you're reading...
Novelet Bersambung: Behind The Door

behind the door (11) : … and surely, a last one

“Jadi bener ya, Sas? Lo bilang kalau lo udah punya pacar??? Amppyyuuuunnn!!”
Setelah itu Daanish cuman mondar-mandir mirip setrika panas. Maju mundur kayak orang belajar parkir mobil. Gue tahu, Daanish pasti lagi kesel, sebel, dan kecewa sama gue.

Well doesn’t she think that I feel sorry too for myself?

Memang sudah waktunya gue masuk sekolah kepribadian untuk menjaga supaya gue nggak bocor dan kalimat-kalimat nggak penting itu jadi belepotan kemana-mana…

“Kenapa, Sas? KENAPA? Lo gila, ya? Apa lo sengaja bilang sama Darryl, supaya…”
“Supaya apa, Nish?”
“Ya, elo yang kasih tahu gue, dong, kenapa lo tega-teganya bilang kalau lo sudah punya pacar, sementara gue sudah susah payah ngebujuk Dean supaya mau ngajak temen singlenya buat dikenalin ke sahabat tersayang gue!”

<I’m not sure that she’s breathing, considering how many words she spitted out from her mouth without an exhale!>

“Gue nggak bermaksud untuk bilang kalau gue sudah punya pacar, Nish…”
“Terus apa maksud lo, Sas? Supaya lo nggak ngerasa minder karena lo punya pacar yang cinta dan care banget sama lo, gitu? C’mon…”
“Nish, listen…”
“No, Sasya, YOU listen,” kata Daanish dengan pandangan sangarnya yang sampai sekarang selalu sukses bikin gue ngeri. “Dengan lo bilang udah punya pacar, berarti lo udah sukses bikin pertama lo sama Darryl gagal. Dan lo tahu, yang lebih parah tuh, dia bilang sama Dean kalau dia nggak mau mengganggu pacar orang, Sas!”
“Dia bilang gitu, Nish? Really?”
“Mau konfirmasi langsung ke orangnya?”

<Please, Daanish… stop killing me with your look… Gue sudah cukup menderita untuk menerima kenyataan kalau gue nggak akan pernah ketemu Darryl lagi, Nish. However, yesterday was NICE>

“So, that means, there won’t be second date? Maksud gue…”
“Ya, Sas. Nggak ada second date, nggak ada istilah dia bakal lebih ‘perhatian’ sama lo… Padahal lo tahu banget kan, gimana qualifynya Darryl? Gue rasa, dia bahkan jauh lebih baik dari cowok reseh kayak mantan lo itu!”
“Nish! Kenapa lo musti ngomong pakai high tone gitu, sih?”
“Kenapa, Sas? Lo masih nanya ‘kenapa’? Mau tahu apa alasannya?”
“….”
“Karena gue capek ngeliatin lo murung terus, meratapi nasib, tapi saat ada yang potensial untuk bikin lo hepi lagi, lo malah dengan enteng bilang kalau lo udah punya pacar!” Daanish menghela napasnya. “Dan, lo masih nekat nanya gue ‘kenapa’, Sas?”

Daanish.
She can be soft like a feather…
But she can be wild like  a female tiger!

Gue memilih nggak berkomentar.
Gue tahu, Daanish benar. Dan mengomentari kata-katanya di saat dia ‘benar’ adalah hal yang gue hindari.

“By the way, gue udah bilang kalau lo lagi bermasalah sama Robbie, Sas, makanya he wanted to stay away from you. Maksudnya dia, sih, baik, supaya nggak perlu nambah-nambahin masalah lo…”

What??? She told him about Robbie? So, it’s now a complete circle. He knows that I’m a desperate woman who’s desperate to have a blind date for covering her desperate life…
Damn.
That wasn’t good.

Saat gue serius melamun dan membayangkan kalau gue sudah ada di tengah-tengah lingkaran penuh itu, tiba-tiba Daanish menghentikan aksi mondar-mandirnya lalu membisikkan sesuatu di telinga gue sebelum dia pergi dan meninggalkan gue dengan terbengong-bengong.
She said this.

“And by the way, Robbie bukan pacar lo lagi, Sas… so stop calling him as your boyfriend…”

Words really are sharper than knife.
Dan asal kalian tahu, I was bleeding…
 

to be continued

behind the door (12) here comes the truth

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

May 2008
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: