you're reading...
precious persons

partner in crime

Hus, hus, dilarang berasumsi negatif dulu sebelum baca content-nya, karena Partner In Crime yang dimaksud di sini bukanlah rekan kerja seprofesi maling, misalnya. Penipuan, pencurian, pemerasan, dll dsb. Yang saya rujuk sebagai Partner in Crime ini adalah Tat, salah satu anggota GangGila tercinta, yang memang bisa disebut sebagai PiC itu.

Kenapa Tat yang dibilang Partner in Crime? Kenapa bukan empat orang lainnya yang memang punya tampang dan kans untuk melakukan tindakan kriminal semua itu? :mrgreen: *Girlz… kidding ahhh….*

Nah. Saya punya cerita khusus tentang persahabatan saya dengan Ibu dengan satu anak manis, pintar, tapi bandelnya minta ampun itu *yang penting pinter, Tat, bukannya waktu itu pas ngidam kamu minta anak yang pintar, biar nakal juga nggak apa-apa?? hehe*

Tat adalah orang pertama yang khilaf bersahabat dengan saya 🙂 (hem, sebenarnya sih Ly sudah jadi temen baik sejak SMU, tapi dia satu-satunya anggota GangGila yang asalnya dari fakultas Ekonomi… ah, dia emang sukanya nempeeellll ama saya! ^_^)

Tadinya saya agak nggak nepsong berteman dengan dia. Hey, ini didasari oleh hasil pengamatan sekilas saja bahwa si cewek tomboi ini ampun-ampunan judesnya. Tingkah lakunya bujubune deh, nggak seperti perempuan. Dan ngomongnya itu lho, yang bikin saya agak piyee gitu mau deket sama dia. Takut disemprot! (secara eike ini lemah lembut gitu weiceh… *pinjem istilah bences-nya ya Om.. wekeke*)

Tat memang orang yang suka ceplas ceplos. Kalau sedang marah, ya marahlah dia. Kalau sedang hepi-hepi dendi, wajahnya terlihat super ceria. Jadi apa yang ada di dalam hatinya, tergambar jelas di wajahnya yang manis itu.

…masalahnya… dia jarang banget terlihat ceria… hehehehe…. *itu dulu, sebelum khilaf itu tadi ^_^ …*

Suatu kali, saya pernah kena semprot si Tat ketika kami praktikum Mikrobiologi. Kalau nggak salah sih, karena rebutan kursi buat ngerjain laporan. Entah bagaimana ceritanya *saya lupa*, si Tat tiba-tiba emosi jiwa, marah-marah sama saya dengan kata-kata yang luar biasa indahnya (hehe) lalu seharian itu merengut dan cemberut.

Ah, karena saya ini termasuk perempuan yang sensitif *sekalipun body sangar ala satpam ituh*, nangislah saya… HUuuaaahhh…

Tapi dari situ, memang ada hikmah yang bisa diambil, karena sejak maaf-maafan, kami langsung jadi temen baik… Apalagi setelah beberapa lama kemudian, saya baru nyadar, kalau memang karakter Tat ya meledak-ledak seperti itu, jadi daripada menunggu dia yang berubah, mendingan saya yang mencoba untuk memahami dia.

Nah, mulai saat itulah dia menjadi Partner in Crime saya.

Apa saja ‘perilaku kriminal’ yang pernah saya lakukan sama dia??

Tat, my partner in crime

Tat, my partner in crime

 

… DEMO …

Di antara enam puluh mahasiswa/i Fakultas Teknologi Pertanian jurusan Pangan dan Gizi, hanya kami berdua yang berani membolos buat ikutan demo.. Masih anget-angetnya reformasi tuh, awal tahun 1998, dan gaung reformasi masih terasa sekali. Saya ingat, berdua dengan Tat memilih untuk nitip absen *ingat, kami masih freshman lho…* lalu kabur. Membawa jas almamater, ambil perlengkapan demo seperti bendera dan ikat kepala, lalu bergabung dengan mahasiswa/i dari fakultas lain yang sudah kumpul di jalan. Setelah kumpul di sana, baru beramai-ramai berangkat ke tempat yang dituju. Dari beberapa kali demo yang kita ikuti *halah, kayak ikut training aja sih La???*, ada beberapa kali saya berboncengan motor dengan Tat, ada yang naik bis kampus, ada yang jalan kaki… Lengkap deh. Pernah kepanasan, pernah kehujanan, pernah kelaperan *selalu deng, hehe*, pernah ngerasain serunya mendengarkan orasi… *eh, saya hampir disuruh mewakili kampus buat orasi di atas mobil pick-up, lho.. untungnya saya tahu diri.. wong demo cuman buat iseng-isengan… hahaha*

… MENGHASUT GANG GILA KE PANDAAN NAIK MOTOR …

Saya dan Tat itu seperti paket lengkap McD. Boncengan di sepeda motor Tat itu memang khusus buat saya. Helm cadangan yang tergantung di motornya juga buat saya. Kemana-mana, saya selalu sama Tat. Jadi paling nggak susah deh kalau mau pergi kemana-mana, sementara si Lin harus nyari helm ke sana kemari baru bisa nyangkut di motornya Ly *dan akhirnya, dia kemana-mana bawa helm untuk mengantisipasi, meskipun akhirnya jarang sekali kami pergi-pergi saat dia bawa helm… hehe*

Nah, saat semester 6, Gang Gila sedang berkumpul di ruang BPM (gara-gara si Yun adalah ketua BPM, makanya kami bebas-bebas aja leyeh-leyeh di sana tanpa takut diganggu.. dan FYI, Yun jadi ketua BPM juga karena hasutan Gang Gila yang mengompor-ngompori anak-anak angkatan bawah buat milih dia.. hehehe.. ). Saat itulah saya bilang sama Tat kalau pingin ngajak makan-makan di Pak Soleh, Pandaan. Tat nggak mau rugi. Nyeplos aja dia minta ditraktir. Karena saat itu saya lagi punya uang, ya saya iyain aja. Eh, mulutnya langsung berkoar-koar, ngompor-ngomporin yang lain. Meskipun mereka memang manusia-manusia yang nggak bisa menolak traktiran, tapi faktor jauhnya lokasi membuat mereka minder.

“Naik apa….” tanya Els, Lin, dan Yun.

“Ya naik motor lahhh….” jawab si Tat.

“Jauh…”

“Ahhh… kalau barengan, pasti nggak kerasa dehhh…” si Tat menjawab seperti tukang obat pasar malam.

Dan berkat kegigihan Tat juga saya dalam membujuk teman-teman, akhirnya kurang dari 60 menit berikutnya, kami sudah meluncur di jalan dengan 2 sepeda motor bebek dan 1 sepeda motor cowok.

HA??? Siapakah gerangan yang nekat pake motor cowok? Hehe, karena berat tubuh Lin yang lumayan fantastis serta perkiraan shock beker motor bebek yang mungkin akan misuh-misuh sepanjang Lin duduk di boncengan, si Ly akhirnya memutuskan untuk membawa motor kakaknya… meskipun tetap saja, pulang dari Pandaan, musti service total juga… wakakakaka….

…MENGHASUT LIN MEROKOK…

Ini bicara aib sih, tapi nggak apa-apa deh. Jadi ceritanya, saat kami sampai di Pandaan dan makan di tempat Pak Soleh yang lesehan itu, saya dan Tat iseng-iseng beli rokok A-mild. Ini jelas bukan karena saya dan Tat memang smoker. Seperti yang pernah dibilang sama Om, saya dan Tat cuman casual smoker yang mungkin artinya adalah merokok kalau ingin merokok saja.

Eniwei, saya dan Tat pun ngebul-ngebul dengan sok coolnya *padahal sumpah, saya nggak ngerasa apa-apa selain mulut monyong setelahnya.. hehe* Mungkin karena melihat saya dan Tat begitu asyik, Lin pun mulai nanya-nanya.

“Enak nggak…”

“Gimana rasanya…”

“Nyandu nggak…”

Dan kami pun dengan semangat empat limanya segera menghasut dengan bilang begini:

“Enak Lin…”

“Nggak bakal nyandu kok.. Buktinya.. aku sama Tat kan nggak nyandu…”

“Cobain aja deh… Satu batang dulu…”

Dan setelah Lin mencoba satu batang, lengkap dengan batuk-batuknya yang nggak banget dan jauh dari kesan perempuan, akhirnya Lin pun mulai piawai. Menghisap, menghembuskan.. Berkali-kali… Dengan gaya ala Wanita Aborsi *ini istilah Gang Gila setelah melihat wajah Lin yang mirip perempuan sedang menyesali hidupnya itu.. hehe* Sok cool banget deh, Sodara-Sodara…

Saya dan Tat pikir, Lin bakal selesai sampai hari itu, karena kami berdua pun nggak pernah menyentuh rokok itu meskipun masih tersisa banyak di dalam kardus yang dibawa Tat. Tapi apa yang terjadi Sodara-Sodara??? Di dalam tas Lin, ada satu bungkus A-Mild yang satu persatu habis ketika dia duduk di atas kloset kamar mandi rumahnya dan kalau kami sedang hang out di Excelso…

Ah… ini benar-benar kriminal… Karena setelah itu, saya dan Tat menyesal juga…

*eh, tapi sekarang dia udah nggak merokok lagi lho… ternyata itu cuman euphoria sesaat… Uh, Thanks God!*

***

Selain tiga cerita itu, saya dan Tat pernah terpilih sebagai Senat. Saya untuk bidang Olahraga dan Seni, Tat untuk bidang Sosial. Saat Ospek, kami malah bikin gara-gara dengan menjadi Senat yang baik hati. Lho, kok gara-gara??? Hm, di saat Senat dan Senior yang lain jual mahal ngasih tanda tangan dan manas-manasin kalau jumlahnya kurang berarti mereka harus ikut lagi tahun depan, saya dan Tat malah woro-woro nyuruh mereka semua bua ngumpulin buku ke kami dan kami yang maksa temen-temen sekelas buat tanda tanganin buku mereka… Dengan ancaman, pastinya.. Dan walhasil, saya dan Tat dicintai oleh anak-anak baru itu….  ^_^

Pokoknya, Tat adalah benar-benar my partner in crime. Not just was, tapi “is”.

Lho? Jadi masih tho La???

Ya, iyyyaallllaaahhh…

Karena asal tahu saja. Saya dan Tat punya agenda ‘kencan’ tiap satu bulan sekali buat membolos pada hari yang sama dan kami bebas jalan-jalan ke mal di saat yang lain sedang sibuk bekerja… Sumpah, bow… Beda banget rasanyaaaaa….. 🙂 Biasanya nih, Tat pakai alasan sakit. Saya pakai alasan sakit bulanan 😀

Ah, setelah sepuluh tahun bersahabat, she’s really still my partner in crime…

So, bulan ini, kita kemana ya Tat??? *sambil cengar-cengir liat kalender 😀 *

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

10 thoughts on “partner in crime

  1. Nah …
    Adik-adik sekalian …
    Hal ini jangan di contoh ya …

    demikian cerita sore ini bersama mbak lala …

    stay tune ya tune …

    and …

    Pertamax la yaw (kata si Abang)

    Posted by nh18 | July 14, 2008, 3:16 pm
  2. BTW …
    It’s not casual smokers lagi …
    It’s occational smokers … or social smokers

    who ever it is … semuanya tidak baik bagi kesehatan …
    (ini peringatan pemerentah)

    Posted by nh18 | July 14, 2008, 3:32 pm
  3. wah kalo yang gini ngga ada di kamus ku nih.
    secara aku kan anak alim weitjeh hihihi

    Posted by Ikkyu_san | July 14, 2008, 4:08 pm
  4. Wah Bos Nh kegirangan mesem-mesem tuh produknya disebutin ama Lala…
    Dilema ya Bos. Di satu sisi senang produk kita menjadi konsumsi masyarakat, di satu sisi kita mengerti bahwa produk kita sebenarnya “kurang baik” bagi kesehatan dan kantong masyarakat.
    Padahal udah dikasih peringatan pemerentah ya Bos?
    Hi hi…

    Posted by heryazwan | July 14, 2008, 4:23 pm
  5. Abang …
    Sssssshhhhttt …
    jangan berisik …

    Posted by nh18 | July 14, 2008, 5:23 pm
  6. pic yang saya tahu sih person in charge….kalau partner in crime sih,..hmm, saya biasanya sih melaksanakannya sendiri..

    trust no one..

    Posted by Koko | July 14, 2008, 5:59 pm
  7. wah………

    Posted by jiwakelana | July 14, 2008, 6:00 pm
  8. my partner in crime? tentu BFF!!!

    mencoba M 2 M makan permen ala lesbianita saat sedang tergila gila pada segala yang berhubungan dengannya

    huhuhuhu

    skarang juga lagi sering ketemu lagi setelah sama sama mulai free dan kurang kerjaan ga sesibuk dulu… Rabu mau k jkt nih ketemuan!!! SENANG 😀

    Posted by natazya | July 14, 2008, 10:16 pm
  9. wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkkwkwkwkwkwkwkwkwkwkkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkkwkwkwkwkwkwkwkwkwkkwkwk……………………
    permintaan terakhir….duh surem banget!!!
    di pemakaman gw lo kudu bacain cerita2 kita….biar pada ngakak.hahahahahaha…..
    BENERAN!!!
    sapa tau saking lucunya gw bangkit lagi, terus ajak lo semua ngocol bareng dalem kubur….
    hiiiiiii syerem….
    Naudzubillah min Dzalik!!!
    Astaghfirullah……
    enggak deh jek………ga jadi….
    tapi soal BACAinnya itu….teteup
    hehe

    🙂 Lilyana

    Aduh, Mboi
    Sumpah…. ati gua langsung nyessss begitu baca komentar elu yang ini…
    Jangan sampai segitunya deh, Mboi…
    Plis, mana bisa gua cekakak cekikik saat itu???

    argh,
    males ngebayanginnya ah! 😦

    Posted by lily | October 13, 2008, 12:21 am
  10. Waahh.. baru baca yang ini neehh.. Seru yaa, Laa, ahaha, Gang Gila emang seru daahh!! ^o^
    .-= Indah´s last blog ..I’m Loving It =-.

    Posted by Indah | July 14, 2009, 7:19 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

July 2008
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: