you're reading...
Thoughts to Share

…we’ll never know

Pagi ini saya duduk di depan laptop yang sudah terkoneksi dengan internet. Kemarin, saya sempat ngobrol dengan Om via GTalk dan dia nanya, “Kamu sudah baca page Who Am I nya Emiko belum, La?” Segeralah saya bilang belum. Selama ini, jujur saja, saya paling nggak ngeh dengan bagian atas website *yang sebelahan sama Home, About, dll dsbnya itu.. meskipun sendirinya juga nulis beberapa page.. ini sih udah selfish kali yaa… 😦 *

Eniwei, setelah saya bilang, “Belum baca, tuh, Om… Kenapa?”

Lalu dia menganjurkan saya untuk membacanya. Kata dia, ceritanya bagus. Menyentuh sekali.

…ah, saya paling suka sama yang menyentuh-menyentuh *hehe* jadi langsung saja pagi ini, meluncur ke halaman yang dimaksud. Penasaran… how touchy is it… Is it really really wonderful… Dan penasaran, seperti apa sih, seorang Emi-Chan yang menurut saya Wonder Woman ini? ….ya, ini pastinya minus celana dalam dan bustier yang ketat itu ya EmiChan… Kebayang ga sih, kalau kamu mondar-mandir pakai kostum yang colorful begitu?? :mrgreen:

Nah… ketika saya ‘terdampar’ di halaman itu…..

….saya seperti enggan beranjak pergi dari sana 🙂

EmiChan, sahabat virtual saya itu berbicara sangat sistematis mengenai kronologis hidupnya. Tanpa ragu, dia menyebutkan nama lengkapnya, kenapa dinamakan begitu, dan yaa… cerita-cerita hidupnya mulai dari TK sampai SMP *ayo, EmiChan.. segera selesaikan ceritanya biar saya nggak penasaran dan bisa bisulan kalo terus menerus penasaran beginih.. hehehe* Sebagai orang yang sedikit tahu soal EmiChan, The Wonder Woman, saya benar-benar salut dengan seorang perempuan manis yang kini jadi orang hebat di Tokyo (hey, please let me give you this compliment… because that’s what you are in my eyes, EmiChan!). Kisah hidupnya yang ditulis dengan gaya bertutur yang cantik banget bikin emosi pembaca makin teraduk-aduk.

Ah, ada saingan baru nih… 😀

Eniwei,

Ada satu pelajaran yang saya ambil ketika membaca post sahabat virtual saya ini. Ada sebuah pelajaran yang sungguh saya petik ketika usai membaca cerita (yang masih bersambung) itu, bahwa kita nggak akan pernah tahu apa yang akan terjadi esok hari.

Apa yang akan terjadi ketika malam ini kita terlelap; bangunkah kita? Atau kita akan pergi?

Apa yang akan terjadi dengan sedetik ke depan? Are we going to fall atau kita akan melewatinya dengan mulus-mulus saja?

Apa yang kamu tahu soal masa depan: be a better person, be a rich one, be a lousy a**hole barangkali?

Apa kamu tahu: kalau kamu yang sekarang hebat, bisa jadi orang yang tak hebat?

Dan kamu yang sekarang tak bisa apa-apa, bisa jadi orang yang bisa melakukan apa saja dalam satu jentikan jari?

Seperti seorang EmiChan yang dulunya harus rela melepaskan apa yang ingin dia lakukan: mungkin dia tidak pernah menyangka bahwa dia akan membanting tulang di Tokyo dan menikah dengan lelaki Jepang yang terkenal dingin itu *dan itu bikin saya dan Abang Hery bertanya-tanya, “Lha, kenapa malah kawin sama orang Jepang dong.. hehehe”

Seperti seorang ‘mantan pengangguran’ Abangku Hery Azwan yang terdampar juga di sebuah penerbitan di Bandung dan akhirnya menjadi salah satu orang yang pergi ke Eropa secara gratis (karena dibayarin kantor itu…) dan ya.. makan lobster yang segitu mahalnya di hotel berbintang… ^_^

Dan seperti seorang Om Tersayang, NH 18, yang pastinya tidak akan menyangka bahwa Sarjana Pertanian seperti dia, yang memiliki musikalitas tinggi dan pandai berpiano itu, malah kesasar di dunia Training dan kini malah jadi Trainer yang hebat di kantor yang memberinya gaji tiap bulan itu…

SIAPA YANG TAHU?

Saya berani jamin, mereka sendiri tidak akan pernah menyangka bahwa kelak mereka akan menikmati hal-hal yang mungkin buat sebagian orang adalah mimpi-mimpi yang tak terjangkau? Mereka tidak tahu bahwa hidup telah menggiring mereka menuju hari ini; ketika hidup yang mereka miliki adalah mimpi buat seorang Lala yang sangat mengagumi mereka bertiga itu… 🙂

Akhirnya saya sadar, bahwa mungkin saja seorang Lala akan menjadi orang yang hebat, entah kapan. Bahwa mungkin saja, seorang Lala malah terpuruk karena kondisi yang tidak menguntungkan, entah kapan *amit-amit, jangan deh.. hehehe*

Lalu kemudian, saya makin menganggap bahwa hidup semakin mirip saja dengan sinetron kejar tayang. Destinasi atau final endnya sudah jelas, tapi jalan menuju akhirnya yang masih misterius. Saya hanya pelakon yang diberi naskah setiap harinya, untuk dipelajari. Dan ya, untuk dijalankan dengan sebaik-baiknya, dengan hati yang bersih, dengan iman yang teguh, dan niat yang kuat supaya episod kali ini minus teriakan cut dari Sutradara dan cemoohan penonton.

We’re just actors

God is the greatest movie director…

And God is the only one who knows all the secret ingredients to make our lives more beautiful…

And one thing for certain, please just believe, that we’re all created for some specific reasons.

Jangan menyerah….

Karena apa yang terbentang di depan kamu, juga saya, adalah hal-hal yang masih misterius, tapi pastinya sangat indah.

Apa yang terjadi esok?

Hmm…. let it be a secret…

Because we’ll never know…

we’ll never know…

(doumo arigatou, EmiChan!)

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

15 thoughts on “…we’ll never know

  1. Hhmmmm …
    Yes indeed … We’ll never know.
    Kita kerjakan saja apa yang menjadi tugas kita.
    Kita nikmati saja apa yang disediakan NYA untuk kita
    Kita syukuri saja apa yang diberikan NYA untuk kita

    bcause…
    We’ll never know…

    cheers’n smile ….

    Posted by nh18 | July 4, 2008, 10:21 am
  2. bermain peran adalah yang bisa kita lakukan, lakonkankan peran sebaik-baiknya karena hidup terlalu singkat untuk dipikirkan
    🙂

    Posted by yellashakti | July 4, 2008, 10:24 am
  3. But …
    We all know … That i am …

    pertamax deh
    pertamax sih
    pertamax dong …

    hah .. Poas ..poas …

    Posted by nh18 | July 4, 2008, 10:24 am
  4. Hetrik …
    Nanggung ..soale…
    Just onething…

    someday…i will find your novels, your books in the new release shelf rack … at the famous bookstore…in the big mall…Through out Indonesia …

    Posted by nh18 | July 4, 2008, 10:36 am
  5. kesana aaaaaaaahhh

    Posted by ulan | July 4, 2008, 10:49 am
  6. Tenang aja La.
    Setuju dengan Bos Nh, novelmu akan menjadi best seller selama 2 tahun berturut2 di Gramedia….Hi hi…..hiperbola banget ya….

    Posted by heryazwan | July 4, 2008, 2:01 pm
  7. waaah Lala terima kasih banyak untuk compliments nya.
    Aku juga terima kasih karena “mau tahu” siapa aku. Tidak banyak loh orang yang mau “care” dengan orang lain, apalagi yang tidak dikenal dengan bertemu langsung. Lain kalo aku selebritis huehueheuhe.
    Dan tidak banyak orang yang mau menilai dengan positif setiap sejarah hidup orang lain.

    As you said, We’ll never know…
    Memang begitulah. Bapakku pernah mengatakan,
    kita tidak bisa merencanakan kehidupan kita,
    hanya bisa menjalani. Bisa merencanakan garis besarnya, tapi Sang Arsitek di atas sana yang punya the Great Master Plan of our life. Kita bisa buat sedikit perubahan dengan menambahkan beranda, atau gazebo, atau bahkan kamar baru, tapi sudah ada master plan yang tidak bisa dirubah. He said that on 1989. Waktu itu mungkin merupakan titik awal keluarga kita terpencar ke belahan dunia. the starting point.

    and… we’ll never know
    bahwa ternyata di tempat yang belum pernah kita injak misalnya, ada teman yang care dengan kita. Dengan kecanggihan internet ini saja, Aku dan Kamu yang ketemunya di layar monitor, bisa merasa dekat kan? Aneh tapi nyata.
    And we have to enjoy it, dan menggunakan setiap kesempatan yang kita dapatkan sebaik mungkin.
    Love you friend, my sweet dynamite (julukan dari si Om senang hhihihi, jangan marah ya om :)) >:D<

    Posted by Ikkyu_san | July 5, 2008, 4:03 am
  8. Wah, Ime-chan komentarnya panjang banget….
    Nggak usah ditambahin lagi.
    Top markotop deh…

    Posted by heryazwan | July 5, 2008, 11:59 am
  9. Om senang ??
    Aaarrrggghhh … Mesti direhabilitasi nih namaku … Hhhhmmm … Aku harus jaim …
    Btw postingan buat emiko dari aku … Sudah Siap tayang …
    Saksikanlah di blog kesayangan anda …

    Posted by nh18 | July 5, 2008, 2:21 pm
  10. om senang …??
    (mikir keras …)(masih penasaran.com)

    aahh enggak kalee … om ganjen mungkin iya …
    huahahaha

    Posted by nh18 | July 5, 2008, 2:31 pm
  11. ya udah kalo
    om girang
    tantenya senang…ihihih

    Posted by Ikkyu_san | July 5, 2008, 4:24 pm
  12. OmTersayang
    Yaa… live with it. Karena apa yang terjadi esok masih berkabut.. We’ll never know…
    About the books… hmmm… hopefully someday it’ll come true. Thanks for the support, ya? *boleh dimulai dengan support keuangan tiap bulan, Om… buat bayar listrik, air, pulsa, nyalon, belanja, makan, dll dsb.. hehehe*

    AbangKuw
    Ya Bang, itu hiperbolis banget.. huekekekekekek…
    Komentar Emi-Chan emang top markotop surotop deh.. See? Nggak salah kan kalau seorang Lala bisa kagum sekali sama dia *juga sama Abang dan Om?*

    Kawaii EmiChan
    A great master plan, heh? Ya… benar banget. Setuju banget, nih, sama kata-kata Bapak. Hidup sudah terencana dengan sempurna oleh Dia and a little bit drama dan improvisasi tidak akan mengubah apa yang sudah digariskan. Ah…. setuju!

    Luv you too, EmiChan… Technology doesnt stop the heart to know that there is somewhere out there who is kind and sweet… exactly like you… You’re one of a kind.. ^_^

    Yella
    Berlakon dengan sebaik-baiknya… Yap. That’s what the great actors do… 🙂

    …. and guys…
    Kita (Lala, Abang, Om, dan EmiChan) kayaknya bakal seru kalau kopdar nanti… Bisa nggak kelar-kelar tuh ngobrolnya.. hehehe

    Posted by jeunglala | July 6, 2008, 9:39 am
  13. La, gw baru nyadar loh. Tulisanmu bagus bgt… asli loh… gw ga hiperbolik… Pantesan aja om-NH sama bang Hery bilang novelnya bakal best seller. Gw akan tunggu “we’ll never know”-nya lala di Gramedia.

    baru nyadar??? kemana aja looo… hehehe.. *ga kuat sama narsisnya nih gue.. hehehe*
    we’ll never know?
    …. apa we are special?
    atau… karena kamu dan saya, adalah manusia-manusia biasa….?

    Posted by ipk4cumlaude | July 7, 2008, 12:13 am
  14. yeap… sekalipun kadang kadang ada masa dimana saya ingiiiiiiiiiiiiiin sekali menutup mata dan bangun di satu tahun atau malah beberapa tahun di depan karena sudah bosan dengan yang sekarang ada di hadapan…

    tapi, seninya dimana kalo begitu?

    mengutip kata kata yang sering diucapkan oleh sang lelaki kecil bahwa “yang penting adalah prosesnya” dan itu yang musti dinikmati… apapun hasilnya nanti 😉

    hmm… yang penting adalah prosesnya… May I quote this, Nat?? Ask your ‘lil man yaa.. hehehe

    Posted by natazya | July 7, 2008, 5:12 pm
  15. God is the greatest movie director…

    And God is the only one who knows all the secret ingredients to make our lives more beautiful…

    I lovee those words, Laa 😉

    Posted by Indah | February 13, 2010, 8:45 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

July 2008
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: