archives

Archive for

Kalau Lala Sedang Ingin Cerewet di Akhir Tahun

Suatu sore, semingguan yang lalu, saya bertemu dengan sahabat saya, Lin. Suatu agenda yang dipaksa-paksain sebetulnya, karena saya lagi super ngirit buat jalan-jalan ke Jogja tanggal 1 sampai 4 Januari nanti! Uhui.. Ada yang mau kopdar sama saya, nih? Kirim email aja yah… *sok cakep dan sok penting banget sih lu! hehe*

Eniwei,

Ada satu pertanyaan lancang yang keluar dari mulut saya, ketika sedang menunggu Yun di sofa bioskop XXI, lantai 5, Tunjungan Plaza. Just a simple question yang begitu meloncat keluar dari mulut saya, tiba-tiba saya kepingin segera punya remote ajaib di mana waktu bisa mundur beberapa detik ke belakang, just to erase that stupid, silly, but harrashing question.

Pertanyaan tentang usia dan berat badan? Hmm… Lin sih udah kebal, ya? Dari lahir sampai sekarang, dia masih konsisten dengan pendiriannya… 🙂

Then, what was it, Lala? What was the question that made you wanted to rewind the past, just a few seconds?
Hm.. pertanyaannya adalah sederhana, diucapkan dengan gaya nggak penting saya, sambil ngunyah sisa-sisa makanan yang nyelip di gigi *hihihi… jorok, ya? salah sendiri kenapa nekat nyangkut di situ!* Continue reading

Just Another Guy

http://www.friendplay.com/ugc/audio/mp3player_1.swf?artist=Natalie%20Imbruglia&title=Torn1997&url=http://www.friendplay.com/ugc/audio/mp3/1/1264_100063.mp3&song_info=114+played++0+comments++posted+1+month%28s%29+ago

http://widget.lyricsmode.com/i/scroll2.swf?lid=168792&speed=2
Lyrics | Natalie Imbruglia lyricsTorn lyrics

Pernah nggak sih kamu merasakan seperti itu? The man you always think that he’s something else. Yang terlihat istimewa dan begitu attractive di mata kamu, yang memberikan perhatian seolah kamu adalah Ratu dan Kembang dalam hidupnya, yang merindukan suaramu dan celotehan-celotehan nggak pentingmu… and all of the sudden you realize, that he’s just being nice? He’s just another guy, who simply acts like a super hero, but the only power he has is breaking your heart?

Dan apa yang kamu lakukan ketika itu terjadi; when you think that he’s a special someone?
Apa yang kamu rasakan ketika itu terjadi; when you lose all the confidence you have that maybe he has some sort of feelings for you?
And what name should you give to a man like him?
Heartbreaker? Sweet Lips? Or another typical of a guy that says he runs the world? *lebay? hmm… let it be…*

Buat saya, lelaki seperti itu…
adalah just another common guy, who came knocking into my life and broke my self defense.. (got to tell you, damn it sucks!)
adalah just another common guy, who thinks that he has captured me, like any other girls..

He’s just an ordinary guy,
yang saya pikir berbeda… tapi ternyata sama saja.

I know I fell for him, once.
I know I missed him, once.
I know I daydreamed of him, once.

But just that once.
Karena sekarang…
he is no longer something.
He is just..
another guy.
Dan tidak akan menjadi siapa-siapa…… period.

Mati Gaya, The Sequel

Baru nyadar, kalau besok.. ups, hari ini… Bunda, secretary senior (eh, harus ya, saya jelasin lagi siapa dia? Kok kamu ga perhatian banget sih! *marah ga jelas/maklum, insomnia* hehe) sedang mengambil cuti dua hari untuk pulang ke rumah orang tuanya di Jogja sana. So today.. yes, today, saya bakalan mati gaya lagi (hey, laporan bulanan lo, apakabar???) hihihi…

Lagi?
Iya. Lagi.

Beberapa hari yang lalu, modem yang sudah saya anggap sebagai belahan jiwa (karena kalau nggak ada modem, saya nggak bisa internetan di kantor) itu ketinggalan di atas kasur. He eh. Benar-benar ketinggalan padahal sudah saya siapkan di sisi laptop *elo sih, La.. tinggal dikit lagi masukin ke tas laptop, kenapa pake acara males gitu, sih!* Ugh. Sebel! Tanpa modem tercinta, that day, I was totally lost..

*you just have no idea how addicted I am with blogging! hehehe*
*and you also have no idea why my Boss assigned me to be his lovely secretary and personnel staff.. and made him pay! hehe*

Agh.. Nggak kebayang hari ini bakal seperti apa.. Nggak ada Bunda, pasti bakal mati gaya. Asal jangan ditambah dengan modem ketinggalan atau ada gangguan di jaringan Indosat IM2 aja.. Bunuh aja gueeee…. *hiperboliskuadrat.com*

Mudah-mudahan besok ada yang iseng ngajakin makan siang kemanaaaa gitu..
Atau dengan khilafnya membolehkan saya untuk pulang setengah hari dan rela mengerjakan laporan yang musti kelar hari ini juga.. eh nggak deng, besok juga boleh kok.. hehe.. nawar ah, kayak di pasar.. 😀

Ah,
kalaupun besok saya mati gaya..
yang penting besok saya musti dandan cakep ke kantor.

Lho, mau ngapain? Bukannya lo tiap hari juga cakep, La? *eh, makasih lho…*
Hm..
karena biasanya nih.. kalau udah mati gaya… saya bakal ‘banyak gaya’.. di depan kamera! Iya… photo-photo narsis yang najis ituh! 🙂

Dan kamu tahu nggak, sih, pas saya mati gaya seminggu yang lalu karena modem ketinggalan?
Hmm… there will be a sequel of this picture, I’m sure!

Definitely, not something that I’m so proud of..
except, how cute I am in different poses!
hahahaha…

*udah ah, saya mau nyari inspirasi buat merem dulu… nite, nite!*

argh! Insomnia!

It’s been 5 consecutive days that I slept after 4 AM. Yeah, in the morning!
Jadi kebiasaan ya?
Well, what can I say.. Yang pasti, sekarang saya nggak napsu tidur sama sekali, mata melek abis, dan cuman gedebak gedebuk aja di atas kasur …*kenapa, La? Lo berantem ama sapa? hehehe*

Sent a few messages to a friend yang saya yakin banget kalau sekarang dia lagi sama meleknya dengan saya dan voila.. dia memang belum tidur. Dia termasuk orang yang beruntung karena jadi korban simple sweet nothing saya atau malah sial banget, yah? Hihihi…

Eniwei,
Ketololan saya yang berikutnya adalah ketika saya malah memutuskan untuk mengkoneksi internet instead of trying harder to close my eyes! Damn. Sinting ya saya? Sudah tahu hari ini bakal ngantor… Sudah tahu kalau hari ini bakal ada kerjaan penting yang musti selesai karena saya bakal liburan ke Jogja selama libur tahun baru nanti… Sudah tahu kalau laporan ini nggak selesai, saya bisa dimaki-maki sama orang Taiwan… Huduh!

…sampai kepikiran: kalau dicium orang ganteng, apa bisa langsung tidur, ya?
mm.. kalaupun nggak bisa langsung tidur, paling nggak..saya bisa menikmati saat melek-melek nggak penting saya sekarang ini dengan lebih menyenangkan kan.. *ugh, ciuman sama orang ganteng gituh!* 😀

Sebetulnya, saya biasa minum susu putih sebelum tidur; sugesti bahwa minum susu sebelum tidur itu bisa bikin tidur lebih nyenyak .. sampai akhirnya dipentung sama temen: lo udah gendut kali La… 🙂 Hm, tapi persediaan susu putih saya memang sudah habis dari kapan tau, jadi kamu boleh tenang .. hehe

Okay.
Menghitung domba..
*ah.. sayangnya banyak domba yang udah disembelih pas Idul Adha kemarin, jadi baru ngitung beberapa aja, udah abis…. walhasil, mata masih ogah merem*

Okay.
Cara lain. Ambil buku. Ada novel Ika Natassa; judulnya Divortiare. Melanjutkan beberapa halaman… terus tiba-tiba malah kepingin untuk menulis di laptop! Dendam banget kalau ada perempuan muda, seusia saya, terus bisa bikin novel.. bagus pula! 😀

Sampai akhirnya nyadar banget… kalau saya nulis novel sekarang… udah gitu dengan ide yang sangat random dan nggak jelas bakal kemana… sepertinya saya bakal baru tidur kalau udah lebaran haji taun depan! *hiperbolis.com*

Okay, okay..
Apa cara lainnya..
Nonton DVD? .. bunuh diri. Ntar yang ada saya malah baru tidur setelah ceritanya kelar!
Dengerin musik? .. duh, naluri penyanyi saya bakal muncul mendadak dan ditanggung malah nggak tidur!
Ngerecokin temen yang tadi? .. hih, kayaknya bakal jadi Complicated Bitter Something, deh! 🙂

It just seemed no other way.
I was totally clueless.

And yeah,
that was the time I realized….
saya mengalami Insomnia!

Argh!!!

Fling or Something?

Do you ever have any crush with someone and you think that maybe he or she would be the one that you’ve been looking for?

Atau..

Do you ever have any feelings, that somehow, maybe the man/woman you’re talking with, right here, right now, is someone that could be your number one candidate to ‘rescue’ your lonely nights?

Well..
I do.

I’m a loner, ya, saya akui itu.
In the surface, saya seolah perempuan yang nggak bisa jauh dari canda dan guyonan nggak penting. Yang hobi tersenyum sampai disangkain orang sinting, well… I can’t blame them! 🙂
But, really.
Sebetulnya saya tuh LONER abis and I just realized it, a couple of weeks ago, ketika tiba-tiba saya merasa sangat-sangat hampa ketika sampai di dalam rumah, and nobody was home.

Jadi kalau saya punya crush or sort of feeling with a guy, mungkin bisa dibilang cukup sering. Makanya ketika saya benar-benar sayang dengan seseorang, that someone really just assumes that as a practical joke, as my way to break the ice… and etc, etc. Saya selalu dianggap becanda dan dengan pengalaman yang sudah-sudah, saya nggak bisa dengan marahnya bilang, “Lah, nggak bisa gitu, dong.. Kok kamu menyimpulkannya kayak gitu sih!”

Because in my previous experiences..
I fell in love too easy.
And later on, I just realized, that I have to stop doing so.

Karena apa?
Bukan hanya karena agar suatu saat nanti orang yang benar-benar saya sayangi itu mengerti kalau saya nggak becanda…
Bukan hanya karena suatu saat nanti saya nggak ingin kalau ini akan dijadikan bahan untuk tidak mempercayai isi hati saya yang sesungguhnya..
tapi juga karena..
for most of the times, saya keliru mengartikan signal-signal yang berkedip-kedip ketika dekat dengan seseorang. I really thought that it meant something, tapi pada akhirnya, saya tahu… kalau he was only a fling *deuh, jahat bener sih lo La!* Ok.. maksudnya *try to be more polite* he was only a guy.. a great guy… yang bisa diajak becanda, ketawa, nonton bareng, makan bareng, hang out… as a friend.

Hmm..
I will keep in mind, that I have to be more careful on judging my own heart.
Is this a fling?
Or is this a real damn something?
A new resolution for 2009… DO NOT HURRY! Slow down, enjoy the moments, and just believe.. that if I’m destined to be with someone… No matter that he’s now just a fling.. or even something.. he will be the man who gives me a diamond ring!
hahaha…

Tidur ah..
good nite everyone..

God Must Be Kidding

Hari ini saya seolah sedang diajak becanda dengan Tuhan. Okay, okay. Asal mulanya begini.

Seharian ini saya diajak keliling dunia sama my sweet happy little family; Bro dan Mbak Ira, istrinya serta Mbak Pit dengan keluarganya (iya, dengan keponakan-keponakan saya itu!). Dunia? He eh. Dunia Mal, maksud saya. Karena hari ini, agenda saya adalah mall to mall … cuman hari ini, eh? bukannya tiap hari kerjaan lo begitu La?? *tendang yang punya pikiran jelek begitu! hehe* Nah, di hari Senin yang libur inilah, Tuhan mencandai saya dengan mempertontonkan pemandangan-pemandangan yang bikin saya ketawa ketiwi sendiri.

Apa, La?
Lo liat Badut Ancol lagi atraksi terus nawarin elo buat gantiin dia sementara dia kebelet pipis?
*tendang lagi. Nekat amat sih, cari gara-gara sama cewek secakep saya… hihihi*

Oh, nggak.
Saya nggak lihat Badut Ancol.
Dan sumpah, kalaupun ada Badut Ancol, saya tetep ogah buat ngegantiin dia sementara dia pipis di kamar mandi!

Lantas?

Hm, sederhana, sebetulnya. Cuman young mommies with cute babies. Bervariasi; mulai dari suaminya yang cakep dan melirik-lirik ke arah saya *ini hiperbolis!* sampai yang cumi.. he eh, cucah mingkem. Ada yang repot karena bayinya mewek. Ada yang lagi asyik mengajak becanda bayinya sambil bikin mimik wajah yang seru-seru. Ada pula yang keliatan mesra dengan pasangannya sambil mencium pipi bayinya yang gembil.

Where’s the funny part, hoi!

Hey, sabar.
Kenapa saya menganggap Tuhan sedang mencandai saya?

There’s one little detail that you should know about me.
Recently… OK, a couple of months ago… saya memutuskan untuk nggak terlalu memikirkan soal marriage thing. Hm, not before thirty, saya nggak mau heboh ngurusin kemana jodoh saya.. Nggak mau terlalu sibuk menangisi nasib saya yang tragis ini (cewek cakep kayak saya kenapa nggak ada yang mau ngajakin nikah, maksudnya!). Setelah umur tiga puluh, yang artinya 12 Februari 2010, baru saya akan serius mencari pasangan. It’s a deal! Period. Nggak pake tawar menawar lagi *hidih, emang ada yang nawar, La? Biasa aja kalee…*

So now you know why I said that God must be kidding me, right?

Tentu aja karena seharian ini, Tuhan seolah bilang sama saya, “Yakin, La, kamu nggak mau nikah sebelum umur tiga puluh? Tuh, tuh, liat tuh… Masa kamu nggak kepingin punya bayi lucu kayak gitu sih… Ah, yang bener… Coba liat lagi deh.. Itu, yang lagi gendongin bayinya… Sama.. mm.. itu tuh.. yang lagi becandaan sama bayinya terus si suami memeluk pundaknya… Yakin, masih mau nunggu sampai tiga puluh baru mulai mikir?”

Ih, Tuhan!
You always know every little details of my life deh! *La, La… lo pingsan apa bodoh sih? God knows everything, kalee… God knows not just your life, but everyone!*

Pemandangan-pemandangan itu bikin saya ketawa sendiri.
Not just because the babies were so damn cute.
Not only because the Mommies were so damn silly when they made cute faces to make their babies laughed.
And again, not because the Daddies were so attractive and made moves on me… *ngayal.com*

tapi karena…
saya menertawakan diri saya sendiri.

I am an almost twenty nine years old single gal.
Who loves coffee and adores pink.
Who enjoys writing as much as she enjoys singing.
Who thinks that babies are cute and being a wife and mother is definitely wonderful.
Dan masih nekat bilang, “Sebelum usia aku tiga puluh, aku nggak akan mau berkomitmen dengan siapapun.. dan akan bilang ‘Sorry, I can’t’ kalau seseorang yang sesungguhnya aku sukai berlutut di depanku untuk melamar aku menjadi istrinya… I will be emotionally ready after thirty.”

tapi dua jam yang lalu..
tiba-tiba..
saya kepingin segera menikah! Dalam waktu dekat! Any guys will do! Hahaha… tolol ya?

Itulah kenapa..
Hari ini saya bilang:
“You really must be kidding me, God!”

3.24 AM lecture

Baru aja kelar nonton film Jerry Maguire. Iya, film dengan soundtrack yang incredibly amazing itu; Secret Garden and inspired me to write a post, the other day. Masih pukul setengah empat pagi tapi saya sudah mewek-mewek kayak ABG yang diputusin pacarnya *halah, sampai sekarang juga gitu kale, La.. hehe*

Ada banyak moral of the story.
About relationship, about achievement, about something that money can’t ever buy. Oh ya, about happiness… about feeling lonely.. about how you say things to people in a nice way…

OK.
Saya memang paling capable untuk bicara cinta, sih… *hey, I’m a professional here! hehe*
karena itulah, yang ingin saya bilang sama kamu di hari yang masih sangat pagi ini adalah..

  • don’t say anything, unless you mean it.
  • don’t rush on anything before you’re getting there.
  • there are things that really need to be said or done, but there are things that maybe… should just wait to be said… or be done

.

It’s not heaven, nor hell.
Some people may get the second chance, and some don’t.

Jadi jangan ke-GR-an kalau kamu .. okay, saya juga… adalah termasuk orang-orang yang beruntung mendapatkan kesempatan kedua. Because you know what? Luck.. is a privilege… for someone.. who really deserves…

Good Morning, Everyone!
Have a great day, yah…

…and this is all about (by. Koko)

1 dari 3 pemenang A Writing Contest
Baca dulu 4 episod awal: 1/2/3/4

Pada awalnya hanya kami berdua. Aku dan dia, lalu perempuan itu masuk dan tempat tidur kami tidak pernah cukup untuk tiga orang.
Jadi, aku menghampirinya dan mengusir paksa dia dari hidup kami berdua.

It only takes two to tango, right?

Perempuan itu cantik. Aku bisa melihat apa yang membuat laki-laki jatuh cinta kepadanya. Mata, bibir dan setiap jengkal dari tubuhnya memancarkan feromon yang membius lawan jenisnya.

Di kesempatan lain, kami mungkin bisa menjadi teman baik, namun sekarang?

Bitch. Slut. Whore. Any names will do.

Dia tidak berusaha lari. Saat darah perlahan-lahan keluar dari jiwanya, dia memelukku erat dan berbisik, “Sorry.”

Di mejanya aku melihat foto mereka berdua. Tersenyum. Tampak sangat bahagia.

It’s all his fault.

Believe me, i know.

But, I love him a little too much.

Pelacur seperti apa yang disenangi oleh para istri? Pelacur yang sudah mati.

Kami berdua tidak bersalah. Kami hanya mencintai dia yang sama. Continue reading

too available

Sometimes,
I hate my self for being too available for someone I really like.

Whenever he calls… I pick up his call, like I would be dead if I don’t.
Kalau dia mengirim SMS… saya akan segera membalas. I won’t keep him wait. Well, kecuali saya memang benar-benar nggak denger bunyi dering SMS, HP ketinggalan, atau saya sedang ngambek nggak jelas sama dia.
Kalau dia mengajak keluar… dinner, casual lunch, anything… saya tidak berpikir panjang untuk bilang iya. Ok, a little drama at first, tapi ujung-ujungnya.. saya tetap bilang, “Okay. Kapan? Sekarang? Kamu jemput atau ketemu di sana?”

And I hate myself for being too available.

Apalagi ketika saya melakukan apa yang dia lakukan,
dia tidak se-excited saya saat menerima sms.
dia nggak ‘mati’ kalau membiarkan telepon saya berdering..
dan enteng bilang, “hmm.. jangan sekarang deh… aku lagi sibuk…” ketika saya ingin ketemu.

Damn.
I hate it.
Saya nggak mau jadi perempuan yang terlalu available.
I’m tired become one… for twenty eight years and 10.5 months…I think, that’s enough.

Ya.
I had enough.
Just enough.

The Ex File


I got a message in my cellphone.
Dari seorang teman… okay, I won’t lie to you… it was from my ex.

He was my second boyfriend. Teman satu divisi tapi beda cabang. He’s in Jakarta and I’m in London. Okay, I won’t lie to you again… 🙂 Saya di Surabaya, lah. Where else?

It was such a short story, by the way. We met, we fell in love, and several months later, I just knew that he already had a girl friend and about to marry her in a year. I still remember. It was October 17th 2004 when I found out his dirty secret *it’s dirty, isn’t it?* and asked for goodbye. Dia selalu bilang, belum tentu juga bakal berjodoh dengan perempuan itu… well, helloooww… Gimana saya juga bisa tahu kamu jodoh saya atau bukan? Meanwhile I was waiting for you and then… you would say, “Sorry, La… kayaknya gue bakal bener-bener menikah sama cewek gue…” Gila kan?

I was sane enough to make that decision. Meskipun dia selalu bilang, “at least, give us a try…”
Halah! ‘Give us a try’… give US a try… US?? Apa maksud kamu dengan bilang “US”? Tidak ada ‘US’, yang ada adalah saya seperti perempuan nggak bener yang ngerebut pacar orang! And by US is you and her. Bukan kamu dengan saya…

We were totally separated on November 2004, but we’re still having a great relationship as friends… til now.

Once, saya liburan ke Jakarta dan mengadakan reuni kecil-kecilan dengan rekan-rekan HRD & GA kantor pusat. Kenapa dibilang reuni? Karena di antara enam orang (lima di Jakarta dan saya sendirian di Surabaya), hanya tinggal saya dan Inang saja yang masih belum beredar ke mana-mana. Di situlah pertama kali kami ngumpul dalam formasi lengkap. And when I say “formasi lengkap”, itu bukan saja berarti kami berenam ngumpul semua… tapi… lengkap dengan pasangan… suami.. istri.. anak-anak..

..ya.
Termasuk istrinya.

That was the first time I met his wife. Perempuan yang tidak cantik, tapi saya tahu, dia sangat sangat baik dan ramah. I knew it then… dari caranya tersenyum, tertawa, bercanda, bertutur kata… Damn! Saya ngerasa sedih sekali karena dulu sempat ‘berselingkuh’ dengan kekasihnya meskipun saya nggak pernah tahu..

Eniwei,
Hubungan saya dengan si EX ini tidak pernah berubah. Yang berubah hanyalah dia sudah nggak bisa lagi mencium dan memeluk saya; we just keep on calling each other setiap saat ingin cerita. Kami tetap saling mengirim kabar lewat email. Ketemuan kalau sempat. Dan ya, SMS-an.

I never thought that a simple message from him could ruin the day.
I always thought that after four years, saya sudah bisa menghilangkan perasaan sakit hati saya.
Dan segala sms, email, atau telepon darinya adalah tanda bahwa saya sudah memaafkannya.

Tapi saya salah.
Karena ketika saya menerima SMS-nya pagi tadi,
saya tahu…. saya ingat… kalau saya pernah sakit hati karena dia…
dan luka itu, belum hilang.

Hm… tau apa isi SMSnya?
With gladly, he said… “Thanks God… our baby daughter is born this morning…”
…and several details, yang membuat saya merasa sangat, sangat bitchy dan baru bisa membalas sms-nya, malam ini.

“You must be very happy…”

…and I’m sorry, it will take a little more time to make me feel the same thing for you. Don’t wait, coz maybe, a lot more time…

Catatan Harian

December 2008
M T W T F S S
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Celotehan Lala Purwono