you're reading...
Thoughts to Share

just because of a bracelet…

Suatu malam, saya membeli sebuah gelang. Dengan tali double berwarna hitam dan ada huruf-huruf dari bahan monel dengan batu permata (imitasi) yang nampak bling-bling. Gelangnya sendiri cukup sederhana, cuman barisan huruf berkilauan yang membentuk nama saya alias LALA sehingga membuat gelang ini cukup menarik.

Tapi…

Saya sempat dibikin jengkel karenanya. Kenapa begitu? Karena ternyata, memakai gelang ini sangat susah! Gelang dengan nama saya itu tidak seperti gelang yang biasa saya pakai, alias tanpa model pengait segala. Gelang baru ini malah memiliki dua pengait (karena tali yang dobel itu tadi) sehingga saya nggak hanya kerepotan sekali, tapi sampai dua kali!😦

Di atas ranjang malam itu, saya heboh sendiri melakukan segala macam usaha untuk mengaitkan gelang tersebut sehingga bisa terlingkar dengan manis di pergelangan tangan kanan saya. Mulai acara menggigit ujung kiri lalu berjuang memasukkannya di lubang rantai kanan, sampai harus pakai acara mengempit ujung yang satu dengan jari-jari kaki segala!

Intinya cuman satu : SUSAH!!!🙂

(malah mungkin, kalau malam itu saya iseng mendokumentasikan peristiwa langka itu, saya berani jamin kalau kalian mengira sedang melihat acara sirkus di mana gajahnya sedang akrobat! hahaha)

Dan ketika saya akhirnya menyerah karena sudah tak mungkin lagi memakai gelang itu tanpa bantuan siapapun, dengan segera pikiran konyol ini terlintas dalam pikiran saya: “Coba kalau aku punya suami, pasti deh nggak akan ada cerita aku bikin atraksi akrobat segala seperti ini…”

karena pasti, dengan mudahnya saya akan minta tolong dia dan masih dengan mudahnya, dia akan mengaitkan gelang ini, dalam waktu tidak lebih dari satu menit saja…

Pikiran konyol ini membawa saya kembali ke salah satu scene di serial favorit, Sex and The City. Saat itu, Samantha memiliki kesulitan yang sama ketika memakai gelang berlian menjelang pernikahan kedua Charlotte York, sahabatnya. Dia sampai bergulingan di atas kasur, terjatuh-jatuh, terguling-guling… dan berkeringat.. dan jengkel.. dan marah-marah…

Then what did she do?

Hm, dia menelepon pacarnya, mengajak si Pacar untuk have sex with her, lalu setelah itu… minta tolong si Pacar untuk membantunya memakai gelang!

SAMPAI SEGITUNYA!!

Seketika itu saya langsung sadar.

Apakah senaif itu? Hanya karena saya kesulitan memakai gelang lantas dengan semerta-merta saya merasa betapa beruntungnya memiliki seorang Suami? Dan menggebu-gebu segera ingin menikah? Yang mungkin, akhirnya bisa jadi melupakan apa esensi dari pernikahan itu sendiri…

Pernikahan bukan sekedar finding a husband or wife to live together… hopefully till forever…

Tapi menurut saya, pernikahan adalah having a partner to make our lives better than ever… happier than it used to be… and stronger to struggle in life…. ever after.

…bukan sekedar untuk dimintai bantuan memakaikan gelang.. membetulkan genting.. memasakkan nasi… memuaskan nafsu biologis.. dll.. dsb

Setelah sadar pada konsep pernikahan yang saya inginkan, pada esensi sebuah pernikahan yang saya tahu, akhirnya saya meletakkan gelang tersebut di dalam tas, sambil berkata dalam hati, “Ah, besok pagi minta tolong Mbak Ira aja ah….”

And yes…

I was smiling.

 

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

10 thoughts on “just because of a bracelet…

  1. ketahuilah adik sayang

    minta pasang gelang, kalung atau rits sama husband
    hanya ada di pelem ajah
    pada kenyataannya
    harus pasang sendiri kok!!!
    dan bener…kamu kan ngga kawin sama tuh orang hanya utk minta pasangin gelang, kalung atau rits hihihi.

    (ssst u know…aku skr minta tolong Riku loh hihihi)

    Pasang sendiri ya?
    Jadi ga ada tuh ceritanya bakal dengan romantisnya si Suami bantuin kita pasangin gelang yang repotnya setengah mampus itu??
    ..
    ..
    ah, ga nikah ah… *hus, hus, Lala… omongan adalah doa, tauuukkk!!!* Dijitak Kakak2 Asunaro-ku tercinta! hihihi

    Posted by Ikkyu_san | August 28, 2008, 11:02 am
  2. sampai dgn umur 31 aku pikir aku tidak akan nikah kok la…. heheheh

    melajang juga pilihan kok! dan itu tidak buruk.

    Ah, ada ide untuk bahan posting baru nih!🙂

    Posted by Ikkyu_san | August 28, 2008, 11:39 am
  3. minta tolong pasangin ama yang jual gelang aja mbak..
    huehue…🙂

    Maunya sih gitu…
    tapi si Mbaknya langsung bilang, “Mbak, lemnya belum kering, jadi tunggu sejam lagi!”
    DUAR!!!
    Terpaksa deh bawa pulang..
    Mau ngider di mal juga udah kemaleman.. udah jam sembilan getuh…🙂

    Posted by Myryani | August 28, 2008, 3:03 pm
  4. Terkadang, landasan kebutuhan itu justru adalah kekuatan sebuah pernikahan.

    Kita butuh maka kita menikah.
    Terkesan pamrih, tapi mana ada hidup tanpa pamrih yang sungguh-sungguh?

    Emang bener, Mas DV.
    Kita menikah karena faktor kebutuhan.
    Tapi bukan karena faktor kebutuhan yang sekedar minta dipakein gelang kan? Hehehe…

    Selagi masih manusia.. susah untuk bisa sangat sangat ikhlas… Saya masih anak bawang, belum bisa sempurna… Masih butuh ‘dihargai’ juga setiap melakukan hal yang saya nilai baik..
    (halah, jadi pengumuman deh! haha)

    Posted by Donny Verdian | August 28, 2008, 3:24 pm
  5. “minta pasang gelang, kalung atau rits sama husband
    hanya ada di pelem ajah
    pada kenyataannya
    harus pasang sendiri kok!!!”

    Jangan salah Ime-chan.
    Aku sering lho dimintai tolong memasang kalung atau gelang istriku.
    Dan aku melakukannya dengan senang hati…
    Bahkan mengencangkan dan membuka risleting baju yang posisnya di belakang juga sering (jangan ngeres lho)…

    Sekedar meluruskan..
    tadi sempat ngobrol sama My Sistahku itu, katanya, “Kalau dimintain tolong sih iya, tapi jangan harap tiba-tiba dia datang untuk membantu…”
    Dan again…
    Lelaki Jepang gitu lhooohhh… hihihihi

    Posted by heryazwan | August 28, 2008, 4:33 pm
  6. percaya bang hery….
    abang kan masih honey moon terus hihihi

    (hiks kan aku pernah bilang japanis itu dingin … lupa ya?)

    Hayaahh…
    Honeymoon teruss…. iri… iri…🙂
    soal Jepang itu, sudah aku luruskan kok Sis… ayo, bayar ongkos Public Relations ke aku!🙂

    Posted by Ikkyu_san | August 28, 2008, 5:31 pm
  7. nah!!! udah bisa La…..
    soal makein gelang…suamiku mau makein…mbeliinnya yang gak mau….hehehehe
    soal nikah…pasti dateng waktunya ntar…tenang aku juga nikahnya telat kok….ada enaknya…ada juga susahnya, jalanin aja…

    Iya, Mbak.. Dijalanin aja yaa…. (daripada dongkol melulu, bikin cepet tua, kan? hehehe)
    Eniwei…
    Lucu tuh… “Suamiku mau makein… mbeliinnya yang gak mau…”
    WAKAKAKAK.. asli.. ngakak tenan akuuuhhh… hehehe

    Posted by rhainy | August 28, 2008, 9:49 pm
  8. Nanti kalau Lala sudah nikah, malah lupa soal minta tolong mengaitkan gelang.

    Tapi sudah minta mengait-ngaitkan hal lainnya…

    Maksudnya JEMURAAAANNNN, Laaaaa…… :))

    HAHAHAHAHA…
    Tauuu aja kalo Lala ini piktor… hihihi…

    DM! Kamu harus banyak minta maaf sama aku lebaran nanti ya!!!🙂

    Posted by Daniel Mahendra | August 30, 2008, 1:32 am
  9. eh… apa yang dikatakan rhainy tuh bener loh!
    makein mau mbeliin ngga mau.
    Tapi memang budgetnya kan beda kalo baru nikah sama kalo udah lama hehhee. apalagi kalu udah ada unyil bejibun.

    BTW aku ingat kebiasaannya Ira dan Katon, mereka ganti cincin nikah setiap 5 or 10 tahun. Aku rasa itu kebiasaan yang bagus, jadi tiap waktu tertentu hubungan di reset gituh (sekalian ganti fashion kan hehheh)

    Wah, tradisi yang perlu ditiru tuh..
    (dan buat investasi juga, kan, jadinya? hehehe…)

    Posted by Ikkyu_san | September 1, 2008, 3:09 am
  10. Maap …
    Kelian-kelian ini bicara apa ya ???

    Hehehe …
    Sok Cool …
    Padahal gak ngerti …

    Idih si Om.
    Gini aja nggak ngerti…… (apa pura-pura nggak ngerti kamu, Om? Udah, ngaku aja deh.. hihihi)

    Posted by nh18 | September 1, 2008, 11:48 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

August 2008
M T W T F S S
« Jul   Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: