you're reading...
daily's blings

…how’s heaven?

– Sejatinya, tulisan ini saya posting di blog, hari Senin kemarin, tapi karena faktor GPRS yang nggak kompakan sama sekali, akhirnya tertunda sampai sore ini… –

Ini bukan hari Senin biasa. Bukan hanya sekedar hari di mana saya musti mengerjakan laporan allowance untuk disubmit ke Jakarta sebagai data penunjang gaji bulanan yang jatuhnya minggu depan itu. Juga bukan hanya sekedar hari Senin yang super hectic karena biasanya telepon berdering-dering nggak kenal kompromi *eh, saya dan Bunda kan butuh ngegosip juga? hehe*. Juga bukan sekedar hari Senin yang selalu bikin saya malas bangun pagi dan siap-siap ke kantor, padahal weekend kemarin hidup saya lumayan nano-nano dan bikin badan pegel-pegel.

Ya. Hari ini memang bukan hari Senin yang itu. Karena hari Senin kemarin…. tanggal 21 Juli 2008 kemarin…. adalah hari ulang tahun Mami. Ya. Mami tercinta saya, bintang paling terang dalam hidup saya, yang selama ini menjadi reminder setiap langkah saya, dan menjadi wajah pertama yang teringat ketika hati tak kuasa menahan emosi, telah berulangtahun yang ke-59.

Hhhh….

Dada saya sesak seketika saat membayangkan bagaimana wajah Mami ketika usianya menyentuh 59. Seperti apakah wajahnya? Masihkah kecantikan itu tersisa di wajahnya? Sehatkah tubuhnya? Apa komentarnya dengan sebuket mawar segar dan ucapan penuh sayang dari si Bungsu-nya yang belakangan makin bandel aja sok diet sampai maagnya kumat ini? Si Bandel yang hobi pacaran tapi nggak segera pesen katering buat acara resepsi nikahnya ini?

Wajah terakhir yang terbayang hari ini adalah wajah seorang fifty three years old Mami. Kala itu, wajahnya penuh dengan cahaya, meski guratan lelah ikut menggarisi wajah cantiknya. Matanya tetap berpendar, sekalipun once or twice saya melihat keputus-asaan itu. Suaranya masih lembut, meskipun sesekali Mami masih mencereweti saya yang nggak segera pulang ke rumah dan memilih untuk menghabiskan waktu dengan Gang Gila di kampus. Dan kini sudah enam tahun… Gosh… Six whole years… dan saya yakin, dalam waktu enam tahun, telah banyak yang berubah….

Saya telah bermetamorfosa menjadi perempuan aneh dan narsis…

Telah lahir dua orang keponakan dari perut Mbak Pit, kakak tercinta saya…

Bro sudah berhasil dengan pekerjaannya….

dan Papi… in his present condition, masih berjuang untuk mengalahkan sakit yang menderanya selama ini… Six years. And everybody has changed.

….mungkin Mami pun juga telah berubah. *again, saya selalu punya mimpi nggak penting tentang provider telepon seluler yang bisa menghubungkan saya dan Mami di Surga sana… damn! Wake up, Sista!*

Hmmm… Kalau terlalu memanjakan sisi emosi saya, bisa-bisa saya malah nangis sesenggukkan dan bikin repot office boy yang masih nangkring jam segini :) So, saya nggak ingin menjadi sentimentil di hari yang mulai menginjak malam ini. Lagipula, mengetik sendiri di lantai tiga yang sepi, cuman ditemani suara hembusan air conditioner yang letaknya persis di depan jidat saya, tentu membuat bulu kuduk lumayan meremang kalau dibarengi dengan sentimentil-sentimentil segala ^_^

Then I decided to keep my head up. Hell, I don’t wanna cry. It’s a celebration for my Mother’s birthday… Seharusnya saya senang… Seharusnya bukan air mata yang saya persembahkan di hari ulang tahunnya… Seharusnya saya malah mengambil air wudhu dan memanjatkan doa untuk Mami yang kini mungkin sedang geleng-geleng kepala melihat kebandelan puteri bungsunya ini…

Ah. Sudahlah.

*inget La.. no more tears… no more f**king tears, OK?*

Ya, eventhough I know that technology cannot brigde my distance with Mami, but I’d still believe, that my love for her, will brigde any distance between me and my mother, no matter how far it is…

She’d know…

She’d understand…

and I believe…

she loves me…

Mami… Happy birthday, ya..

Segala cinta di dunia ini Lala persembahkan buat Mami, supaya Mami tenang di sana… Supaya Mami lebih ikhlas melihat Lala di dunia yang masih belum jadi apa-apa ini… Lala janji, Lala akan selalu berusaha untuk menjadi seorang anak perempuan yang tidak akan mengecewakan Mami. Itu hadiah Lala buat Mami, ya? Tentunya, selain doa yang tak pernah putus setiap malam, untuk Mami yang paling Lala sayang…..

ps. How’s heaven, Mom? Is it beautiful? Or it’s just a rumour?🙂

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

17 thoughts on “…how’s heaven?

  1. Oh My God……..!!!!!!!
    Mungkin gua ga akan pernah jadi manusia setegar Lala disaat menulis cerita ini….
    Coz, gua ga akan pernah mau kehilangan Mama tersayang… Gua ga akan pernah mau kehilangan Papa…. Mereka berdualah yang membuat gw bisa menjadi manusia seperti sekarang ini…. EVEN one day nanti gua UDAH BISA membahagiakan mereka berdua, gua TETAP ga akan pernah mau kehilangan mereka….
    La, keep on sharing your good & touchy story like this ya..?
    Mungkin dgn cerita2 dari Lala gw bisa belajar banyak hal & jauh lebih bisa menghargai kedua orang tua…
    THANKS ALOT La….

    Na… if only I could, I would choose not to lose the people I love… tapi gimana? Seperti yang Dee bilang, semua hal di dalam dunia ini ada ‘masa kadaluarsa’nya.. termasuk umur manusia. I got to be strong, somehow… Ya… harus, wajib.. bukan sunnah lagi, hukumnya…🙂
    Thanks ya, Na udah mampir ke blog gua… eehh, tapi pas gua berkunjung ke tempat elu masih belum ada apa-apanya yaa??? *garuk-garuk kepala*

    Posted by simple N | July 22, 2008, 6:43 pm
  2. it must be beautiful la….
    apalagi mama kamu di sana bisa melihat putrinya setiap saat, setiap detik lebih dari waktu 6 tahun yang lalu maybe.

    seperti kata simple N, aku juga ngga mau kehilangan….but seandainya itu terjadi, aku ngga akan bisa tulis seperti lala skr ini, yang bisa mengekspresikan dalam kata-kata yang bisa dimengerti teman-temannya. Mungkin aku malah tidak bisa menuliskan apa-apa, atau berkata apa-apa.

    kamu benar-benar bisa mengekspresikan pikiran kamu lewat kata-kata la… its your talent. and I am happy to know you.

    ….aku sendiri juga ga tau EmiChan, kok bisa ya nulis gini padahal perasaan lagi campur aduk..🙂
    Hey, I’m so freaking happy to know you too! ^^

    Posted by Ikkyu_san | July 22, 2008, 7:12 pm
  3. salah satu yg membahagiakan ortu adalah saat melihat anaknya bahagia. dan kebahagiaan itu salah satunya dg membangun rumah tangga.

    ayo nikah…

    maunya sih gitu Pak Zul… apa daya, belum ada yang khilaf mau sama sayaaahh.. hehehe🙂

    Posted by Zulmasri | July 23, 2008, 5:34 am
  4. Benar kata Ime-chan, La.
    Kamu berhasil tegar menghadapi semua ini, bahkan bisa mengungkapkan perasaan di hatimu dengan kata-kata indah yang mengaduk-aduk emosi pembacanya.
    Mami pasti bangga dengan anak bungsunya…

    Heaven? Is it beautiful? Mudah2an bukan rumour deh…
    Ya iyalah…

    InsyaAllah Mami bangga sama aku, Bang……… *Mi, bangga nggak sih? Ntar SMS Lala ya?🙂 *
    Hm, soal heaven itu… bukan rumour deh kayaknya Bang… Udah dijitak Mami nih.. katanya, Lala bandel amaaaattttt… hehe

    Posted by Hery Azwan | July 23, 2008, 8:17 am
  5. ni tulisan ke2 mengenai ortu yang aku baca hari ini. sangat menyentuh.
    surga ada di telapak kaki ibu.
    sukses selalu..
    salam

    yep. Surga ada di telapak kaki Ibu.
    Makasih yaaa….
    Sukses juga…
    Salam balik… ^^

    Posted by proletarman | July 23, 2008, 8:30 am
  6. heaven said :
    ” dont worry, I’ll take care of your Mother here, as you always take care her before she came here…

    P.S : She missed you also .. =) “

    heaven really said that, Nia??? Ow… thanks… It really means a lot to me… Please tell heaven, I’m doing my best to meet her there..🙂

    Posted by niaalive | July 23, 2008, 9:22 am
  7. Apparently, She still lives in your heart..

    Happy birthday to your mom..

    Makasih, Ko…
    And yes… she’s still here… right here in my heart…🙂

    Posted by akokow | July 23, 2008, 10:00 am
  8. I cannot send you a text message.
    Or email you attached with my pics.
    Yes, i have gtalk, yahoo messenger.
    But your status is always offline.

    My webcam is always on.
    Longing to see your face smiling
    there’s just no internet connection.
    or Wifi that reach to heaven.

    But, it’s your birthday
    And i want to say it to you.
    So i used the oldest technology.
    a simple thing called a prayer.

    Happy birthday!

    Koko…….. this one is great! Thanks ya.. terharu banget…🙂

    Posted by akokow | July 23, 2008, 10:16 am
  9. Paragraf terakhir sangat menyentuh, do’a anak terhadap orang tuanya. Kata ustadz do’a anak shaleh terhadap orang tuanya Insya Allah dikabul. Amin

    mudah-mudahan… amin…

    Posted by gajahkurus | July 23, 2008, 5:34 pm
  10. Emmmmm…….
    Aunty, tulisanmu mampu membangkitkan kembali kenanganku bersama nyokap. Kamu hebat bisa menahan airmatamu saat menulis ini. Tapi aku ga bisa menahan airmataku saat tulis komen ini.

    Reti… ah, pengalaman kamu kan sama kayak aku ya, Ret… a little reminder, that we have special persons in heaven right now, yang jadi ‘pengawas’ kita…🙂 Eh, btw, undangan buat aku nggak ada ya, Ret? hehe

    Posted by Reti | July 23, 2008, 6:43 pm
  11. Wah jadi inget ortu di rumah nih… pengen pulang.. kangen…

    pulang sana gih..🙂 Salam kenal ya?

    Posted by andries | July 23, 2008, 11:44 pm
  12. La…
    Satu lagi tulisan indah kamu hasilkan …
    Ini tidak mengharu biru …meratap sedih …
    This is just a simple expression …
    But i don’t know why … Mata saya berkaca ketika membaca ini …

    benar kata komen diatas …
    Mami disana pasti sedang tersenyum sekarang …
    So jagalah agar senyum itu tetap mengembang …

    kamu anak yang baik La…

    Iya Om… semoga yaa…
    thanks…
    Lala anak yang baik? … Om juga baik… *hehe, ga ada hubungannya ya.. *

    Posted by nh18 | July 24, 2008, 8:05 am
  13. Menangislah, karena masih lagi manusia kan. Nggak ada yang salah dengan menangis. Biarlah mamimu tetap melihatmu dengan senyuman di sana.

    Kunjungilah makamnya. Hanya kali ini tak perlu dengan tangisan. Cukup senyuman yang menyejukkan.

    Buat ia bangga, La…

    hmmm… menangis memang sangatlah manusiawi ya Mas…. ya, ya… kalau udah nggak kuat, saya pasti nangis kok..🙂
    Soal to make her proud… I WILL! ya.. itu janji seorang Bungsu yang semasa hidup Mami belum bisa memberikan apa-apa kecuali kenakalan-kenakalan nggak penting itu..😦
    btw… selamat datang di blog saya ya, Mas… GR nih ada orang hebat berkunjung ke ‘rumah’ saya.. ^^

    Posted by Daniel Mahendra | July 24, 2008, 10:09 am
  14. ah bu… baca ini bikin sedih…

    remembering my mum… yang kerjaannya berantem meyuyu dan ribut ribut aja ga puguh… ah…

    kalo udah ga ada pasti kebayang juga sedihnya…

    you do know it for sure that she’ll never gone and still be there in your everystep, dont u?

    ko ingetnya lagunya Pearl Jam yah yang Last Kiss padahal konteksnya beda hehe

    klise ga sih, kalau bilang gini: “you don’t know what you’ve got till its gone…”
    but yaa… she’s here.. always…
    last kiss??? haahh… sama, Nat! aku juga mikir gituuuuu!! hahaha..

    Posted by natazya | July 24, 2008, 11:12 am
  15. you can tell her by your self yah, she always listening to you…

    Posted by niaalive | July 24, 2008, 3:02 pm
  16. hauhauhaua gila gituh sampe mikirnya yang ini sama juga hihihihi

    ke bandung yah bu!!!!!

    Posted by natazya | July 24, 2008, 3:24 pm
  17. habis baca postingan ini, jadi inget sama ibu ku….
    ibuuuuu…. aku kangeeeennnn….

    hiks.
    samaa… sama… hiks hiks!

    Posted by deedee | October 15, 2008, 7:26 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

July 2008
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: