you're reading...
daily's blings, Thoughts to Share

I wanna be rich!

Ritual pagi saya di kantor adalah…

Pukul tujuh lebih sedikit, sudah sampai di depan pintu kantor. Yang tentunya masih sepi dan hanya dihuni oleh dua orang kawan office boy yang sedang menyapu atau membersihkan lantai.

Berjalan ke lantai dua, menyetor jempol saya di mesin absen lalu memastikan bahwa data saya sudah terekam sempurna.

Naik ke lantai tiga, meletakkan tas kerja dan mengaktifkan laptop, mengkoneksi internet, dan mengaktifkan komputer kantor lalu memeriksa adakah email-email penting yang masuk dan belum terjawab.

Sebelum mulai blogging dan main games sembari menunggu pukul setengah sembilan (meskipun setelah itu,ย  bohong banget kalau saya segera berhenti blogging dan main games! hehe), saya berjalan ke pantry dan menyeduh kopi… okay, sekarang saya memilih untuk minum teh daripada kopi, demi asam lambung supaya tidak banyak tingkah…

Itu adalah ritual pagi hari saya. Yang biasanya saya lalui sendirian, meskipun ditemani dengan lantunan suara John Legend dari kolekasi MP3 saya. Yang biasanya setelah itu saya cuman menyisip perlahan kopi.. okay… teh.. dari bibir cangkir berlukiskan a little angel with cute hand bag in her hand. Yang kemudian cangkir itu saya letakkan di samping kiri saya dan akhirnya jemari-jemari saya mulai bergerak lincah di atas keyboard.

Itu biasanya.

Tapi kemarin pagi, saat melakukan ritual harian tersebut, saya ditemani dengan seorang lelaki tua berumur 51 tahun. Yang wajahnya mirip sekali dengan almarhum Kakek saya.ย  Seorang office boy yang akhirnya malah memilih duduk di depan meja saya, dengan wajahnya yang gelisah, dan mata tanpa cahaya.

Dia duduk di depan saya.
Dan saya duduk di depannya. Menyibakkan rambut yang menutupi kedua daun telinga saya. Mendengarkan dia bercerita. Dan saya merasa sesak nafas…

***

)

Pak Suhadak, Bapakku Di Kantor..๐Ÿ™‚

Pak Suhadak, namanya.
Lelaki baik yang selalu menganggap saya sebagai anaknya sendiri. Setiap pagi, dia menyapa saya dengan sapaan khasnya yang penuh kasih sayang, “Wah… anakku wis teko… (wah, anakku sudah datang)..” Begitu sapanya setiap hari.

Dia selalu siap dengan teko berisi air panas yang siap dituangkan ke dalam cangkir untuk menyeduh teh atau kopi buat saya. I never asked him to do so, tapi Pak Suhadak memang sudah menganggap saya seperti anaknya sendiri, yang mungkin kebetulan saja karena dia hanya memiliki dua orang anak lelaki yang usianya seumuran saya. I’m like a daughter that he never had.

Setiap saya mengambil cuti, dia selalu mengomel dan berkomentar, “Lha terus sopo sing isok diajak padu? (lah terus siapa yang bisa diajak berantem?)” karena memang… saya dan pak Suhadak itu suka sekali melemparkan banyolan… saling mengejek… tapi kemudian tertawa geli…

Pak Suhadak yang baik inilah, yang kemarin pagi duduk di depan saya, dengan mata tanpa cahaya, dan wajah yang penuh dengan gurat gelisah. Saya sudah hafal dengan wajahnya… Hanya wajah ini yang akan terlihat di depan mata ketika ia sedang merasakan gelisah dan menjumpai masalah…

Putuku wis digawa mulih, Mbak… (cucuku sudah dibawa pulang, Mbak)..”

Sepuluh hari yang lalu, Pak Suhadak memang bercerita tentang bayi yang lahir prematur, yang sedang asyik-asyiknya bermain di dalam perut ibunya, tapi sudah harus terlahir saat masih enam bulan di sana. Si kecil yang, alhamdulillah, akhirnya terlahir dengan selamat, dengan bobot yang sangat ringan dan tubuh sebesar botol air mineral 1500 mili liter itu, terpaksa harus diinkubasi dulu sampai bisa beradaptasi dengan lingkungan. Dikasih penerangan. Dikasih susu. Dirawat sedemikian rupa sampai akhirnya boleh dibawa pulang ke rumah, sepuluh hari kemudian, dan ditimang oleh si Ibu yang setiap hari menangis saja.

“Tapi biayane akeh banget, Mbak… (biayanya banyak sekali).”

Pinten (berapa), Pak?”

Lalu dia menyebutkan nominal Rupiah yang sangat fantastis.

Yo terpaksa nggolek utang-utangan Mbak… Ngedol opo wae sing iso di dol… (ya terpaksa berhutang kemana-mana. Menjual apa saja yang bisa dijual)”

Saya diam. Senyum saya pahit, kecut… ah…. sulit!

Mbak… nyuwun ngapunten, nggih… (mbak, minta maaf, ya…)” kata Pak Suhadak setelah itu.

Kenopo, tho, Pak?”

Dia minta maaf, karena belum bisa membayar pinjaman uang enam bulan yang lalu, yang dari awal, tidak pernah saya anggap sebagai pinjaman, tapi karena saya ingin melakukan sesuatu buat dia… kecil, tidak banyak… tapi senyum di wajahnya saat itu, membuat beberapa lembar ratusan ribu itu terasa lebih bermakna daripada ketika saya mengeluarkannya untuk membayar tagihan telepon saya…

Saat itulah, saya menangis.

Cengeng? Ah, saya memang cengeng. Saya sedang sangat cengeng-cengengnya karena saat ini saya sedang menjadi seorang PMS bitch.

Tapi bagaimana saya tidak tersentuh kalau seseorang di depan saya ini, yang saya sayangi ini, yang setiap melihat wajahnya saya selalu membayangkan sedang bercakap-cakap dengan Almarhum Kakek yang telah membuat saya menjadi cucu yang bahagia… bercerita tentang kesulitannya… bercerita tentang bagaimana dia belum bisa membayar pinjamannya pada saya… bagaimana ia tidak tahu harus melakukan apa untuk perawatan cucu tercintanya…

Dan sedihnya…

Saya tidak punya banyak uang untuk menghilangkan bebannya kali ini….

Saya seperti pistol tanpa amunisi sama sekali.
Seperti ingin berteriak, tapi tak memiliki suara.
Seperti ingin berlari, tapi tak mempunyai kaki.

I wanted to help him…
But I couldn’t!

Hhh…

Di detik itu juga, saya berbisik di dalam hati… I want to be rich…!

***

Seketika itu juga, saya memiliki keinginan yang tak pernah terlintas sebelumnya di dalam pikiran saya. Menjadi orang yang kaya, tidak pernah menjadi cita-cita. Saya hanya ingin menjadi seseorang yang hidup berkecukupan. Materi bukanlah hal yang penting, asal saya menikmati rejeki yang halal. Tidak perlu rumah mentereng dan mobil mewah… yang saya butuhkan adalah hati yang nyaman dan damai. Tidak perlu materi berlebih untuk memanjakan saya… yang saya butuhkan adalah hati yang teduh.

Being a rich woman was never on my list.
Yes. Not until that day.

Ketika melihat seorang Bapak yang begitu baiknya kepada saya, yang sering menasehati saya, yang selalu menghibur setiap saya sedang menghadapi masalah… bercerita panjang lebar tentang kesulitan keuangan yang menimpanya… ah… How I wish I were a rich woman… yang bisa dengan ringannya mengeluarkan selembar cek kosong dan bertanya padanya, “Pak Hadak butuh berapa?” Lalu menuliskan apapun angka yang disebutkan olehnya, menyobeknya, dan memberikan padanya sambil bilang, “Kapanpun Pak Hadak butuh duit, minta aku aja, Pak…

Saya ingin menjadi orang yang sangat kaya…

Yang memiliki materi berlimpah dan bisa membantu siapa saja yang membutuhkan biaya.
Seorang Pasien yang butuh operasi tapi tidak punya dana…. I will help them… all..!
Seorang teman yang kehilangan rumah peninggalan orang tuanya karena harus disita oleh Bank… I will cover any debts!

I want to be a very, very rich but generous woman, yang bisa membuka lapangan kerja buat banyak orang, sehingga tidak ada anak-anak kecil yang bekerja di pinggir jalan, menjadi seorang penjaja koran, pengemis, atau mengelap kaca depan mobil! Biarlah mereka merasakan nikmatnya bermain seperti layaknya anak-anak… Biarlah ibu bapaknya bekerja kepada saya dan saya memberikan rejeki yang sangat melimpah buat mereka sehingga tak perlu menyuruh anak-anak mereka ikut mengais rejeki!

God, how I want to be that woman…
How I want to be rich!!

Tapi kemudian, setelah curhat dengan seorang blogger yang sudah saya anggap seperti adik saya sendiri, Si Bebek Bawel, tentang bagaimana saya merasa sesak nafas seketika karena ingin membantu seseorang tapi tidak mampu, tentang bagaimana kemudian saya ingin menjadi orang yang sangat kaya…

Dengan bijaknya, dia berkata, “Bantu doa, Sis…

Doa.
Doa saja!
Kalau memang memiliki rejeki berlebih, ya berikan, bagikan.
Tapi jika tida, panjatkan doa kepada Allah, agar Pak Suhadak (atau siapapun dia) bisa menjalani semua ini dengan baik… Agar selalu dibuka pintu rejeki… Agar selalu dekat dengan sang Pencipta… Agar selalu mempercayai bahwa Allah tidak pernah memejamkan atau bahkan mengedipkan mataNya. Allah selalu terjaga. Allah terlalu menyayangi kita sehingga rela tidak pernah tidur untuk selalu menjaga kita…

Hmm…

Berangsur-angsur, rasa sesak di dada saya melonggar. Ketidakmampuan saya dalam menolong Pak Suhadak bukan berarti saya tidak bisa melakukan apa-apa. Ya, saya hanya mampu membaginya kue-kue yang selalu saya beli setiap pagi untuk sarapan. Ya, saya juga mampu membeli nasi bungkus dalam jumlah lebih kalau kebetulan saya sedang kepingin beli nasi di warung dekat kantor kakak ipar saya.

Dan ya.
Saya masih mampu untuk jadi ‘teman berantem’nya setiap pagi…๐Ÿ™‚
Saya masih mampu untuk melakukan itu semua…

Ah,
Bapakku…
Doakan anakmu ini supaya tidak terlupa akan janjinya jika suatu saat kelak saya bisa melakukan hal-hal yang lebih dari sekedar memberikan cemilan atau nasi bungkus itu, ya…
Doakan anakmu ini supaya kelak tidak menjadi manusia yang besar kepala dan takabur akan keberhasilannya..
Tangkap kaki-kaki saya kalau sedang melayang-layang terlalu tinggi dan tak mau menjejak tanah lagi.

Ya, Pak, ya….
Jangan lupa ya?

Di ujung percakapan itu, Pak Suhadak hanya memandang saya dan tersenyum hangat. Matanya berbinar, tapi mengeluarkan air mata…

Ayo, Pak… jangan nangis… kita berantem aja, yuk? biar seru…๐Ÿ™‚

guys, sekalian mohon dibantu doa buat kesehatan cucu Pak Suhadak ya..
Makasih banget…

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

59 thoughts on “I wanna be rich!

  1. Mmmmm jadi makin mellow nich aku baca postingmu,aunty.

    Usul nich : gimana kalo aunty bikin gerakan sosial, diem2 aja aunty bilang ke beberapa temen untuk patungan bantuin Pak Suhadak. Ya memang susah sich ga semua orang mau ikutan nyumbang. Tp khan berapapun hasilnya khan pasti sangat berarti banget buat pak Suhadak.

    Maaf ya, Ret, kalau udah bikin kamu mellow…
    Just wanted to write what I’m feeling right now… Nggak apa-apa ya?๐Ÿ™‚

    Usul itu, alhamdulillah, sudah terpikirkan.
    Hari Senin nanti aku bakal bikin edaran buat Pak Suhadak. Alhamdulillah, biasanya sih teman-teman mau membantu. Teman-teman di kantor itu sudah seperti keluarga semua. Nggak pakai hitung-hitungan, apapun statusnya.
    Makasih ya, Ret…
    Aku jadi nggak lupa untuk ngelakuinnya hari Senin nanti..๐Ÿ™‚

    Posted by Reti | November 22, 2008, 11:43 pm
  2. bukan menjadi kaya.. krn kaya itu Semu… tidak ada yang bisa menggambarkan batasan arti KAYA.. caranya sedekah.. ingat matematika Allah

    “Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barang siapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan, melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya(dirugikan) (QS. Al.An-aam:160) ”

    jadi 10-1 bukan 9.. Tapi 19

    Iya, Mbak..
    Saya setuju.
    Definisi kaya itu sangat relatif dan sangat luassss… Kadang malah kita tidak akan pernah bisa merasa kaya padahal sudah sangat kaya di mata orang lain.

    Keinginan saya ini muncul karena saya begitu ingin bisa bergerak membantu saat itu juga… Ini memang sangat kedagingan sekali, sangat manusia sekali… tapi saat itu, yang terpikir cuman satu, I wanted to help him, dan sepertinya, memberinya uang yang sangat ia butuhkan adalah pertolongan pertama yang paling tepat.

    tapi saya lupa…
    bahwa Tuhan telah menyiapkan sebuah rencana buat dia.
    Pasti ini harus dialami teman saya itu agar mendapatkan sebuah hikmah, kelak, di kemudian hari.

    Makanya saya berdoa semoga tidak takabur…
    Makanya saya berdoa semoga kelak selalu tidak lupa untuk bersedekah…

    Allah tidak mengenal hitung-hitungan matematika seperti yang kita pelajari di sekolah.
    Matematika-Nya sungguh luar biasa… dan saya percaya itu.

    Makasih Mbak buat pencerahannya.

    Posted by latqueire | November 23, 2008, 12:18 am
  3. bener,
    jangan jadi kaya
    karena kita jadi lupa nantinya tujuan kita jadi kaya itu apa.

    aku juga sering begitu,
    ingin menolong tapi apa daya
    akhirnya hanya bisa dengan doa saja.
    dan kadang dengan mendengarkan saja
    sudah cukup buat dia

    semoga bapakmu dapat jalan keluar ya jeng
    Aku juga mau jadi kaya La,
    spy bisa keliling Indonesia terutama jakarta tiap hari
    naik jet pribadi hehhehe

    miss u
    EM

    Posted by Ikkyu_san | November 23, 2008, 1:08 am
  4. For faith is believing in things that we cannot see. Now we must believe that what we have prayed for will soon manifest in our lives, for by faith we will truly receive.

    Yet some people say, โ€œ but itโ€™s not easy and you donโ€™t know what I am going through,โ€ well, that is true, but it still doesnโ€™t change the fact that Jesus said, โ€œ All things are possible to them that believe,โ€ and we must live by faith.

    It is worth hoping and believing for things in our lives to change, it really does not matter what people say, or what we feel, for God said, โ€œFor the wisdom of this world is foolishness with Godโ€. {1 Corinthians 3 v 19}. cornishevangelist. wordpress.com.

    Posted by cornishevangelist | November 23, 2008, 2:10 am
  5. Enak banget bisa sambil maen game…. ya semua orang sudah punya jalanya sendiri sendiri, mau bantu juga gak perlu kaya kok, ngga pakai doa juga bisa kok….. berikan apa yang kita mampu aja….

    Posted by Raffaell | November 23, 2008, 3:49 am
  6. Sedih dan terharu…..kaya adalah cita – cita mulia……………

    Posted by muridkehidupan | November 23, 2008, 4:10 am
  7. amiinn…
    semoga JeungLala lekas dan selalu diberikan kemurahan rizqi dari Allah ArRazzaaq AlGhaniyy AlMughnii

    semoga niat baiknya dikabulkan dan selalu diberikan rasa istiqamah untuk selalu bertaqwa kepada Allah…

    [senyum]๐Ÿ™‚

    Posted by gbaiquni | November 23, 2008, 5:23 am
  8. Amin:mrgreen:
    Moga bisa jadi kaya dan bisa traktir kita-kita:mrgreen:

    Posted by a3u5z1i | November 23, 2008, 6:50 am
  9. Jeung Lala… Ahhh, betapa mulianya dirimu…

    You know la… Sometimes we don’t have to be rich to help them out of their hardship life.

    Sometimes we don’t have to be a wealthy person to solve their problems.

    Sometimes… we only need to give a simple hug, and a tap on their shoulder, that can give them a very big spirit and energy to move on…

    Sometimes, all we have to do is to give them courage to face their problem with HOPE… Because HOPE means FUTURE… If there is no hope, then there will be no future.

    Sometimes a simple prayer, like you did before,… can make someone believe that there is GOD, who’s always watching us from up above, and will provide us a way out. So there will always be a way, even when there seems to be no way…

    Saya sering berhadapan dengan kaum grassroot ini. And instead of giving them fish, I give them fishing tools so that they can get their fish them self, for the rest of their life.

    Contoh misalnya: memberdayakan sang istri untuk membuat peyek dirumah, dibungkus, lalu dititipkan dikantin kantor, atau diwarung2 tetangga. Modal murah meriah, haslinya banyak, sehingga untungnya pun lumayan. goreng2an yang lain (misalnya bakwan, atau tempe kalau pas lagi murah) bisa menjadi tambahan buat jualan.

    Anak2-nya sepulang sekolah membantu berjualan ditoko, atau berkeliling menjajakan gorengan disore hari dsb. Asal kan tidak malu atau gengsi, apa saja bisa jadi jalan keluar.๐Ÿ™‚ yang penting halal. Istrinya sopir saya, untuk menutup kebutuhan hidup sehari2, memberikan kursus mengaji buat anak2 tetangganya. Lumayan buat memperpanjang usia dapur ngebul sehari lagi๐Ÿ™‚

    So, jeung Lala, jangan berkecil hati. What you already done here is already one of the best way to help them๐Ÿ™‚

    Salam hangat,
    Silly

    Posted by silly | November 23, 2008, 7:37 am
  10. Mata saya berkaca-kaca, mendengarnya. Tapi itu apa cukup ya? Semoga cucu kesayangan pak Suhadak diberikan kesehatan oleh Allah SWT dan dilimpahkan rejeki yang cukup bagi keluarganya.

    Posted by Hejis | November 23, 2008, 8:18 am
  11. *mlipir air mataku*
    La, kadang saya lebih suka berteman dengan orang-orang yang seperti pak suhadak. Karena mereka akan mengingatkan kita akan rasa bersyukur, mengingatkan kita bahwa di atas langit masih ada langit lagi.
    Yes, i wanna be rich too… Sama sepertimu… to help other people that unlucky as well๐Ÿ˜ฆ
    Sama2 berdoa yuk jeung… Semoga… Bismillah๐Ÿ™‚
    *teriring doa untuk kesehatan cucunda pak suhadak*

    Posted by Menik | November 23, 2008, 8:22 am
  12. wah mbak, kalo gak dikasi tahu kalo pak suhadak sudah punya cucu, tak kiro mbak meh dipek mantu๐Ÿ˜€ ~guyon loh mbak~
    Amiin..buat semua do’anya. Emang kalo pingin kaya, caranya ya harus deketin Yang Paling Kaya..

    Posted by rumahfrandi | November 23, 2008, 9:07 am
  13. La..

    Diluar semua kontroversi tentang kaya…

    Kaya adalah kata kata yang pernah sangat jauhhhhhhh dari kehidupan gue.

    You known my story kan?

    Tidak ada orang baik yang di hormati
    Tidak ada orang kerja keras yang di anggap terhormat

    Yang ada
    ORang banyak duit yang di segani
    Orang kaya yang pelit dan najies ..tapi tetap di hormati..

    Lala..

    Mejadi kaya..adalah HARUS …buat gue

    Karena gue pernah hidup miskin
    Gue pernah melarat
    pernah kere

    Lo tau La..

    Sodara sodara yang saat itu menutup pintunya saat nyokap gue main kerumahnya..cuma gara gara takut di pinjemin duitnya

    (anjrit gue masih inget!!!)

    Dia end up menitipkan anaknya di rumah gue untuk kuliah..
    7 tahun!!

    7 tahun la!!!

    Lo bisa bayangin gak ..seluas apa..dan semutiara apa hati bokap dan nyokap gue??

    Miskin?

    Hah..kok kata kata itu mendarah daging ya la di gue?

    Orang orang bisa bilang..
    Jangan mendewakan uang..gak akan di bawa mati

    Well bener banget

    Uang memang bukan segalanya
    Tapi..segalanya ..gak akan ada kalo gak pake uang la..

    Lo tau kenapa gue sayang banget sama nyokap gue la…lo tau banget cerita gue..

    Ngepet..gue pengen nangis….

    Gue rasa cita cita lo benar..

    La..kalo ada orang yang paling bisa gue minta sama Allah untuk masuk surga..adalah nyokap gue…

    La..
    seseorang pernah dengan kasarnya …mengusir gue dan nyokap serta bokap gue jaman dulu
    cuma gara gara..gue lancang ngambil anggur asem di kulkas kecilnya itu.

    Sekarang la?

    Orang itu tiap bulan dapat santunan dari bokap…karena ..dia sekarang melarat..

    jangan pernah ajarin gue tentang kehidupan
    karena kehidupan mengajarkan segalanya langsung ke gue

    Well sekarang la..
    orang yang dulu kaya dan ngatain gue melarat…gantian dia yang melarat..

    Gue dulu mungkin susah
    Miskinnnnnnnnnnnn
    Kereeeeeeeeeeee

    Tapi sekarang..
    alhamdulilah….semaunya terbalik

    Lala….
    Postingan ini membuat gue ingin menelpon lo dan curhat sampe 3 jam

    Tapiiiiiiiiiiiiii
    sorry ya

    gue mau ke sea world hari ini sama tangguh dan ayah
    habis itu mau ke mall soalnya pengen cuci mata beli sepatu dan tas buat ayah..terus mungkin mama mau nitip beli hp yang baru buat kado sahabatnya

    Iya la..
    gue sekarang udah kaya..*(kaya versi gue)๐Ÿ™‚

    Posted by yessymuchtar | November 23, 2008, 9:10 am
  14. hmm,,

    moga2 k inginan bwat jdi kya cpet trwjud ya,,,

    Posted by kahfinyster | November 23, 2008, 10:21 am
  15. Ini Yessy semangat banget komennya…
    Mentang2 pernah miskin…halah..
    Tapi cerita Yessy kayaknya menarik juga tuh…
    Btw, ada di blog nggak?
    Pengen kaya?
    Ehm…Boleh2 aja.
    Tapi, memang menolong orang sesuai dengan kemampuan.
    Tidak ada jaminan setelah kaya kita tetap “eling”…
    Jangan2 setelah kaya kita lupa diri…
    Kalau Allah mau semua orang bisa kaya dan semua orang bisa beriman…
    Tapi itu tidak terjadi, agar hidup ini lebih berwarna….
    Sama aja dengan tsunami: mengapa sih Allah tega2nya mencabut nyawa ratusan ribu orang yang sebagian besar mungkin tak berdosa?
    Wah, it’s complicated.
    Tapi, kesadaran untuk membantu, sekecil apapun, sudah merupakan kebajikan…
    Salam…(eh tumben komen gw panjang ya)…
    Udah lama nih nggak komen panjang2

    Posted by heryazwan | November 23, 2008, 10:32 am
  16. Iya mbak…. memiliki uang yang banyak, apalagi di negeri ini di mana negara kita boro2 memikirkan kesejahteraan rakyatnya yang miskin, adalah sangat perlu.

    Dan juga selain menjadi kaya tentu menjadi generous adalah sesuatu yang baik pula, tetapi jangan lupa tentu kekayaan yang kita dapatkanpun harus dicari dengan cara yang halal dan tidak merugikan banyak orang………

    Posted by Yari NK | November 23, 2008, 10:37 am
  17. Menjadi kaya sangat dianjurkan oleh Islam, salah satu tujuannya ya membantu orang yang susah.

    Posted by suhadinet | November 23, 2008, 11:54 am
  18. Menjadi kaya…?? Bahkan sangat kaya…??๐Ÿ™‚

    Mmmhh…, kedengarannya indah, apalagi disertai keinginan-keinginan mulia. Tapi kenyataannya mungkin tidak seindah itu.๐Ÿ™‚

    Kenapa aku nyebutin bahwa menjadi kaya, nyatanya tidak begitu indah?? Karena justru, banyak orang yang terjerumus ke dalam hal-hal yang negatif setelah dia kaya. Banyak orang yang lupa pada Allah ataupun lupa pada sesamanya. saat dia menjadi orang kaya.๐Ÿ™‚

    Bahkan, Nabi Muhammad saja, tidak mencontohkan dan tidak mengajarkan kita untuk menjadi orang kaya. Ini terbukti minimal dari 2 hal, yaitu pada masa kerasullan, Nabi Muhammad bukanlah orang yang kaya, meskipun beliau adalah seorang pemimpin terbesar.

    Yang kedua, saat beliau melakukan perjalanan spiritual, yang kita kenal dengan Isra’ Mi’raj. Pada waktu beliau melihat keadaan surga, ternyata kebanyakan penghuni di dalamnya, kata beliau, adalah orang miskin.๐Ÿ™‚

    “Jagalah istri, jangan kau sakiti. Jagalah istri, jangan kau kawin lagi?!?!” Hehehehe…, aku udah kaya Aa Gymnasium ya…???

    Posted by hilman | November 23, 2008, 3:01 pm
  19. Knp yah skrg semua selalu diukur dgn uang. Org ga akan dianggap jika ga punya uang. Hal itu berlaku di kntr gw. Beteeeeeeeeeeeeee….gw juga pgn kaya…..(walopun skrg gw paling kaya diantara keluarga gw hehehe)
    gw pengen nguliahin adik gw…
    gw pgn ponakan2 gw sekolah ampe tinggi
    gw pgn beliin emas yang gede2 buat nyokap gw biar ga dipandang remeh ma uwak2 gw yang sombong
    hahahaha…kok jd curhat colongan
    Yuk …yuk….jeung lala, kita kaya bareng2….
    tapi kaya nya kaya versi masing2 like yessy said (rich in our version)

    Posted by silvi | November 23, 2008, 3:37 pm
  20. hiks … jadi spikles alias ra iso ngomong …

    Posted by masmoemet | November 23, 2008, 3:55 pm
  21. Kamu orang yang baik, La dan kamu benar..bantuan doa juga adalah bantuan yang tulus dan bernilai daripada hanya sebatas uang. Good girl..๐Ÿ˜‰

    Posted by chilonic | November 23, 2008, 4:13 pm
  22. salam kenal

    Posted by Blogger Aceh | November 23, 2008, 4:35 pm
  23. Semakin orang banyak duit semakin pusing pulang tuh otaknya๐Ÿ˜€. mending kayak saya happy ending terus hehheheheeee

    Posted by Gelandangan | November 23, 2008, 7:40 pm
  24. Lala… dirimu sudah sangat kaya saat ini…
    kekayaan hati yg kau miliki,
    telah mampu memberi “kelapangan” bagi si bapak,
    kaya harta tidak kan menjamin kebahagiaan,
    kaya hati kan meluaskan segalanya…
    Allah akan melapangkan hamba-Nya
    di saat yg tepat
    dg cara-Nya…
    yakinlah!

    Posted by vizon | November 23, 2008, 8:34 pm
  25. Ikut berdoa bagi kesehatan cucu-nya Pak Suhadak …

    Posted by Oemar Bakrie | November 23, 2008, 11:49 pm
  26. Kaya…? kekayaan itu bisa menghilang…… karena itu hanya titipan , tetapi lebih baik jika kita mempunyai kebaikan yang tulus dari hati kita…. dan kita akan kaya karenanya, karena kekayaan hati itu tidak dapat dinilai dengan uang….

    Semoga pak Suhadak diberikan rezeki oleh Nya dan diberikan ketabahan dalam perjalanan hidupnya….

    Salam…..

    Posted by handoko | November 24, 2008, 12:20 am
  27. bizi bizi day….

    hilman.web.id

    Posted by antonhilman | November 24, 2008, 1:35 am
  28. Yang seperti ini lho La
    yang aku bilang “Go Outside and talk to somebody …”

    Trainer berdoa semoga cucu pak Hadak cepet sehat …

    Posted by nh18 | November 24, 2008, 9:43 am
  29. Hmm…sedih ya mbak kalau seperti itu. Hasrat ingin menolong ada tapi apa daya tangan tak mampu…๐Ÿ˜ฆ
    Tapi bener mbak Lala, Doa dan ucapan semangat dan penghiburan bagai oase di tanah gersang.
    Semoga mbak Lala, selalu menjadi berkat untuk orang-orang disekitar mbak Lala๐Ÿ™‚
    Salam hangat

    Posted by cahayadihati | November 24, 2008, 10:23 am
  30. mulia banget tuh jiwamu mbak,
    sy sering menghapi kejadian yg kayak-kayak gini…..apa boleh buat pabila kitapun dlm keadaan seret…tentu doa yg bisa kita beri, tapi bisa juga lho kita berusaha mencarikan jalan keluarnya dg minjem ke yg laen…kayaknya solusi juga tuh..hehe

    KAYA, ya kita seorang Muslim di suruh utk kaya, karena 2 dari rukun Islam-pun mendorong kita untuk kaya. Tentu menjadi orang Kaya yg Dermawan..

    btw,moga cucu pak suhadak cepat sembuh, sehat dan jadi anak yg soleh solehah.amin.

    Posted by Alex | November 24, 2008, 11:08 am
  31. indikator yang sederhana untuk keberhasilan dunia ini adalah KAYA.
    indikator keberhasilan setelah dunia ini berakhir adalah MASUK SURGA.
    indikator berhasil di dunia dan akhirat adalah KAYA dan MASUK SURGA.

    untuk jadi kaya ada ilmunya. untuk masuk surga ada ilmunya. dan untuk jadi kaya tapi masuk surga juga ada ilmunya. kekayaan yang dicapai karena ingin masuk surga itulah puncaknya.

    itulah makna, kita harus berbuat untuk masa di mana kita tidak bisa berbuat. dengan itu, kita akan lebih memiliki kemungkinan masuk surga lebih besar. apapun menjadi orang kaya itu punya kesempatan lebih besar untuk berbuat baik.

    harta itu menjadi baik ketika di tangan orang baik.

    thx 4 “the blings of my life”nya. inspirasikan tulisan saya yang terbaru. masih belajar, jadi jangan diketawain dulu yah…

    Posted by tren di bandung | November 24, 2008, 11:08 am
  32. Kadang kita ingin memberi yang terbaik buat yang kita sayangi,keterbatasan yang ada terkadang membuat kita tak berdaya,namun Doa yang tulus yang kita miliki semoga didengar OlehNYa Untuk Yang KIta Sayangi sepenuh Hati.Semangat Kita pasti Bisa๐Ÿ˜€

    Posted by departa | November 24, 2008, 11:59 am
  33. La..
    bukan kau aja yang cengeng saya kayaknya cengeng juga
    aku nangis juga baca postingan kamu kali ini..

    menjadi kaya bukan berarti berapa banyak yang kamu punya tapi berapa banyak yang bisa kamu berikan.

    La.. one thing for sure..

    You are a very rich young lady..

    Posted by Indah Sitepu | November 24, 2008, 1:07 pm
  34. saya juga maaauuuu…๐Ÿ˜€

    Posted by suamimalas | November 24, 2008, 1:32 pm
  35. absen…
    i wanna be rich juga..๐Ÿ˜€

    tapi katanya juga harus siap untuk tidak rich…
    karena katanya lagi, lebih banyak yg siap rich daripada yg siap untuk tidak rich…

    Rich.. tidak Rich… keduanya butuh keseimbangan mental..

    Posted by trijokobs | November 24, 2008, 1:39 pm
  36. From Pak Suhadak with Love
    ya, begitulah…..
    lewat Pak Suhadak
    Jeunglala memberi pelajaran
    kpd saya soal kasih trhdp sesama
    so, ketika kita tak bs berbuat apa2
    padahal ingin meringankan beban
    derita keluarga, teman dan sesama manusia
    rasanya memang galau dan menyakitkan…
    ku juga ingin bs sprt Lala,
    jika kelak menjadi org kaya….
    sayang kekayaan itu berada di
    tangan orang2 yg tak tepat
    *inspiring……sista

    Posted by mikekono | November 24, 2008, 1:44 pm
  37. Dear Lala,
    Wanna be rich? Rasanya kok sangat familiar dan manusiawi ya..? I guess it is every one wish.
    Tapi soal kaya, miskin (seperti juga hal2 lain) ada yang ngatur. Sengotot apa kjuga kita kalo emang gak di kasih sama Yang Maha Kuasa disana, gak bakalan bisa tercapai. Sementara ada yg terlihat santai2 aja malah Kaya. Kenapa kita (dan seua orang) ingin kaya? Agar bisa nolong orang lain atau apalah, tapi menurut saya karena ada naluri kita ingin senang, bahagia. Lantas kemudian apakah kaya akan paralel dengan kebahagiaan? Gak juga. Banyak orang yang karena kaya justru jadi mahluk yang lain (gak seperti saat dia gak sekaya itu, dulu). So, yang paling ideal, adalah menjadi kaya dan bahagia. Saya pernah nulis dikit soal ini. See this . Keep going La, be rich and happy..๐Ÿ™‚

    Posted by agustusnugroho | November 24, 2008, 2:42 pm
  38. jeung, klw boleh curhat sedikit. setengah taun ini saya intensif komunikasi sama seorang yang kaya banget. itu yang saya ceritakan mau beli mobil sport Koenigsegg CCXR buatan swedia seharga 2,8 juta US$.

    gilanya, tadi saya tanyain lagi, dia memang akan konsultasi sama maminya. tapi apapun kata maminya ia akan tetap pergi ke Beijing untuk membelinya saat launching di sana.

    tapi gilanya lagi, saya tau ternyata aktifitas sosialnya banyak banget. dari mulai yayasan untuk anak yatim, csr2 yg hebat2, dll. dan saya tau dia punya bisnis2 strategis dan mempekerjakan jutaan orang. sekarang dia ngeberangkatin 5 orang naik haji. kemarin ini waktu rame2nya laskar pelangi, dia gilirkan karyawannya nonton. oh so sweat…

    jadi banyak kebaikan yang bisa kita lakukan kalau jadi orang kaya. tapi orang kaya yang baik yah… jangan yang serakah dan kerjaannya makan orang. maksud saya orang kaya banget itu biasanya memang baik banget…

    kapan yah mereka seperti kita???
    halah… ini sih paradigma berpikir aliran ekstrim NGIRI…
    hahaha

    andai ai ai ai ai ai aku orang kaya…
    inget lagunya Ofie Andaresta?

    selamat berjuang menjadi orang kaya. kalau sudah jadi orang kaya, kita reunian untuk mengenang masa2 sebelum kaya, yah
    hahaha…
    *sst, ketawanya harus sudah seperti orang kaya*

    Posted by tren di bandung | November 24, 2008, 3:22 pm
  39. tadi saya jawab sms dia, saya sampaikan gini…

    dalam posisi kamu ini bias baik sekali,
    tapi juga bisa baik sekali-kali,
    atau baik berkali-kali,
    tapi bisa juga baik barangkali?
    atau cuma baik sama yang sekali,
    tapi saya juga bilang, kalau pada mau pulang itu karyawan pada di bekali,
    hehehe…

    Posted by tren di bandung | November 24, 2008, 3:36 pm
  40. Aku mau tanya satu aja, Mbul. Tapi jawab dengan jujur ya. Janji? Oke. Gini.

    Kamu itu sebetulnya anaknya pak Purwono atau anak pak Suhadak?

    Posted by Daniel Mahendra | November 24, 2008, 3:45 pm
  41. Jeng Lala sudah kaya ide dan cita-cita kok. Cita-cita buat nolongin orang sudah bikin Lala kaya. Tangan diatas memang selalu lebih baik dari tangan dibawah.
    Mungkin untuk sementara, selain berdoa tentunya, Jeng bisa urunan sama temen kantor.
    Untuk kedepannya, bisa diberdayakan membentuk lembaga kecil2an yang dananya hasil menyisihkan gaji 2,5% dari rekan2 yang mau ikut membersihkan harta. Dari kumpulan ini, bisa untuk meminjamkan modal kepada Pak Suhadak utk misalnya buka warung, tambal ban dll. Pak Suhadak dapat menyisihkan sedikit keuntungannya untuk mengembalikan modal tsb. Dari pengembalian modal itu selain Pak Suhadak, nantinya banyak orang2 yg kurang mampu di sekitar kita seperti beliau dapat dibantu juga dengan cara seperti ini. Ini sekedar usulan lho. Thanks Jeng, sudah menginspirasi.
    Salam dan doa untuk keluarga Pak Suhadak.

    Posted by Buthe | November 24, 2008, 3:56 pm
  42. Jeung, URLnya saya simpen di blogroll saya ya.Tks

    Posted by Buthe | November 24, 2008, 4:01 pm
  43. moga segera sembuh ya mbak…

    Posted by Myryani | November 24, 2008, 4:22 pm
  44. saya jadi inget keponakan saya, yg lahir prematur wkt usia kandungan belum genap 8 bulan. krn prematur, dia lahir dgn berat 1,7 Kg. kecil sekali. kulitnya yg putih, wajahnya yg tampan dan selalu tersenyum. tp sayang, dia mampu bertahan 3 hari saja. dia meninggal.
    ..

    mbak..
    semoga cucunya pak Suhandak selalu sehat, tumbuh menjadi anak yg sehat…dan semoga keluarga pak suhandak diperluas rejekinya sm Allah..amiiin..

    salam hangat selalu…

    Posted by indah rephi | November 24, 2008, 5:18 pm
  45. ikut berdo’a buat pak suhadak…
    sampaikan salam ane mbak…katakan padanya, hidup memang penuh liku2, tapi, jadilah orang yang KUAT, secara tak terduga, kita pasti akan bertemu dengan jalan lurus tanpa hambatan, yang bisa dengan enteng untuk melawatinya…PASTI๐Ÿ˜€

    Posted by Odie | November 24, 2008, 5:36 pm
  46. kaya!!!????
    sapa seh yg ga mau mba’????
    tp klo akhrnya bwt kt jauh dari sgalana yo mndingan biasa2 aja toh…..
    ky jg prnah berpikiran spt tu krn liat mama ug krja keras demi pengobatan Thalasaemia ky…..
    malah dah doa segala yg tentunya dgn ush…..
    tp akhrnya pasrah aja ama ketentuanNYA…..
    drpd jauh dariNYA…dan orang2 yg dkt dihati serta sekeliling ky….
    mdh2an cucu pak suhadak cpt smbuh….amin

    Posted by ricnes | November 24, 2008, 6:30 pm
  47. La…terkadanng DOA lebih hebat dari bantuan apapun didunia ini…karena kita lewat DOA kita meminta bantuan Pada Yang Maha Pencipta…..La, salam buat pak Suhadak…teriring Doa buat Cucunya tercinta……

    Posted by evi | November 24, 2008, 6:39 pm
  48. be rich sih boleh kok,jeung asal sama rata dengan be rich Imannya.
    dan aku percaya keduanya sedang berbuih di jiwa pemikiran jeung.
    lama banget kita tak bersapa ya,jeung?
    kangen banget nich………halah lari sebelum diinjak ama pacarnya.hehehe
    salam hangat selalu

    Sip…
    Setuju sekali, Blue.
    Memang harus rich imannya juga…
    InsyaAllah saya bisa… seperti saya yakin, kamu juga bisa..๐Ÿ™‚

    Kangen ya?
    Saya nggak punya pacar..
    Memang ada yang mau sama saya? hihihi…

    Posted by bluethunderheart | November 24, 2008, 7:50 pm
  49. doa memang kadang dilupakan..

    pdhal doa mungkin adl pemberian yg tak membuat takabur..

    karena ketika mendoakan
    koneksinya hanya kita dan ALLAH
    dan dng berdoa, mengingatkan kita hanyalah seorang hamba yang jauh dr sempurna..

    Iya…
    Memang, jarak antara saya dan Allah hanyalah sebatas doa.
    Makasih ya…

    Posted by inge | November 24, 2008, 8:22 pm
  50. mbak lala….yang mempunyai kesedihan seperti pak suhadak…cukup banyak, keseharian Ibu dekat dengan masyarakat yang pas pas an dan banyak persoalan.
    Kalau Ibu….setuju …ingin menjadi kaya…tapi kaya yang bermata hati…sehingga kekayaan nya sebagai sarana ibadah,termasuk bantu orang yang punya masalah…
    Tapi…ibu bangga dengan kepedulian mbak lala…

    Iya, Bu. Banyak sekali orang-orang seperti Pak Suhadak, dan kebetulan beliau ini yang ada di depan mata saya, tapi saya gemas karena nggak mampu membantunya..๐Ÿ˜ฆ
    Menjadi kaya memang baik, asal tujuannya untuk ibadah..
    Ah, Ibu.. sejuk sekali ini..

    Makasih, Ibu.
    Saya juga bangga sama Ibu.. (hehe…) Ibu tuh termasuk perempuan yang hebat karena bisa berbuat banyak demi masyarakat. Saya ingin mencontoh ibu Dyah, suatu saat nanti. Sekarang, saya hanya bisa mengerjakan apa yang saya bisa saja… Sedikit, tapi insyaAllah bermakna buat orang lain..๐Ÿ™‚

    Posted by dyahsuminar | November 24, 2008, 8:57 pm
  51. Lukisan kata-katamu dalam, sangat!

    Oia, Lala… bukumu sudah sampai di rumah. Kemarin sore orang-orang rumah mengabariku hal itu.

    Terima kasih!

    Hehe..
    makasih, Don…
    Dalam ya?
    Biasa ngegali sumur.. hihihi..
    Syukur deh kalau udah nyampe dengan selamat….. Sampaikan salamku buat mereka yah!

    Posted by Donny Verdian | November 25, 2008, 5:03 am
  52. Orang kaya yang menyisihkan hartanya untuk membantu orang, itu sudah biasa. Tapi orang yang ‘hanya berkecukupan’ tapi mampu melakukannya, itu baru luar biasa๐Ÿ™‚

    Salam kenal juga yah… Nice blog..

    Makasih Mas Deka..
    Orang sibuk maen ke tempat saya, nih! Wow…๐Ÿ™‚
    Selagi masih bisa memberi, I would gladly help.. Mudah-mudahan tidak takabur yah.. (amien)

    Salam kenal..
    Makasih ya udah dateng ke sini..

    Posted by ryudeka | November 25, 2008, 9:28 am
  53. dari dulu aku punya keinginan yg sama, la.
    bisa bantu2 orang ๐Ÿ˜€
    pengen jadi orang kaya raya dan bahagia !!!!

    Posted by goenoeng | November 25, 2008, 10:29 pm
  54. Strongly agree dengan apa yg Bebek bilang, bantuan tak selalu berbentuk materi. Mau mendengarkan cerita pak suhandak saja sudah merupakan batuan, tidak menganggap ada yg dia pinjam sebagai hutang juga sebuah bantuan….dan bantuan yang selalu bisa kita berikan adalah doa…..as much and often as possible๐Ÿ™‚

    Posted by 1nd1r4 | November 26, 2008, 11:49 am
  55. money is not everything, mainly only a conveniences.
    saya doakan dengan iklhas, smoga jeng benar-benar jadi orangkaya tapi tidaksombong tidakpelit… sapa tau saya bisa dibantu dikemudian hari.

    Posted by hawe69 | November 27, 2008, 12:57 pm
  56. Jeung Lala saat ini mungkin belum kaya materi, tapi kaya hati dan kaya kasih. Itu lebih penting. Kaya materi bisa diperoleh dengan jalan halal maupun haram, bisa menjadi kebaikan maupun keburukan, bisa mendatangkan pahala maupun dosa, tetapi kaya hati pasti selalu mendatangkan kebaikan.

    Salam manis,
    Tuti

    Posted by tutinonka | November 27, 2008, 3:19 pm
  57. satu keinginan yang sangat mulia, ingin jadi orang kaya untuk membantu orang yang membutuhkan. Tidak perduli siapa dia, apa kedudukannya, apa warna kulitnya.

    Semoga lekas sembuh ya pak cucunya.

    Posted by Sofwan | December 5, 2008, 11:44 am
  58. hhehhe.. ngganteng bapake…

    nice post….
    Kalo karena kaya makanya kita berbuat baik… itu namanya kebaikan yg beralasan… gak baik itu…๐Ÿ˜€
    .-= bandit pangarattoยดs last blog ..Kelas 2 dan 3 SMP, rasanya dikagumi, ditaksir, dan (dicintai?)…!!! =-.

    Posted by bandit pangaratto | August 31, 2009, 1:16 pm

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback: Obrolan Pagi dengan Tuhan | The Blings Of My Life - March 14, 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

November 2008
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: