you're reading...
7 episod 'Ketika Saya Harus Pergi...'

ketika saya harus pergi… (6/7)

Sebelum saya datang ke rumah kamu, dia sudah berpesan pada saya:
“Kalau kamu benar-benar mencintai dia… you let her go… Dia masih berhak menikmati waktunya… Dia harus melanjutkan hidupnya…”

Dan pagi ini, saya berdiri di samping ranjang kamu, melihatmu tertidur. Tubuhmu mulai mengurus. Wajahmu memang cantik, tapi tak secerah dulu. Tak secerah biasanya. Kini saya baru bisa melihatnya dengan jelas, betapa gelapnya warna kulit di bawah matamu. Betapa kurusnya tubuhmu. Betapa tak bercahayanya matamu. Betapa ringkihnya kamu.

Pagi ini, saya bangun sebelum kamu mulai membuka jendela kamarmu seperti biasa.
Pagi ini, saya ingin menyudahi kekejaman saya.

Saya hanya bisa bilang ini sama kamu:

Terimakasih, Sayang.
Buat hadirmu di saat-saat saya paling membutuhkan kasih sayang seseorang. Kamu adalah satu-satunya orang yang tak pernah menyerah ketika tingkat kecanduan saya semakin parah. Kamu satu-satunya orang yang selalu ada di samping saya setiap saya kehilangan daya karena kecanduan, meskipun tak jarang saya mencakar lenganmu, meludahi wajah cantikmu… kamu tak pernah pergi, kamu selalu ada di samping saya.
Kamu malah memperkenalkan saya pada Dia… pada Tuhan.
Kamu yang membawaNya dalam hidup saya.
Dan kamu telah mempasrahkan saya pada tanganNya….. membiarkan Dia yang merawat dan mencintai saya dengan segenap cintaNya…

Sayang…
Maafkan saya sudah datang dan terus datang dalam hari-hari kamu, dua bulan ini. Mengganggu kamu, membiarkan kamu merasakan kehadiran saya, padahal sudah seharusnya kamu melupakan saya… sudah seharusnya kamu melanjutkan waktu yang kamu punya…
Saya cinta kamu, Sayang.
Saya pergi… juga karena saya sangat mencintai kamu.
Saya nggak ingin egois.
Saya tak ingin memberikan mimpi buat kamu.
It’s time for you to wake up.
Tapi kenang saya selalu…….

Saya mencium kening kamu dan pergi sebelum kamu terbangun. I love you, Baby….

 

masih bersambung….. last episod…. ketika saya harus pergi (7/7)

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

One thought on “ketika saya harus pergi… (6/7)

  1. Komentar pertama saya di blog ini, Anda bukan writter wannabe karena anda sudah jadi seorang writter !

    Salam kenal!

    Posted by Donny Verdian | August 22, 2008, 10:21 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

August 2008
M T W T F S S
« Jul   Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: