you're reading...
daily's blings, precious persons

Daddy’s Little Girl

You’re the end of the rainbow, my pot of gold
You’re daddy’s little girl to have and hold
A precious gem is what you are
You’re mommy’s bright and shining star

You’re the spirit of Christmas, my star on the tree
You’re the Easter bunny to mommy and me
You’re sugar you’re spice, you’re everything nice
And you’re daddy’s little girl

(Daddy’s Little Girl, Michael Buble)

 

Lagu ini saya temukan di koleksi MP3 seorang teman, ketika saya menumpang di dalam mobil Honda Jazz silvernya, yang membawa saya sampai ke Tunjungan Plaza. Salah satu lagu Michael Buble yang bikin saya makin jatuh cinta sama si Ganteng bersuara hhrrrggghhh ini.

Karena kegilaan saya terhadap musik yang a bit jazzy ini, apalagi liriknya yang sedep banget, akhirnya keesokan paginya, saya menodong seluruh koleksi MP3 yang ada di mobil Peter (si teman itu tadi) dan saya download habis-habisan sebagai pelengkap koleksi lagu-lagu cantik di Miss Notey tercinta.

Tapi memang, di antara banyak lagu-lagu Michael Buble yang so sweet, saya paling jatuh cinta dengan Daddy’s Little Girl. Dengan instannya, saya langsung dibawa asyik berimajinasi tentang seorang Ayah yang menimang-nimang batita perempuannya yang ngoceh nggak jelas, sebentar-sebentar tertawa, lalu memandangi sang Ayah dengan kedua bola matanya yang bundar, cantik, dan menggemaskan. Pemandangan yang indah, bukan? Entah kenapa, saya selalu tergoda untuk menikmati view seperti itu. Seorang Ayah dengan anaknya yang masih kecil. Sepertinya, di situlah letak ‘kejantanan’ seorang Lelaki. How he treats his son or daughter, dengan lembut dan sayang… Aduh, saya bisa termehek-mehek deh pokoknya! Psst, apalagi kalau Ayahnya ganteng.. lengkap sudah ‘penderitaan’ saya.. hihihi…

Eniwei…

Then, everytime I hear this song, selain segera terbayang dengan visualisasi seperti di atas, saya selalu terbayang dengan wajah seorang Papi. Iya, Papi saya. Pak EDP, mantan dosen, mantan programmer, mantan editor suatu koran komputer yang cukup terkenal, lalu pernah memutuskan untuk menerbitkan majalah komputer sendiri meskipun harus bubar karena capek mengurus sendiri *aduh, anak-anaknya gemana seeh iniiihh..😦 * dan sekarang masih aktif menulis buku meskipun dengan kondisi mata yang sangat minim karena penyakit gula yang parah.

Yah! MY DADDY! Ayah terhebat di mata seorang Lala, yang selalu terbayang di depan mata ketika lagu itu terngiang di telinga…

Hmmm…

Di balik segala salah yang pernah Papi lakukan…

Di balik segala luka yang pernah Papi goreskan…

Di balik segala sikap yang perlahan membuat saya menitikkan air mata kala malam menjelang…

Di balik segala marah saya…

Di balik segala kebencian saya…

He’s still my Daddy.

Seorang Ayah yang pernah sabar mengajari saya naik sepeda roda dua… dan sukses membuat lutut saya berdarah-darah hebat… meskipun akhirnya langsung bisa.

Seorang Ayah yang pernah dengan gagahnya mengantarkan Lala kecil ke sekolah… dengan mobil baru yang masih kinyis-kinyis, hasil kerja kerasnya di mana-mana… yang insyaAllah, katanya tanpa korupsi…

Seorang Ayah yang tak pernah mencubit, memukul, bahkan berkata-kata dengan nada tinggi, meskipun saya adalah seorang anak perempuan yang bandel..

Seorang Ayah yang memberikan segenggam kepercayaannya pada saya… *dan berkali-kali saya lalai karena saya marah… Ah, maafin Lala ya Dad…*

Seorang Ayah yang selalu mendukung saya untuk terus semangat memperbaiki IPK yang jeblok di awal semester dan yakin sekali kalau saya pasti bisa lulus dengan nilai yang baik…

Seorang Ayah…. yang telah mengajari saya… bahwa saya tidak boleh berhenti berjuang… tidak sebelum Tuhan mencabut seluruh panca indera dan menyuruh kita berhenti saat itu juga…

Seorang Ayah yang sampai detik ini masih selalu menjadi kebanggaan saya.

Hh… Dad.

Maybe I never told you how much I love you. Or how much you mean to my life. Tapi pelukan yang kemarin malam itu.. Kecupan di kedua pipi Papi yang keriput itu… Adalah tanda bahwa Lala sayaaaanngggg sekali sama Papi. Lala sangat sayang dan cinta sekali sama Papi.

Lala janji, Dad.

Lala akan segera menulis buku.

Lala janji nggak malas-malasan lagi menulis. Papi saja dengan kemampuan terbatas begitu, masih rajin mengirim naskah ke penerbit, kenapa Lala nggak kan, Dad?

Dan oh ya, Dad.

Buku-buku itu…

Semua buku-buku yang Lala tulis kelak…

Akan Lala persembahkan untuk Papi.

Just because…. I love you…. So much.

(Please take care… Jangan sakit ya, Dad…….)

Love,

Your ‘Not So Little Anymore’ Girl; Lala

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

4 thoughts on “Daddy’s Little Girl

  1. wow nice and touchy….
    hubungan seorang ayah dan putrinya memang kadang magis sekali ya.

    and la….kalau kamu suka lagu MB itu…
    siapin lagu Sing Me Your Song Again Daddy
    by Jose Mari Chan for your wedding day…
    ditanggung banjir tuh surabaya.

    dan nanti aku bawa ember dan pel, just give me the date.

    Sing me your song again Daddy…
    uuuhhh… ntar aku cari deh..🙂
    Surabaya banjir?
    OK.. kalo gitu, yang dari Tokyo, datengnya ga boleh telat.. hahaha

    Posted by Ikkyu_san | August 17, 2008, 10:41 am
  2. Now La …
    Ini waktu nya untuk membuktikan kata-kata janji kamu ke dia …

    This is the time ..
    Kalo gak sekarang kapan lagi …

    Perlihatkan Buku kamu ke dia …
    Make him Proud of You …

    (walau tanpa itu pun, … aku yakin dia sudah sangat bangga sama kamu La …)

    Thanks Om!
    I will do it!

    Posted by nh18 | August 20, 2008, 3:59 am
  3. Ehm…anak perempuan dan ayahnya?
    Aku nggak merasakannya.
    Abis eyke kan lekong bow…
    Nanti kalau aku punya anak perempuan, akan kubawa dia bermain2 di Tunjungan. Saat itu, terlihat Jeung Lala sedang ngopi di sebuah warung kopi terkenal. Dia memandang ke arah kami. Dia bergumam,”Gila cing. Kren abis…
    Halah bin Gubrakkkk…
    (nggak istilah yang lain apa?) Bosan?
    Krghhhhhh…

    Posted by heryazwan | August 20, 2008, 5:20 pm

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback: In Every Weekend « the blings of my life - December 13, 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

August 2008
M T W T F S S
« Jul   Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: