archives

Archive for

Goodbye, My Lover!

Saya adalah penggila kopi.
Okay, okay… penggila laki-laki juga… no doubt about that..! hihihi…

Pastinya, yang sudah kenal betul dengan seorang Lala, tahu sekali tentang minuman favorit saya yang diminum seperti layaknya minum air putih ini. Saya memang sudah teradiksi sekali dengan aromanya yang nikmat, rasanya yang pahit dan sedikit manis karena gula (kecuali beli yang instan dan three in one itu, ya!), serta efek sugesti yang diberikan setiap saat saya minum kopi.

…as I always believe, that coffee makes everything a lot easier…

My Daily Coffee

My Daily Coffee

Secinta itu saya pada kopi sehingga membuat warung-warung kopi di mal adalah tempat jujugan saya kalau sedang hang out dengan sahabat-sahabat saya, GangGila. Starbucks, Excelso, dan Cafe Grazia adalah tiga tempat yang sering kami kunjungi dan sering pula para waiters dan waitrees-nya mengelus dada setiap kami kemari. Kenapa? Karena mereka harus repot-repot beli kemenyan supaya kami lekas pulang… Berisik banget, oy! hihihi…

Coffee, Ms Notey, and Starbucks... perfect!

Coffee, Ms Notey, and Starbucks... perfect!

Kedai kopi yang paling sering saya kunjungi adalah Starbucks, yaa.. meskipun biasanya saya ke sana cuman kalau sedang ada promo buy one get one saja (pinjam kartu kredit BCA si Tat, dong…), jadi saya bisa menikmati satu cup kopi favorit saya, Java Chip, dengan separuh harga! Lah, separuhnya lagi, La? Patungan sama temen dong.. Masa saya beli dua, tapi nekat bayar Tat cuman satu sih… Saya kan sahabatnya, bukan tukang palak!… walaupun bener banget, badan karung beras saya ini memang sangat cocok meraih nominasi Tukang Palak of The Year… hihihi..

Dan di kedai kopi inilah… saya juga sering sekali meluangkan waktu untuk berkencan dengan Ms Notey, lalu menulis apa saja yang sedang melintas di dalam kepala saya… yah, termasuk pikiran-pikiran jorok dan keinginan untuk segera menikah tapi belum ketemu sama calon lelaki yang cukup khilaf untuk mau saya jadikan suami… 😀

Duduk seenaknya di atas sofa yang empuk (aduh, kenapa sih cuman kopinya aja yang boleh dibawa pulang, tapi sofanya nggak boleh….huhuhu ), bibir nyeruput-nyeruput isi cup dengan sedotan besar, dan jari jemari yang bergerak nggak jelas di atas keyboard Ms Noteyit’s just… so nice.

Tapi kemudian…
Saya ingat dengan kata-kata seorang kawan, kalau ini adalah Dunia, dan bukannya Surga.
Duduk di kedai favorit, menulis cerita, sambil menyeruput kopi yang enak… itu adalah kenikmatan yang sungguh luar biasa… apalagi ditemani dengan kekasih hati atau gebetan… uhui! Nikmat bener… 🙂

Ini adalah dunia.
Di mana saya akhirnya tersadarkan, bahwa saya masih di dunia… dan kopi akan membuat kehidupan di dunia saya, yang entah sampai kapan itu, sunguh sungguh menderita…

Yep.
Drinking coffee is not heaven anymore.
It’s a hell… undercover!

*** Continue reading

Catatan Harian

November 2008
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Celotehan Lala Purwono