you're reading...
novelet bersambung : Lelaki Dua Puluh

-8- Lelaki Dua Puluh

Yes. Officially, I’m turned 39.”

Ibnu hanya tersenyum. “Perempuan umur 39 yang paling cantik di mataku, Mbak.”

Saila membiarkan Ibnu merangkul pundaknya dan mereka bersandar di punggung kursi teras sambil memandang apa saja yang terbentang di atas langit. Rasanya dia memang masih membutuhkan Ibnu untuk melewatkan hari ini. Dia belum ingin menyuruh Ibnu pulang untuk ‘kembali’ ke dalam hidupnya seperti setiap kali Saila merasa lelaki ini telah memasuki hatinya terlalu dalam.

“Nu, boleh tanya, nggak?” Ibnu hanya meng-ehem tanpa berkata apapun, tapi merangkul Saila lebih erat. Saila merapatkan tubuhnya dan membiarkan aroma tubuh Ibnu melekat sempurna di tubuhnya.“Kenapa tadi lilinnya hanya satu, sih? Nggak kenapa-kenapa, kok, Nu, kalau kamu taruh angka 3 dan 9 di atas kue tar… Bagaimanapun, itu tetap umurku, kan? Aku, sih, nggak keberatan, Nu…”

Ibnu menoleh dan menatap kedua mata Saila.
“Mbak, aku juga nggak keberatan dengan umur Mbak yang 39, kok. Cuman tadi aku memang nggak sempat beli dan yang ada cuman lilin-lilin kecil itu… Tadinya mau aku taruh semuanya, tapi nggak cukup, Mbak… Terlalu banyak, sih…” Ibnu menyengir genit lalu mencubit ujung hidung Saila sekilas sambil mengatakan, “Aku bercanda, kok, Mbak… Satu batang itu artinya tahun pertama aku merayakan ulang tahun Mbak Saila…”

Saila tersenyum. “Ibnu, Ibnu, sudah, deh. Aku memang sudah tua, kok. Tahun depan aku 40… Laki-laki mana yang mau sama aku, ya?”

“Nggak usah repot-repot mencari, deh, Mbak, kan sudah ada aku,” tutur Ibnu dengan senyumnya yang khas. “Sampai berapapun umur Mbak Saila, aku tetap mau, kok, percaya, deh.”

Sampai aku kehabisan duit untuk suntik botox dan ikut program pelangsingan, kamu tetap mau sama aku, Nu? Sampai aku menyerah dengan kulitku yang mengendur, perutku yang buncit, dan wajahku yang sudah tidak segar lagi, kamu masih menganggapku perempuan yang cantik? Bisakah, Nu? Bahkan saat Biyan melihatku di ‘masa-masa keemasanku’, dia malah memilih Nyna, bukannya aku…
Hati Saila bergetar.

“Kita jadi membahas ini lagi, Nu, padahal Mbak capek harus terus-menerus mengulang-ulang hal yang sama…”

“Tapi aku nggak akan pernah capek untuk bilang sama Mbak kalau aku…”

“Ibnu, please.” Saila memotongnya. “Aku nggak ingin memikirkan apa-apa malam ini, selain duduk berdua sama kamu, dan melihat bintang-bintang. Kita jalani aja semua ini seperti air, Nu,” tukas Saila sambil menoleh dan memandangi Ibnu yang seperti menahan perasaannya. “Boleh, ya? Ini kan hari ulang tahunku…”
Ibnu hanya mempererat pelukannya lalu memandang langit.

Sambil menyandarkan tubuhnya dan merasakan kehangatan tubuh Ibnu, Saila ikut menatap langit dan larut dalam diam. Dia tidak melihat Mbok Darmi yang diam-diam memperhatikannya di balik jendela, hanya ikut tersenyum dan menitikkan air mata harunya. Mbok Darmi yang selalu menganggap Saila adalah anak gadisnya sendiri, serta menganggap Ibnu adalah lelaki yang tepat di waktu yang salah.
Saila memandangi Ibnu diam-diam dengan ujung matanya.
Ibnu…
Asal kamu tahu, sesaat sebelum meniup lilin tadi, aku berharap kamu bukan lagi dua puluh, tapi tiga sembilan…

bersambung…

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

2 thoughts on “-8- Lelaki Dua Puluh

  1. La, bahasamu udah enak.Mengalir lancar…Tinggal terusannya aja yang perlu dipikirkan……
    Aku udah baca dari 1 s/d 8.
    Bisa panjang nggak ya? Kalau terlalu pendek jadinya emang novelet, bukan novel.

    Posted by Hery Azwan | June 27, 2008, 5:57 pm
  2. assalamualaikum
    salam kenal….

    wah artikelnya bagus. kayaknya bakat jadi penulis

    Wa’alaikum salam…
    Salam kenal juga ya..
    Terimakasih..
    Saya berbakat jadi penyanyi juga lho, tapi nggak ada yang percaya, soalnya emang nggak bagus suaranya.. hehehe…🙂

    Nanti saya mampir ke rumah kamu ya, Frahasti…

    Posted by frahasti | December 10, 2008, 9:11 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

June 2008
M T W T F S S
« May   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: