you're reading...
Uncategorized

ketika kita mengidolakan seseorang…

Teman saya, sebut saja namanya Ina, adalah perempuan yang terlihat cantik dan santun dengan kerudungnya. Tubuhnya kecil mungil, putih bersih, wajahnya selalu terlihat bercahaya. Saya selalu menganggap, ini semua karena pengaruh basuhan wudhu menjelang sholatnya. Dia memang rajin sembahyang dan mengaji. Itulah kenapa saya diam-diam mengidolakannya.

Tapi inilah permasalahan yang sering terjadi ketika kita ‘berharap’ pada seseorang, mengidolakan seseorang.

Ketika sang Idola ternyata melakukan sesuatu yang mengganggu kebaikan image-nya, sang pengidola langsung kecewa.

Contoh mudahnya, ketika seseorang mengidolakan artis A karena selain cantik, rumah tangganya pun aman-aman saja. Dia punya suami yang ganteng, berpendidikan, dari keluarga baik, dan mereka dikaruniai satu putra ganteng yang pintar. Tetapi ketika prahara mengguncang rumah tangga A dan akhirnya muncul berita-berita tidak sedap soal A, diikuti pula oleh reaksinya terhadap rumor yang justru makin memperburuk image-nya di masyarakat, A mulai dikecam publik, dianggap perempuan yang tidak baik, dll dsb.

Itulah yang terjadi jika kita terlalu mengidolakan seseorang… yang harus diakui, pasti punya salah, lupa, dan lalai.

Nah, inilah yang sedang terjadi pada saya, hari ini, beberapa menit menjelang saya mulai menulis posting kali ini.

Teman saya yang lain, Ties, bercerita soal Ina, soal gelisahnya, soal ketakutannya.

Ketika saya tanya ada apa, jawaban Ties sungguh mengguncang hati saya.

Saya (S): Kamu yakin?

Ties (T): Iya.

S : She’s pregnant???

T : Iya. 1 month pregnant. Padahal nikahnya sudah masih akhir bulan depan.

S : How is she?

T : Bingung, panik. Beban moralnya yang paling hebat.

S : Karena dia berjilbab?

T : Iya. Karena itu. Dia takut ditanya-tanya, La.

S : Sekarang sudah keliatan gitu?

T : Sekarang sih belum. Tapi saat menikah nanti, pasti sudah keliatan, La… Dia malu kalau ditanya-tanya sama orang-orang, dia malu kalau orang akan men-judge dia..

S : Karena dia berjilbab, tapi tingkahnya nggak mencerminkan kesantunan muslimah, gitu?

T : Iya, La. Tapi aku sudah bilang sama dia, memang repot kalau musti menjelaskan panjang lebar ke setiap orang yang bertanya-tanya. Memang sakit kalau kita dinilai macam-macam oleh orang lain, dihina, dijelek-jelekkan… tapi bukannya ini sudah resiko ya, La? Dia berani melakukannya, berarti harus berani pula menanggung segala akibat dari tindakannya, kan?

S : She’s all grown up. Harusnya dia ngerti, Ties, tapi kalau sedang begini, kayaknya susah deh untuk mengerti… Pasti dia lagi kebingungan ya, Is..

T : Pasti, lah.

S : But I couldn’t help but wonder……… WHY?

Kami terdiam.

Inilah kalau kami terlalu menutup mata bahwa setiap orang pasti tak luput dari nafsu, dari salah, dari lupa… Semua orang, meskipun menutup aurat atau berpakaian biasa-biasa, meskipun memakai peci, memelihara jenggot, rajin berdakwah atau biasa-biasa saja…. Mereka masih manusia-manusia yang sedang berjuang untuk mengendalikan hawa nafsu, mereka manusia yang tak bisa luput dari salah.

Saya ingat dengan kata-kata seorang teman saya.

Jangan pernah kamu bergantung pada seseorang, berharap atau mengidolakan seseorang kecuali Allah… karena Tuhanlah yang memiliki segala kesempurnaan… dan hanya Tuhan yang tidak akan mengecewakanmu…

Memang benar.

Di tulisan berjudul “Kulit”, saya sudah tertampar dengan kenyataan bahwa orang bernampilan sangarpun bisa menjadi Imam saat sholat Maghrib berjamaah. Kini, saya ditampar lagi dengan kenyataan bahwa seseorang yang terlihat santun pun bisa melakukan kesalahan….

Hmmm…..

Ina sayang, I’m not judging you… I know you must have reasons why you did that… But one thing for sure, I’m standing here for you, whenever you cry for help. Isn’t that what friends are for — stay by your side in your best and worse? Don’t worry…. it’s a lesson that you must pay the price. Say sorry, admit that you’re wrong, and be responsible… Okay, Babe?

…. but that doesn’t change how I look at you, In. You’re still a great friend for me… 🙂  

Mari berhenti bergantung pada orang lain, termasuk mencintai orang lain dengan berlebih-lebihan. Karena kita tidak pernah tahu, suatu saat kelak, mungkin saja dia adalah satu-satunya orang yang paling bisa membuat kita kecewa….

 

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

6 thoughts on “ketika kita mengidolakan seseorang…

  1. Emang orang berjilbab = perfect?
    enggak kan….
    meski dengan berjilbab kita mesti belajar menjaga sikap…..
    mungkin itulah kenapa Dia memerintahkan menutup aurat dengan jilbab
    agar kita belajar berbuat lebih baik di hadapanNya
    baik yang terlihat langsung atau tidak….

    Posted by Rere | May 15, 2008, 6:06 pm
  2. Memang dengan jilbab orang pasti baik imannya?
    bisa ajah cuma kamuflase saja kan?
    tidak ada jaminan apapun
    seharusnya pula ketika orang memutuskan berjilbab
    dia tahu konsekuensinya
    bahwa ada tanggung jawab yang diembannya
    meski dengan tidka pakai jilbab tetap ada tanggung jawab
    cuma dengan jilbab ada tanggung jawab terhadap label yang diberikan masyarakat
    bagi saya pribadi, semua orang berhak menilai orang lain
    apapun itu, baik atau buruk
    toh, yang tau benar adalah dia Sang Maha Pencipta….

    Posted by noone | May 15, 2008, 6:10 pm
  3. ooo…….
    tak kirain isi postingannya ketika mbak ngefans sama diriku :mrgreen:
    btw memang sgl sesuatu yg berlebihan itu kebanyakan tidaklah bagus…

    Posted by hanggadamai | May 15, 2008, 9:55 pm
  4. wuih sangar cak…!

    Posted by Tumes_semuT | May 15, 2008, 11:20 pm
  5. so bottom line is, dont judge a book by its cover kan neng?
    btw, salam kenal..

    Posted by stey | May 16, 2008, 1:33 pm
  6. HHmmm …
    Terlepas dari apapun … dan siapapun … berjilbab maupun tidak …
    idola atau bukan … Jika dia teman kita … dan sedang dalam kesusahan
    memang sudah seharusnyalah kita bantu dia … at least sebagai pendengar yang baik …

    Posted by nh18 | May 16, 2008, 2:33 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

May 2008
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: