archives

Archive for

ketika tiga puluh hari itu usai… lantas apa?

Bagaimanapun menyedihkannya membayangkan menjalani bulan Puasa tanpa Mami (ya, setelah yang kelima kalinya, saya masih tetap tak bisa menipu diri sendiri bahwa bagian penting dalam hidup saya telah tak teraih lagi dalam jangkauan), bulan suci Ramadhan, atau bulan yang penuh berkah dan setiap kebaikan yang kita lakukan, sedikit apapun, akan mendapatkan ganjaran yang jumlah pahalanya jauh berlipat-lipat. Itu janji Allah, hanya untuk orang-orang yang beriman kepadaNya, tetaplah menjadi bulan terbaik dari bulan-bulan yang ada dalam setahun ini. Lepas dari segala urusan ganjaran pahala yang luar biasa dahsyatnya, lepas dari segala kaitan tentang penebusan dosa-dosa, buat saya, bulan Ramadhan ini sangat, sangat indah.

Kenapa?

…karena hanya di bulan ini saya merasa sangat sangat damai…

Di bulan Ramadhan saya selalu menganggap setiap orang berlomba-lomba menjadi orang yang sangat baik. Berhati tulus ikhlas. Tidak ada sumpah serapah atau gosip-gosip tidak penting yang keluar dari mulut-mulut manusia yang hobi melakukannya (di bulan puasa ini, mereka menjaga sekali semua kata-katanya.. bukankah ini ajaib? Bukankah ini menyenangkan?). Tidak terdengar siutan jahil ketika melewati sekumpulan laki-laki. Mulut mereka seolah tergerak untuk tidak melakukannya. Dan banyak sekali hal-hal lain, hal buruk yang dulu dengan mudahnya dilakukan, tapi di bulan ini seolah tak berani dilakukan. Tak ada istilah dosa kecil, yang ada kini setiap dosa adalah dosa besar dan setiap sedikit usaha untuk melakukan kebaikan adalah berganjar pahala yang hebat.

Sebuah pemikiran yang membuat saya sangat, sangat mencintai bulan Ramadhan ini.

Melihat manusia-manusia berubah menjadi manusia yang jauh lebih baik…

Atau paling tidak, berusaha untuk menjadi manusia yang jauh, jauuuuhhh lebih baik.

Tiga puluh hari hidup dalam bulan yang penuh berkah dan setiap hari adalah perjuangan untuk mengumpulkan bekal dalam perjalanan menuju mati, adalah sangat menyenangkan. Dalam tiga puluh hari itu… saya merasa sangat aman… sangat damai… sangat nyaman… dan tidak lagi merasa ketakutan, karena saya selalu menganggap, setiap manusia sangat menghargai kesucian bulan ini…

Tapi tiga puluh hari itu…

Hanya seperduabelas bagian dari ratusan hari dalam setahun.

Ada tiga ratusan hari lagi yang membuat saya merasa kehilangan kedamaian itu… kehilangan rasa nyaman itu… lalu berurusan lagi dengan manusia-manusia dengki dan iri hati (dan ya, saya tidak akan bilang bahwa saya bukan termasuk salah satu dari orang-orang itu!)… lalu berurusan lagi dengan kemarahan yang membakar akal sehat… lalu kembali lagi berkutat pada dosa-dosa yang sempat sama sekali tidak kita tolerir ketika sedang berada dalam tiga puluh hari yang suci itu…

Kalau ketika sedang berpuasa, kita melakukan segala macam cara untuk meredam kemarahan…. kalau tidak sedang berpuasa? Marah dikitlah, kalau perlu… (padahal, tadinya sibuk sendiri mengademkan hati!)

Kalau ketika sedang berpuasa, tidak ada acara berciuman, berpelukan, bergandengan tangan…. kalau tidak sedang berpuasa? Segala macam dosa yang akhirnya kita tolerir atas nama modernisasi itu akan kembali menjadi agenda…

Apa lagi contohnya?

Hm.. saya rasa.. kamu pun bisa menambahkan sendiri dalam deretan contoh-contoh di atas (dan mudah-mudahan kamu mengakhirinya dengan senyum kecut dan hati yang malu).

Ya…

Ketika tiga puluh hari itu usai…. lantas apa?

Bisakah saya, kamu, dan mereka semua mempertahankan reputasi kita selama tiga puluh hari itu? Berjanjikah kamu menjadi manusia yang sebaik-baiknya manusia? Dan beranikah kamu berjanji melakukan itu semua?

….saya tidak berani.

Tapi saya mencoba dan terus mencoba untuk melakukannya.

Dengan segenap kekuatan saya, dengan segenap rasa ketakutan saya pada Neraka… dengan segenap keinginan saya untuk mencicipi Surga, kelak.

Ah…

Seperti ungkapan populer “Every day is Valentine’s Day” di mana setiap orang akan selalu menyebar cinta kapanpun, di manapun, tak perlu menunggu pada hari tertentu… Saya tiba-tiba ingin sekali menciptakan satu ungkapan populer yang lain…

Yes..

If only…

Every month is Ramadhan.

Di mana setiap manusia akan berlomba-lomba melakukan kebaikan dan menjauhi segala keburukan, tanpa mengenal batas waktu…

I bet… life will be as beautiful as Heaven…. or Heaven will have its renovations (Dan Neraka tutup!) πŸ˜€

Selamat Berpuasa, Semuanya!

Catatan Harian

September 2008
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Celotehan Lala Purwono