you're reading...
Novelet Bersambung: Behind The Door

behind the door (1) GOING AWAY

Buat bacaan pas wiken nih….. Saya absen dua hari.. Maklum, cuman bisa internetan dari kantor *itupun kadang beres kadang ga beres.. kayak seharian ini.. huaaaahhh…* dan saya lagi malezzzz banget untuk sengaja nge-warnet-ria…

Soo… daripada buka blog saya dan bete *eh, emang ada gitu yang iseng nyasar kesini?? GR amat dirimu, Jeung.. Jeung..:mrgreen: , yaa… baca-baca novel ini aja yaa… Saya bagi-bagi menjadi beberapa bagian… Selamat membaca!

going away…

I’m above
The green of hills and trees
The clear of rivers and streams
And roads and pathways
I am away from everything
From things of madness
And all of my childishness
But still,
I am not away from him…

“SHIT!”

Sebuah kepala langsung nongol dari balik punggung kursi depan dan mulai memasang tampang “what-the-hell-is-wrong-with-you”. Reseh, reseh. Mungkin memang sudah saatnya gue berpikir untuk ‘menyekolahkan’ mulut gue di sekolah kepribadian sebelum gue terus-menerus mengulang kesalahan yang sama. Too much talk.

<Gue jadi inget lagunya Queen… too much love will kill you… dan… memang bener, tuh. Too much ‘talk’ will kill me!>

“Kenapa, lo?” Erick, dengan suara yang sok-sok berwibawa, mulai usil nanya. Entah karena concern beneran atau dia memang sama kesepiannya juga kayak gue. Perjalanan satu jam lebih di atas pesawat harusnya cukup menyenangkan, dan sebentar, pastinya. Tapi kalau hati lagi ‘menderita’ seperti gue sekarang ini, well…well… gue berani jamin, nothing’s longer than this! One ‘damn’ hour seems like sixty minutes! Ups! I mean, it seems like eternity!
Dan, seperti yang sudah-sudah, jawaban gue cukup diplomatis. Dengan menggeleng-gelengkan kepala, wajah diatur sedemikian rupa supaya nggak ketahuan kalau yes-I-have-something-bothering-me, gue hanya menyahut pendek, “Nothing.”

… meskipun semua orang tahu, saat seseorang bilang “shit”, artinya ada sesuatu yang terjadi…

<Tapi, Rick, untuk saat ini, bercerita sama elo adalah hal terakhir yang pingin gue lakuin…>

Erick masih memandang gue dan gue tahu banget, tatapan itu seperti menuduh gue ‘berbohong’. Duh, jangan sampai, deh, Erick mengeluarkan jurus andalannya alias memegang urat nadi gue untuk mengetahui seberapa panik gue sekarang!
Mentang-mentang pacaran sama Karina yang mahasiswi Psikologi, jadinya semua temennya, termasuk gue, jadi korban ilmu dadakannya!

“Halloooww! Lo mau nyari apa, sih, Rick? When I said nothing, it means nothing.”
<Jangan pura-pura jadi Mr. Nice Guy, deh, Rick, karena gue tahu lo sama aja kayak…>

SHIT! SHIT!
Hebat bener. Hanya dengan membayangkan nama dia aja bikin gue ‘dosa’ karena maki-maki terus…

“Okay, okay. Lo emang baik-baik aja. Tapi janji, ya, Sas, begitu kita nyampe Surabaya, nggak ada cerita tuh tampang lo kayak koran kucel begini. Gue kasih tahu, ya, tampang model begitu itu nggak ada manis-manisnya, tuh, jadi percuma aja lo pertahanin gitu.”
Gue melirik Erick dengan tatapan sebel, tapi sebelum mulut gue mulai menyerocos nggak karuan, mendingan gue save energi gue untuk marah-marah sama… Daanish, maybe? Dia, kan, sama kayak gue. Perempuan juga, yang meskipun tomboi, tapi tetap punya hati dan perasaan.
Jadi gue memilih diam.

Well, silent is gold, right?
Or silent means… I don’t want to make any promises?
Since… I don’t know, maybe, I will cry, I will yell, I will swear to everybody… and yes, maybe, in the end, I will tell Erick, “SCREW MEN!”?

“Janji, ya? Soalnya gue inget banget gimana kelakuan lo kalau lo lagi aneh! Yang ada tingkah lo bikin kacau perasaan gue sama anak-anak!”
“Yeah… yeah…yeah…”
Gue menyahut sekenanya. 
Saat Erick berbalik dan mulai duduk manis sampai beberapa menit berikutnya, suaranya malah berganti dengan ‘ngorok’!

<Wow! Betapa nikmatnya jadi cowok! Bisa pipis di sembarang tempat, ngorok nggak perlu lihat tempat… Nggak ada guidance books yang bilang cowok itu dosa kalau pipis di pinggir jalan, kan? Tapi coba kalau cewek? Begitu kita ketahuan jongkok di pinggir jalan karena nggak bisa nahan pipis, rasa-rasanya sangat melanggar etika dan aturan peradaban di muka bumi, deh!>

Akhirnya gue menghabiskan empat puluh menit yang tersisa sebelum sampai ke Surabaya dengan membaca novel ringan tentang perempuan yang membocorkan seluruh ‘rahasianya’ ke seseorang yang, tadinya, nggak dikenalnya sama sekali dan akhirnya malah jadi seseorang yang ‘sangat dia kenal’. Penyebabnya, mulut bocor karena panik. Dan setting pembocoran rahasia itu di atas pesawat seperti sekarang ini!

Gue melirik lelaki empat puluhan yang duduk di samping gue. Hm, sepertinya dia tetap akan jadi orang asing sampai seumur hidup gue…

<Tapi, apa gunanya, ya? I don’t have secrets, I mean, BIG secrets. I’m only a regular 23 years old woman with her own problems…>

Yang dimaksud problems tentu nggak lain dan nggak bukan adalah: pacar selingkuh, pacar yang egois, pacar yang pencemburu, atau pacar yang menganggap komitmen seperti rantai besi di kaki mereka.
Dan saat gue bilang, gue wanita normal dengan permasalahan-permasalahannya… it’s true.

Gue, Sasya. 23 tahun. Sedang bermasalah dengan Robbie. Pacar gue, yang selingkuh sama Jovanka tapi malah bilang kalau ‘Lo, sih, Sas, sibuk mulu’ saat gue nanya kenapa dia selingkuh. Anehnya, dia selalu cemburu setiap gue kenalan sama cowok-cowok yang datang di kafe pas gue ‘ngamen’, tapi begitu ditanya ‘where do we go from here’ selalu mengelak dengan bilang ‘get real! Gue baru dua empat, Sas! Bini gue emang bisa nahan laper, tapi kalo anak gue?’.
Robbie.
Robbie ‘shit’ Hendrawan.
Cowok yang sekarang bikin gue merasa I’m leaving him, but I’m taking him with me…

to be continued…

behind the door (2) break or break-up?

 

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

2 thoughts on “behind the door (1) GOING AWAY

  1. read stamp.

    serasa lelaki dipesawat yang duduk disebelah sasya …. itu gua … 40 tahunan soalnya …

    hehehe dan menikmati umpatan umpatan toilet itu….
    ini bisa jadi postingan baru… dari sudut pandang lelaki forties itu …. heheheheh

    Posted by nh18 | May 30, 2008, 11:19 pm
  2. Om Nh…
    Ga ada maksud untuk nyindir lho yaah.. tapi you have to thank me for giving you a new idea for the next post.. traktir!!!😀

    Posted by jeunglala | May 31, 2008, 8:15 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

May 2008
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: