you're reading...
Novelet Bersambung: Behind The Door

behind the door (8) : theory of healing

Gue tahu, gue pasti akan healing sendiri, seperti kata Kang Tommy Page, yang bilang:

You told me time will always heal the pain
Bring the sun and dry the rain
We need time to solve and think our problems through
You told me time will always on my side
Change the season, change the tide
Things work out with time
If you want them to

Gue memang selalu percaya semua ini akan berakhir. Masa-masa sakit hati gue, masa-masa wondering gue, masa-masa gue merasa being left out from the game when I play only to win, merasa kalau gue sangat nggak ada artinya…

I believe, I’ll get through this somehow.

Pas akhirnya gue musti bubaran sama Farid, cowok paling keren di sekolah dulu, tadinya gue males melakukan apa-apa. I’d rather do nothing and just thinking of him… and not to mention, writing down his name in pages of my diary…
Berminggu-minggu gue jadi sapi yang kehilangan giginya dan bikin Laura kebingungan karena gue nggak semangat untuk sekolah. Bahkan nggak semangat ikut ekskul nge-band yang biasanya selalu sukses membuat gue rela nggak nggak istirahat karena musti latihan.
Buat orang yang tahu persis gimana luar dalam gue, memang sudah sewajarnya dan seHARUSnya dia merasa bingung karena biasanya gue tuh paling nggak bisa disuruh diam.

<For the record, I’m not a lesbian and however men hurt me, I prefer look for another man to recover… hehe>

It took me almost one and a half month to recover and look at the brighter side.
Seperti kata Charlotte York, salah satu tokoh konservatif dan lugu di serial favorit gue sepanjang masa, Sex and the City, membutuhkan setengah dari total jumlah waktu yang pernah kita jalanin sama mantan, untuk benar-benar bisa melupakan mantan kita.
Misalnya, lama gue jadian sama Farid tuh 3 bulan. Menurut teori, gue baru benar-benar melupakan Farid kalau sudah… 3 dibagi 2, berarti 1,5. Ya. Satu setengah bulan.
And according to that theory, gue memang baru benar-benar bisa melupakan Farid setelah sempet teler dan males hidup selama satu setengah bulan!

The theory works all the time.

Pas gue putus sama Farid, Andhika, Benny, Rommy… dan cowok-cowok lain yang nggak bisa gue sebutkan satu persatu di sini (ciee), semuanya sama persis dengan teori tadi.
Dan Laura juga sudah membuktikannya dengan mulai tertawa-tertiwi lagi pasca dua bulan dia putus sama Erick lalu mulai pacaran sama Aldo, sampai sekarang.

Hm, so that leads me to this conclusion.
If I had 3 years relationship with Robbie, then I would forget him in… what? 1,5 years? 18 months full? Jeez! How many more days to spend just to let my self healed?

Tapi, itu kan kalau putus.
Kalau sifatnya cuman sementara seperti gue sama Robbie sekarang, bukannya teori ini nggak berlaku? Berarti masa-masa sedih gue sekarang hanya perasaan kangen yang butuh pelampiasan aja, kan…

<Hell I don’t know why I still consider him as my boyfriend… shame on you, Sasya!>

Kang Tommy memang benar.

Waktu akan menyembuhkan luka. Waktu akan membawa kembali cahaya gemerlap sinar matahari dan mengeringkan tanah yang basah… Jika kita membiarkannya berlalu… lewat… dan perlahan-lahan membuat kita lupa akan luka hati…
Tapi sayangnya…

… so why can’t time make me stop loving you …

…dia nggak akan pernah bisa menghilangkan rasa cinta gue buat Robbie…

to be continued

behind the door (9) : the distraction

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

May 2008
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: