you're reading...
Thoughts to Share

tentang umur manusia

Sabtu siang kemarin, Sophan Sophiaan, aktor kawakan Indonesia, yang disebut-sebut sebagai pasangan artis paling harmonis dan jauh dari gosip karena pernikahannya yang langgeng dengan istri tercintanya, Widyawati, meninggal dunia karena kecelakaan saat mengendarai Harley Davidsonnya di perbatasan Sragen-Ngawi.

Bro mengabari saya lewat telepon. Dia cukup merinding dengan berita ini, apalagi saya. Memang, saya bukan penggemar fanatik pria yang piawai berpolitik ini. Tapi kenyataan bahwa dia meninggal dengan cara begini inilah, yang membuat saya merinding.. sekaligus sedih.

Lalu saya ingat artis lainnya, Alm. Taufik Savalas, yang meninggal, juga karena kecelakaan, beberapa menit setelah dia menelepon keluarganya di rumah.

Dan artis Basuki, yang meninggal dengan tiba-tiba usai bermain futsal.

Juga…

Saya ingat dengan teman baik saya, seorang office boy kantor, yang selalu super baik dengan saya dan semasa hidupnya selalu berhasil membuat saya tersenyum-senyum karena polah tingkahnya yang lucu, Ahmad Taufan (Topan), yang meninggal saat menjelang Idul Fitri kemarin, dalam perjalanannya pulang kampung dengan motornya.

Saat mendengar kabar itu, saya menangis dan hampir berteriak histeris.

Bagaimana tidak?

Sehari sebelum dia berpulang, dia masih tersenyum-senyum, menggoda saya, berjanji untuk membawakan sesuatu usai liburan nanti….. dan yang terjadi malah sungguh diluar perkiraan dan batas kemampuan otak saya. Dia meninggal karena tertabrak mobil box….

Kini,

Saya makin menyadari bahwa umur manusia memang merupakan rahasia Tuhan yang Maha Tahu. Bahwa saat kita tidur di malam hari, kita tak pernah tahu apakah kita akan terbangun esok paginya. Bahwa saat kita berjalan keluar dari rumah, kita tak pernah tahu apakah yang akan menghalangi langkah kita sebelum sampai.

Bahwa maut adalah urusan Tuhan.

Jadi… jangan sombonglah, wahai Manusia..!

Kecil sekali nilaimu buat Tuhan yang bisa menghendaki seberapa banyak nafas yang bisa kau hela, seberapa lama waktu yang bisa kau nikmati….

Mari belajar untuk menjadi manusia yang baik, yang tahu bagaimana caranya bersyukur.

Karena jika saat itu tiba, mudah-mudahan, tak berlama-lama kemudian kita bisa menikmati Surga….

 sekaligus mengenang:

Mami, LekNan, dan Om Sapto

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

2 thoughts on “tentang umur manusia

  1. HHmm …
    SO … selama kita masih di kasih nafas …
    Jangan sia-siakan waktu itu …

    (thanks La …)

    Posted by nh18 | May 19, 2008, 12:30 pm
  2. Memang hanya Dia yang tahu kapan waktu kita tlah habis. Dan semua orang pasti kembali padaNya. Yang membedakan antara satu manusia dan manusia lain adalah proses menunggu kematian itu. Apakah kita akan menggunakan waktu yang ada membuat hidup sia-sia tanpa arti, atau hanya menikmati hidup sekadar membunuh waktu dan bertahan hidup, atau kah kita memilih untuk menjadi seseorang yang memberikan makna bagi diri kita dan orang lain? Semua itu adalah pilihan masing-masing dan ada resikonya, tapi kebahagiaan yang diraih pun akan berbeda-beda 🙂

    Posted by 'B' aka Rere | May 22, 2008, 6:12 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

May 2008
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: