archives

Archive for

the answered question

So then I took a very long ride to your home town.
And I watched you, with the tired face but still tried so hard to smile.
Kenapa kamu memaksa untuk tersenyum, padahal saya tahu di hati kamu bukan gemuruh kebahagiaan yang sedang meramaikan ruang hatimu? Kenapa kamu mengelak ketika saat itu saya bertanya, “Are you OK?” dan malah menjawab, “I am… Infact… I am happy and glad…” Bahagia dengan keputusan yang, saya tahu pasti, tidak pernah mudah buat kamu.

But, are you?
Really?

Jangan artikan ini sebagai kecemburuan karena akhirnya kamu melewati ini terlebih dulu ketimbang saya yang kini malah sedang asyik-asyiknya mengepakkan sayap lebar-lebar lalu ingin terbang tinggi mencapai segala yang bisa saya raih.

Jangan pula artikan kalau saya tiba-tiba berubah menjadi dukun atau paranormal yang bisa membaca hatimu, lebih baik daripada dirimu sendiri. I’m still a secretary, who’s also a full time blogger, who just happens to know you, like I know my self…

Like I always know…
how a fake smile looks like
.

***

Continue reading

Catatan Harian

November 2008
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Celotehan Lala Purwono

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.