Supply..

    Posted by Mas Indra | December 17, 2008, 11:24 am
  32. saya datang lagi dengan sejuta senyuman ๐Ÿ™‚
    salam kenal ๐Ÿ™‚

    Posted by tukyman | December 17, 2008, 2:53 pm
  33. hm..beginning to understand you ..

    Posted by hawe69 | December 17, 2008, 3:36 pm
  34. Masih ingat aku pernah ngomong:
    buatlah dirimu membanggakan sehingga orang yang meninggalkanmu pada akhirnya berpikir: “Ups! Dia malah jadi lebih baik tanpaku…”

    Did you?

    Posted by Daniel Mahendra | December 18, 2008, 11:06 pm
  35. Ya ampun aunty, kenapa sich mereka2 itu tega banget. Mmm kalo inget waktu kamu terima telp di mobil waktu itu aku sempat mikir, apa ya orang itu juga ya ??

    Aku setuju ma bang DM, aunty harus kuat dan tunjukin aunty jauh lebih baik!!!

    Posted by retie | December 19, 2008, 11:26 pm

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback: 437 « the blings of my life - February 26, 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

December 2008
M T W T F S S
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: