you're reading...
Jakarta's Stories, precious persons

…hey, sistah! (Jakarta’s Stories 7)

My so called sistah, once said to me before I left my hometown, last week. She said this:

Noway aku akan membiarkan adikku ini menjadi sedih di Jakarta.
Pokoknya aku akan antar kamu ke tempat yang kamu dan dia TIDAK pernah kunjungi.
Aku juga ngga ijinin kamu naik BUSWAY… Tunggu aku jemput kalo perlu
huh kok aku jadi mo marah ya?
Coz aku juga sedang berperasaan spt kamu, takut pada masa lalu.
But aku akan buktikan hari Minggu besok, sama sekali tidak ada apa-apanya. So you have to promise me, tell me whenever you feel sad. You are not allowed to be sad beside me girl…

Berulangkali dia SMS sepanjang perjalanan Surabaya-Jakarta, just to make sure that I was okay. Karena dia tahu kepanikan saya, dia memahami ketakutan saya. Hm, I know that she loves me… and she was dealing the same thing, sehingga dia tahu bagaimana cara menenangkan perasaan saya, tahu bagaimana caranya membuat saya tersenyum lagi, meskipun berhari-hari setelahnya, setelah pertemuan pertama kali saya dengan sosok Ibu yang hebat ini di muka rumahnya dengan bayi gendut dan lucu di gendongannya, saya tahu… she’s just a woman afteral. Ada dua sisi dalam setiap keping mata uang dan beruntunglah saya, kakak kesayangan saya ini telah membiarkan saya menjadi adik yang terus ingin mencoba membalas kasih sayangnya.

She is unbelieveable.

She is extra ordinary.

She’s definetely one of a kind.

She’s really something… she really is.

Saya beruntung…

Saya sangat beruntung menjadi adiknya. Saya sangat beruntung bisa memeluknya di ujung perpisahan saya di rumahnya, tadi malam. Saya beruntung bisa menangis di bahunya dan merasakan sentuhan kasih sayang seorang kakak di bahu saya. Dia mengusap air mata saya sambil memberikan kalimat-kalimat yang sangat meneduhkan. She asked me to be strong… because she believes… that we are women who deserve real loves… Someday… Somehow….

(And I believe that, Sistah… I do…)

Me and My So Called Sistah, EmiChan

Me and My So Called Sistah, EmiChan

Yes, Sistah.

Yes, I’m talking about you! My so called  sistah, EMI-CHAN, my Wonder Woman…

Thanks for the beautiful days you ever have me during my holiday…

Thanks for treating me at so many places dan kamu adalah salah satu orang yang ‘paling berjasa’ bikin berat badan saya naik sampai berkilo-kilo selama sepuluh hari di Jakarta!! 🙂

Hey.. remember Dimsum Time at Central, Bulungan, yang aku kalap banget itu? *kapan ga kalapnya lu La.. hahaha*

Or sipping coffee at Oh La La Cafe, Pacific Place, sambil ngomel nggak jelas karena nggak bisa memanfaatkan hotspot gretongan itu?

Hey.. what about the crazy lunch at The Cafe, Hotel Mulia, yang bikin kita berdua kayak perempuan-perempuan patah hati dan maruk banget ambil makanannya? Gila.. yang itu kenyang banggeeetttsss… 🙂

Mmm.. what else… what else… Tiamo? Resto Perancis tempat kita kumpul dengan Asunaro Boy yang ternyata badannya ceking-ceking semua dan pastinya lebih langsing ketimbang duo Gendut Lala-Emiko ini… dua perempuan yang punya cita-cita mulia untuk bisa make bikini, somehow someday itu? hehehe…

Then our last meal…. di Ootoya… Makan bareng sama Riku dan Kai yang super kawaii itu… OMIGOD! Gimana caranya Lala bisa punya baby lucu begitu yaaa??? Masa musti kawin sama orang Jepang sih? Ada gitu orang Jepang yang mau sama saya, Sis?? Kalo ada, jangan sungkan-sungkan lho, buat ngabarin sayaaa… hehehe

Lepas dari segala ‘usaha penggendutan’ yang telah kamu lakukan, but I did have a lotta fun… *yang laen pada ngiri tuh, soalnya Lala gretongan mulu makan-makannya… hehehe…*

And you has proved me… that you never let me feeling blue whenever I was around you. You made me smile… You made me feel that I’m loved… You made me feel like I’m a special girl… You made me stronger… You did… you did all of those things, Sistah!

Entah kapan saya bisa membalas semua kebaikan yang kamu berikan…

Membalas oleh-oleh dari Jepang yang bikin barang bawaan saya sampe berkarung-karung itu *hiperbolis.com* 🙂

Membalas segalanya yang telah kamu persembahkan untuk saya, sehingga saya bisa terdistraksi dari segala macam rasa sedih yang menggerogoti pikiran saya…

Tapi saya akan memulainya dengan ini, EmiChan.

Dengan rasa sayang saya sama kamu, rasa cinta saya buat kamu, dan doa saya semoga hidupmu selalu jauh dari air mata sedih…

Karena air mata kamu… adalah air mata saya, EmiChan.

Dan kebahagiaan kamu… akan membuat hati saya berdegup sangat gembira juga.

Because…

Hey, Sistah! I love you….! Iya… I do!

Ps. Maaf tadi udah nangis hebat saat pamit… I just couldn’t help it… I’m going to miss you, so much!! Bye bye, Sistah…. We’ll see again as soon as possible… OK… Cup cup…

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

6 thoughts on “…hey, sistah! (Jakarta’s Stories 7)

  1. segitu tadi itu nangis hebat ya la? kurang atuh… belum sempet banjir tuh… belum sampe pingsan tuh…

    but la, it is about take and give… you also give me something that make me feel stronger. Kita bertemu memang pada saat yang tepat, seakan ada yang mengatur ya? dua cewe yang kelihatan tegar tapi sebetulnya rapuh… dan dua cewe ini juga punya dua sisi mata uang… yang aku selalu sebut Jackyl and Hyde. Tinggal sisi mana yang mau kita perlihatkan.

    Pokoknya la, inget janji kita ya….tahun depan kudu berenang bareng hahaha (ketemunya di Jepang deh, biar aku antar kamu ke Sento yah bersama rombongan nenek-nenek hihihi)

    oh ya …mau anak2 kayak riku dan kai? Ntar aku cari bank sp**m yah hihihi. Di Jepang banyak tuh single mother…berani ngga? They said they do not need men….. (ah kita ngga gitu ya, we need them, soalnya kalo ngga kan kamu ngga akan nangis gitu kan hihihi)

    take care…besok hati-hati di kereta… but…pasang mata kalo ada cowo cakep yah kenalin ke aku gituh (remember distraction la)

    oh ya ntar aku pinjem mbak neph untuk ke mana tuh yang ada xx nya ….. boleh kan? (sambil kedip-kedip)

    udah ah kepanjangan komentarnya ntar dimarahin yang lain. Love you too la… my new little sister with big appetite (hei… I didn’t say big body loh.)

    Posted by Ikkyu_san | August 3, 2008, 12:39 am
  2. Pokoke, Emichan ini memang top markotop deh. Semua kebaikannya mudah2an dibalas yg Di Atas. What a wonderful frienship.

    Posted by Hery Azwan | August 3, 2008, 11:13 am
  3. Ceileee…Foto Asunaro udah tayang nih?
    Sejajar dengan Sex n the City…
    Kalau aku pilih City nya aja deh sebagai inspirasi….secara kalau Sex sudah diambil sama Emi-chan…

    Posted by heryazwan | August 4, 2008, 9:38 am
  4. HHmmm …
    Persahabatan yang indah …
    Dua anak manusia …
    Sangat berlainan …
    Yang satu dynamite
    Yang satu sumbunya (katanya) udah susah dinyalain …

    Yang satu above 30
    Yang satu below 30

    Tapi sama …
    Dua-duanya …
    Dua-duanya …
    (apa hayoooo …)

    Dua duanya punya blog yang bagus …(hehehe)
    (mau bilang sama-sama suka makan kok ndak tega aku …)

    Cheers to you Both …

    Posted by nh18 | August 4, 2008, 11:43 am
  5. Kayaknya ada yang disensor di komennya Ime-chan….
    Kayaknya Lala dendam karena komennya di Ime-chan disensor juga…
    Hi hi…saling menyensor komen.
    Eniwei, aku setuju kok dengan sensoran kalian…

    Posted by heryazwan | August 4, 2008, 5:03 pm
  6. aahhhh

    lucunya!!!!

    u’re so lucky bu!!! 😀

    happy for u 😉

    Posted by natazya | August 4, 2008, 10:58 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

August 2008
M T W T F S S
« Jul   Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: