you're reading...
daily's blings, I'm In Love

five o’clock phone calls

saya sedang mellow. kalau nggak suka tulisan yang sentimentil,
Pass aja deh…
πŸ™‚

Five o’clock, in the afternoon.

Telepon itu selalu berbunyi nyaring dan dalam hitungan sekian detik, saya sudah mengangkat gagangnya dengan hati berdebar sambil berucap kata pembuka seperti biasa.

Halo
Hello…
Sore…
Good afternoon…

Dengan nada sopan, pastinya.
Meskipun saya tahu, saya bisa saja menyapa dengan nada yang cengengesan seperti, “Haaaaiiiii….” nada manja ala seorang Lala. Bisa saja saya bilang, “Halllowwww…” masih dengan nada manja khas seorang Lala yang entah kenapa lupa pada usia dan bentuk badannya yang montog ini. Karena saya tahu, pada jam lima sore, saya tidak perlu mengucapkan salam pembuka yang terlalu panjang, seperti biasanya. Saya tidak perlu menyebutkan greeting yang seharusnya, seperti ini:

Good afternoon, PT. XX shipping, Lala’s speaking, how can I help you…

Karena saya tahu persis, at every five o’clock in the afternoon… from Monday to Friday… from the past six months, saya tahu, telepon saya hanya berdering…

Dan itu,

…telepon darinya.

***

Saya tahu, itu dia. Saya hafal sekali dengan suaranya. Saya terlalu hafal dengan segala kebiasaannya, sehingga hanya dengan mengangkat telepon itu lalu hening sebentar dan tiba-tiba muncul suara sedikit berat dan tenang dari ujung sana… I always know, that it’s him.

Dan entah kenapa, suara saya selalu berubah manja…

“Haiiiii….”
“Hai… How’s your weekend?”
Great… Kamu?”
Hmm.. okay…
Really? Kangen nggak?”
It’s not even a question.”

Dan setelah itu, saya selalu diam. Dan setelah itu, saya selalu menyalahkan diri sendiri yang seperti tidak pernah mau mengerti perasaannya. Dia pernah bilang dan memohon kepada saya untuk tidak menanyakan tentang isi hatinya, ever again. Karena buat dia, it’s just so damn painful for lying and lying again… *sigh*

Sorry, ya?”
Nope, it’s OK.”
“Kadang aku cuman kepingin tahu…”
“Buat apa?”
I just want to make sure that I am loved… by you.
“Dan kamu masih harus memastikan itu?”
“…”
For the last painful weeks, when I asked you to move on and start living your life… kamu masih ingin tahu apa aku masih sayang sama kamu?”
“…”

then I heard something..
something familiar.

well, it was his voice.
and he said…

“Aku sayang kamu, Lala… Aku masih sayang sekali sama kamu. And it kills me when you’re still asking me how much I love you and when in fact I want to be with you… forever…

Saya ingin memeluknya.
Saya sangat ingin memeluknya.
Saya ingat bagaimana wajahnya saat terakhir kami bertemu. Saya ingat ketika dia berkali-kali melihat putaran jarum di jam yang melingkari manis pergelangan tangannya sambil wajahnya semakin gelisah. Saat itu saya harus segera pergi. Dan kami harus berpisah, tapi dia enggan.

I hate it…
I know…
I want you to stay…
And you know that I can’t…
“Kenapa waktu seperti cepat sekali, sih?”
Because it will never be enough time for us… Because we will ask for more, and more.. and more…

Dan wajahnya seketika sendu.
Dan saya yakin, kesenduan yang sama tengah menyelimuti wajahnya.
Wajah seorang laki-laki,
yang hingga hari ini.. saya tahu persis.. belum bisa pergi dari ingatan saya….

***

Dia selalu bilang sama saya:

I want you to be happy… with someone, who really deserves you…”

Kamu ingin saya bahagia?
Kamu yang bisa membuat saya bahagia!
Kamu!

Dia selalu bilang lagi sama saya:

“Kamu hanya belum menemukan orang itu…”

Kalau saya bilang, orang itu kamu… would it be a problem, eh?

Dia selalu bilang ini, lagi dan lagi dan lagi sama saya:

“Percaya, deh, sama aku. Setelah kamu move on, setelah kamu bisa buka mata lagi… kamu akan ketemu dengan orang lain. Seseorang yang bisa mencintai kamu…the special someone… yang akan memberikan dunianya buat kamu…”

please… don’t say that.. please…

Dan ya, dia selalu mengakhiri percakapan sejenis ini, dengan kalimat-kalimat yang serupa:

Please, La… Aku nggak minta apa-apa. Aku cuman ingin kamu bahagia. Itu sudah lebih dari cukup…”

Dan saya selalu diam, membeku, dan menyerah pada hening.

Bagaimana bisa saya membuka hati kalau saya terlalu mencintai kamu, eh?
Bagaimana bisa saya menemukan orang lain kalau kamu terlalu hebat merajai hati saya, eh?
Saya cinta kamu…
Saya…
Cinta…
Kamu.

Kenapa bukan kamu yang mencoba untuk mengerti perasaan saya?

***

Awal Oktober 2008

“Kamu janji bakal bilang kalau sudah menemukan seseorang, kan?”
I won’tΒ  bother to find anyone… I love you…”

Beberapa minggu, kemudian

“Kamu sama siapa sekarang?”
Nobody… I love you…
“Sudah, La.. please, don’t do that.
“Apa?”
Don’t love me.
“Kenapa?”
“Karena kalau kamu begini terus, bagaimana bisa kita move on?”
“Tapi kalau aku masih cinta dan sayang sekali sama kamu…Β  so, what?”
Okay. But will you please, just tell me, kalau kamu menemukan seseorang…”
Nobody. I said nobody. I love you. Kamu denger nggak sih?!”

Awal November 2008

What if I met someone?
Did you?
“Cuman nanya…”
“Hm. Pasti sedih… banget. Kenapa, sih?”
“Nggak, nggak… cuman nanya aja… just in case, mmm….
“Apa? Apa? Kamu sudah ketemu sama orang lain?
…mmm… nope.

Masih di bulan yang sama, beberapa minggu kemudian

There’s this guy…
“…”
“Dia lucu… Dia bisa bikin aku ketawa… tapi dia juga pintar… Dia udah ngajarin aku banyak hal…”
“Hm… Boleh tahu, siapa?”
Just someone.
“Hm… dia sudah bilang apa aja sama kamu?”
“Bilang apa aja sama aku? Ah.. Nggak kok. Kami cuman bicara-bicara nggak penting. Some sweet nothings. Bukan apa-apa, sih… tapi perasaanku seneng aja saat ngobrol-ngobrol nggak penting itu. He’s a funny guy… but very smart… He’s just the type of guy that I…
That you, what? Lelaki yang kamu, apa?”
“…admire a lot.
“…”
“Hey, kok diem, sih, Sayang?”
“…La?”
“Ya?”
“Aku punya satu permintaan sama kamu.”
“Apa?”
“Kalau suatu saat kelak kamu memang merasakan lebih sama orang itu, will you stop calling me ‘Sayang’?”
“…”
“Karena kamu nggak bisa bilang sayang dengan banyak orang… Karena aku nggak mau disebut ‘Sayang’ tapi pada kenyataannya, kamu merasakan sesuatu buat orang lain…”
“Tapi aku nggak sayang kok sama dia…”
“Tidak sekarang, tapi nanti.. Nanti kamu bisa jatuh cinta sama dia dan setelah itu… kamu dan aku adalah masa lalu...”
“…”
“Janji ya, La?”
“Janji apa?”
“Janji ya, kamu bakal berhenti panggil aku ‘Sayang’ kalau kamu memang sudah mulai sayang sama orang itu…? Please?”

Sore itu, saya menangis…

***

It was five o’clock, in the afternoon.
Almost eight hours from now (12.46 am, December 2, 2008)

Telepon saya berdering.
Dan saya tahu, itu telepon darinya.

Sungguh. Entah kenapa saya begitu berat mengangkat telepon itu. Padahal gagang teleponnya tidak berubah menjadi besi berkilo-kilogram beratnya. Padahal saya juga sedang tidak melakukan apa-apa dan hanya sekedar browsing via internet di laptop saya. Tapi… entahlah. Sepertinya berat sekali untuk mengangkat gagang telepon lalu menyapanya seperti biasa…

gila kamu, La… what are you waiting for… it’s him… it’s your beautiful man… pick up the phone, silly!

“Sore…”
“Hei… belum pulang?”
“Setengah jam lagi, kan? Kamu?”
“Sebentar lagi…”

Saya merasa canggung. Hey, kenapa… Kenapa ini?

“La, apa kabar?”
“Baik. Kamu?”
“Baik.”

Dia terdengar sama canggungnya. Hey, kenapa… Kenapa ini?

Is there anything you want to tell me, La?”

Dan sejak kapan dia berubah menjadi paranormal dan punya semacam radar bahwa saya memang sedang ingin bicara banyak sama dia? Sejak kapan dia punya semacam intuisi bahwa mantan perempuan kesayangannya ini sedang ingin ngobrol panjang lebar tentang rasa di hatinya yang tapi tak pantas untuk dibagi dengannya?

I sense something…”

Ah, sepertinya dia memang terlalu mengenal saya… He knew me too well…

“Cerita, deh… Cerita…”

Dia terdengar biasa-biasa saja, tapi saya tahu, dia sedang berjuang mematikan rasanya. Sama seperti saya yang berjuang untuk berhenti bermain-main dengan perasaan cinta dan rasa bersalah saya yang teraduk-aduk menjadi satu formula yang membuat hari-hari saya, belakangan ini, seperti melayang-layang saja.

“Kamu bener-bener pingin tahu?”
“Pasti.”
“Janji nggak bakal sedih?”
“Janji.
“Hm…”
“Apa?”
“Soal kamu pernah bilang sama aku untuk berhenti panggil kamu ‘Sayang’ kalau aku sudah menemukan orang lain itu…”
“…iya. Kenapa?”
“…mmm… I think…
“…”
“….I met someone…

MAS……..”

So now I say the things I want to say
Sometimes it’s better letting go this way
I’ll always know down in my soul
We really had so far to go
I’ve given all I had to give
And now it’s time for me to leave
And I won’t look back
And I won’t regret
Though hurts like hell
Someday I will forget
(Letting Go, Sozzy)

***

Yes.
It was five o’clock in the afternoon.
and the very last time, I said:
“I loved you… I always loved you…

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

56 thoughts on “five o’clock phone calls

  1. finnaly..:)

    Finnaly πŸ™‚

    Finnallyyyyyyyyyyyyyy…:)

    ……………….

    There is a time when you will feel ..that the feelings you have right here..right now…

    Will always be right..

    Take your time La…

    Enjoy it..

    Every single of it….

    Cos i will be damn happy to see you …in love…again…:)

    Makasih, Yes..
    It’s not a love, I guess.
    It’s something sweet, but still has no name….
    Let’s see where it’s going..
    Ya, ya, ya?
    πŸ™‚

    Posted by yessymuchtar | December 2, 2008, 3:01 am
  2. Tulisanmu semakin penuh dengan english ya πŸ™‚
    Cowok kamu yang baru itu bule ya? Atau cina taiwan πŸ™‚
    Atau jangan-jangan dia adalah cowok Indonesia yang sedang harus belajar bahasa Inggris sepertiku kemarin lalu ?

    Huhauhuahuahuahuaa…. cinta oh cinta πŸ™‚

    Hehehe..
    nggak tau nih, Don.
    Kadang kalau pake bahasa Indonesia, jadinya lebay… hihihi… πŸ˜€

    Foreigner?
    Lagi belajar bahasa inggris?

    Don, Don… ini kan cerita tentang kamu! hihihi…

    Posted by Donny Verdian | December 2, 2008, 4:09 am
  3. Aku nggak minta apa-apa. Aku cuman ingin kamu bahagia. Itu sudah lebih dari cukup…”

    Hmmm suatu yang akan keluar dari orang yang amat sangat mencintai. Tapi memang hidup harus berjalan terus. keep moving.
    EM

    Posted by Ikkyu_san | December 2, 2008, 8:02 am
  4. Teh, lagi fall in love yuph…
    Sama siapa nee…
    HiLman bukan…he…(just kidding,….bener juga ga pha-pha…)…
    Btw, kapan nee, pengumuman winner of a writing contestnya….(menunggu penuh harap)wakakakkkk…

    Posted by tyanjogjack | December 2, 2008, 8:24 am
  5. @donny

    sometimes ada ungkapan yang lebih indah jika ditulis dalam bahasa Inggris. Meskipun aku kritis soal bahasa, kalau menyangkut isi hati memang lebih indah rasanya kalau pakai bahasa asing. Mungkin karena kosa kata bahasa Indonesia itu masih sedikit. Dan saya paling anti pakai kata yang belum masuk ke kamus, seperti lebay dan mehek-mehek hihihihi.
    Tapi buat yang mau pakai? terserah toh… yang punya blog bebas mengekspresikan isi hatinya.
    EM

    Posted by Ikkyu_san | December 2, 2008, 8:25 am
  6. mbak…tulisannya mengharu biru…mirip banget sama ceritaku di masa lalu..ahhhhhh…gilaaaa

    Posted by novnov | December 2, 2008, 8:30 am
  7. uh uh…bnr dugaanku..jeunglala in love w/ sum1. Kok jeung bs siy…berkomunikasi lg dgn mantan pacar? Klo ak ga bs lho…malah cara yg plg mujarab utk melupakan org yg pernah kita cintai adalah dgn tdk mengetahui sama sekali kabar ttgnya….
    Ak selalu bdoa smg jeunglala bs move on…percaya deh, klo emg jodoh mah ga bakal kemana2. Hope someday u’ll know the name of something sweet that u feel right now…

    Posted by ipi | December 2, 2008, 9:02 am
  8. Baru tahu deh, Jeung Lala montog. Pasti kayak duren, duren montog… hihiy.. :mrgreen:

    Posted by Hejis | December 2, 2008, 9:49 am
  9. La..honestly.. I’m little bit confused.
    Is he your man now or.. just ‘dance on the ice floor’?.. πŸ˜‰
    Explain. Ha!

    Posted by chilonic | December 2, 2008, 10:15 am
  10. Des.. Panah cinta lagi menancap di hati ya mbak?

    Ada cinta jangan menghindar.. Tp cintailah cinta bukan karena iba ato kasian..

    Posted by Istantina | December 2, 2008, 10:17 am
  11. Hehehe..percaya ga percaya…aku jg mengalami hal yg sama dgn jeung lala…

    smp detik ini pun aku msh keep in touch dgn mantanku (saat ini aku sdh pny org baru lg) n still…dia selalu bilang…”aku kangen kamu babe” atau “aku cinta kamu babe”…yahh..mau gmn lagi? klo aku lepaskan dia begitu saja, aku tdk mau dia knp2…that’s it!..yg penting dia tau klo saat ini aku sdh pny yg lain…

    so, jeung lala….chiayoooo!!!….kamu pasti bisa!!..he3x

    ^_^

    Posted by inggarpunyacerita | December 2, 2008, 10:21 am
  12. kalo memang ga bisa melanjutkan hubungan, kenapa dia selalu telfon kamu selalu diwaktu yang sama La?? Ah Laki-laki, kenapa sih mereka selalu suka denying, sok bisa melepaskan kita padahal untuk bahagia dengan orang lain sebenernya ga rela…

    Telfon-telfon itu La, it’s tell me everything about your man… bahwa sebenernya deep in his heart dia ga rela kamu sama orang lain… *sigh*

    been there.. been there years ago..

    well, now I can tell you… laki-laki kayak gitu, yang suka denying dan mengacak-acak perasaan itu, ga worth it La.. ga worth it buat ditungguin, buat diharapin.

    and he was stupid, telah kehilangan seseorang yang mencintainya, peduli sama dia… kayak kamu La…

    *peluk-peluk Lala*

    Posted by chic | December 2, 2008, 10:21 am
  13. sebentar … sebentar, ini cerita apa kisah? ..
    ah jeung , bilakah doa itu sudah didangar?
    wish you all the happiness.
    anyway, setuju sama chic.
    seperti saya bilang sama mamanya zia, “please deh honey, more than 1000% i believe in you , but you have to be careful. we already have a beautiful life, with a precious give from God, and He? what does he wants? … no more than just betraying his spouse, cause i believe when he call you, he never ever tell about you to his spouse. is that clear?! πŸ™‚ … hehehe.. bahasa bule nya bletak bletuk yah πŸ™‚

    Posted by mascayo | December 2, 2008, 12:23 pm
  14. La,aku jadi ingat lagu yang berjudul gantung…mely Goeslow (aku lupa giman tulis namanya)

    tapi,kalau ngak bisa bersatu,ya berakhirlah,jangan beri harapan..beri perhatian tambah sakit rasanya.

    Biar sakit…pelan-pelan akan sembuh…daripada dikasih perhatian terus susah untuk melupakan.

    menurutku,lelaki ini ,egois…La…CAYO…kamu bisa!saat kamu menyebut namanya,itulah akhir rasa sakitmu…kamu berani membuktikan didepannya kamu kuat,LAla tegar…oke!

    Posted by kweklina | December 2, 2008, 1:56 pm
  15. Dear all,

    Satu hal yang harus diketahui adalah…
    Bukan dia yang menggantung saya.. tapi saya yang tak pernah ingin kehilangan dia. He’s a great guy. Saya boleh kehilangan dia sebagai kekasih, tapi tidak sebagai seorang Sahabat…

    Saya pula yang sebetulnya memaksa dia untuk terus ada di samping saya… Padahal dia tahu persis, the more we spend time together, the more we hurt each other.

    It’s not his fault..
    it’s mine… It is definitely mine….

    Posted by jeunglala | December 2, 2008, 2:05 pm
  16. ini apa ya “dance on the ice floor” maksutny??

    Posted by julehajones | December 2, 2008, 2:10 pm
  17. La…
    which one is Mr. Big?

    Hm..
    Mbak Tanti..
    It’s a great question.. πŸ™‚

    Who’s the one?
    Who’s Mr Big?
    …the one who has some kind of a radar, that always there whenever I’m happy and mess it all around! hehehe… (Sex and The City, season 6th, episode 16) πŸ˜€

    Belum ketauan ah, Mbak…
    takut salah.. 😦

    Posted by tanti | December 2, 2008, 2:40 pm
  18. idih.. kayak kasus Jacob ama Bella Swan *new moon* hahahahaha…
    Anyway ‘something sweet’ with someone new MAYBE good
    enough for marriage.
    Kemarin nonton ‘Married Life’, dan ada lines yang bikin gw berdecak kagum, karena its so so true:”Love is Sex, other than that are Affection and Companionship”… hahaha

    Posted by hawe69 | December 2, 2008, 2:52 pm
  19. mereka memang selalu saja begitu mbak….

    Posted by Myryani | December 2, 2008, 3:45 pm
  20. woaalah jeung. kalau gitu yaa jangan hurt -hurtan terus ah … hehehe .. kesononya kan ngga cuman jeung berdua yang hurt .. sebelah sebelahnya bisa hurt juga loh ..

    Posted by mascayo | December 2, 2008, 4:11 pm
  21. selamat siang jeung.tahu tidak dengan tanpa sepengetahuan kamu aku justru jadi semakin berpacu untuk belajar bahasa inggris dengan tulisanmu itu. menyenangkan belajar sambil menikmati suguhan tulisanmu itu. Oya novel itu telah ku buat dengan tokoh seperti kamu,indir4 serta si narsis jeung yessi. jangan marah ya. Roman humor saja yang ku buat tuk persembahan persahabatan kita kita. salam hangat selalu

    Posted by bluethunderheart | December 2, 2008, 4:33 pm
  22. wah..
    kapan ku punya pacar…???
    hehehehehe
    lam knal..

    Posted by cyperus | December 2, 2008, 5:08 pm
  23. Jangan pernah berkata selamat tinggal jika kamu masih ingin mencoba. Jangan menyerah selama kamu merasa masih dapat maju. Jangan pernah berkata kamu tidak mencintai orang itu lagi bila kamu tidak bisa membiarkannya pergi. hehehe……. sukses ya jeung buat perjalanan cintanya….. πŸ˜€

    Posted by han2 | December 2, 2008, 5:53 pm
  24. Hmm, kekasih yg kini adalah sahabat, hhh…, salute to u mbak if u can do that, untuk menjadi teman okelah but for a soulmate, itu kayaknya susah banget.

    Posted by yande | December 2, 2008, 7:05 pm
  25. Belajar sesuatu La, di sini…Thanks
    πŸ˜‰

    Posted by agoyyoga | December 2, 2008, 7:09 pm
  26. It has no name YET, but love will find its way to your heart and that lucky guy πŸ™‚
    Happy to see u happy babe……

    Posted by 1nd1r4 | December 2, 2008, 8:04 pm
  27. For the name of love….

    Posted by muridkehidupan | December 3, 2008, 2:32 am
  28. Saya sedang mellow. Kalau nggak suka komen yang sentimentil, pass aja deh…

    (Hihihi…)

    Posted by Daniel Mahendra | December 3, 2008, 6:48 am
  29. Hah … Trainer hanya mengeleng-geleng …

    Cinta (or apalah itu namanya ) … memang so misterius ya La …

    Eniwei apapun itu …
    Dengan Siapapun itu ….

    Be cool …
    Let the time decide …
    Ngalir ajah …
    OK … OK …?

    Udah jangan Melow … Cheer up will ya …
    The Prince Charming will come …
    Do not worry …

    Salam saya

    Posted by nh18 | December 3, 2008, 9:52 am
  30. D’oh, girly! What a story!
    Nice…

    Women always fluent in dialog.

    Posted by Himawan Pridityo | December 3, 2008, 10:20 am
  31. Hohoiiiii….ada yang …..rupanya
    Trima aja jeung……? πŸ™‚

    Posted by tuyi | December 3, 2008, 11:22 am
  32. happy for whatever you feel, La… πŸ˜€

    Posted by deedee | December 3, 2008, 11:53 am
  33. masalah perasaan gak bisa comment mbak Lala. I wish all the best for you πŸ™‚

    Posted by cahayadihati | December 3, 2008, 11:54 am
  34. uuhuuuyyy…..

    lagi berbunga- bunga…

    ^_^

    Posted by Indah Sitepu | December 3, 2008, 1:06 pm
  35. gak ngerti, ah tante,
    ribet.. πŸ™‚

    Posted by Q | December 3, 2008, 1:20 pm
  36. kayaknya sedih, ya ?

    Posted by T | December 3, 2008, 1:21 pm
  37. uh dah banyak yang komentar yah.
    Nyaris samalah dengan yang lain, masih ada kereta api yang lewat πŸ™‚

    Posted by IndahJuli | December 3, 2008, 3:09 pm
  38. Jeung lala yang aku sayang..
    Aku yakin kamu bisa melewati ini semua.. Dan percaya kalau suatu saat nanti kamu akan menemukan ” Pangeran ” sejati mu… Inget Jeung kalau udah jodoh ngga akan lari kemana.. Tau ngga seh tadi terlintas dlm pikiran aku, kalau aku mau terbang ketmpt kamu.. walaupun itu hanya sehari.. aku ingin cerita banyak sm kamu.. kangen banget jeung sm kamu..
    Doain aku lancar buat semuanya ya jeung.. Amin..amin..
    Luv u always…

    Posted by Widya | December 3, 2008, 9:25 pm
  39. Kalimat itu ngga pernah terucap loh… pas aku pacaran dengan mantan ku πŸ™‚ tapi senang mendengarnya.. apalagi dari wanita

    Posted by Raffaell | December 4, 2008, 9:05 am
  40. Sebegitu hebatnya Cintamu padanya La… tetapi sayang mengapa harus berpisah..?! tentunya kalian punya alasan yang tepat memutuskannya.
    Sebagai seorang sahabat dan “Pengagummu” saya berharap semoga Kamu mendapatkan Laki Laki yang terbaik sebagai Pasanganmu…..

    Posted by michaelsiregar | December 4, 2008, 9:07 am
  41. aku dan suamiku gak pernah bicara cinta saat kami masih pacaran.. gak ada manja2.. gak ada sayang2an.. we’re friend.. classmate.. geek gamers.. tapi setelah jadi suami… semua indaah deh..

    manja teruus, bilang love u teruus… di peluuk terus.. πŸ˜€

    Posted by latqueire | December 4, 2008, 9:37 am
  42. Jadi penasaran….seperti apa seh laki-laki itu….?ternyata masih ada laki-laki yang baik…..sory…..kalo yang baik seh banyak….yang layak dirindukan……

    Posted by esha di birulangit | December 4, 2008, 9:43 am
  43. follow it sis…. you dont how much further this feeling could take you….
    i’m with you πŸ™‚

    Posted by pashatama | December 4, 2008, 11:49 am
  44. cinta memang gila
    netral song klik on
    πŸ™‚

    Posted by septarius | December 4, 2008, 12:12 pm
  45. wah klo ky yg jd to co…ga bklan kuat deh mba’…
    cinta emg gmpang tuk diomongin aja tp soal pembuktian susehnye mnta ampun deh….

    Posted by ricnes | December 4, 2008, 12:40 pm
  46. ceritanya manis mba lala… hehehe… jarang-jarang saya bisa tahan baca postingan panjang seperti ini sampe kebawah. karena ringan dan simple bacanya jadi enak… hehehe…

    bagian akhir itu aku nggak ngerti itu sedih apa seneng… sepertinya campuran keduanya. tapi aku lebih condong ke sedih ya… waahh ini kaya film romantic comedy banget… hehehe… thanks mba, salam -japs-

    Posted by japspress | December 4, 2008, 8:55 pm
  47. Cinta, … it’s complicated word

    Seneng baca cerita bahwa dirimu sudah mulai move on, Masih banyak cinta diluar Jeung Lala, bahkan mungkin lebih indah, hanya butuh untuk membuka hati dan berhati-hati.. πŸ™‚ Thanks

    It’s complicated… indeed. Tapi tetap indah ya, Mbak? πŸ™‚
    Masih banyak cinta di luar sana…. memang… tinggal saya mencoba untuk buka hati saja… tapi tetap, hati-hati..
    Makasih Mbak…

    Posted by yulism | December 5, 2008, 2:14 am
  48. Hmmm …
    I really like what Mbak Yulism comments …
    It’s betul indeed …
    Move On …
    Buka Hati …
    Tetap Hati-hati …

    Aahhh that words … thanks mbak Yulism …
    Catet ya La …

    Posted by nh18 | December 5, 2008, 9:45 am
  49. Wwwwaaaahhhh…telat ni baca postingannya…tapi semoga bunga2 cintanya masih bermekaran yaaah…( ya…ya…I know…it has no name yet…but who really knows what it’ll become?!!!), have a great story..enjoy every second of it!!!

    Posted by nadin | December 5, 2008, 7:47 pm
  50. Lala…percayalah…some day…akan ketemu Mr. Right.
    Semoga waktu itu akan segera tiba….

    Posted by edratna | December 6, 2008, 5:50 am
  51. hmm… saya koq dudul yah…?
    ga paham gitu…

    but anyway…, everthings happen for a reason
    [mohon maaf atas bahasa inggris saya yang blepotan]

    -gbaiq-
    [senyum] πŸ™‚

    Lho, emang tadi ngomong Nginggris tha? hehehe…
    Dudul?
    Dudul bukannya judul sinetron tuh.. Si Dudul Anak Sekolahan? πŸ™‚

    Posted by gbaiquni | December 10, 2008, 10:58 am
  52. loh kok saya jadi ikutan sedih ya bacanya…

    Posted by seorangdiri | December 18, 2008, 12:43 am
  53. Kata orang mah, time will heal.. Cuma nunggu “time” nya itu yang berat, hehe..

    Biarpun masi belum pasti suka (ato skrg jadi uda pasti? udah sebulan lebih gtu), tapi tetep… selamet ya mbak πŸ˜€ Langkah awal yang berarti tuh.. karena abis itu (sepertinya) jadi lebih ringan..

    He eh…
    Nunggu time-nya itu yang berat, Dek…
    tapi kayak angkot, semakin ditungguin, datengnya makin lama ajah.. hehehe… berarti nggak usah ditunggu, ntar juga dateng sendiri… πŸ™‚

    Yang penting: do something.
    kalau nggak bergerak tapi kepingin kemana2… ya ndak akan bisa sampai ke sana, kan?

    Posted by narpen | January 16, 2009, 3:24 am

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback: simple sweet nothings « the blings of my life - December 23, 2008

  2. Pingback: and if he dies… « the blings of my life - January 15, 2009

  3. Pingback: who’ll end up being miserable? | The Blings Of My Life - April 19, 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

December 2008
M T W T F S S
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: