archives

Archive for

ketika kita mengidolakan seseorang…

Teman saya, sebut saja namanya Ina, adalah perempuan yang terlihat cantik dan santun dengan kerudungnya. Tubuhnya kecil mungil, putih bersih, wajahnya selalu terlihat bercahaya. Saya selalu menganggap, ini semua karena pengaruh basuhan wudhu menjelang sholatnya. Dia memang rajin sembahyang dan mengaji. Itulah kenapa saya diam-diam mengidolakannya.

Tapi inilah permasalahan yang sering terjadi ketika kita ‘berharap’ pada seseorang, mengidolakan seseorang.

Ketika sang Idola ternyata melakukan sesuatu yang mengganggu kebaikan image-nya, sang pengidola langsung kecewa. Continue reading

Rindu….

Hari ini saya rindu sekali pada sesuatu; pada suatu kebiasaan yang dulu sering saya lakukan tapi sudah bertahun-tahun tidak lagi saya lakukan.. atas nama kesibukan dan tidak adanya media yang bisa membantu saya mewujudkannya.

Ya.

Hari ini, saya kangen dengan keyboard saya. Eitttsss… bukan keyboard komputer itu… tapi keyboard alias alat musik semacam piano, yang bila tuts-nya ditekan akan mengeluarkan melodi yang cantik itu … (tapi tetap saja, tergantung siapa yang main juga sih… kalau ga jago, ya keluarnya ting-tang-ting-tung doang.. ๐Ÿ˜€ ). Continue reading

Let’s Fight, B!

My so called little sister, B, sedang super kalut belakangan ini. Lewat SMS-SMSnya yang penuh dengan penderitaan (it’s true, B!), dia bilang kalau banyak masalah sedang numplek blek — bisa nggak ya di-Indonesia-kan dengan tumpah ruah? hmm… — dalam kehidupannya.

Soal Tugas Akhir yang pengerjaannya super memusingkan dirinya sehingga hampir putus asa dan tak tersentuh…

Soal kehidupan cintanya yang on and off seperti saklar lampu kamar mandi…

Soal perilaku banyak teman dan orang-orang yang tanpa sadar telah melukainya…

Tiga masalah itu yang bikin dia jadi seperti orang yang kehilangan arah. Putus asa. Nangis. Dan satu yang saya nggak suka, lari ke nikotin *C’mon B… I know you can do it, Baby….*

B berteriak. Mengaduh. Katanya, hatinya sudah tak mampu menahan semua ini. Katanya, dia sudah tak sanggup. Terlalu berat, terlalu menyakitkan. Tapi dia tak tahu apa yang dia inginkan… Tak tahu apa yang sebaiknya dilakukan…

I wanna give up, S…. kata dia.

Don’t… kata saya. Itu artinya, no pain no gain. Pasti ada sakitnya, ntar pasti hepi ending. TA mundur karena teledor, ga update berita? Ayo, skarang rajin ke kampus. Orang-orang sekitar ngebetein? Itu urusan mereka. Mereka punya hak untuk melakukan hal-hal tanpa peduli kamu BT atau nggak. Tinggal kamunya yang menanggapi seperti apa. Cuek aja B. Enjoy.

She just said, thank you. But I knew, jauh dalam hatinya, dia masih memiliki keraguan akan kebisaannya dalam menghadapi segala himpitan ini.

……padahal saya selalu percaya sama kamu, B… you’ll get through this somehow.. selama kamu punya keyakinan… seperti yang selalu kamu sampaikan ke saya in my rainy days… remember?

Semalam, dia masih meragu.

Semalam, dia semakin kacau.

Tapi saya yakin, dia pasti menemukan seorang B yang biasanya. Yang ceria, bawel, cerewet, suka ngeledekin orang….

Dan saya senang sekali, ketika saya berbicara dengannya di Gtalk, dia menulis status begini: I Won’t Give Up.

Hmmm… gitu dong, B…. Let’s fight together… Kamu dan saya tidak dilahirkan untuk menangis-nangis darah melulu, kan? Tuhan punya misi spesial kok kenapa kita dilahirkan oleh Ibunda kitaย tercinta. Jadi.. tetap semangat ya, Sayangku….

I love you, B…

ย (originally written: May 14th, 2008)

Catatan Harian

May 2008
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Celotehan Lala Purwono