you're reading...
daily's blings

just let it go…

Then I heard some voices. Noisy ones. From next door.

“Memangnya dia bisa nulis?”
“Tulisannya sebagus apa, sih, sampai ada Penerbit yang nekat?”
“Ah, tulisannya nggak seperti orangnya!”
“Makin besar aja kepalanya setelah pulang dari Jakarta!”

And they don’t even read my writings… at all.
And they don’t even want to have my books… for free.

Mereka hanya bergunjing. Dengan bibir yang mencerocos seperti api yang semakin terbakar hebat karena diguyur bensin. Bibir yang tadinya nampak tersenyum manis saat saya bercakap-cakap dengan mereka, bibir yang tidak saya sangka akan mengeluarkan banyak kata-kata pedas yang diam-diam melukai saya.

Saya mendengarnya.
Saya merasakannya.
Getir sekali mendengar mereka mengucapkan kalimat-kalimat yang mengintimidasi, sementara tadinya kami saling asyik melempar canda. Masih hangat. Senyum saya masih tertinggal karena tertawa yang hebat, baru saja.

Tapi saya mendengarnya.
Dan senyum saya hilang…

***

Bukan cita-cita saya untuk menjadi musuh, atau menciptakan musuh.

Menjadi seseorang yang dibenci banyak orang, sama sekali tidak pernah menjadi mimpi saya. I live day by day, sembari berharap agar saya tidak membuat banyak masalah buat orang lain. Menciptakan musuh itu mudah. Bertingkahlah menjadi orang yang sombong. Hembuskan fitnah yang keji. Berpakaianlah yang tidak pantas ketika datang ke pengajian. Atau caci maki setiap orang yang ingin kamu jadikan musuh.

Saya jamin, dalam sekejab… banyak barisan manusia yang akan bergabung di sebuah fans club bernama : KAMU haters. Pembenci kamu, sejati! Dan percayalah, banyak manusia yang kemudian akan berbondong-bondong datang dan ikut serta dalam fans club tersebut kalau kamu terus menerus melakukan apa yang tadi saya bilang.

Trust me. It is that easy.
Just a blink of an eye… then poof! You are the public enemy!

And of course… Yang disebut public enemies pasti akan banyak digunjingkan oleh manusia-manusia disekitarnya. Pasti kemudian nama kita akan naik daun, berikut dengan imbuhan-imbuhan gosip yang fungsinya seperti MSG; dalam takaran lebih dari anjuran, dia akan berubah menjadi zat yang berbahaya.

But hey..

Saya masih sangat normal untuk tidak menginginkan menjadi orang yang dibenci, kan? Karena yang saya tahu, ketika saya dibenci seseorang… besar kemungkinan, sumpah serapah dan kata penghujat yang meluncur keluar dari mulut seseorang itu akan membuat langkah saya terantuk-antuk… Tidak akan mudah.

Siapa yang menginginkan perjalanan yang ditempuhnya menjadi rumit dan berliku?
Perjalanan saya sudah cukup rumit..
Saya tidak perlu orang-orang lain menambahi belukar dari besi yang diletakkan sedemikian rupa sehingga saya terjatuh dan terluka!

I just want to be a good girl…
I just want to be me, a twenty eight years old single girl, who’s addicted to coffee, who thinks that pink is very cute, who adores internet and blogging, and with the faith and opportunity she had… she’s now an author of a book… her book…

Dan saya masihlah seorang saya.
Yang setiap pagi datang ke kantor… sangat, sangat pagi.
Yang setiap pagi selalu ribet dengan cangkir dan kopi (okay, sekarang teh)… sambil bercanda dengan Pak Suhadak, teman office boy.
Yang kemudian melanjutkan kerjanya… okay… saya memang bekerja tanpa jadwal. Hanya hari-hari tertentu saya ribetnya setengah mampus karena musti mematuhi deadline dari kantor pusat di Taipei sana. Tapi kalau memang sedang miskin pekerjaan, saya memang praktis hanya memeriksa file-file… mulai filing… dan pastinya, memeriksa atau menulis blog.

Saya tidak berubah menjadi siapapun.
I am still who I am.

Masih punya cita-cita menikah… sudah ada lelaki yang khilaf macam si Tatang nggak ya, Bu Yessy??
Masih punya cita-cita menjadi orang kaya… supaya senyum di bibir Pak Suhadak tak lagi lenyap ketika krisis keuangan melanda dompetnya.
Serta masih punya cita-cita untuk menulis buku-buku selanjutnya…
dan oh ya, masih segembul seperti hari-hari sebelumnya… ah, bukankah itu menunjukkan kalau saya ini sangat konsisten? hihihi…

Tapi mereka masih bergunjing. Mereka masih mengeluarkan kata-kata yang sungguh membuat tidak hanya telinga saya yang panas, tapi juga hati saya… tapi juga mata saya.

Mereka tidak pernah tahu kalau setelah saya mendengar kalimat-kalimat itu, kalimat-kalimat yang ditutup dengan cekikikan geli dari balik pintu yang tertutup perlahan itu….

saya kembali ke meja saya, duduk di depan laptop yang menyala bisu…

…lalu menangis perlahan di sana.

***

Then I simply remember one thing. Saya tidak bisa memaksa orang untuk mencintai saya. Saya tidak bisa melarang orang untuk membenci saya. Mereka punya kapasitas. Mereka punya hak; untuk membenci, untuk mencintai.

If they love me.. then they do.
And if they don’t… I can’t force them to do so.

Saya masihlah seorang manusia (walaupun seseorang pernah dengan khilafnya bilang kalau saya adalah bidadari.. hahahaha! Rayuanmu! … dan walaupun juga ada seseorang lain yang bilang kalau saya ini bukan manusia tapi karung beras… hihihi). Kemampuan untuk menguasai pikiran orang lain tidak pernah Tuhan berikan buat saya. Jadi, saya harus sadar… it’s their right to gossiping… It’s their right to make jokes… It’s their right to say cruel things

and it’s also my right… untuk meraih apa yang menjadi cita-cita saya.. untuk bahagia karena memiliki apa yang sudah menjadi mimpi saya ketika saya mulai bisa mengetik di depan komputer.

Mereka hanya manusia.
Saya juga.
Dan kami semua… adalah manusia-manusia biasa yang bisa merasa bahagia, cemburu, sedih, dan kecewa…

Jadi mereka tidak salah.
They just said what they wanted to say.
Eventhough it hurts so bad… but still… those mean words are just words.
Kata-kata yang bisa saya lenyapkan dalam pikiran saya, kalau saya menginginkannya…

She’s on the dusty road alone
Travelling, travelling, travelling alone
She loves to laugh, she loves to live, and she loves to love
She left her home and family
To find the thing she couldn’t see
From the window in her house in the countryside
This small town girl needs to fly
To reach her dream in the sky

And so the story goes
Di da di di da di da di da di da di da di
And so the story goes
Di da di di da di da di da di da di da di
(And So The Story Goes, Maria Montell)

Ah, sudahlah.
Toh, saya bukanlah seorang selebriti yang patut mengklarifikasi tentang isi hati saya, tentang betapa saya tidak berubah (makin cantik sih iya…! hihihi), tentang betapa saya menginginkan mereka membaca buku saya dulu baru berkomentar apakah editor saya itu sudah cukup khilaf sehingga akhirnya meloloskan buku saya sampai naik cetak…

Let’s forget about them and the gossips… Marah atau tidak… Sedih atau tidak… toh tidak akan mengubah apa-apa…

Let’s just write more and more… karena mereka.. juga saya… tidak akan pernah tahu, siapa yang tersenyum simpul di garis akhir…

Let the story go…
Yeah… just let it go

special thanks to:
Yessy, Hilman, & Om NH

juga Bro, yang sudah ngademin perasaan saat di mobil, tadi pagi
dan Bunda-ku, yang paling tahu tentang anak perempuan yang duduk disebelahnya, setiap pagi

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

61 thoughts on “just let it go…

  1. I told you. It was just about envy.
    Jangan sedih la. Kamu yang sedang mendaki gunung, akan menghadapi banyak penghalang.
    Cheers La/

    Posted by chilonic | November 27, 2008, 4:06 pm
  2. halangan emang gak pandang bulu

    Posted by wer | November 27, 2008, 4:10 pm
  3. Jeng, jangan give up.. si Stephanie Meyer yang udah nelorin buku topseller Twilight Saga aja, masih juga dicacimaki… dibilang gak bisa nulis, cara tulisnya amatir, gak pantes jadi seperti JK Rowling dll..trus bawa embel-embel religion dia pula..
    ah, manusia memang selalu punya rasa iri, dengki.
    you cannot make everyone happy…

    udah.. minum teh yuk ama biskuit ..hehehe
    btw..jeng ‘dijajah’ orang Taipei juga ? wah, sama dong hahaha…

    Posted by hawe69 | November 27, 2008, 5:06 pm
  4. ahhh aku pikir soal percakapan kita tadi malam
    ternyata bukan….

    let the story goes….
    EM

    Posted by Ikkyu_san | November 27, 2008, 5:15 pm
  5. dah lah ga penting di dengerin, ga penting di pikirin

    lakukan apa yang kamu mau πŸ™‚

    good luck !

    Posted by iman | November 27, 2008, 5:36 pm
  6. hmm…, hmm…, hmm…

    β€œMemangnya dia bisa nulis?”
    β€œTulisannya sebagus apa, sih, sampai ada Penerbit yang nekat?”
    β€œAh, tulisannya nggak seperti orangnya!”
    β€œMakin besar aja kepalanya setelah pulang dari Jakarta!”

    >>> cuma komentar subjektif saja koq… dan menggunakan kata yang tidak sepatutnya diucapkan… so… cuekin aja “perkataan” mereka tapi tetep bersikap normal aja terhadap mereka…

    biar waktu dan sikap mba yang membuktikan kebenaran ucapan mereka…

    semangat dan [senyum] πŸ™‚

    Posted by gbaiquni | November 27, 2008, 5:38 pm
  7. Hai2, pertama2 salam kenal yaa ^o^

    Hmm.. Ga bisa komen juga sih berhubung kaga tau ceritanya, hihihi..

    Tapi gua pernah denger gini :

    Untuk menangis bersama orang yang sedang bersedih itu lebih gampang daripada tertawa bersama orang yang sedang berbahagia.

    Sadly to say but sometimes it’s true.

    Yang perlu diingat mungkin adalah :

    Orang yang bahagia akan kehidupannya ngga akan ngerasa perlu untuk melontarkan komentar negatif buat orang lain πŸ˜‰

    Emang sih menyakitkan kalau kasus di atas itu yang ngomong adalah orang yang dekat and berarti buat kita *sigh*

    Tapi emang bener, kita ga bisa maksa (semua) orang untuk mencintai kita, betapapun baiknya kita pasti akan ada aja yang ngga suka πŸ˜€

    Aahh.. Jadi panjang, hehehe.. Maap..

    Met menikmati Kamis sore yang ngga jelas antara cerah apa mau ujan ini ^o^

    Caii yoo..

    Kapan mimpi gua bakal terwujud ya? :p

    Posted by Indah | November 27, 2008, 5:45 pm
  8. Bagiku, kamu adalah lebih dari seorang selebriti, Lala.
    Setidaknya kamu adalah selebriti yang masih mau mengirimkan buku gratisan padaku!

    Ahuahuahua!

    Posted by Donny Verdian | November 27, 2008, 6:55 pm
  9. bener itu, aQ harus bljr banyak dari mbak ttg kekuatan seperti ini…hmm..juts let it go.. πŸ˜€ :mrgreen:

    Posted by sarahtidaksendiri | November 27, 2008, 7:48 pm
  10. darling…

    yang kayak gini ginian si ..makanan sehari hari gue πŸ˜› kekekek

    jadi santay aja

    pasti karena mereka sirik..

    sirik tanda tak mampu sayyy

    hahahah

    bagi gue ginian udah makanan tiap hari..huahuahauhau

    love you always la..ingat aja ..chatingan kita tadi siang..

    mereka cuma SU NGO…suka dongo!!

    huahuahauahuahu

    Posted by yessymuchtar | November 27, 2008, 9:44 pm
  11. Sabaaar, tetapi hati – hati (mantan korban)

    Posted by muridkehidupan | November 27, 2008, 9:50 pm
  12. Berlindunglah kepada Tuhan dari rasa iri manusia lain yang mebakar…..hati – hati

    Posted by muridkehidupan | November 27, 2008, 9:50 pm
  13. jangan dilawan….please

    Posted by muridkehidupan | November 27, 2008, 9:51 pm
  14. mereka pada iri tuh sama mbakku ini…
    tenang aja mbak, anjing menggonggong, kafila berlalu, ya kan….

    Posted by Myryani | November 27, 2008, 11:36 pm
  15. Somehow, I can sense what you feel la.
    Banyak orang yang terbiasa berdekatan dengan kita
    duduk sejajar dengan kita, tiba-tiba merasa tidak lagi nyaman ketika kita tahu-tahu memiliki kelebihan ‘sedikit’ dari mereka. Ya, mereka cuma iri la, karena mereka merasa seharusnya merekapun bisa seperti Lala.

    Don’t be sad, and keep smile. Kehilangan semangat untuk terus tersenyum itu justru akan perlahan-lahan mematikan sebuah perjuangan. So, keep smiling, and keep your creativity up.

    Sukses yah untuk bukunya πŸ™‚

    Posted by silly | November 28, 2008, 1:01 am
  16. yapp, kita mang ga bisa memaksakan semua orang tuk suka ma kita, kita cuma bisa membuat diri kita menjadi seseorang yang menghargai orang lain …

    Urusan orang menggunjing kita ya urusan dia sama Tuhan, sabodo teing …

    Yang penting kita dah berbuat baik n keep creative and innovative, that’s it !!!

    salam kenal y mbak, baru kesasar di blog ini c, tukeran link boleh tak ??

    Posted by adityahadi | November 28, 2008, 1:30 am
  17. Masih ingat kan tulisanku tentang MENULIS ADALAH SOAL KEBERANIAN?

    Jangan takut, Lala. Kamu mesti berani! Mesti!

    Posted by Daniel Mahendra | November 28, 2008, 3:32 am
  18. Jangan terlalu terpengaruh omongan orang lain, apalagi omongan yg jelek (kecuali untuk introspeksi).

    So, let it go and enjoy the ride …

    Posted by Oemar Bakrie | November 28, 2008, 4:34 am
  19. Tetep semangat mbak.
    Tuh lihat ….. barisan panjang pembela Lala sudah kumpul.
    Semakin tinggi seseorang mendaki anginnya semakin keras.
    Jangan berhenti mendaki.
    (Lho kok jadi ngelantur yah) hehe
    Sekali lagi tetep semangat.

    Posted by irna | November 28, 2008, 7:48 am
  20. sabar la…..orang sabar di sayang sm orang ganteng &keuren seluruh dunia…….mereka bilang ky begitu krn mereka ga bisa kaya lala……& sebenarnya mereka perhatian sm kamu……ayo semangat lala lili……..cayo…cayo….semangat……..

    Posted by evi | November 28, 2008, 8:23 am
  21. btw la…..gw msh blm ketemu benang merah cerita kemaren…..boleh pake benang biru ga??*bodoh.com*…keep on smile la…….

    Posted by evi | November 28, 2008, 8:43 am
  22. Nah La,
    ini semua adalah hal-hal yang akan membuatmu lebih kaya akan warna-warni hidup.
    I believe you will survive and you will learn a lot
    So, keep smiling dear,
    you are on the right track !!

    Btw, kesirikan mereka itu bisa jadi bahan postingan atau novel tuh… judulnya apa yah…hmmm… “Envy Mind”, “Kisah Si Sirik”?….hihihi…

    Posted by tanti | November 28, 2008, 8:45 am
  23. Teh, makin kita mencapai karir ke atas makin banyak godaan.
    Orang sirik tanda tak mampu, jadi nge-gosipin.
    Ibarat pohon yang makin tumbuh tinggi, maka makin banyak angin yang menerjang…
    (cie…belagu ya pake peribahasa segala….)
    Don’t worry be happy ok….

    Posted by tyan | November 28, 2008, 9:05 am
  24. Kamu bisa karena kamu sudah buktikan La…
    Someday mereka akan sadar bahwa mereka sudah berpikiran keliru tentangmu… πŸ™‚
    Cheers my sista ! πŸ™‚
    I’m on your back… I’m walking after you…
    Saya akan ada di barisan pertama yang mendukungmu πŸ™‚
    Love you La….

    *sepertinya bukan cuma Tatang aja yg khilaf mengawini Yessy, tampaknya Om Jer juga begitu, hahahaha πŸ˜†

    Posted by Menik | November 28, 2008, 9:21 am
  25. Bersyukur La masih ada orang2 seperti itu.
    Suatu saat kau akan berterima kasih kepada mereka karena mereka turut memberikan energi kepadamu untuk membuktikan bahwa omongan mereka salah.

    Semakin besar kapasitas pribadi seseorang, pasti banyak yang iri.

    “Apakah kamu mengaku beriman, padahal kamu belum diuji?” (surat apa ya? lali aku)…

    Lihat aja tuh yang komen bejibun membelamu!!!

    Posted by Hery Azwan | November 28, 2008, 9:22 am
  26. Jeung La,
    lupakan semua yang bergunjing di luar sana dan membuat hatimu sedih.. πŸ˜₯
    ingat saja kami-kami, para fans friend yang selalu mengerti Lala.. dan setia mendengarkan (walau ngga selalu harus meninggalkan komentar)… hehehe..

    maju terusss!!
    itu adalah kerikil2 kecil.. di awal perjalananmu menuju panggung seleb.. πŸ˜€

    terus menulis ya sis, kami tunggu karya-karyamu selanjutnya.. πŸ˜‰

    teteup semangat!

    Posted by yu2n | November 28, 2008, 9:35 am
  27. lullla yang sering online tapi pingsan

    some will some one, so what..

    intinya, tetep jadi modest, seperti sidney sheldon yang meski karyanya sudah sangat diakui dunia, beliau masi merasa belum pantas disebut author

    Posted by julehajones | November 28, 2008, 10:01 am
  28. Mereka itu golong orang jahat… wahaha, karna punya rasa takut…. rasa takut yang membawa mereka kedalam ….. ahhh biarkan sajalah…..

    Posted by Raffaell | November 28, 2008, 10:28 am
  29. La …
    Kamu tau … Apa pun yang kita lakuin …
    entah itu baik, apalagi buruk …

    Pasti akan mendapatkan komentar orang …

    So … Kalem sikit lah …
    Biarin ajah …
    OK ?

    Posted by nh18 | November 28, 2008, 10:32 am
  30. Sebenarnya sih kalo di hayati lebih dalam, ” Sesungguhnya tidak ada kerugian sama sekali saat orang lain berbuat jahat thd kita, asal kita menyikapinya dengan sabar dan memaafkan sebelum mereka memintanya ” …. dari Aa Gym tuh hehehe.

    -Setiaji-
    http://www.kodokijo.net

    Posted by kodokijo | November 28, 2008, 11:08 am
  31. Ini Ying dan Yang yang membuat hidup seimbang say. Kalau ada komen positif, yang negatif pasti akan mengiringi. So, don’t waste your tears crying over those bit**y mouths…be yourself dan keep on writing πŸ™‚ we all love u here *kiss & hug* πŸ˜›

    Posted by 1nd1r4 | November 28, 2008, 11:15 am
  32. salam kenal
    wahh puyeng juga nih baca postingan. abis nyampur bahasa inggris bahasa indonesia. na gw enggak bisa bahasa inggris hihihihi

    Posted by Gelandangan | November 28, 2008, 11:54 am
  33. cuekin aja La…sirik tanda tak mampu kan?

    udah pernah denger “anjing menggonggong, Lala berlalu”?
    (kalao ngejer…baru ditimpuk La…) hahahaha…apaan seh? OOT ya La?

    Jangan nangis La….ketawain aja..

    cup…cup…ya La!!!!

    Posted by rhainy | November 28, 2008, 12:44 pm
  34. Nambah La…bener kata om tuh…apalagi kalo ntar Lala makin banyak bukunya…makin banyak yang kayak ginian nih….kan makin tinggi pohon…anginnya makin kenceng….(kapan lagi coba, ngeluarin semua perbendaharaan kata2 kayak gini! hehehehe…isin aku!!)

    Ya udah…itung2 latihan masuk infotainment La….qiqiqiqiqi…
    (Ketawa hayoooo!!!)

    Posted by rhainy | November 28, 2008, 12:48 pm
  35. just keep smilling,
    .
    satu orang memusuhi, 10 orang akan jadi teman kita,
    .
    trust me, just do positive thinking,
    .
    SEMANGAT

    Posted by pengendara | November 28, 2008, 1:30 pm
  36. Kasihilah orang yg membenci kamu, karena kasih menutupi segala kesalahan … πŸ™‚

    Posted by harjo | November 28, 2008, 2:30 pm
  37. dear jeung lala…
    can’t believe to read those story when I open your blog…
    bingung juga mo bilang apa…karena lala yang aku tau, biasanya selalu seru dan penuh cinta…dan yang lala alamin sekarang, dulu sering sekali aku alamin…(he eh…moga2 sekarang ga lagi)…salah satu sebab susah banget punya sahabat tetap sampai bertahun – tahun…-mempersingkat cerita dan menghindari curhat; jeung punya gang gila yang 10 tahun nemenin jeung..susah seneng..and know the ‘real’ you…they are more precious than anyone who talks bad about you! lupain aja semua omongan itu. pretend u ever hear a thing! Lalu bersyukurlah buat orang2 yang mengenali lala luar dalam…(hati loh maksudnya!)dan tetap mencintai jeung seutuhnya (ujung rambut sampai ujung kuku + laptopnya yang ga pernah ketinggalan)!he…
    bless you jeung!

    Posted by nadin | November 28, 2008, 2:43 pm
  38. maap…maksudnya never…..(nulisnya aga emosi juga nih…hi…)

    Posted by nadin | November 28, 2008, 2:44 pm
  39. Learning to ignore things is one great path to inner peace, dear.

    jalan aja terus ya, omongan2 jelek itu ga bakalan ilang biarin kita 100% bener juga. adalah hak mereka untuk ngomong apa aja, dan hak kita untuk ga denger.

    gue, jelas enjoying your writings so much, they just dont know what they missed !

    Posted by pashatama | November 28, 2008, 5:12 pm
  40. biarkan mereka berkata apa saja
    biarkan mereka terus bergunjing
    sebab sudah bnyk buktinya
    orang yg memperolok2 sll tak lebih
    baik dari orang yang diperolok2
    setuju jeunglala….nanti akan ketahuan
    siapa yang akhirnya tersenyum di garis akhir
    so, lbh baik nangis dulu, tertawa kemudian
    thanks my sista

    Posted by mikekono | November 28, 2008, 5:54 pm
  41. Hiduplah dengan hidupmu lala, karena sekeras apapun reaksi yang terjadi dalam kehidupan ini itu hanya suatu proses yang cepat atau lambat akan hadir di kehidupan kita. Dan menurut gw pribadi “lala tetaplah seorang lala”

    keep smile………

    Posted by handoko | November 28, 2008, 6:29 pm
  42. Tul, Mbak…
    Biarkan orang menggosip, dan Mbak tetap terus berkarya, mengahsilkan sesuatu yang berguna daripada hanya sekedar gosip….

    Posted by sapimoto | November 28, 2008, 7:00 pm
  43. masih inget komen kamu buat aku La…?
    sekarang aku kasih balik buat kamu (dasar ga kreatip…!) :

    Biarin aja, La..

    Kamu berhak untuk diam.
    Dia berhak juga untuk ngeresehin kamu, dengan caranya.

    Santai..
    Tenang..
    Kalem..
    Tarik napas dalam2…

    Terus barengan kita kitik-kitik si Hilman!! πŸ˜€

    Posted by deedee | November 28, 2008, 7:02 pm
  44. semakin tinggi pohon, angin memang semakin kuat mbak…
    tenang aja, mereka cuma segelintir orang pengecut yang iri sama mbak…
    masih ada kami kog… πŸ˜€

    Posted by Odie | November 28, 2008, 7:43 pm
  45. Aloew mbak lala yg cantik. Slm kenal yauw..
    Hmm stlah aq bc postingannya seh mkin prasaan mbak lala yg sblummya sedih kesal atw apalah psti sdh mlai brkurang dtambah comment2 dr yg laen. Yg ky gtu udah ga usah dpkirin lama2 mbak.. Cpe dah. Anggap saja sbg cambuk spy lbh sukses. ( apaan coba) hehe.. But i like ur blog.. Nice. πŸ™‚

    Posted by windrey | November 28, 2008, 7:46 pm
  46. Emang siapa tuh yang bilang kamu ndut…? Kurang ajar banget tuh orang…?!?!

    Posted by hilman | November 28, 2008, 11:22 pm
  47. La…saya seseorang sukses ada dua macam manusia :
    * yang senang banget kayak saya,melihat kesuksesanmu,semoga selalu sukses
    **Yang sirik kayak mereka-mereka itu,ayo…kamu harus buktiin…aku yakin kamu selalu yang terbaik!

    La,jadi orang sukses meski bersifat tuli,buat persepsi negative orang terhadapmu,selalu ceria ya…lupakan mereka…anggap aja mereka manusia dari planet lain hihihi πŸ˜†

    aku jatuh cinta dengan blogmu,sejak pertama kali kesini!

    Posted by kweklina | November 28, 2008, 11:59 pm
  48. ada yang pernah bilang siapa ya…sebanyak apa orang yang membencimu, sebanyak itu pula orang yang menyayangimu…

    kata-kata bikin saya cukup senang….pasti masih banyak juga yang sayang sama kita kok….

    Posted by geRrilyawan | November 29, 2008, 2:56 am
  49. Simbul Yin and Yang adalah gambaran kehidupan manusia Jeung Lala, mau sebaik apapun seseorang masih ada orang yang tidak suka, mungkin karena mereka itu sirik atau iri. Dan sejahat apapun seseorang pasti masih ada yang suka karena masih ada penjahat lain yang menaruh hormat pada sesama penjahat sekalipun. Didalam putih selalu ada titik hitam dan didalam hitam masih ada titik putih.

    Jadi lupakan saja gunjingan dan gosip mereka yang akan menghalangi Jeung Lala untuk menjadi penulis besar ataupun menjadi orang yang sukses. Sukses selalu untuk anda… πŸ™‚ Thanks

    Posted by yulism | November 29, 2008, 7:32 am
  50. Dear sahabat-sahabat…

    Makasih banyak yaa… Komentar-komentar kalian menjadi penyemangat saya ketika banyak sekali manusia-manusia di sekeliling saya terus bergunjing dan mengolok-olok saya. Kalian memang benar… Jangan jadikan ini sebagai alasan untuk berhenti, tapi justru memacu diri untuk membuktikan siapa yang benar… πŸ™‚

    Kalian memang sahabat-sahabat yang baik!
    Semoga kalian selalu bahagia.
    Keep smiling for life is just too wonderful to be missed… πŸ™‚

    Love ya, Guys.. so much…
    Lala

    Posted by jeunglala | November 29, 2008, 9:29 am
  51. Yeah…

    senang mendengar mba lala tidak terpengaruh omongan negatif itu… dan seketika mengubahnya menjadi energi positif untuk terus berjalan maju… sukses selalu mba lala. lain kali pasti udah lebih mahir lagi nih kalo ngadepin yang begini2an. macam mba yessy. hehehe… salam mba -japs-

    saya emang harus belajar banyak dari Mbak Yessy deh, Mas..
    hehehehe…
    She’s a strong girl, somehow…

    Makasih ya..
    Sekalian berdoa semoga cita-cita mas yang mulia itu cepat tercapai..

    Posted by japspress | November 29, 2008, 10:51 am
  52. Jeung, orang2 seperti itu ada di mana2, di mana pun kita berada. Mereka memang kepuasannya hanya di situ. Menggunjing lalu lupakan apa yang dirasakan orang yang digunjingkan. Urusan kemampuan mereka pasti di bawah yang dicelanya. Justru orang2 yg lebih hebat biasanya mendorong kita, tidak malah menjerembabkan kita. Paling2 kita hanya bisa diam dan melupakan omongan pahit mereka. Buat apa dimasukkan ke hati? Karena, setelah mereka mencela, mereka sama sekali tidak memikirkan apa2 lagi tentang kita, koq kita pusingkan mereka. Lebih baik energi kita, kita gunakan untuk hal yang membuat kita lebih maju dong. Tapi di antara pencela itu, suatu saat datang ke kita seraya mengakui keberadaan kita, kendatipun mungkin dengan diam2 karena gengsi mengakui kita.

    Eh, ngomong2 sudah terlalu banyak komen di atas, masih saja saya nyerocos. Apa dibaca ya? Sudahlah, siapa tahu 2 tahun ke depan masih bisa dibaca :mrgreen:

    Soal cerocosan itu, pasti didengar lah, Mas..
    Apalagi ini bukan cerocosan, tapi untaian nasehat yang pasti sangat berguna buat saya.. Makasih banyak ya…
    πŸ™‚

    Posted by Hejis | November 29, 2008, 3:04 pm
  53. I Am Your Fans…!!

    udah ‘la, gw akan slalu ada buat elu, //hayo//
    mau orang bilang apa ttg keterampilan lu,
    perduli amat!!

    sumpah,
    isi tulisan lu bagus, asyik, memikat!!

    modal yang cukup buat elu jadi “penulis berbakat”,
    hmm…

    so, tetep nulis yach, btw…
    daftar dapat buku elu gmana yach πŸ™‚
    halah….ujung2nya!!

    Hahaha.. si Mas satu ini…
    terimakasih yaa…
    Makasih banget..

    Mau dapat buku?
    ikutan kontes dong… di sini

    Posted by rahmadisrijanto | November 29, 2008, 4:21 pm
  54. Satu saat nanti kamu akan mampu mendelete kata-kata MEREKA…itu, menjadi KAMI yang artinya orang-rang satu pemikiran dan gagasan dan akhirnya menjadi KITA yang artinya satu perasaan satu dalam suka dan satu juga dalam suka. Berjuanglah terus sampai akhirnya orang-orang khilaf pun sadar, orang-orang sombong pun sadar, orang-orang sirik pun sadar bahkan para pengkhianatpun datang mengangkat sumpah setia. Smangatlah terus. (Aku mengangguk-angguk sambil mencabuti janggutku yang sudah menjadi uban).

    Wah..
    berubah tuh so sexy! hihihihi… πŸ™‚
    Terimakasih Pak..
    Semoga saja ini bukan jadi penjegal langkah, tapi bisa menjadi amunisi untuk terus melaju ke depan…
    πŸ™‚

    Posted by sonyssk | November 29, 2008, 4:42 pm
  55. La, yang paling sulit adalah tetap tersenyum menghadapi mereka yang menggunjingkan kamu. Makin tinggi, anginnya makin kencang, dan diketinggian tak banyak orang yang kuat disana.

    Ingat nggak kata-kata “The King has no friends”……jika awalnya kita bersama mereka, suatu ketika ada salah seorang naik jabatan, yang mungkin akan menjadi atasannya, mulailah gunjingan….padahal bukankah lebih suka yang jadi atasan adalah teman kita, bukan orang lain?

    Sama seperti halnya Lala sekarang…yang sudah bisa menelurkan sebuah buku….wahh…lha saya juga iri kok sama Lala, karena masih di umur semuda itu bukunya udah ada yang keluar.

    Bagaimana La, kalau komentar mereka justru menjadi pemicu semangatmu? Segera tulis lagi…buku yang lebih baik…buktikan bahwa Lala bisa…semangat ya.
    (mudah2an listrik belum mati…udah di halo2 ada pemadaman…)

    Iya, Bu..
    The King has No Friend.
    Padahal sebetulnya bukan karena The King-nya, tapi karena the Friends yang menganggap bahwa mereka sudah berbeda.. padahal ya sama saja yaa…

    Iya, Bu.. saya akan gunakan semua komentar-komentar itu sebagai pemicu semangat untuk buku-buku berikutnya…
    Terima kasih yah.. πŸ™‚

    Ibu sehat kan?
    Perjalanan kemarin kan pastinya melelahkan sekali..

    Posted by edratna | November 30, 2008, 10:24 am
  56. eh, kenapa pula mesti dipersoalkan, la ?
    pada saat2 tertentu seseorang akan terlihat, dia teman atau bukan.
    ok, sist ? santai wae rak wis…… πŸ™‚

    Iya, Mas.
    Memang di situlah baru ketahuan, siapa yang benar-benar teman baik…

    Santai wae rak wis?
    nggih…
    Santai wae lah.. πŸ™‚

    Posted by goenoeng | November 30, 2008, 12:27 pm
  57. banyak orang yang sirik di dunia ini mbak.
    kadang gak semua omongan perlu kita denger.
    karena ada kalanya itu cuma some stupid words yang bentar juga bakalan ilang.
    dan satu hal, biasanya itu hampir pasti karena mereka gak mampu.
    trust me!

    Iya, Say…
    Saya berusaha menganggap itu semua sebagai simbol rasa cemburu mereka saja..
    Makasih yaa…

    Posted by mataharicinta | November 30, 2008, 4:22 pm
  58. Life is not easy… It’s simple, but it’s not easy.. C’est la vie..
    Sepertinya, ‘temen2’mu itu cuman iri ajah.. Bener tuh, biarkan ajah.. Malah kudunya orang2 kayak gitu dideketin, dan ditanya2 lah, sapa kali bisa kasih masukan atau malah bahan untuk buku selanjutnya.. Pura2 gak tau ajah kalo mereka pernah memberikan nilai yg negatif.. It’ll make you stronger..

    Posted by ariefdjβ„’ | December 2, 2008, 5:00 pm
  59. Just let it go… kamu nggak akan “mati” karena ini…
    Ah khas Surobajul bukan? Coba terjemahkan pakai bahasa Arek πŸ˜‰

    Posted by agoyyoga | December 2, 2008, 6:44 pm
  60. Aunty, udah tenang aja. Jadikan olokan mereka penyemangat aunty untuk nulis lagi lagi dan lagi…

    Mereka begitu karna mereka ga bisa nulis…. Ayo semangat aunty….
    Wah…. kapan ya kita jadi ketemuan nich???

    Posted by retie | December 3, 2008, 10:18 am
  61. aah mbak lala..waktu baca awal2nya ampe tengah2 ceritanya sediih banget tp ujungya ko narsisnya keluar mbak? hihihi

    pengen aku cekek itu orang yg ngomong begitu ttg mbak lala, ga tau apa ya ada fans berat nya mbak lala disini yg pasti siap belain mbak lala πŸ˜€

    biarin aja mbak itu orang, paling ngiri mbak bs nulis, bs ngelahirin buku tp dia ga bs apa2. malah ga lebih baik dari mbak lala..

    orang mw sukses itu ujiannya banyak..aku yakin suatu saat mbak lala jd novelist besaaaarrr!!! *bukan besar badannya lho mbak hihihi* novelist sukses yg bukunya terkenal dimana2..bahkan dunia!!
    ya.. yakin lah…!!!

    semangat ya mbaaakk πŸ˜€ πŸ™‚

    Posted by INDAH REPHI | December 5, 2008, 1:06 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

November 2008
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: